Babysitter Milik Sang Duda

Babysitter Milik Sang Duda
Kesepakatan


__ADS_3

Dua orang guru penanggungjawab dan satu pembimbing olimpiade masuk dalam ruangan kepala sekolah. Mereka bertiga tak mengetahui mengenai apa yang akan dibicarakan. Pasalnya dari semalam yang ada di grup, persiapan mengenai olimpiade dari mulai akomodasi, konsumsi, dan beberapa perwakilan siswa yang akan menjadi pendukung yang mengikuti kejuraan itu.


Bahkan ketiganya tak mengenal dengan dua orang laki-laki yang duduk di kursi sofa tamu pada ruang kepala sekolah. Ibu Yuni meminta ketiganya untuk duduk disana bersama dengan yang lainnya. Ibu Yuni hanya tersenyum melihat kebingungan guru dan pembimbing olimpiade itu.


"Saya langsung saja ya pak, bu" ucap Ibu Yuni dengan raut seriusnya.


"Perkenalkan bu, mereka berdua ini adalah orangtua dari Abel dan Anara" lanjutnya.


Sontak saja ketiganya terkejut mendengar hal itu. Bahkan dua guru yang menjadi penanggungjawabnya hanya bisa tersenyum kaku pada Andre dan Papa Reza. Kini mereka sudah tahu mengenai apa yang akan dibicarakan kepala sekolah sampai harus memanggil ketiganya. Pembimbing olimpiade juga tahu namun hanya intinya saja kalau anak didiknya untuk acara itu sudah mengundurkan diri.


"Tentunya kalian sudah tahu bukan dengan apa yang akan dibahas disini" ucap Ibu Yuni sambil tersenyum.


Dua guru itu meneguk salivanya kasar terlebih melihat tatapan tajam yang dilayangkan oleh Andre dan Papa Reza. Ibu Yuni yang melihat gerak-gerik dua guru itu hanya bisa tersenyum. Dari sini, ia sudah bisa menilai tentang siapa yang membuat kesalahpahaman ini ada. Andre dan Papa Reza hanya diam sambil menatap semua guru disana.


"Bukannya Anara dan Abel sudah mengundurkan diri, bu. Jadi apa yang akan dibahas?" tanya pembimbing olimpiade yang bernama Gea dengan bingung.

__ADS_1


Gea ini merupakan lulusan terbaik perguruan tinggi di luar negeri bahkan ahli dalam menyelesaikan soal-soal olimpiade. Sekolah yang ingin mengikuti olimpiade tentunya harus mencari seorang pembimbing yang sudah fasih dalam hal acara seperti ini.


"Begini bu, ini ada kesalahpahaman dalam menerima informasi sepertinya" ucap Ibu Yuni menengahi.


"Jadi silahkan pak Andre untuk bisa mengutarakan apa yang sebenarnya terjadi" lanjutnya memberi waktu untuk Andre agar bisa menjelaskan.


Dua guru itu terlihat ketakutan karena kebenaran sebenarnya akan diungkap. Mereka memang sengaja untuk menekan empat orang anak yang mengikuti olimpiade tak terkecuali Anara dan Abel. Itu karena tuntutan sekolah juga yang menginginkan perwakilan sekolahnya menjadi juara. Tentu keduanya langsung putar otak sehingga memutuskan untuk memberikan jam tambahan belajar yang berlebihan.


"Jadi begini saya hanya menyampaikan kalau Anara dan Abel sedang sakit demam. Bahkan semalam meracau tak ingin sekolah, belajar, dan mengikuti olimpiade lagi. Yang ingin kami perjelas disini, saya meminta untuk mereka diberi waktu untuk istirahat selama beberapa hari namun semalam guru yang dihubungi hanya diijinkan satu hari saja" ucap Andre menjelaskan.


Andre berbicara panjang lebar bahkan menjelaskan dengan begitu rincinya agar tak terjadi kesalahpahaman lagi. Terlebih keduanya sudah mendengar apa yang diucapkan oleh Ibu Yuni tentang guru yang memberikan informasi tang salah. Kedua guru itu saling pandang seakan berdiskusi untuk mencari aman.


