
Berita mengenai beberapa oknum yang bekerja di divisi administrasi itu pun menjadi trending topic di perusahaan. Bahkan ada yang merekam kejadian saat ketiga orang itu dilempari tepung dan saus tomat sampai waktu proses mengaraknya. Mereka masih tak menyangka dengan ketiga orang itu yang dengan beraninya melakukan kecurangan disaat atasannya sedang ada masalah.
Walaupun berita ini menjadi viral dikalangan karyawan, namun Andre dan Papa Reza telah memberi peringatan kepada semuanya untuk tak menyebarkan keluar. Karyawan pun menyetujuinya karena mereka menganggap bahwa ini adalah rahasia perusahaan.
Andre dan Papa Reza kini tengah berada di kantor polisi untuk mengurus beberapa berkas yang dibutuhkan. Semua bukti untuk menjerat ketiga pelaku sudah diserahkan bahkan beberapa polisi akan menangkap beberapa preman suruhan ketiganya.
Perusahaan juga menyita semua aset yang dimiliki oleh ketiga pelaku untuk mengganti rugi semua kerugian perusahaan. Bahkan Papa Reza merasa geram pada keluarga ketiga pelaku itu yang sama sombong dan culasnya.
Setelah melaporkan mereka, keduanya keluar dari kantor polisi kemudian terlihat penasaran dengan keramaian yang tercipta diarea gedung sebelah. Gedung sebelah itu merupakan rumah tahanan.
Terlihat sekali ada ambulance, petugas medis, dan beberapa polisi berkumpul membuat Andre dan Papa Reza segera mendekat. Namun karena ramai, keduanya tak bisa melihat apa yang terjadi.
"Mohon maaf pak, ini ada apa ya kok ramai sekali?" tanya Andre dengan tatapan penasaran pada seorang polisi yang ada disebelahnya.
"Ada tahanan wanita yang ditemukan meninggal bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangannya menggunakan gunting rumput" jawab polisi itu.
Andre dan Papa Reza yang sudah mengetahui jawabannya pun akhirnya memilih untuk pergi dari kerumunan ini karena merasa bukan urusannya. Namun sebelum keduanya meninggalkan area itu, samar-samar mereka mendengar ada yang menyebutkan nama yang tak asing.
Andre dan Papa Reza pun akhirnya kembali mendekat kemudian menanyakan beberapa hal yang masih membuat mereka penasaran.
"Maaf pak, saya tadi sempat mendengar kalau tahanan wanita yang bunuh diri itu adalah Aneta. Apa benar?" tanya Papa Reza.
"Iya benar. Apa kalian mengenalnya?" tanya polisi itu.
Deg...
__ADS_1
Detak jantung keduanya berdetak sangat cepat. Mereka tak menyangka jika Aneta memilih mengakhiri hidupnya. Mereka juga penasaran dengan alasan wanita itu sampai terjadi seperti ini.
"Ya, pak. Kami lah yang melaporkan Aneta dulu atas kasus penganiayaan terhadap anak dan cucu kami" ucap Andre.
"Kebetulan sekali, tuan. Kami sedang mencari orang yang akan bertanggungjawab atas jenazah tahanan ini" ucap polisi itu.
Mendengar ucapan dari pihak polisi pun Andre dan Papa Reza seketika terdiam di tempat. Aneta memang sudah lama kehilangan kedua orangtuanya atau bisa disebut yatim piatu. Anggota keluarganya hanya tiga anaknya yang diasuh oleh Andre itu, sedangkan suami dan keluarganya masih berada didalam penjara.
Sungguh malang nasib wanita itu diakhir hidupnya. Tak ada keluarga yang menemani bahkan bisa bertanggungjawab untuk pemakamannya. Sebagai orang beragama dan berkemanusiaan akhirnya Andre dan Papa Reza lah yang akan menanggung segala pemakaman Aneta.
Para polisi akhirnya mencarikan tempat pemakaman yang dekat dengan rumah Andre. Pasalnya Andre dan Papa Reza ingin jika suatu saat nanti ketiga bocah kecil itu mencari mama kandungnya maka mereka tidak perlu pergi jauh-jauh.
"Apa disini ada yang namanya Andre?" tanya pihak kepolisian setelah mengurus beberapa dokumen untuk ditandatangani mengenai Aneta.
"Saya, pak" jawab Andre.
