Babysitter Milik Sang Duda

Babysitter Milik Sang Duda
Vonis


__ADS_3

Dua minggu berlalu setelah Andre dan Nadia bersama ketiga anaknya pergi ke pasar malam. Hari ini Andre dan keluarganya akan menghadiri sidang vonis Aneta dan keluarga suaminya. Mereka berharap agar semuanya mendapatkan hukuman yang setimpal terlebih semua bukti-bukti lengkap. Dari persidangan itu pun Aneta dan keluarganya tak bisa melakukan pembelaan apapun terlebih adanya bukti dari rekaman CCTV.


Saat rekaman CCTV diputar di ruang sidang, seluruh awak media melihatnya bahkan sampai ada yang menangis dan pingsan. Mereka semua mengutuk Aneta dan keluarganya yang melakukan kekerasan itu. Bahkan kini perusahaan milik keluarga Sukra telah bangkrut akibat semua pemegang saham menarik dan menjual sahamnya dengan murah. Pada akhirnya Perusahan Sukra Group telah tiada kemudian digantikan dengan Perusahaan AL Group yang menjadi pemiliknya yang baru.


Saat ini di ruang sidang sudah ramai dengan para awak media yang menunggu hasil vonis yang akan dibacakan oleh hakim. Andre dan kedua orangtuanya memasuki ruangan sidang itu disambut dengan teriakan para awak media yang memberi semangat kepada mereka.


"Terimakasih semua atas dukungannya selama ini kepada keluarga kami terutama pada cucu saya. Semoga hasil sidang hari ini memuaskan dan cucu saya bisa mendapatkan keadilan seadil-adilnya" ucap Mama Anisa dengan senyuman tipisnya kepada awak media.


Setelah beberapa saat menunggu akhirnya semua hakim, jaksa, dan pengacara memasuki ruangan. Untuk yang pertama kali dihadirkan di ruang persidangan itu adalah Aneta, membuat suara gemuruh langsung saja tercipta. Mama Anisa menatap Aneta dengan tatapan kebencian, begitu pula dengan wanita yang kini tengah duduk di kursi kesakitan itu.


Sidang berjalan lancar tanpa adanya kericuhan, vonis dijatuhkan kepada Aneta yaitu hukuman kurungan penjara selama 8 tahun walaupun perempuan itu tak melakukan kekerasan fisik secara langsung. Namun Aneta mengetahui dan tidak melarang keluarganya untuk melakukan kekerasan pada Abel sehingga hal itu memberatkan hukuman wanita itu. Selanjutnya adalah vonis untuk Sukma 11 tahun penjara dengan Rudi dan Lian selama 15 tahun.


Andre dan kedua orangtuanya merasa lega karena proses kasus ini telah selesai. Tinggal mereka harus mewaspadai apabila nanti keempat orang itu keluar dan membalas dendam pada semuanya. Mereka bertiga keluar dari ruang sidang dengan senyum tipisnya kemudian pulang ke rumah.


***


"Hari ini kita fitting baju pernikahan dan beli cincin. Nggak usah ajak anak-anak" ucap Andre pada Nadia.


Nadia mengernyitkan dahinya heran, pasalnya sebelumnya Andre tidak pernah membahas hal ini sebelumnya karena pernikahan dan segala konsepnya sudah diurus oleh Mama Anisa dan Ibu Ratmi.


"Kok nggak bilang dulu kalau mau fitting baju dan beli cincin? Kan aku bisa nidurin anak-anak dulu sebelum pergi. Ini anak-anak masih pada bersinar terang lho matanya" ucap Nadia.

__ADS_1


"Titipin mama sama papa aja soalnya kalau diajak nanti tambah lama" ucap Andre.


"Ikut alan-alan, unda" seru Arnold.


Ketiga anak kecil yang tadinya fokus dengan mainannya seketika saja berhenti bermain saat papa dan bundanya hendak pergi keluar. Bahkan Arnold dengan terang-terangan meminta ikut karena berpikir bahwa orangtuanya akan pergi jalan-jalan.


"Kita bukan mau jalan-jalan, adek. Kita mau mengurus pernikahan papa dan bunda biar bunda bisa segera tinggal sama kita" ucap Andre memberi pengertian.


"Kita cuma sebentar saja kok, nanti kalau terlalu lama bisa-bisa bunda juga bakalan lama tinggal disininya" lanjutnya merayu.


