
Huuuuu...
Semua orang yang masih berkumpul disana seketika menyoraki Aneta dan suaminya karena mereka lebih memilih percaya pada ucapan Nadia. Terlebih kini Abel memandang Andre dan Nadia dengan tatapan meminta tolong. Bahkan pipinya sudah basah dengan air mata karena ketika Abel ingin melepaskan pegangan erat di pergelangan tangannya namun masih tetap tidak bisa. Abel takut kalau ia akan dibawa lagi oleh mamanya dan diperlakukan seperti waktu itu.
"Papa, Kak Nadia... Abel nggak mau ikut mama, ndak mau" ucap Abel.
Abel meminta pertolongan dengan berderai air mata. Abel sungguh ketakutan bahkan kini badannya gemetaran.
"Lian, lepaskan anakku. Itu tangannya sudah memerah karena cengkeramanmu" seru Andre.
"Dia juga anakku, ndre. Aku juga berhak membawanya ikut bersamaku" seru Aneta.
"Nggak mau" seru Abel.
Andre menatap tajam kearah Lian yang masih terlihat enggan untuk melepaskan Abel. Tiba-tiba saja salah satu pengunjung menyiram Lian dengan botol berisi air mineral membuat laki-laki itu seketika melepaskan pegangan tangannya pada Abel. Aneta yang melihat suaminya disiram oleh air pun terkejut dan langsung mengelap wajahnya dengan tisue yang dibawanya.
Byurrrr...
"Arrrrghhhh...."
Lian berteriak saat matanya terasa perih akibat air yang masuk kedalam matanya, sedangkan Aneta kini membantunya. Melihat Lian lengah dan melepaskan genggaman tangannya, Abel seketika berlari kearah Nadia dan Andre. Kemudian ia berdiri dibelakang keduanya bersama dengan Anara dan Arnold yang tampak ketakutan.
"Jangan jahat-jahat dong bu, pak sama anak kecil"
"Iya benar, tega amat sih sama anak kecil. Mereka kan juga manusia"
__ADS_1
"Dasar ibu tak punya hati"
Semua orang disana tiba-tiba saja menghujat Aneta dan Lian membuat pasangan suami istri itu panik. Karena tak tahan dengan hujatan dari banyak orang membuat Aneta bergegas menarik tangan suaminya untuk pergi dari restorant itu. Aneta pergi dengan wajah menunduk karena ternyata banyak orang yang mengabadikan kejadian tadi dengan ponsel pribadinya. Bisa jelek imagenya nanti kalau sampai video itu tersebar apalagi dia adalah menantu dari keluarga terpandang. Didalam hati, ia berjanji akan membalas semua perlakuan ini pada wanita yang tak dikenalnya itu. Harusnya yang dipermalukan disini adalah Andre, namun bagai karma dibayar tunai ternyata semuanya berbalik kepadanya.
"Jangan muncul lagi dihadapan Abel, kasihan dia ketakutan melihat setan seperti kalian" seru Nadia.
Nadia berseru dengan kencangnya karena memang pasangan suami istri itu sudah berjalan menjauh dari restorant. Namun Nadia tahu kalau mereka masih mendengarkan ucapannya, hal ini terlihat kala Aneta dan Lian menengok kearah belakang dan menatap tajam dirinya.
Hahahaha
Orang-orang yang masih berkumpul disana tertawa mendengar seruan Nadia. Nadia benar-benar puas karena berhasil membalikkan semua perkataan dari Aneta. Lagi pula Aneta itu tidak ada kapok-kapoknya mencari masalah dengan keluarga Andre padahal sudah diberikan pelajaran seperti itu. Sepertinya dia dan Mama Anisa harus merencanakan sesuatu yang baru agar bisa membuat jera Aneta itu.
Nadia segera menghadap kearah orang-orang yang berkerumun kemudian menundukkan sedikit badannya.
"Terimakasih sudah membantu kami" ucap Nadia.