"Hmm... Saya setuju dengan apa yang diucapkan bapak ini. Saya sebagai pembimbing juga sebenarnya kurang setuju dengan cara ibu-ibu ini untuk menambah jam belajar. Namun sebagai pembimbing saya bisa apa, terlebih kemarin empat anak yang ikut olimpiade sudah sangat lesu. Kalau nanti memang dibutuhkan atau ada materi yang kurang paham, bisa hubungi saya tuan. Saya bisa ke rumah anak-anak" ucap Gea menyetujui.


Gea memang sudah mengusulkan untuk tak menambah jam belajar untuk anak-anak namun kedua guru penanggungjawab itu begitu ngeyel. Akhirnya Gea menurut saja namun jika tak diawasi oleh keduanya, ia akan langsung meminta anak-anak makan dan istirahat sementara ia mengawasi didekat pintu. Ibu Yuni menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan Andre dan Gea.

__ADS_1


"Jadi ada yang bisa ibu Nengsih dan Ibu Laili jelaskan mengenai kejadian ini?" tanya Ibu Yuni.


Ibu Yuni memang terkenal dengan ketegasannya dengan peraturan yang sudah disepakati bersama. Kasus olimpiade ini begitu luput dari pandangannya karena ia tengah disibukkan dengan dokumen akreditasi sekolah. Ia juga sudah menunjuk penanggungjawab dari guru senior karena jika ada masalah bisa diselesaikan dengan bijak. Namun ternyata pilihannya salah dengan membiarkan ini semua.


"Maaf bu, semalam kami emosi karena usaha yang telah kita rencanakan dan buat agar anak-anak fokus pada olimpiade seketika buyar saat pak Andre ini meminta ijin libur anaknya. Kami pusing dan takut jika dengan mereka ijin itu malah materi yang diajarkan selama ini hilang hingga berpengaruh pada hasil olimpiade nanti. Jadi saya tak mengijinkan mereka untuk istirahat di rumah namun pak Andre sepertinya kekeh dengan permintaannya. Makanya saya langsung saja membuat pengumuman di grup kalau Anara dan Abel mengundurkan diri" jawab Ibu Nengsih sedikit kesal.


Ibu Yuni hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar alasan dari Ibu Nengsih ini. Seharusnya dia bisa menyelesaikannya dengan bijak atau setidaknya berdiskusi terlebih dahulu.


"Ibu Nengsih, seharusnya anda mendiskusikan ini dulu dengan saya dan lainnya baru mengumumkan hal seperti itu. Apalagi ini olimpiade tinggal beberapa hari lagi lho, kita kan bisa ambil jalan tengahnya nanti seperti usulan Ibu Gea dan Pak Andre itu. Kasihan anak-anak kalau dipaksa belajar terus-terusan padahal dalam kondisi sakit. Sekolah memang menginginkan perwakilan kita juara, tapi nggak dengan cara seperti ini" ucap Ibu Yuni menasihati dengan sedikit kesal.


Ibu Nengsih dan Ibu Laili terdiam mendengar apa yang diucapkan oleh Ibu Yuni. Mereka yang menganggap bahwa tanggungjawab ini begitu besar sehingga harus membuat anak-anak juara olimpiade malah terkesan menekan. Jika anak-anak tertekan, bukannya mau belajar dan berusaha agar bisa juara namun ketakutan juga rasa malas yang menyerang.


"Lebih baik kita hentikan kesalahpahaman ini, bu. Kita ambil jalan tengahnya saja, sampai hari H nanti ijinkan mereka untul istirahat di rumah. Orangtua dan pembimbing olimpiade yang akan berkoordinasi mengenai cara mereka belajar materi yang sudah dimiliki. Waktu H-1 nanti tolong Ibu Nengsih dan Ibu Laili menghubungi mereka tentang keberangkatan anak-anak juga peraturan yang harus peserta ikuti" lanjutnya memutuskan.


Andre dan Papa Reza begitu puas dengan apa yang diputuskan oleh Ibu Yuni. Andre segera meminta nomor ponsel ketiganya agar nanti bisa berkoordinasi. Setidaknya mereka hanya punya satu tujuan saat ini, hasil yang terbaik untuk sekolah dan kebaikan anak-anak.

__ADS_1


__ADS_2