Babysitter Milik Sang Duda

Babysitter Milik Sang Duda
Bertemu Orangtua Nadia


__ADS_3

Setelah acara peresmian restorant, akhirnya mereka semua memutuskan untuk pulang dengan satu mobil yang akan dikemudikan oleh Andre. Papa Reza berada disamping Andre dengan memangku Arnold, sedangkan para wanita ada di kursi belakang. Mereka akan mengantarkan Nadia terlebih dahulu sekalian Mama Anisa ingin bertemu dengan Nenek Darmi. Tadi sebelum pulang, Mama Anisa sempat membungkuskan beberapa makanan untuk Nenek Darmi. Tak ada pembicaraan didalam mobil itu karena ketiga bocah kecil yang ada disana sudah terlelap didalam pangkuan Mama Anisa, Papa Reza, dan Nadia.


Setelah beberapa menit dalam perjalanan, akhirnya mereka tiba di depan rumah Nenek Darmi. Terlihatlah Nenek Darmi tengah berbincang dengan seorang wanita paruh baya dan disana juga ada seorang laki-laki paruh baya yang sedang membersihkan area halaman rumah. Akhirnya semuanya memutuskan untuk turun dan masuk ke halaman rumah Nenek Darmi. Mama Anisa berjalan paling depan, sedangkan Anara digendong oleh Nadia. Andre menggendong Abel dan Papa Reza bersama dengan Arnold.


"Selamat sore" sapa Mama Anisa.


Semua yang ada di halaman rumah pun mengalihkan pandangannya kearah orang yang menyapa mereka. Nenek Darmi terlihat tersenyum melihat kedatangan Mama Anisa dan keluarganya. Sedangkan wanita dan pria paruh baya disana kaget ketika melihat Nadia yang menggendong anak dan bersama keluarga orang kaya. Mereka bisa melihat kalau keluarga itu dari keluarga kaya karena mobil yang digunakannya. Wanita dan pria paruh baya itu adalah kedua orangtua Nadia.


Kedua orangtua Nadia memang belum tahu apa pekerjaan anaknya saat di kota, namun walaupun begitu mereka yakin kalau gadis itu tidak akan macam-macam.


"Selamat sore" sapa balik Nenek Darmi sedangkan kedua orangtua Nadia hanya menganggukkan kepalanya sedikit sambil tersenyum.


"Lagi ada tamu ya, nek?" tanya Mama Anisa sambil melirik kearah Ibu Ratmi.


"Oh... Kalian belum kenal ya. Ini kedua orangtua Nadia, baru beberapa hari ini mereka tinggal disini" jawab Nenek Darmi.


"Lho... Kok Nadia nggak pernah cerita ya kalau orangtuanya sekarang tinggal disini" kaget Mama Anisa.


Nadia yang mendengar itu sedikit mengernyitkan dahinya heran, pasalnya selama dia bekerja sebagai babysitter memang dirinya tak pernah membahas tentang keluarganya ataupun permasalahannya selama ini. Bahkan dengan Nenek Darmi pun ia tak pernah bercerita tentang kehidupannya.


"Masa iya semua harus lapor atau cerita sama mama. Memangnya mama ketua RT disini, yang harus dapat laporan kalau ada warga pendatang" ucap Papa Reza.

__ADS_1


Mendengar ucapan Papa Reza semua orang yang ada disana menahan senyumnya kecuali Mama Anisa yang mencebikkan bibirnya kesal. Dia kan sebenarnya hanya ingin basa-basi saja, tetapi suaminya malah mengacaukan rencananya.


"Sudah... Sudah... Ayo masuk dulu, itu kasihan cucu nenek tidurnya nggak nyaman kalau dalam posisi kaya gitu" ajak Nenek Darmi.


Mereka semua akhirnya masuk ke dalam rumah milik Nenek Darmi dan duduk di ruang tamu. Sedangkan ketiga anak kecil itu sudah ditidurkan diatas karpet tebal yang ada didepan TV. Semua orang dewasa kini duduk di ruang tamu untuk berbincang-bincang sebentar sambil menikmati teh hangat buatan Nenek Darmi.


"Kapan datang ke kotanya, bu?" tanya Mama Anisa kepada Ibu Ratmi.


"Baru sekitar 3 hari yang lalu, bu" jawab Ibu Ratmi.


