Babysitter Milik Sang Duda

Babysitter Milik Sang Duda
Proses


__ADS_3

Papa Reza dan Andre langsung saja bertemu dengan pengacara keluarga yang ditunjuk untuk menyelesaikan kasur Arnold ini. Berita kejadian ini juga sudah viral hingga mengundang perhatian banyak masyarakat. Berbagai sosial media ramai dengan hujatan yang ditujukan pada pelaku walaupun video CCTV yang tersebar itu sudah di blur wajahnya.


"Harusnya pendidikan TK itu bisa menjadi pondasi anak agar sikap anak bisa dibentuk selain dari keluarga".


"Kalau pendidikan awalnya saja sudah begini, bagaimana dengan jenjang yang lebih tinggi?".


Beberapa hujatan dan mengkritik instansi dan dinas terkait menjadi topik yang panas di media sosial. Hal ini membuat pihak-pihak yang terkena sindiran pedas warga net tentunya langsung bergerak cepat agar tak menimbulkan kegaduhan dan merembet kemana-mana.


Video CCTV yang entah siapa yang menyebarnya itu mengundang kontroversi terutama mereka dengan sigap mencari dimana letak kejadian itu. Sungguh diluar nalar, ternyata hanya hitungan jam saja semua orang sudah mengetahui tentang lokasi dimana kejadian itu terjadi. Wartawan dari media elektronik dan massa langsung berbondong-bondong ke sekolah untuk mencari informasi.


Akibat hal ini juga pihak sekolah langsung meliburkan semua muridnya agar tak terkena dampak yang tidak-tidak. Semua media berusaha untuk mencari data tentang korban agar bisa langsung mengetahui bagaimana kondisinya.


"Minta konfirmasinya bu, apa benar kejadian ini terjadi di sekolah ini?" tanya salah satu wartawan kepada salah satu guru yang hendak masuk kedalam lingkungan sekolah.


Namun guru-guru yang ditanyai benar-benar bungkam. Tak ada yang mau mengkonfirmasi kebenarannya secara langsung. Sedangkan didalam sekolah sedang ada rapat mengenai kasus ini dengan tamu dari dinas terkait.


"Bagaimana dengan video CCTV yang tersebar itu?" tanya pihak dari dinas.


"Kami juga kurang tahu mengenai siapa yang menyebarkan video itu. Yang tahu adanya video itu hanya kami para guru dan keluarga korban yang meminta sebagai bukti untuk dilaporkan ke pihak yang berwajib" jawab Ibu Hamid dengan tenang.


"Bukankah kemarin kami sudah meminta untuk pelaku berunding dengan pihak keluarga agar masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan?" tanya pihak dinas dengan bingung.


Pihak dinas terkait memang sudah memberikan ultimatum kepada sekolah dan pelaku untuk melakukan musyawarah dengan keluarga korban agar kasus ini tak sampai ke kepolisian. Karena jika sampai pada pihak berwajib tentunya akan semakin rumit, semuanya akan diperiksa dan ijin pendirian sekolah ini bisa saja dicabut.

__ADS_1


"Pihak keluarga tetap akan membawa kasus ini ke pihak yang berwajib. Namun mereka sudah memaafkan pelaku tapi proses hukum tetaplah berjalan" ucap Ibu Hamid.


"Keluarganya sana aja yang songong, mau dibantu biaya dan tak melanjutkan proses hukum malah menolaknya. Kami juga diperlakukan tak baik di sana saat menjenguk" ketus Ibu Ica menambahkan.


"Diam kamu, bu. Saya sudah mengenal keluarga tuan Andre dan anak-anaknya, mereka sangatlah sopan bahkan menghargai orang yang meminta maaf. Mungkin saja ada kalimat kalian yang membuat mereka tersinggung hingga kasus ini tetap di proses kepolisian" sentak Ibu Hamid.


Semakin lama Ibu Hamid kesal dengan sikap guru yang baru mengajar selama beberapa bulan itu. Sikapnya sama sekali tak mencerminkan seorang pendidik, biasanya orang baru akan jauh lebih sopan namun ini sebaliknya. Ibu Ica dan Ibu Dina terdiam sambil menundukkan kepalanya, mereka tak mungkin jika harus membantah ucapan Ibu Hamid yang notabene senior di sekolah ini.


