
Teriakan demi teriakan terus saja terdengar dari warga sekitar saat ada sebuah sepeda motor hendak menabrak salah satu anggota keluarga yang tengah berjalan dengan bergandengan tangan. Keluarga yang dimaksud adalah keluarga kecil Andre yang berjalan saling bergandengan tangan namun tak merasa jika mereka tengah diteriaki.
"Nadia... Andre... Awas dibelakang kalian ada motor yang ingin menabrak kalian" seru Bu Arum dengan wajah paniknya.
Sontak saja Nadia dan Andre yang diteriaki pun terkejut dan membalikkan badannya. Mata keduanya membelalak kaget saat pengendara motor itu sepertinya sengaja akan menabrak salah satu diantara mereka. Pasalnya jalanan komplek yang mereka lalui itu termasuk jalan besar membuat sebelah kelimanya berjalan itu masih sangatlah lebar.
Nadia segera saja menarik anak-anaknya ke pinggir jalan agar terhindar dari pengendara motor itu. Nadia langsung saja memeluk dan menarik tubuh Abel yang berada disampingnya namun naas mereka harus bergulingan di rumput karena wanita itu tersandung sebuah batu. Sedangkan Andre segera saja mendorong kedua anaknya yang lain ke pinggir karena motor itu ternyata sudah berada satu meter dibelakangnya.
Andre juga berhasil menghindar karena ada seseorang yang mendorongnya. Namun jantungnya langsung berdetak lebih cepat saat melihat Arnold yang tadi mendorongnya ke pinggir ternyata sudah berada diatas motor pengendara yang akan menabrak mereka. Begitupun dengan Nadia yang tak menyangka bahwa Arnold dengan beraninya melompat menggunakan sebuah kayu panjang yang ada disana dan duduk diatas motor itu setelah mendorong papanya.
"Yuhhhuuuuu.... Unda, papa.... Alian enang aja, Anol akan angkap elakuna" teriak Arnold dengan bangganya.
Arnold bahkan berteriak itu tepat di telinga pengendara motor itu membuat sang empu tak fokus dalam berkendara. Bahkan Arnold terus saja memukul-mukul helm pengendara motor itu dengan batu yang tadi sempat diambilnya saat terjatuh.
Para warga yang menyaksikan kejadian ini benar-benar dibuat tercengang, mereka sampai menganga tak percaya melihat aksi bocah kecil itu. Demi menangkap sang pelaku, dia dengan beraninya melompat kearah motor hanya dengan menggunakan sebatang kayu. Bahkan kejadian itu seperti di luar nalar. Ada yang semua orang tak tahu bahwa Arnold sering belajar melompat tinggi seperti itu pada Papa Reza, bahkan sudah bisa dibilang sangat mahir. Bahkan Anara pun juga sama bisa melakukan hal ini dengan mahir. Beruntungnya adalah kayu itu tebal sehingga tak langsung patah saat digunakan untuk ia memijakinya.
"Heh... Bocah diam kau" kesal pengendara motor itu karena terus saja dipukul helmnya.
"Kalau kau terus memukul helmku, aku yakin kita akan mati disini juga" sentaknya.
Arnold tak mempedulikan hal itu, dia terus saja memukul helm itu. Bahkan hal itu menjadi tontonan warga yang kebanyakan memang baru saja kembali dari bekerja. Semua menghentikan langkahnya bahkan terus berseru menyemangati Arnold. Bahkan mereka membantu dengan menghadang pengendara motor itu agar segera menghentikan lajunya.
"Semangat nak... Kita akan hadang dia" seru salah satu bapak-bapak bersama warga lainnya.
__ADS_1
Namun pengendara motor itu bukannya berhenti malah menambah kecepatannya membuat para warga menyingkir dan memberi jalan. Sedangkan Arnold masih terus menggoyahkan fokus si pengendara motor itu. Kejadian ini juga tak luput dari perhatian Papa Reza dan Mama Anisa yang baru saja keluar dari rumah setelah mendengar suara teriakan di luar.
"Astaga.... Cucuku" seru Mama Anisa dengan wajah khawatirnya.
"Tenang, ma. Arnold itu bukan bocah cilik biasa" ucap Papa Reza menenangkan.
"Tenang... Tenang... Itu kalau gembul jatuh, mama sunat ya burung papa" ancam Mama Anisa karena kesal melihat suaminya terlalu tenang.
