Babysitter Milik Sang Duda

Babysitter Milik Sang Duda
Nasihat


__ADS_3

Andre begitu kesal karena acara yang telah ia susun dengan matang gagal karena ketahuan ketiga anaknya. Dia memasuki rumahnya dengan wajah ditekuk karena ditinggal oleh Nadia dan ketiga anaknya masuk duluan. Saat memasuki rumah terlihatlah Mama Anisa yang sedang membaca majalah di ruang tamu. Andre memutuskan untuk mendekati sang mama dan tiba-tiba saja laki-laki itu merebahkan kepalanya diatas paha Mama Anisa.


Sontak saja apa yang dilakukan oleh Andre ini membuat Mama Anisa terkejut. Tak biasanya anaknya seperti ini, bahkan Mama Anisa masih ingat terakhir kali Andre melakukan hal ini yaitu saat laki-laki itu berusia 10 tahun. Mama Anisa segera meletakkan majalahnya keatas meja, kemudian mengelus rambut Andre dengan lembut.


"Ada apa, Ndre? Galau ya" ucap Mama Anisa setengah meledek.


"Mama apa-apaan sih, bukannya dihibur malah diledek" kesal Andre.


Mama Anisa hanya tertawa melihat kekesalan yang diperlihatkan oleh Andre. Sedangkan Andre langsung saja memejamkan matanya saat Mama Anisa kembali mengelus rambut dan wajahnya.


"Ma, bantuin Andre dong" ucap Andre tanpa membuka matanya.


"Bantu apa?" tanya Mama Anisa.


"Rencananya Andre mau ngajak Nadia ke pasar malam hari ini. Tapi rencana itu gagal gara-gara ketiga bocil itu tahu dan ingin ikut. Tolong ungsikan mereka dong" rengek Andre.


Mama Anisa tertawa mendengar aduan dan rengekan dari Andre. Pantas saja tadi Arnold dan Anara terlihat sangat bahagia saat tahu akan ke pasar malam, ternyata mereka menggagalkan rencana papanya. Astaga ketiga cucunya memang cerdas karena tak membiarkan Andre dengan mudah mendapatkan maaf dan moment bersama Nadia.


"Ma, kok ketawa sih. Bantuin kek, kasih saran atau ide gitu biar apa yang aku rencanakan bisa berjalan sesuai rencana" kesal Andre.


"Andre, anak mama yang paling tampan" ucap Mama Anisa dengan terkekeh geli.

__ADS_1


"Gimana nggak paling tampan, anak mama kan cuma Andre aja" ucap Andre dengan kesal.


"Oke, kita serius dulu. Ndre, bukannya mama nggak mau bantuin kamu biar kamu bisa segera mendapatkan maaf dari Nadia. Hanya saja mama tidak tega dengan ketiga cucu mama. Tadi Arnold dan Anara masuk ke rumah dan bercerita dengan antusias saat tahu akan ke pasar malam. Apalagi Abel walaupun tak menunjukkan keantusiasannya seperti yang lain, mama yakin kalau dia sangat bahagia. Kamu tahu kan bagaimana kehidupannya selama ini, kemungkinan besar Abel belum pernah merasakan liburan atau melihat keseruan permainan di pasar malam. Jadi mama sarankan untuk kamu pergi bersama ketiganya juga. Mama nggak tega kalau raut wajah mereka sedih karena nggak jadi pergi. Untuk urusan Nadia, kamu bisa melakukannya setelah pulang dari pasar malam" ucap Mama Anisa dengan penuh keibuan.


Andre terdiam setelah mamanya memberikan nasihat, kini ia sadar bahwa dirinya egois. Dia lebih mementingkan hubungan percintaannya padahal disini yang harusnya di prioritaskan adalah ketiga anaknya. Tujuannya untuk menikah yang utama adalah mencarikan ibu untuk ketiga anaknya agar mereka tak lagi kesepian dan mendapatkan kasih sayang.


Andre segera mendudukkan tubuhnya kemudian memeluk mamanya dengan erat. Ia beruntung mempunyai orangtua hebat seperti Mama Anisa dan Papa Reza. Walaupun dia adalah anak kandungnya, kedua orangtuanya takkan segan-segan menegur dan menghajar Andre kalau dirinya bersalah. Andre juga tak marah dengan apa yang dilakukan kedua orangtuanya itu kepadanya karena itu bisa sebagai cambukan dirinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik.


