Babysitter Milik Sang Duda

Babysitter Milik Sang Duda
Pembalasan


__ADS_3

Andre dan Papa Reza berjalan keluar dari ruangan CEO. Dengan langkah tegas dan berwibawanya, keduanya berjalan menuju sebuah ruangan yang dipintunya tertempel "Ruang Administrasi". Namun sebelum Andre akan membuka pintu yang telah terbuka sedikit itu, dia segera saja menguping pembicaraan beberapa orang yang ada disana karena telah menyebut-nyebut nama papanya.


Papa Reza pun memasang telinganya baik-baik karena merasa namanya disebut bahkan sampai dihina. Ingin segera dirinya masuk kemudian melabrak orang-orang didalam, namun dirinya tak boleh gegabah agar bisa menangkap semua tikus yang ada di perusahaannya itu.


"Proyek yang ada di kota D gagal total. Para kuli mogok karena cuma kita bayar 50 ribu per hari tanpa adanya makan dan minum. Aku juga sudah menyuruh beberapa preman untuk mengobrak-abrik lokasi proyek dan mengancam para pekerja agar meninggalkan tempat itu" ucap salah satu karyawan bagian divisi keuangan proyek, Pak Tono.


"Gile loe, sadis dan niat amat buat ngancurin proyek itu" timpal karyawan lain sambil tertawa, Pak Beni.


"Lebih sadis kawan loe itu. Gue cuma ngancurin satu proyek, lah dia tiga proyek sekaligus" ucap Pak Tono sambil tertawa.


"Ya gimana, walaupun kita ngancurin proyek itu tapi bahan-bahan bangunan dan segala macamnya kan bisa dijadikan uang jika dijual lagi. Habisnya Pak Reza juga nggak punya otak sih, semenjak anaknya sakit dan dia yang menggantikannya membuat pekerjaan jadi banyak. Selagi ada kesempatan dan si tua itu sedang nggak fokus, kenapa kita nggak ambil keuntungan lebih untuk diri sendiri" ucap karyawan yang sepertinya dalang awal terjadinya kegagalan proyek, Pak Romli.


Papa Reza yang mendengar ucapan dan hinaan yang menyebutnya si tua itu geram bukan main. Mereka pikir bisa memanfaatkan si tua ini selamanya, bahkan semuanya belum tahu bagaimana kejamnya Papa Reza saat mengusir tikus-tikus yang menggerogoti perusahaannya.


"Semoga saja nggak ketahuan karena aku sudah merencanakan untuk menggagalkan proyek di Negara C. Proyek besar perusahaan ini dan jika aku berhasil maka kemungkinan besar perusahaan milik si tua itu akan bangkrut" lanjut Pak Romli.


Pak Beni dan Pak Tono yang mendengar hal itu hanya tertawa dan geleng-geleng kepala saja. Toh selama ini jika temannya itu berhasil mendapatkan uang sudah pasti mereka akan kecipratan hasilnya. Mereka bertiga tengah tertawa terbahak-bahak karena merasa sudah diatas angin tanpa tahu bahwa ada dua singa yang siap menerkam ketiganya.


Prok... Prok... Prok...


Papa Reza menepuk telapak tangannya berulang kali dan masuk kedalam bersama Andre yang tersenyum sinis menatap tiga orang karyawannya yang tengah terkejut itu. Bahkan terlihat sekali bahwa kini wajah ketibanya langsung pucat pasi saat melihat adanya pasangan bapak dan anak itu ada didepan mereka.

__ADS_1


"Kayanya lagi ada pesta nih, pa?" ucap Andre dengan santai.


"Iya dong, pesta haha hihi dengan uang yang bukan haknya" sindir Papa Reza.


Ketiganya pun langsung berdiri dari duduknya kemudian menundukkan sedikit kepalanya. Mereka bertanya-tanya dalam hatinya, sejak kapan kedua atasannya ini sudah ada di ruangan administrasi. Mereka hanya berharap kalau atasannya tak mendengar tentang pembicaraan mereka.


Brakkk...


Tiba-tiba saja Andre menutup pintu ruang administrasi itu dengan keras lalu menguncinya dari dalam karena ternyata banyak karyawan yang berkumpul didepan pintu. Ketiga orang yang ada didalam itu meneguk salivanya kasar karena melihat wajah dua atasan mereka yang berubah seperti singa kelaparan.


