
Saat ini Andre tengah mengendarai mobilnya untuk menemui kekasihnya yang kemungkinan sudah pulang ke rumahnya. Tadi setelah kejadian di ruang makan, Andre memilih untuk berangkat ke perusahaan agar bisa segera menyelesaikan semua pekerjaannya sebelum acara pernikahannya digelar.
Saat dirinya tengah menikmati musik yang ada didalam mobilnya, matanya membelalak kaget saat melihat seseorang sedang bertarung melawan empat orang berbadan kekar. Ia segera menghentikan mobilnya agak jauh dari tempat itu dan melihat kearah sekitar yang sangat sepi. Pasalnya memang hari sudah hampir jam 9 malam membuat warga sekitar kemungkinan juga sudah mulai istirahat.
Dia menajamkan penglihatannya kembali untuk melihat siapa orang yang tengah melawan empat orang laki-laki itu. Pasalnya dia hanya melihat siluet seorang gadis saja, belum tahu wajahnya secara mendetail. Saat gadis itu tengah berseteru dengan empat laki-laki disana dan tersorot lampu jalan diatasnya, mata Andre melotot karena melihat kekasihnya lah yang menjadi sosok yang melawan orang-orang itu.
Andre segera saja keluar dari mobilnya kemudian berjalan pelan-pelan mendekati kearah lima orang itu. Saat melihat ada seseorang dibelakang Nadia ingin memukul gadis itu, segera saja Andre menghalanginya dengan menendang tangan laki-laki itu dengan kakinya.
Bugh...
Arrghhhh...
Ketiga rekannya dan Nadia segera saja menegakkan tubuhnya dan melihat kearah belakang laki-laki yang dipukul. Sontak saja Nadia terkejut melihat kehadiaran calon suaminya yang berada disana dengan wajah yang terlihat sangat marah. Melihat tiga orang laki-laki lainnya tengah bengong, Nadia segera saja menendang dada orang-orang itu membuat mereka terjatuh sambil memegang dadanya.
Nadia segera mendekat kearah Andre kemudian menatap tajam kearah empat orang yang tengah menahan kesakitannya. Apalagi tadi orang yang akan memukul Nadia, tulang tangannya mungkin hampir patah karena tendangan Andre yang begitu keras.
"Ampun tuan, nona" ucap salah satu orang berbaju hitam itu.
"Tidak ada ampun bagi orang yang sudah melukai calon istriku" ucap Andre dengan nada dinginnya.
Andre segera saja maju melangkahkan kakinya mendekat kearah orang-orang yang bertarung dengan Nadia. Orang-orang itu begitu ketakutan, pasalnya kini dada dan tangan keempatnya benar-benar sakit jika diteruskan sudah pasti mereka akan kalah.
__ADS_1
"Ampun tuan... Kami mohon jangan lukai kami lagi, kami mengaku kalah. Kami melakukan ini karena disuruh oleh seseorang agar pernikahan gadis ini dengan calon suaminya batal" ucap salah satu orang itu dengan cepat.
Ucapan salah satu orang itu membuat Andre menghentikan langkahnya dan menatap tajam kearah mereka. Ia menuntut mereka untuk segera menjelaskan maksud dari ucapan itu.
"Kami tadi sebenarnya ingin membawa gadis itu dengan cara baik-baik namun dia malah melawan kami. Setelah berhasil, rencananya kami hanya akan menyekapnya sampai tanggal pernikahan itu usai" lanjutnya.
Andre benar-benar marah mendengar rencana mereka apalagi ini menyangkut tentang pernikahannya. Dia tak mau lagi kalau pernikahannya sampai batal karena masalah seperti ini. Astaga... Andre benar-benar tak habis pikir dengan jalan hidupnya. Ujiannya sebelum menuju pernikahan bersama Nadia benar-benar menguras emosi dan pikirannya.
"Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Andre dengan nada datarnya.
"Kami tak tahu siapa namanya, tuan. Kami hanya tahu kalau yang menyuruh kami seorang wanita paruh baya dan kini sedang berada didalam jeruji besi" jawab orang itu.
