Babysitter Milik Sang Duda

Babysitter Milik Sang Duda
Gagal


__ADS_3

Nadia yang mendengar Andre berteriak memanggil salah satu anak laki-lakinya pun langsung saja membuka penutup mata yang masih terpasang. Ia khawatir jika terjadi sesuatu dengan anaknya itu terlebih Arnold yang terlalu aktif. Sedangkan lutut Andre sudah sangat lemas karena melihat pemandangan didepannya.


Nadia yang melihat Andre sudah lemas pun mau tak mau harus memapahnya kemudian duduk di sebuah gazebo. Nadia belum lah menyadari kalau dia dan Andre berada di rumah bahkan tak sempat melihat apa yang sebenarnya terjadi didepannya.


"Kamu kenapa sih, mas? Mana Arnold, kok tadi kamu teriak panggil anak kita" tanya Nadia dengan panik.


"Lihat itu" titah Andre sambil menunjuk kearah halaman rumah.


Tanpa menjawab pertanyaan dari istrinya, Andre malah langsung menunjuk area halaman belakang rumah dengan telunjuknya. Sontak saja Nadia baru menyadari jika mereka kini tengah berada di rumah bahkan ia terkejut saat melihat suasana halaman belakang yang tampak horor. Namun dia kebingungan dengan apa yang terjadi sebenarnya.


Dekorasi yang mirip seperti pesta halloween dengan banyaknya bunga tabur dan melati putih bertebaran di rerumputan. Bahkan lilin yang digunakan pun hanyalah seperti lilin untuk mati lampu berjajar disamping jalanan menuju satu meja dan dua kursi bagi Nadia dan Andre melaksanakan makan malam. Bahkan kursi dan meja keduanya dilapisi oleh kain putih menambah kesan horor tercipta disana.


"Ini mau ada pesta halloween atau apa sih?" tanya Nadia pada Andre yang masih terkejut.


Bahkan disana juga ada tempurung kelapa dan kemenyan yang baunya sungguh menyengat hidung. Melihat respos Andre yang begitu terkejut pun Nadia yakin jika ini adalah ulah anak laki-lakinya itu. Untuk makanan lumayanlah ya ada steak yang terhidang dengan jus jeruk.


"Harusnya ini adalah kejutan manis untuk kamu, sayang. Hari ini adalah hari jadi pernikahan kita yang ke dua. Awalnya aku meminta EO untuk menyiapkan semuanya namun gagal karena Arnold yang ingin membuatkannya spesial untuk kita. Namun bukan pesta romantis yang tercipta, justru suasana horor seperti ini" ucap Andre lesu.


Nadia hanya bisa menahan tawanya melihat Andre yang begitu lesu melihat hasil ciptaan anak laki-lakinya itu. Ia yakin setelah ini pasti Arnold akan dimarahi habis-habisan karena membuat terkejut kedua orangtuanya dengan ulah ajaibnya itu. Namun dia juga kasihan pada sang suami yang pasti merasa dibohongi dan dikerjai oleh anaknya sendiri.


"Nggak papa, mungkin dengan suasana seperti pastinya berbeda dengan biasanya. Kalau orang-orang merayakan anniversary dengan pesta romantis, kita suasananya horor. Yang penting kita bisa menikmati suasana ini dengan hati yang selalu terpaut hingga terkesan romantis" ucap Nadia menenangkan.


"Tetap saja aku kesal dengan bocah cilik itu. Walaupun mama dan papa sudah melarang, pasti gembul lah yang akan memenangkan perdebatan itu" kesal Andre.

__ADS_1


Nadia hanya mengelus pergelangan tangan suaminya itu dengan lembut agar kekesalannya sedikit memudar. Sedari tadi Andre berusaha menetralkan nafasnya karena menahan kekesalan yang begitu luar biasa. Setelah itu keduanya akhirnya memutuskan untuk tetap makan disana dengan suasana yang tampak horor. Namun Nadia yang tak ingin Andre mood nya menurun seketika saja membuat suasananya menjadi lebih mencair dengan candaannya.


"Nggak usah dipikirkan, Arnold melakukan ini pasti ada alasannya. Oh ya... Ini kalau di masukkan ke aplikasi toktok bisa viral lho" ucap Nadia sambil terkekeh pelan.