Sebenarnya bisa saja mereka keluar dari sekolah ini dan tak mengikutsertakan instansi dalam masalah ini. Namun karena kejadiannya di sekolah dan korban juga adalah seorang siswa membuatnya tak bisa langsung mengundurkan diri.


"Untuk sementara waktu, kalian berdua kami hentikan sementara untuk mengajar di sekolah ini. Silahkan gunakan waktu ini untuk menyelesaikan kasus kalian, sedangkan kami akan memeriksa seluruh pengajar yang ada disini" putus pihal dinas terkait dengan tegas.


Keduanya menganggukkan kepalanya pasrah bahkan guru-guru lain juga harus siap diperiksa untuk mengetahui apakah layak sebagai pendidik atau tidak. Sedangkan untuk sementara waktu semua murid akan dipindahkan ke sekolah sebelah karena tentunya pemeriksaan ini akan mengganggu mereka jika masih berada disana.


***


"Nggak tahu" jawab Andre acuh.


Nadia menatap menyelidik kearah suaminya yang sibuk dengan ponselnya itu. Bahkan tak ada raut wajah terkejut saat Nadia menanyakan tentang video yang beredar. Kemungkinan besar pelakunya adalah Andre dan Papa Reza agar kasus ini segera viral dan di proses pihak-pihak terkait.


Setelah berbincang sebentar dengan istrinya, Andre segera berlalu pergi karena ada urusan dengan papanya. Sedangkan kini dia hanya bersama Alan untuk menjaga Arnold yang masih terlelap dalam tidurnya.


"Bang apa ndak ngun-ngun, unda?" tanya Alan penasaran.

__ADS_1


"Nanti juga bangun, nak. Kan abang baru saja istirahat" ucap Nadia memberi pengertian.


Saat terbangun tadi pagi, Arnold hanya terus terdiam walaupun bundanya menyuapi makanan.Setelah makan dan minum obat, bocah cilik itu tertidur kembali membuat Nadia sedikit sedih dengan perubahan anaknya. Nadia segera saja mengangkat Alan kemudian mendudukkannya diatas brankar milik kakaknya itu.


"Bang, ain yuk tama Alan. Alan cendilan lho ni ainnya, cemua wewek maca Alan ain ama meleta" ucap Alan menceritakan kesehariannya.


Alan memang sangat mirip dengan Arnold yang lebih memilih bermain sendiri daripada harus bersama kedua kakak perempuannya. Karena permainan yang dimainkan antara cewek dan cowok memanglah sangat berbeda.


Bahkan kini Alan menarik-narik pipi abangnya yang sudah menirus walaupun baru satu hari terbaring di rumah sakit. Melihat pemandangan itu tentunya membuat hati Nadia teriris hingga memilih memalingkan wajahnya.


Cup...


"Alan cayang bang, alopun ngecelin" ucap Alan setelah mencium pipi Arnold.


Tak disangka setelah dicium adiknya itu, Arnold terbangun dari tidurnya. Matanya menyipit karena sorot lampu yang masuk kedalam matanya. Melihat itu Nadia dengan inisiatif mendekat lalu menutup cahaya lampu yang menyorot itu dengan telapak tangannya.


"Terimakasih bunda" ucap Arnold dengan senyum tipisnya.


"Sama-sama, nak" ucap Nadia tersenyum lembut.


Walaupun hanya senyum tipis, namun Nadia begitu bahagia kondisi Arnold sudah lumayan membaik. Bahkan mau merespons apa yang dilakukannya, sedangkan Alan langsung merebahkan badannya disamping kakaknya itu dan memeluknya erat.


"Jangan peluk-peluk abang. Nanti pacar abang cemburu" ucap Arnold dengan sedikit menggeser tubuhnya.

__ADS_1


"Wah... Anti talo bang au eluk Alan uga halus jin pacal Alan lho, anti cemblu" ucap Alan meniru ucapan kakaknya.


Nadia hanya bisa tertawa melihat pemandangan itu walaupun ucapan mereka seperti orang dewasa bahkan mungkin tak paham artinya, namun sungguh itu sangt menghibur. Ia yakin jika Arnold akan segera membaik setelah mendapati orang-orang disekitarnya selalu berada disampingnya.


__ADS_2