Babysitter Milik Sang Duda

Babysitter Milik Sang Duda
Kembalinya Lukman


__ADS_3

Seseorang yang jalannya mengesot di lantai itu terus berteriak memanggil Andre dan Papa Reza yang ia tahu merupakan kakak dari istrinya. Bahkan bibirnya telah miring sehingga kalau bicara suka kurang jelas. Bahkan semua tetangga yang melihatnya begitu shock melihat adanya seseorang yang sudah lama mereka cari.


Seseorang yang baru saja muncul itu adalah Lukman dengan keadaan yang begitu mengenaskan. Bahkan Pakdhe Ubid dan Budhe Ana juga terlihat terkejut melihat adanya Lukman yang keluar dari rumahnya itu. Ternyata selama ini Lukman tak pergi ke luar kota melainkan disekap oleh Pakdhe Ubid dan Budhe Ana.


"Ayah...." teriak Zunai.


Walaupun sudah lama tak bertemu namun Zunia masih mengingat bagaimana rupa dari ayahnya itu. Ia tak menyangka jika selama ini ayahnya yang ia pikir berada di luar kota ternyata masih dekat dengannya. Namun apa alasan dari Pakdhe Ubid dan Budhe Ana menyembunyikan keberadaan laki-laki itu?.


"Unai..." ucap Lukman dengan mata berkaca-kaca.


Kini bapak-bapak langsung saja masuk ke halaman rumah Budhe Ana tanpa takut karena ini bukan lagi rumahnya mereka. Segera saja mereka membantu Lukman untuk duduk diatas kursi yang ada di teras. Sedangkan beberapa warga lainnya segera saja mencegah Pakdhe Ubid dan Budhe Ana agar tak kabur.


Papa Reza dan Andre pun langsung mendekat kearah Lukman. Ia memberinya minum, melihat keadaan laki-laki itu saja sudah membuatnya miris. Sungguh Papa Reza tak bisa membayangkan apa yang terjadi dengan laki-laki didekatnya ini.


"Tante dan om ini kenapa? Kalian keterlaluan" sentak Papa Reza.


Bahkan Papa Reza langsung mendekat kearah Pakdhe Ubid kemudian memegang kerah bajunya dengan erat. Tadinya ia memang tak mau ikut campur urusan mereka, namun masih ada yang harus ia kerjakan ternyata disini. Apalagi ini menyangkut Zunai dan Ega.


"Lepas dulu, om mu itu kesakitan" seru Budhe Ana yang juga dipegangi tangannya oleh ibu-ibu sekitar.


"Tidak. Jelaskan dulu apa yang terjadi" sentak Papa Reza.


Setelah Dewi meninggal, terpaksa Lukman harus pergi ke kota demi memberikan kehidupan yang layak untuk anak-anaknya. Awalnya ia ingin membawanya namun keluarga sang istri tak mengijinkannya. Saat di tengah jalan, ia mengalami kecelakaan dan lumpuh kakinya.

__ADS_1


Waktu itu Lukman meminta dibawa ke rumah Budhe Ana karena anak-anaknya kemungkinan juga tinggal disana. Namun pada faktanya semua anaknya tak ada disana. Ia ingin pergi namun ditahan oleh mereka dan malah disuruh menikah dengan anak Budhe Ana yaitu adik Dewi yang mengalami gangguan jiwa.


Kalau sampai tak menuruti keinginan Budhe Ana, tentunya keselamatan Zunai dan Ega akan terancam. Setelah menikah selama satu tahun, ia terkena stroke membuat wajahnya sedikit miring.


"Kalian memang tak punya hati. Sepertinya kalian ini perlu penanganan di rumah sakit jiwa" seru Papa Reza setelah mendengar cerita itu.


Para tetangga yang berada di sekitarnya bahkan tak tahu adanya kejadian itu karena menurut Budhe Ana waktu itu pengantaran saat tengah malam. Karena pagar rumah yang tinggi dan tertutup membuat para tetangga tak pernah melihat atau tahu dengan apa yang terjadi rumah ini.


Sedangkan Lukman kini sudah menangis tersedu-sedu sambil memeluk Zunai. Akhirnya setelah penantian 2 tahun lamanya bisa memeluk anaknya walaupun yang paling kecil belum ia temui.