Andre pun menanggapi ucapan istrinya itu dengan menganggukkan kepalanya sambil terkekeh pelan. Sebenarnya ia juga merasa lucu saat harus melewati moment seperti ini dengan suasana yang begitu berbeda. Namun saat melihat wajah istrinya yang tampak bahagia dan biasa saja membuatnya sedikit lega karena ternyata Nadia tak marah karena kejutan romantisnya gagal.


***


Keesokan harinya...


Andre telah duduk di ruang keluarga bersama dengan ketiga saudaranya, sedangkan Mama Anisa dan Papa Reza memilih membantu satpam juga Mbok Imah membersihkan halaman belakang rumah. Tentunya Nadia dan Andre tak sempat membersihkan halaman belakang rumah semalam karena hari sudah terlalu malam.


"Bagus ya, bikin dekornya bukan yang romantis malah horor kaya kuburan" kesal Andre saat ia baru saja turun dari tangga.


Melihat hal itu tentunya Andre hanya bisa mendengus kesal terlebih sang istri yang terkesan membela Arnold. Nadia yang berada disamping Andre pun hanya tersenyum kemudian mendekat kearah anak-anaknya yang sejak kemarin tak ditemuinya.


"Wanginya anak-anak bunda" ucap Nadia yang kemudian memberikan ciuman pada kening mereka masing-masing secara bergantian.


"Iya dong, kita wangi karena udah mandi pakai sampo, sabun, dan sikat gigi juga. Memangnya papa yang mandi pakai bakaran kemenyan" ucap Arnold julid.


Sepertinya Arnold memang mengajaknya perang dunia pasalnya bukan minta maaf atas kejadian semalam malah ini menyindir dirinya. Memanglah semalam itu badannya hampir bau kemenyan membuatnya langsung mandi setelah melakukan makan malam.


"Itu juga gara-gara kamu yang pakai tema horor kaya gitu. Papa kan ingin temanya yang romantis" frustasi Andre sambil mengacak-ngacak rambutnya.

__ADS_1


Sepertinya Andre mulai frustasi saat berbicara dengan anaknya itu. Bahkan kini ia memilih duduk jauh dari Arnold karena masih merasa kesal dan malas melihat Arnold yang tampak santai.


"Lho... Itu dekorasi ada artinya lho, nggak mungkin Arnold membuat seperti itu tanpa ada makna dibaliknya" ucap Arnold membela diri.


Sedari kemarin sudah banyak yang protes mengenai dekorasi yang ia pilih membuatnya memikirkan tentang alasan tepat mengapa memilih hal itu. Bahkan saat Andre mulai menyalahkannya tentu membuatnya harus mempunyai cara untuk membela diri.


"Coba apa alasannya, nak?" tanya Nadia dengan lembut.


Nadia memilih duduk bersama anak-anaknya itu karena masih merasa rindu dengan mereka. Bahkan mereka begitu menikmati acara debat antara anak dan papa itu.


"Gini lho bunda... Arnold itu pilih dekorasi kaya gitu biar kalian mengingat tentang kematian dengan harapan kalau pernikahan kalian nanti hanya akan dipisahkan oleh maut" ucap Arnold dengan bangganya.


Nadia dan Andre saling menatap kemudian mengalihkan tatapan itu pada Arnold. Keduanya yang awalnya kesal menjadi sedikit terharu, bahkan Andre langsung saja mendekat kearah anaknya itu.


"Tapi nggak juga harus dekorasinya seram kaya gitu dong, mana bau sekitarnya kemenyan semua lagi" gemas Andre.


"Yang lebih murah, daripada nanti parfum papa yang mahal itu Arnold gunakan untuk membuat halaman belakang wangi kan nanti habis dan harus beli lagi. Nanti Arnold bisa dimarahin" ucap Arnold membela diri.


Akhirnya Andre hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar pembelaan Arnold yang begitu cerdas. Bahkan tak ada celah bagi dirinya untuk menyalahkan bocah kecil itu. Dirinya saja tak pintar berkilah namun anaknya berbanding terbalik.


********************


Mohon maaf lahir batin semua....

__ADS_1


Bagi yang melaksanakan Hari Raya Idul Fitri hari ini 🙏


__ADS_2