Babysitter Milik Sang Duda

Babysitter Milik Sang Duda
Kedatangan Aneta


__ADS_3

Nadia pulang ke rumah kontrakannya diantar oleh Andre dengan mobil dan diliputi hati yang berbunga-bunga. Bahkan saat masuk ke dalam rumah pun dia masih senyum-senyum sendiri hingga membuat kedua orangtuanya mengernyit heran. Nadia segera duduk di kursi ruang tamu kemudian memegang dadanya yang masih berdegup dengan kencangnya. Untuk pertama kalinya, Nadia merasakan jatuh cinta yang sebenarnya. Ia masih ingat dengan ucapan Andre saat ada didalam mobil tadi.


"Mulai sekarang panggil aku dengan sebutan mas karena aku adalah calon masa depanmu. Selamat malam calon istriku" ucap Andre sambil tersenyum.


Tanpa mengiyakan ucapan Andre, Nadia segera keluar dari mobil Andre dengan keadaan berbunga-bunga dan salah tingkah. Bahkan wajahnya memerah seperti tomat namun untung saja Andre tak melihatnya.


Terlanjur penasaran dengan apa yang terjadi pada anaknya, akhirnya Ibu Ratmi mencoba bertanya pada anak perempuannya itu yang bahkan saat masuk rumah tak mengucapkan salam.


"Nad, kamu nggak kesurupan kan?" tanya Ibu Ratmi dengan penasaran.


Tak ada jawaban dari Nadia karena gadis itu masih asyik dengan dunianya sendiri. Kedua orangtua Nadia sampai bergidik ngeri melihat anaknya yang senyum-senyum sendiri seperti itu. Ibu Ratmi mendekat kearah anak perempuannya itu kemudian memegang dahinya.


"Hei... Keluarlah kau setan, jangan kau ada didalam raga anakku. Nanti kau akan susah jika didalam sana karena Nadia ini makannya banyak" seru Ibu Ratmi sambil menggoyang-goyangkan kepala Nadia.


Seketika saja Nadia langsung tersadar akibat dari goncangan yang ibunya berikan. Ia segera saja meronta agar dilepaskan oleh ibunya itu. Namun goncangan yang ibunya berikan itu sangatlah kencang hingga membuat kepalanya pusing.


"Ibu, Nadia nggak kesurupan. Nadia ini masih waras dan sehat-sehat aja" seru Nadia.


Nadia menahan kedua tangan ibunya agar tak menyentuh kepalanya yang sudah terasa sangat pusing. Melihat Nadia kewalahan menghadapi Ibu Ratmi, akhirnya Ayah Deno maju dan melerai keduanya. Nadia bernafas lega melihat ibunya sudah dijauhkan oleh ayahnya.


"Ya bukan salah ibu dong, yah. Salahkan saja Nadia yang senyum-senyum sendiri kaya orang kesurupan" ucap Ibu Ratmi tak mau kalah.


Ayah Deno hanya mengelus dadanya pasrah saat istrinya tak mau mendengar nasihatnya dan malah mengomelinya panjang lebar. Sedangkan Nadia sudah menatap malas ibunya yang kini menatap tajam dirinya.


"Nad, kamu kenapa masuk rumah senyum-senyum sendiri seperti itu? Ibumu sampai berpikir kalau kamu kesurupan" tanya Ayah Deno.

__ADS_1


Sebenarnya Ayah Deno juga teramat kesal dengan tingkah Nadia yang seperti orang kesurupan itu membuat dirinya kena omelan dari istrinya.


"Nggak papa, yah hehe" jawab Nadia dengan cengengesan.


"Oh iya... Nadia baru ingat mau cerita sesuatu sama ayah dan ibu" lanjutnya berseru.


Kedua orangtuanya yang tadi terdiam pun seketika saja berjengit kaget mendengar seruan dari Nadia. Tanpa mempedulikan keterkejutan kedua orangtuanya, Nadia segera menceritakan tentang pertemuannya dengan Parno dan keluarganya. Dimulai dari bertemu mereka di rumah sakit sampai Parno melabrak Andre yang waktu itu membantunya.


Mendengar cerita dari Nadia, membuat kedua orangtuanya seketika saja terkejut dan panik apalagi jika keluarga Parno tahu bahwa mereka juga ada di kota ini. Pastinya keluarga Parno akan merecoki kehidupan Nadia dan kedua orangtuanya. Memikirkannya saja sudah pusing apalagi harus menghadapi keluarga itu.