Papa Reza seketika langsung kicep mendengar ucapan dari istrinya itu. Papa Reza segera berlari menuju kearah lebih dekat dengan kerumunan warga yang akan kembali menghadang pengendara motor, begitu pula dengan Andre, Saat pengendara motor itu kehilangan fokus, awalnya mau menghentikan laju motor karena semakin banyak yang berkerumun namun yang terjadi dia malah mengegas dengan kencangnya. Hal ini membuat Arnold dan semuanya kaget bahkan saking kencangnya, laju motor itu tak terkendali hingga oleh.
Semuanya langsung saja berteriak memanggil Arnold dan menyerukan untuk segera mengendalikan kembali sepeda motornya.
"Itu didepan ada pohon, awas..." seru salah seorang warga.
Bagaimana bisa berhenti jika si pengendara motor itu saja terus mengegas kendaraan itu? Sungguh kepanikan membuat fokusnya hilang. Semua orang kini juga tahu kalau ternyata pengendara motor itu adalah seorang perempuan, terdengar dari suaranya yang begitu jelas.
Andre dan Papa Reza tentunya panik melihat hal itu karena sudah dipastikan bahwa akan terajadi tabrakan antara motor dengan pohon itu. Sang pengendara motor pun tak kalah paniknya saat melihat motornya terus melaju dengan kecepatan tinggi bahkan kini Arnold sudah memeluknya dengan erat. Papa Reza dan Andre sedari tadi terus mengejar sepeda motor itu dengan berlari kencang. Kini keduanya sudah hampir berhasil mensejajarkan langkahnya dengan sepeda motor itu.
"Gembul, lompat. Biar kakek tangkap kamu" seru Papa Reza.
"Huaaaa... Anol akut" seru Arnold sambil menangis.
Entah hilang kemana keberaniannya tadi saat berada diatas motor itu, namun lihatlah sekarang Arnold menangis keras dengan mata memejam. Papa Reza juga ikutan panik saat Arnold tak bisa diajak untuk fokus. Semua warga yang menyaksikan itu tentunya hanya bisa berdo'a dan harap-harap cemas begitupun dengan Nadia serta Mama Anisa.
__ADS_1
"Pasti ini ulah papa karena ngajarin aneh-aneh ke anakku. Pokoknya kita harus selamatin Arnold apapun yang terjadi" kesal Andre saat mendengar seruan papanya.
"Ayo mbul, lompat. Kakek tangkap, kalau kamu nggak lompat bakalan nabrak pohon itu" seru Papa Reza tanpa mempedulikan Andre yang mengomeli dirinya.
"Adek lompat, biar kakek tangkap" seru Nadia dengan tatapan khawatirnya.
"Apa-apaan kalian? Biarkan bocah ini tabrakan bersama saya" seru pengendara motor itu tak terima.
Mendengar seruan kakeknya, Arnold membuka matanya kemudian menatap kakeknya dengan berurai air mata. Melihat tatapan meyakinkan dari sang kakek membuatnya segera berdiri dengan memegang pengendara motor itu. Si pengendara motor dengan sebelah tangannya mencoba untuk meraih tubuh Arnold agar tak melakukan lompatan.
Semua yang melihat adegan Arnold melompat kearah kakeknya pun menahan nafasnya dan harap-harap cemas. Pasalnya Arnold hanya menggunakan pijakan tubuh si pengendara agar bisa melompat sedangkan kayu yang ia gunakan tadi sudah hilang entah kemana.
Happp....
Arrrrghhh...
Semua bersorak gembira saat Arnold berhasil ditangkap oleh Papa Reza. Semuanya menatap dengan tatapan lega melihat adegan yang begitu menegangkan itu. Karena punggungnya digunakan untuk pijakan Arnold membuat si pengendara itu oleng dan menabrak pohon besar yang ada didepannya.
Brakkkk....
Arrrgggghhhh.... Tolong....
Semuanya pun akhirnya berkerumun kearah pengendara motor itu. Terlihat sekali kalau motor bagian depannya sudah remuk karena menabrak batang pohon bahkan pengendaranya terjepit. Akhirnya para warga membantu pengendara motor yang terluka itu dengan memindahkan kendaraan itu. Andre segera mendekat kemudian membuka helm yang dikenakan pengendara motor itu.
__ADS_1