Ketiganya terdiam sambil berpikir dengan mengetuk dahinya berulangkali dengan jari telunjuknya. Nadia dan Andre menahan kegemasannya melihat apa yang dilakukan ketiganya.


"Baiklah, tapi bawakan kami telur gulung dan siomay" seru Anara dengan mata yang berbinar-binar.


***


Sesampainya di sebuah butik yang menjual baju pernikahan, keduanya segera turun dari mobil dan memasuki area butik. Disana keduanya disambut oleh beberapa karyawan yang memang sudah diberitahu akan kehadiran mereka.


"Selamat siang, tuan dan nyonya. Silahkan bisa langsung menuju ke sebuah ruangan itu" ucap salah satu karyawan dengan ramah.


Keduanya segera memasuki ruangan yang memang disediakan bagi calon pengantin yang fitting baju. Beberapa karyawan segera memilihkan beberapa baju yang akan mereka kenakan, namun gadis itu merasa belum ada yang menarik perhatiannya. Bahkan setiap kali berganti pakaian, Nadia merasa tidak nyaman dengan apa yang dikenakannya.

__ADS_1


"Ndre, kayanya aku nggak ada yang cocok deh sama pakaian pengantin yang ada disini" bisik Nadia pada Andre yang berada disampingnya.


"Padahal semua baju yang kamu coba sudah cocok dan pas dibadan. Kamu mau cari yang seperti apa lagi?" tanya Andre dengan sedikit kesal.


Pasalnya sudah banyak baju dari yang pakaian adat sampai gaun pesta yang dicoba oleh Nadia, namun gadis itu benar-benar merasa tak nyaman. Andre juga sudah terlalu lelah jika harus berganti pakaian lagi untuk menyesuaikan dengan baju milik Nadia.


"Aku ingin kita menikah dengan atasan kaos dan bawahan celana jeans" bisik Nadia.


Andre yang mendengar hal itu tentu melototkan matanya tak terima. Yang benar saja menikah dengan pakaian seperti itu, dikira mau main di pasar malam. Baru kali ini Andre menemukan perempuan yang ketika menikah ingin menggunakan baju seperti itu. Pasalnya setiap wanita pasti ingin tampil, cantik, dan terlihat berbeda di hari pernikahannya.


"Boleh ya nikah pakai kaya gitu, lebih simple lho. Beda dari yang lain, nanti bisa viral di toktok" lanjutnya.


Karena sedari tadi Nadia merengek untuk meminta baju sesuai keinginannya, akhirnya Andre memutuskan agar dia yang memilihkan pakaiannya. Andre memilih baju adat saat akad dan resepsi pertama, sedangkan untuk malam hari menggunakan gaun.


Nadia yang melihat itu pun memberengut kesal, apalagi para karyawan yang mendengar rengekannya sedang menahan tawanya. Akhirnya dia hanya pasrah dengan apa ayang dipilihkan Andre. Setelah urusan fitiing baju selesai, Andre dan Nadia segera keluar area butik kemudian mengendarai mobilnya untuk mencari cincin pernikahan.


Setelah beberapa menit berkendara, mobil yang dikendarai oleh Andre memasuki sebuah toko perhiasan terbesar yang ada di kota itu. Keduanya turun dari mobil kemudian memasuki area toko. Dari luar saja sudah tampak kemilau emas dan berlian yang terpajang disana, apalagi saat memasukinya. Para pengunjung begitu dimanjakan dengan keindahan dari kilauan emas dan berlian dengan design yang begitu unik.


"Aku mau yang itu" tunjuk Nadia saat melihat sebuah cincin sepasang yang begitu sederhana.


Andre menyetujuinya karena memang design itu tidak berlebihan sehingga ditangannya nanti tak terlalu terlihat mencolok. Keduanya segera mencari ukuran yang cocok dengan jari manisnya. Namun yang tak Nadia pikir adalah harganya yang begitu selangit membuatnya ingin mengurungkan niatnya untuk membeli. Andre yang melihat Nadia akan menolak pun langsung saja membayarnya tanpa mau mendengar apa yang diucapkan gadis itu.

__ADS_1


Setelah selesai dengan urusan cincin, mereka pun pulang ke rumah karena ketiga anak kecil itu sedari tadi sudah meneror keduanya agar segera kembali. Tentunya dengan mampir terlebih dahulu untuk membelikan pesanan mereka.


__ADS_2