"Nenek sama papa kenapa pelukan kaya teletubbies?" tanya seorang gadis kecil yang baru saja datang.


Kedatangan dan ucapan gadis kecil itu tentu saja merusak suasana haru yang terjadi antara ibu dan anak itu. Mama Anisa dan Andre segera melepaskan pelukan keduanya kemudian melihat kearah beberapa orang yang datang. Terlihatlah Nadia, Anara, Abel, dan Arnold yang menatap keduanya dengan tatapan heran.


Anara, Abel, dan Arnold segera saja berlari kemudian mereka masuk kedalam pelukan hangat nenek dan papanya. Nadia yang melihat kejadian didepan matanya sangat terharu, pasalnya ketiga anak yang diasuhnya mendapatkan lingkungan yang sangat nyaman dan aman untuk mereka tinggali.


"Sekarang kalian tidur siang. Nanti setelah bangun tidur, kalian mandi dan siap-siap untuk ke pasar malam" ucap Andre.


Andre menyetujui apa yang disarankan oleh mamanya untuk mengajak ketiga anaknya ke pasar malam. Untuk urusan hubungannya dengan Nadia, dia akan menyelesaikannya saat ketiga anaknya tidur siang.


"Horeeeee..." seru ketiganya dengan antusias.


Ketiga bocah kecil itu segera berlari kearah Nadia kemudian menarik tangan gadis itu untuk segera ke kamar. Nadia yang ditarik seperti itu pun hanya mengikuti ketiganya dengan pasrah, sedangkan Mama Anisa dan Andre hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah bocah-bocah kecil itu.

__ADS_1


***


Setelah Anara, Abel, dan Arnold tidur siang dengan lelapnya, Nadia segera keluar dari kamar ketiga bocah kecil itu. Ia menuruni tangga kemudian berjalan kearah dapur untuk mengambil minum. Saat sampai di dapur, terlihatlah Andre juga berada disana tengah duduk disana sambil makan mie instant. Nadia mengambil gelas dan air minum tanpa menghiraukan kehadiran Andre. Sedangkan Andre mulai mencuri-curi pandang kearah gadisnya yang terlihat acuh tak acuh.


Setelah melihat Nadia selesai minum, Andre segera berdiri dan kemudian memeluk Nadia dengan tiba-tiba. Nadia yang dipeluk seperti itu seketika saja memberontak, namun Andre tentunya tak membiarkan Nadia lepas.


"Diam dan jangan memberontak atau ku cium bibirmu itu" ancam Andre.


Mendengar ucapan Andre seketika saja Nadia langsung terdiam dari pemberontakannya. Tentunya dia sangat khawatir kalau dicium beneran sama Andre.


"Kok jadi diam? Padahal enak lho kalau dapat ciuman dari duda tampan kaya aku" goda Andre.


"Cihhh... Bisa jadi aku kena rabies kalau dapat ciuman dari cowok kaya kamu" ketus Nadia.


"Yakin nih rabies? Mau aku buktiin kalau ciumanku nggak bikin rabies?" goda Andre.


Nadia yang mendengar itu seketika bergidik ngeri dan memilih untuk diam saja. Sedangkan Andre hanya tersenyum melihat Nadia yang merasa geli dengan ucapannya. Setelahnya Andre mengucapkan apa yang ingin dia ucapkan sebelum diganggu dengan hadirnya ketiga bocah kecil.


"Maafkan aku, kekasihku. Aku bukanlah lelaki yang pintar mengucapkan kata-kata manis hanya demi menaklukkan hatimu. Aku minta maaf atas semua ucapan dan tindakanku yang menyakitimu. Aku tak bermaksud membuatmu sakit hati karena aku sendiri sudah mencintaimu dan berusaha untuk menjaga hatimu agar tak tersakiti olehku. Jangan tinggalkan aku, aku tak ingin hubungan kita berakhir sampai disini. Aku tetap ingin melanjutkan hubungan kita sampai jenjang pernikahan dan selamanya. Bantu aku berubah untuk menjadi lebih baik" ucap Andre dengan lembut.


Nadia tertegun dengan ucapan manis dan lembut dari bibir Andre, hatinya menghangat bahkan kini matanya berkaca-kaca. Nadia merasa ucapan Andre kali ini benar-benar tulus dari dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2