Mama Anisa mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. Mama Anisa mencoba mengakrabkan dirinya dengan Ibu Ratmi sehingga terus mengajaknya berbicara tanpa mempedulikan semua orang yang ada disana.


Andre dan Nadia seketika saja mengalihkan perhatiannya kearah dua ibu-ibu yang tengah berbicara. Mama Anisa pasti akan membahas tentang Andre dan Nadia karena tak mungkin juga anaknya yang lainnya. Kedua wanita paruh baya itu hanya mempunyai anak satu saja. Sedangkan orangtua Nadia mengernyitkan dahinya bingung dengan ucapan yang dilontarkan oleh Mama Anisa.


"Gimana maksudnya, bu? Saya ndak ngerti" tanya Ibu Ratmi.


"Itu lho Nadia mau dilamar sama Andre, anak saya" ucap Mama Anisa.


Nadia dan Andre membelalakkan matanya mendengar ucapan dari Mama Anisa, sedangkan kedua orangtua Nadia terkejut sampai mengelus dadanya. Papa Reza yang melihat kelakuan istrinya hanya bisa geleng-geleng kepala. Istrinya itu memang punya sikap yang ajaib kalau sudah menginginkan sesuatu.


"Mama jangan ngaco deh" tegur Andre.

__ADS_1


"Lho mama nggak salah kan? Kamu kan udah ada perasaan sama Nadia, mumpung ini ada orangtuanya ya udah langsung lamar saja. Kalau kelamaan nanti keburu diambil orang" ucap Mama Anisa.


Kedua orangtua Nadia hanya bisa tersenyum canggung saat mendengar obrolan itu. Sedangkan Andre hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar ucapan Mama Anisa sambil memijit pelipisnya yang pusing. Bisa-bisanya mamanya itu berbicara hal yang sangat sensitif. Sedangkan Nadia hanya terdiam dengan pikirannya sendiri yang seakan tak percaya dengan ucapan Mama Anisa.


"Masa iya, seorang pengusaha suka sama babysitter? Kok kaya cerita-cerita FTV aja jadinya. Nggak akan mungkin terjadi di dunia nyata" batin Nadia.


"Mama jangan sok tahu" ketus Andre.


Suasana disana begitu tegang akibat perdebatan antara Andre dan mamanya. Bahkan tiba-tiba saja semua orang menjadi canggung untuk berbicara.


"Mohon maaf bu, bukannya gimana-gimana ya. Saya jadi bingung, ini ada apa sebenarnya? Saya sarankan akan lebih baik untuk hal ini biar mereka saja yang memutuskan apalagi tentang pernikahan, lamaran atau sejenisnya itu karena itu bukan perkara yang mudah. Biar mereka yang meminta langsung saja ke kita kalau memang ingin menikah. Kita ndak usah ikut campur" ucap Ayah Deno menengahi.


Ayah Deno belajar dari pengalamannya kemarin saat dengan seenak hati menerima lamaran dari Reno tanpa memikirkan perasaan Nadia. Untuk urusan pernikahan, dirinya tak mau terlalu ikut campur.


"Benar, ma. Saya setuju dengan apa yang diucapkan oleh ayahnya Nadia. Biar itu menjadi urusan mereka, kalau memang ingin menikah ya sudah biarkan saja mereka yang meminta sendiri untuk dinikahkan" ucap Papa Reza.


Akhirnya Mama Anisa mengalah karena ucapan Ayah Deno dan Papa Reza, sedangkan Andre sudah kesal bukan main dengan mamanya itu. Dia saja tidak yakin mempunyai perasaan pada wanita lain setelah perceraiannya dengan Aneta, tetapi ini mamanya bisa dengan cepat menilai dirinya begitu saja.


Akhirnya suasana yang begitu tegang itu perlahan mencair dengan adanya ketiga bocah kecil yang sudah terbangun dari tidur pulasnya. Walau baru bertemu beberapa menit saja, ketiganya sudah akrab dengan kedua orangtua Nadia. Orangtua Nadia pun sangat bahagia bisa bermain dengan anak-anak kecil yang begitu lucu itu.


Setelah beberapa menit berbincang dan bermain bersama, akhirnya keluarga Mama Anisa pulang ke rumahnya karena hari sudah malam.

__ADS_1


__ADS_2