Andre dan Nadia terdiam mendengar jawaban dari orang itu. Hanya ada dua orang yang kemungkinan besar melakukan hal ini yaitu Aneta dan Sukma yang tengah di penjara. Namun wanita paruh baya yang disebutkan itu mengarah lebih ke Sukma. Andre hanya bisa menghela nafasnya lelah karena orang-orang di masa lalunya sampai saat ini masih saja mengusik kehidupannya.
Keempat orang itu yang dilepaskan oleh Andre pun bergegas pergi dari sana sebelum kedua orang yang ada didepan mereka itu berubah pikiran. Nadia termenung mendengar ucapan yang dilontarkan keempat orang yang tadi menghadangnya itu.
"Selesaikan dulu masalahmu dengan orang-oranng itu sebelum kamu menikahiku" ucap Nadia dengan wajah datarnya kemudian berlalu pergi dari hadapan Andre yang masih termenung.
Andre terdiam mendengar ucapan Nadia dan hanya melihat punggung kekasihnya yang sudah menjauh dari pandangan matanya. Ia tak berniat mengejar Nadia karena dia memang harus memikirkan masalahnya dengan orang-orang di masa lalunya sebelum menjalani ikatan pernikahan dengan gadis itu.
Andre segera pergi menuju mobilnya kemudian menjalankan mobil miliknya dengan kecepatan tinggi. Pikirannya kacau, waktu tinggal hitungan minggu dirinya mengikat janji suci dengan Nadia namun masalah yang dulu seakan masih terus berputar di kehidupannya. Sepertinya dia harus meminta bantuan Papa Reza untuk menyelesaikan hal ini.
__ADS_1
***
Sesampainya di rumah mewah Keluarga Farda, Andre segera saja memarkirkan mobilnya asal di halaman. Ia buru-buru masuk kedalam rumah untuk mencari keberadaan papanya. Beruntungnya malam ini Papa Reza belum tidur dan masih mengerjakan beberapa berkas di ruang kerjanya, hal inni terlihat dari lampu ruangan itu yang masih menyala.
Tanpa mengetuk pintu, Andre langsung saja membuka pintu ruang kerja papanya membuat pemiliknya terkejut. Papa Reza segera mengalihkan pandangannya kearah pintu dan terlihatlah Andre tengah berjalan menuju kearahnya dengan wajah memerah marah.
Sebenarnya Papa Reza ingin marah, namun melihat wajah anaknya yang terlihat sangat serius membuatnya urung melakukannya. Andre segera saja duduk diseberang kursi papanya dan menatap serius kearah pria paruh baya itu.
"Papa harus bantu aku untuk memusnahkan si nenek sihir itu" ucap Andre tiba-tiba.
"Siapa yang kamu maksud dengan nenek sihir?" tanya Papa Reza dengan heran.
"Mertuanya Aneta si Sukma itu" ucap Andre dengan mengepalkan kedua tangannya yang ada diatas meja kerja Papa Reza.
"Dia berbuat apa lagi kali ini?" tanya Papa Reza mulai serius.
"Tadi dia menyuruh beberapa orang untuk menculik Nadia agar pernikahanku dengan kekasihku gagal. Untung saja aku berhasil menggagalkan rencana itu" ucap Andre.
Papa Reza sangat terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Andre. Ternyata perempuan itu benar-benar ingin mencari masalah dengan keluarganya hingga tak jera juga dengan ancaman yang dilayangkannya lewat Aneta. Baiklah, kali ini sepertinya kesabarannya telah habis untuk memberikan kesempatan kepada wanita paruh baya itu.
"Kita temui wanita itu besok. Bawa juga pengacara keluarga kita. Dia sepertinya takkan pernah kapok walaupun sudah kita ancam dan perlakukan seperti itu" ucap Papa Reza dengan wajah menahan amarahnya.
__ADS_1
Andre hanya menganggukkan kepalanya kemudian pergi berlalu meninggalkan ruang kerja Papa Reza. Andre juga belum mengetahui tentang rencana Sukma mengambil hak asuh ketiga anaknya membuat Papa Reza harus menjelaskan dulu esok hari duduk permasalahannya.