"Gimana ini? Bisa gawat kalau mereka tahu tentang kami yang juga ada disini" ucap Ibu Ratmi panik.


"Apa kita pindah aja, bu? Tetapi kasihan Nadia disini pasti dikejar-kejar sama Parno dan keluarganya itu karena sudah terlanjur tahu keberadaan anak kita" ucap Ayah Deno.


***


Keesokan harinya...


Seperti biasanya Nadia berangkat ke rumah Andre dengan berjalan kaki, sesampainya di depan rumah mewah itu terlihatlah ada sebuah mobil yang terlihat asing di matanya. Nadia mengedikkan bahunya acuh karena ia berpikir mungkin saja itu adalah tamu dari keluarga Andre atau saudaranya.


Nadia masuk ke dalam rumah mewah itu kemudian mengalihkan pandangannya kearah ruang tamu. Ia terkejut saat melihat mantan istri Andre berada disana bersama dengan Mama Anisa, Papa Reza, dan juga Andre. Tak lama kemudian ia memasaang wajah santainya dan berjalan masuk. Namun didalam hatinya bertanya-tanya mengenai Aneta yang datang pagi-pagi ke kediaman Andre. Pasalnya kini mereka sedang terlibat perang dingin akibat kasus kekerasan yang dialami Abel kemarin.


"Selamat pagi..." sapa Nadia pada semua orang yang ada di ruang tamu.


Semua orang yang ada di ruang tamu seketika mengalihkan perhatiannya kearah suara yang ada di depan pintu rumah. Mama Anisa, Papa Reza, dan Andre tersenyum melihat kedatangan Nadia. Nadia segera mendekat kearah mereka lalu mencium tangan Mama Anisa dan Papa Reza. Sedangkan dengan Andre, Nadia hanya menundukkan kepalanya sedikit.

__ADS_1


"Nadia pamit keatas dulu untuk melihat anak-anak. Permisi" pamit Nadia pada semuanya.


Mama Anisa dan Papa Reza hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, sedangkan Andre hanya terdiam menatap wajah kekasihnya itu. Nadia melirik sekilas Andre, kemudian berlalu pergi dari ruang tamu. Namun Nadia masih bisa mendengar apa saja yang mereka perbincangkan saat ia belum terlalu jauh berjalan.


"Itu siapa, Ndre? Kok bisa-bisanya orang asing keatas mau ke kamar anak-anakku" tanya Aneta.


"Pengasuhnya" jawab Andre.


Deg...


Nadia yang mendengar jawaban Andre pun seketika melunturkan senyumnya. Nadia pikir dia akan dikenalkan sebagai kekasihnya atau calon mama baru untuk anak-anaknya Andre. Namun ternyata ia hanya dianggap pengasuh anak-anaknya saja. Nadia berpikir kalau dirinya yang terlalu berharap menjadi kekasih Andre padahal status sosial mereka saja berbeda jauh. Walaupun Andre sudah mengatakan mencintainya namun didalam hatinya ia masih ragu akan keseriusan laki-laki itu.


Karena sudah tak bisa membendung kekecewaannya, Nadia segera saja berlalu menuju ke kamar tiga bocah kecil itu untuk melaksanakan tugasnya sebagai pengasuh. Ia harus sadar diri kalau dirinya hanya seorang pengasuh di keluarga ini.


***


Sedangkan di ruang tamu...


Aneta memohon kepada Andre dan keluarganya untuk mencabut laporan polisi terhadap dia dan keluarga suaminya. Bahkan tanpa diduga-duga, Aneta bersujud di kaki Andre agar bisa terlepas dari tuntutan itu.


"Aku mohon, Ndre. Jangan lanjutkan kasus ini, aku berjanji takkan mengulanginya lagi dan memberikan kasih sayang pada ketiga anak kita" mohon Aneta.


"Tak perlu karena mereka sudah mempunyai calon mama baru yang mampu memberikan kasih sayang tulus" ucap Andre.


Aneta terdiam dengan jawaban yang Andre berikan. Dalam hati ia bertanya-tanya tentang siapa calon mama baru untuk ketiga anaknya itu. Tanpa sadar Aneta mengepalkan kedua tangannya saat mendengar hal itu dan berpikir keras untuk melakukan sesuatu agar Andre mengabulkan permintaannya.

__ADS_1


__ADS_2