Pemandangan yang begitu mengharukan terjadi. Anara, Abel, dan Arnold saling berpelukan, bahkan ketiganya menangis terisak. Sepertinya mereka sangat ketakutan dengan kejadian yang baru saja terjadi. Nadia mensejajarkan tubuhnya dengan ketiga bocah kecil yang masih saling berpelukan itu.
"Udah ya, mereka sudah pergi. Kak Abel akan terus bersama kita, kami akan selalu melindungi dan menjaga kalian" ucap Nadia.
Nadia memeluk ketiganya yang masih menangis, sedangkan Andre yang melihat pemandangan itu begitu terharu. Ia bersyukur walaupun anak-anaknya tak mendapatkan kasih sayang dari ibu kandungnya, namun mereka memiliki pengasuh yang kasih sayangnya melebihi seorang ibu kandung. Ia tak menyangka dibalik sikap tomboy, urakan, dan cuek Nadia ternyata gadis itu merupakan sosok yang mempunyai sifat keibuan. Bukan hanya dapat meluluhkan ketiga anaknya saja, namun sepertinya hatinya sudah mulai bertaut pada gadis itu.
Melamunkan tentang rasa kagum terhadap sosok Nadia membuatnya tak sadar kalau kini dia tengah menjadi pusat perhatian dari Nadia dan ketiga anaknya. Bahkan Nadia sudah melambai-lambaikan telapak tangannya tepat diwajah Andre namun laki-laki itu tetap saja tidak sadar dari lamunannya.
Arrrggghhhh...
__ADS_1
Andre memekik kesakitan saat kakinya diinjak oleh Nadia yang kesal karena sedari tadi laki-laki itu melamun terus. Padahal ketiga anaknya sudah merengek ingin pulang karena mengantuk.
"Ngelamun saja terus sampai setannya cosplay jadi kodok" kesal Nadia.
"Ngapain sih ngeliatin kita terus? Terpesona ya dengan kecantikan dan keseksian seorang Nadia?" lanjutnya dengan menggoda Andre.
"Cih... Terpesona dengan body tepos kaya kau ini? Hadeh... Lebih baik aku lihat body janda bohay sebelah rumah" ucap Andre.
Nadia yang mendengar kalau Andre membandingkan dirinya dengan janda sebelah rumahnya pun dengan kesal langusng menyerang Andre dengan menggelitikinya. Andre sampai berlari memutari meja yang mereka tempati untuk makan karena terus dikejar oleh Nadia.
"Sini nggak" seru Nadia.
"Nggak... Sini kejar wleeee" ucap Andre.
Seakan dunia milik berdua mereka mengabaikan tatapan-tatapan aneh yang memandang kearah keduanya. Sedangkan ketiga anak Andre hanya bisa memberengut kesal karena diabaikan oleh dua orang dewasa itu.
"Papa... ulang" seru Arnold.
Arnold berseru dengan kencang membuat Nadia dan Andre seketika saja berhenti melakukan kejar-kejaran. Wajah Arnold terlihat marah dan meletakkan kedua tangannya didepan dada. Andre dan Nadia berjalan mendekat kedepan bocah laki-laki kecil itu dengan kepala menunduk.
"Ita dah antuk, alian alah ejal-ejalan. Tak atut tak atut" ucap Arnold dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Nadia dan Andre masih menundukkan kepalanya sambil menahan tawa karena melihat wajah Arnold yang begitu lucu ketika sedang kesal atau marah. Bahkan gaya bicara bocah laki-laki itu seperti orang dewasa yang tengah memarahi anaknya. Sedangkan Anara dan Abel hanya melihat drama itu dengan mata menahan kantuk.
"Yo ulang" ajak Arnold dengan wajah galaknya.
__ADS_1
Akhirnya karena tak tega melihat wajah ketiga anak kecil yang tengah menahan kantuk itu, Andre segera menggendong Arnold sambil membawa barang-barang hasil belanjaan dan Nadia menggandeng tangan Anara juga Abel. Mereka akhirnya pulang dengan mobil yang dikendarai oleh Andre. Didalam perjalanan pulang, suasana mobil tampak tak ada suara canda tawa karena tiga bocah kecil itu sudah terlelap tidur.