Babysitter Milik Sang Duda

Babysitter Milik Sang Duda
Penangkapan Alice


__ADS_3

Dua hari berlalu, kondisi Nadia masih tetap sama. Hanya saja wanita yang baru melahirkan itu telah melewati masa kritisnya. Kondisinya dibilang sudah stabil hanya menunggu waktu wanita itu untuk bangun saja. Bahkan kini Papa Reza dan Andre semakin sibuk untuk melakukan pencarian Alice daan keluarganya. Mereka benar-benar gencar melakukan pencarian itu dibantu oleh pihak kepolisian.


Papa Reza dan Andre memutuskan untuk melaporkan kejadian penganiayaan ini ke pihak yang berwajib. Teman-teman Papa Reza yang dihubunginya untuk memantau daftar penumpang pun melaporkan bahwa selama dua hari ini tak ada nama Alice dan keluarganya disana. Hal ini berarti Alice dan keluarganya masih berada di kota ini walaupun entah dimana.


"Ndre, ini teman papa yang hacker itu bilang kalau wanita itu ada di pinggir kota perbatasan" ucap Papa Reza tiba-tiba.


Bahkan kini Papa Reza hanya melongokkan kepalanya saja dari balik pintu ruangan anaknya. Hal ini tentunya membuat Andre terkejut dan langsung berdiri. Andre segera mendekat kearah papanya kemudian mereka segera pergi menuju tempat yang diperoleh. Tak lupa juga mereka menghubungi pihak kepolisian untuk membantu mengepung Alice dan keluarganya agar tidak kabur.


***


Butuh waktu 8 jam mereka dan beberapa anggota kepolisian menuju ke tempat persembunyian Alice dan keluarganya. Pantas saja mereka sedikit kesusahan mencari keberadaan Alice karena memang jarak tempuh dari kota pun sangat jauh bahkan beberapa kali harus melewati hutan.


"Lebih baik kita makan dulu sebelum melakukan penggrebekan disana" ucap salah satu polisi.


"Mohon maaf, pak. Bukannya lebih baik kita melakukan penangkapan dulu daripada istirahat atau makan? Pasalnya kalau nanti saat makan di sekitar sini lalu Alice dan keluarganya tahu, dapat dipastikan mereka akan kabur" tolak Andre.


"Baiklah... Kita lakukan penangkapan langsung" putus polisi itu.


Sebenarnya semua lelah karena mereka juga sampai pada malam hari, namun apa boleh buat demi keprofesinalan tentunya akan tetap dijalankan. Mereka semua langsung bergerak menuju satu rumah yang sanagt sederhana bahkan dindingnya pun terbuat dari bambu.


Rata-rata penduduk setempat memang masih menggunakan bambu sebagai dinding rumah. Untuk atap sudah menggunakan seng atau asbes. Semua langsung menyebar ke segala arah untuk mengepung rumah itu.


Suasana malam yang begitu sepi dan dingin membuat bulu kuduk seketika merinding. Lampu penerangan desa yang belum terlalu banyak juga membuat suasana disana sedikit mencekam.


Tok... Tok... Tok...

__ADS_1


Andre mengetuk pintu rumah itu ditemani oleh Papa Reza. Andre berulang kali mengetuk pintu itu secara tak sabaran.


Ceklek...


"Andre..." lirih seorang perempuan muda yang membuka pintu kayu itu, yang tak lain adalah Alice.


Dengan sigap Alice menutup pintu itu saat orang yang dihindarinya muncul dari pintu rumahnya. Namun terlambat karena Andre dan Papa Reza langsung menahan pintu itu bahkan mereka berhasil menyelonong masuk kedalam.


"Papa... Mama... Lari... Ada Andre dan papanya" teriak Alice panik.


Bahkan Alice sekarang mencoba menghalangi ayah dan anak itu agar tak masuk kedalam rumah. Terlihat sekali kalau wajah Alice sangat panik ketika melihat kedatangan Andre dan Papa Reza. Ia tak menyangka kalau mereka bisa menemukan keberadaannya.


"Mama lari..." teriaknya.


"Bawa aku aja buat mempertanggungjawabkan semuanya. Jangan mamaku" ucap Alice dengan tatapan permohonan.