"Ini tadi kami menemukan sebuah surat yang bertuliskan untuk Andre diluarnya saat melakukan penyelidikan" ucap polisi itu.
Andre menerimanya kemudian menyimpannya dalam saku jasnya. Keduanya pamit kemudian menuju tempat pemakaman umum menggunakan iring-iringan mobil ambulance dan kepolisian. Setelah melakukan perjalanan hampir 1 jam, akhirnya mereka segera menurunkan jenazah Aneta dari ambulance.
Prosesi pemakaman berlangsung dengan hikmat, bahkan tadi Andre dan Papa Reza sempat melihat wajah Aneta yang tampak kurus seperti menyimpan beban tengah tertidur tanpa nafas. Keduanya merasa kasihan melihat nasib Aneta seperti ini, sepertinya wanita itu memang menyimpan beban yang berat selama di penjara.
"Selamat jalan Aneta. Terimakasih sudah memberikanku tiga anak yang lucu dan menyayangiku. Aku akan terus rawat dan jaga mereka. Maaf juga aku tak bisa menjadi suami yang baik dulunya ketika kau menjabat sebagai istriku. Tugasmu di dunia sudah selesai, tenanglah disana" gumam Andre pelan sambil menaburkan bunga diatas gundukan tanah basah itu.
"Terimakasih sudah memberikanku tiga cucu yang sangat luar biasa. Kamu memang gagal dalam menjaga tiga cucuku, namun aku tahu dibalik itu kamu sangat menyayangi mereka. Kami sudah memaafkanmu dengan ikhlas, pergilah dengan tenang di keabadian" gumam Papa Reza.
__ADS_1
Keduanya berdo'a sebentar kemudian berlalu pamit kepada pihak kepolisian yang masih menunggu mereka. Setelahnya Papa Reza dan Andre pergi pulang ke rumah untuk membersihkan diri sebelum nantinya akan ke rumah sakit menjemput keluarganya. Begitupun dengan pihak kepolisian yang langsung membubarkan diri setelah menyelesaikan tugasnya.
***
Andre telah selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. Kemudian ia duduk di kasurnya sambil membuka amplop putih berisi surat dari Aneta yang diberikan oleh pihak kepolisian.
"Andre dan semuanya. Ini Aneta, mungkin jika kalian membaca surat ini aku sudah tak ada lagi di dunia ini. Mungkin kalian pikir aku bodoh karena memilih jalan ini, namun aku punya alasan jelas kenapa melakukannya. Aku tertekan dengan teror yang dialamatkan padaku karena tak mau bersekongkol dengannya untuk menghancurkan kamu dan keluarga.
Nggak perlu dibahas lagi kayanya ya? Disini aku cuma mau minta maaf jika semua perbuatanku sangat mengesalkan bagi kalian dan terimakasih sudah menjaga ketiga malaikat kecilku dengan baik. Tak perlu kalian kenalkan aku sebagai ibu kandung mereka karena aku tak pantas disebut dengan sebutan itu.
Satu hal lagi, Ndre. Berhati-hatilah dengan Mama Sukma, walaupun dia berada di rumah sakit jiwa namun orang-orangnya masih ada yang mengintai kalian.
Selamat tinggal, Aneta"
Begitulah isi surat yang ditulis oleh Aneta, jantungnya berpacu dengan cepat. Berarti memang Aneta melakukan hal ini karena sesuatu yang membuatnya tertekan. Dia akan berusaha untuk menjaga ketiga anaknya dari Sukma itu seperti apa yang dikatakan oleh Aneta.
Ia yakin kalau Aneta sebenarnya mengetahui tentang rencana licik ibu mertuanya itu, namun sayang sekali bahwa ia keburu meninggal dunia sebelum ditanyai lebih lanjut.
"Selamat jalan, Aneta. Kami sudah memaafkanmu" gumam Andre dengan menatap surat yang ada ditangannya.
Andre segera beranjak dari duduknya kemudian menyimpan surat itu di laci. Ia segera keluar dari kamar lalu pergi bersama Papa Reza menuju ke rumah sakit.
***
Kayanya bulan ini, cerita ini udah mau menuju Ending untuk percintaan Pak Duda dan Babysitternya. Kalian mau dilanjutin cerita tentang keluarga ini dengan anak-anaknya lebih detail atau cerita tentang anak-anaknya aja?
__ADS_1