"Maaf tuan, ini sebenarnya ada apa?" tanya Pak Beni dengan gugup.


"Wah... Hebat juga ya, pura-pura nggak tahu. Padahal jelas-jelas mereka bertiga ini ngrumpi disaat jam kerja. Mana gosipinnya tentang korupsi yang mereka lakukan lagi" ucap Andre sambil geleng-geleng kepala.


"Maksud anda apa tuan? Kami tak korupsi, jangan asal menuduh ya" seru Pak Tono tak terima.


"Ya memang bukan korupsi tetapi mensabotase proyek perusahaan biar gagal, lalu menikmati duit hasil kegagalan itu" ucap Papa Reza dengan santai.


Muka ketiganya langsung pucat pasi, benar dugaan mereka kalau kedua atasannya ini mendengar apa yang mereka bicarakan tadi. Kini mereka tengah mencari cara agar bisa terhindar dari amukan kedua atasannya, namun saat melihat sekitar ternyata tak ada celah untuk mereka keluar.


"Kalau mau kabur silahkan, sebelum kami berubah pikiran" ucap Andre dengan santai.

__ADS_1


Ketiganya seketika saling berpandangan dan mengernyitkan dahinya bingung saat Andre membiarkan mereka pergi. Andre membuka pintu ruangan itu dengan santainya membuat para karyawan yang masih berkerumun segera menyingkir.


Tanpa menyia-nyiakan kesempatan yang ada, ketiganya segera mengemasi barang mereka kemudian berlalu keluar dari ruang administrasi itu dengan langkah cepat. Tanpa ketiga pelaku sadari, Andre telah menyambungkan ponsel berisi rekaman suara ketiga orang yang melakukan sabotase proyek itu melalui bluetooth pada bagian ruang pemberi informasi.


Saat ketiganya sudah sampai di lantai 1, tiba-tiba saja ada suara dari pemberi informasi dan itu adalah percakapan mereka bertiga. Ketiganya shock karena para karyawan lain ternyata kini tengah berkumpul didepan mereka untuk menghadang langkahnya.


Mereka semua menghadang ketiganya sampai suara rekaman yang terdengar selesai diputar. Para karyawan seketika geram dengan apa yang telah dilakukan ketiganya karena dengan mereka mensabotase proyek tentunya berimbas pada kesejahteraan yang lainnya.


Ketiganya ketakutan, pasalnya para karyawan lain kini menatap mereka tajam. Bahkan hampir semua karyawan perusahaan itu mengepung ketiganya. Tanpa basa-basi, mereka mengeluarkan senjata berupa tepung dan saus tomat yang didapat dari ruang dapur perusahaan. Segera saja mereka melemparkan dua hal tersebut kearah ketiganya.


"Rasain, dasar tukang korup".


"Dipikir kalau perusahaan ini bangkrut, terus kita mudah gitu cari pekerjaan lain".


"Udah capek-capek kerja, malah main ambil untung sendiri".


Para karyawan terus memaki dan mengecam aksi ketiganya yang merugikan perusahaan sambil terus melempar tepung dan saus kearah mereka. Ketiganya terus berteriak meminta untuk dihentikan aksi para karyawan itu namun semuanya tak menggubris dan membiarkan mereka untuk kabur.


Semua kejadian itu tentunya tak luput dari pandangan mata Papa Reza dan Andre yang mengamati kejadian dari awal. Mereka berdua mempunyai ide itu karena teringat apa yang dilihat oleh Papa Reza saat istrinya memberikan balasan pada Aneta dan keluarga suaminya.


Tak sampai disitu, Papa Reza juga meminta beberapa satpam untuk mengarak ketiganya ke area sekitar perusahaan agar mereka malu melakukan sabotase pada proyek perusahaan miliknya. Setelah selesai diarak, ketiganya dibawa ke kantor polisi dengan beberapa bukti yang sudah disiapkan oleh Andre.

__ADS_1


"Sepertinya kita harus belajar banyak dari mama dan Nadia. Jiwa bar-bar keduanya sangat menginspirasi dan menyenangkan jika dilakukan untuk kebaikan" ucap Papa Reza.


Andre yang berada disamping papanya hanya menganggukkan kepalanya. Melalui kedua perempuan itu, mereka banyak belajar kalau menyelesaikan masalah tak harus dengan berantem.


__ADS_2