Andre dan papanya tak mempedulikan ucapan Alice. Memang benar Alice juga berperan serta, namun yang paling utama disini adalah Mama Farida. Jadi yang harus mereka tangkap lebih dulu adalah wanita paruh baya itu.


Dor...


Arrghhhh....


Mendengar suara tembakan dan teriakan dari orang yang dikenalinya, membuat mereka bertiga segera keluar dari rumah itu. Alice begitu terkejut saat melihat mamanya terduduk di tanah dengan memegangi kakinya yang berdarah. Ternyata itu adalah suara tembakan dari peluru yang di layangkan pada kaki Mama Farida karena mencoba kabur. Padahal tadi sudah dinegosiasi, namun Mama Farida membantah yang membuat pihak yang berwajib langsung memberikan tembakan pada kakinya.


"Mama..." seru Alice sambil menangis.

__ADS_1


Papa Dion yang sudah diamankan pihak kepolisian pun hanya meringis kesakitan saat melihat istrinya diberi tembakan pada kakinya. Beruntung tadi saat berlari kabur bersama istrinya, dia langsung menyerahkan diri dan tak mengikuti ajakan Mama Farida.


Ditengah keheningan malam itu tentunya suara tembakan itu begitu memekakkan telinga membuat para warga sekitar langsung berbondong-bondong keluar rumah untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Para warga sontak saja terkejut dengan banyaknya anggota kepolisian serta beberapa orang yang ditangkap.


Polisi segera saja menggiring Alice, Mama Farida, dan Papa Dion untuk masuk kedalam mobil polisi. Luka yang ada di kaki Mama Farida dengan sigap dibalut oleh tim medis yang sengaja dibawa oleh Andre. Hal ini sudah ia persiapkan matang-matang karena ia tahu bagaimana perangai dari Mama Farida itu. Andre pun langsung mendekati beberapa kerumunan warga yang terlihat penasaran.


"Saya mewakili dari keluarga dan anggota polisi meminta maaf jika membuat kegaduhan pada malam hari begini. Disini kami hanya ingin menangkap para pelaku kejahatan yang sengaja bersembunyi disini, mereka adalah keluarga tuan Dion" ucap Andre menjelaskan.


Para warga tentunya memahami hal itu karena memang sudah seharusnya kalau penjahat langsung ditangkap. Mereka juga tak ingin desanya tercemar karena dijadikan tempat persembunyian untuk para penjahat. Setelah menjelaskan dan berpamitan kepada warga sekitar, Andre segera saja menemui papanya yang kini tengah berbincang dengan anggota kepolisian.


"Kita akan makan sambil jalan, nanti kita mengemudi bergantian karena perjalanan sangat jauh" ucap Papa Reza.


"Iya, pa. Kita pesan beberapa box nasi dan kopi untuk persediaan di perjalanan" ucap Andre.


Beberapa anggota polisi langsung memesan beberapa box makanan dari sebuah restorant yang masih buka dan kopi di supermarket. Setelahnya mereka melanjutkan perjalanan selama beberapa jam untuk sampai ke kota tujuan.


***


Perjalanan selama hampir 9 jam mereka lalui, akhirnya Andre dan Papa Reza diikuti oleh beberapa anggota kepolisian sampai di kantor polisi. Alice, Mama Farida, dan Papa Dion hanya bisa tertunduk malu saat di gelandang masuk kedalam kantor polis. Selama perjalanan pun mereka hanya diam seakan pasrah dengan apa yang akan terjadi. Andre dan Papa Reza juga akan berbicara pada polisi mengenai tidak adanya keterlibatan Papa Dion dalam kasus ini, namun mereka meminta pengawasan kepada laki-laki paruh baya itu agar tak membantu kedua wanita itu melarikan diri.


Wajah Alice terlihat murung bahkan kini terlihat memandang Andre dengan tatapan permohonan seakan ingin minta tolong untuk dibebaskan. Namun Andre begitu acuh dengan wanita itu, ia tak peduli walaupun Alice adalah sahabat masa kecilnya.


****


Maaf ya, kemarin cuma update satu, authornya lagi oleng hehehe

__ADS_1


__ADS_2