"Olong... Ina alam" ucap Lukman tak jelas sambil menunjuk kearah dalam rumah.


Beberapa warga masuk setelah diijinkan oleh Andre. Ternyata di dalam ada satu ART dan seorang wanita yang penampilannya juga berantakan bahkan tatapan matanya kosong. Sontak saja salah satu ibu-ibu memapahnya keluar dari rumah membuat semua orang disana hanya bisa geleng-geleng kepala.


"Tolong ibu-ibu mandikan dia dan ganti pakaiannya" titah Andre.


Ibu-ibu langsung saja memapah Tina kearah salah satu rumah warga terdekat. Sedangkan Papa Reza memijat pelipisnya yang terasa pusing dengan kejadian ini. Terpaksa Papa Reza meminta salah satu warga menghubungi pihak yang berwajib. Ia tak mau pusing memikirkan hal yang aneh ini.


"Sebenarnya apa alasan kalian melakukan ini pada Dewi, Lukman, bahkan anakmu sendiri?" tanya Papa Reza sambil geleng-geleng kepala.


"Dewi anakku yang normal memang harus berbagi kebahagiaan dengan adiknya yang punya kekurangan ini. Lagi pula kami butuh Lukman untuk menenangkan Tina kalau ngamuk. Hanya dia yang mampu menenangkan Tina" ucap Budhe Ana mencoba membela diri.


"Kami nggak salah menikahkan mereka. Toh selama ini mereka baik-baik saja" lanjutnya.

__ADS_1


"Baik-baik saja? Pakaian mereka saja kaya gembel. Rumah memang mewah tapi dalamnya? Bobrok" sentak Papa Reza tak habis pikir.


Sepertinya darah tinggi Papa Reza mulai kumat akibat rasa emosi yang sedari tadi terus ia ingin luapkan. Dirinya sungguh tak bisa menerima keadaan dan fakta yang ada. Sepertinya dua orang didepannya ini tak bisa disebut sebagai manusia.


Tak berapa lama pihak kepolisian datang kemudian membawa Budhe Ana dan Pakdhe Ubid. Walaupun mereka memberontak, namun tetap saja itu takkan membuat Papa Reza luluh untuk membebaskan keduanya.


"Semua bukti akan kami berikan setelah ini, pak. Tolong sekalian test kejiwaan mereka" ucap Papa Reza pada salah satu polisi.


Polisi itu menganggukkan kepalanya kemudian pergi berlalu dengan membawa dua pasangan paruh baya itu. Teriakan terus terdengar hingga mobil polisi pergi dari sana. Papa Reza hanya bisa menghela nafasnya karena ia menyesal telah menyetujui adiknya itu tinggal bersama orang tak waras.


Kini ia kebingungan dengan Lukman dan Tina ini mau ia kemana kan kalau dirinya tak mau mengurusnya? Ia harus membicarakan ini pada istrinya dulu karena ini akan menyangkut kesibukan istri dan menantunya kalau semakin banyak orang yang tinggal di rumah.


"Pak, tolong bantu Lukman membersihkan dirinya. Biar saya cek di dalam apakah ada baju untuknya atau tidak" ucap Papa Reza.


Bapak-bapak itu pun menganggukkan kepalanya kemudian Papa Reza masuk dalam rumah itu. Tadi ia hanya melihat area sekitar tak sampai masuk ke dalam kamar atau gudang. Ternyata walaupun terlihat begitu luas namun dalam ruangan sangat berantakan terutama kamar.


"Kok bisa ada orang kaya saudara papa itu sih, pa?" tanya Andre bergidik ngeri.


Ia tak menyangka jika keluarga papanya itu mempunyai kelainan hingga mengurung dan ingin memiliki sendiri seseorang untuk dirinya. Sedangkan Papa Reza sudah tak bisa berkata apa-apa karena terlalu shock dengan keadaan ini.


Beruntung ada beberapa baju disana. Langsung saja ia mengambilnya untuk ganti Lukman dan Tina. Sedangkan Zunai sendiri kini sudah tertidur dalam gendongan Bu RT karena terlalu lama menangis tadi.


"Hubungi mamamu dan ceritakan sekilas. Papa bingung harus gimana kalau ngurus Lukman dan Tina itu" titah Papa Reza pada anaknya itu.

__ADS_1


__ADS_2