Babysitter Milik Sang Duda

Babysitter Milik Sang Duda
Alice


__ADS_3

Ketiga orang yang ada didalam ruangan itu sama-sama terkejutnya saat melihat bahwa mereka ternyata saling mengenal. Bahkan kini gadis yang bernama Alice itu menatap Andre dan Papa Reza dengan tatapan haru. Alice tak menyangka bisa bertemu dengan tetangganya dulu saat tinggal di komplek perumahan.


Alice Nathalia Sudarman adalah teman masa kecil Andre hingga akhirnya laki-laki itu menikah dengan Aneta. Setelah Andre menikah dengan Aneta, Alice pindah tempat tinggal mengikuti kedua orangtuanya yang berada di negara tetangga. Mengingat Aneta juga tak suka pada dirinya yang dekat dengan Andre dan keluarganya.


Sudah sekian lama mereka tak bertemu dengan keadaan yang sudah berbeda. Alice tumbuh menjadi gadis sederhana karena kini hidupnya tak lagi sama seperti sebelum pergi dari tanah kelahirannya. Usaha kedua orangtuanya bangkrut membuatnya kembali kesini bersama mereka. Akibat dari kejadian itu membuat kedua orangtuanya sakit-sakitan sehingga Alice harus mencari pekerjaan disini.


"Alice, kenapa kamu disini? Bukannya kamu tinggal bersama keluargamu di negara tetangga?" tanya Andre dengan heran.


"Iya, Ndre. Eh maaf maksudku pak, saya kembali kesini karena rindu dengan suasana tanah kelahiranku ini sekalian cari kerjaan" ucap Alice dengan canggung.


Alice hanya tersenyum canggung karena sedikit berbohong dengan teman masa kecilnya itu. Lagi pula dia tak ingin berurusan kembali dengan Aneta, bisa-bisa ia dijambak seperti dulu karena membantu Mama Anisa yang saat itu tengah memasak.


"Kenapa nggak kerja mengurus usaha orangtuamu? Bukankah usaha mereka lagi maju-majunya?" tanya Papa Reza dengan heran.


"Ingin cari pengalaman, pak. Ingin tahu bagaimana bekerja di perusahaan oranglain" ucap Alice berbohong.


Papa Reza sangat tahu kalau Alice kini tengah berbohong. Dari pandangan matanya yang terlihat sendu saat menceritakan tentang alasannya kembali saja itu sudah cukup membuktikan bahwa kini Alice tengah berbohong. Terlebih kini pakaiannya yang sangat sederhana, terlihat dari brand yang dipakai dulu dengan sekarang sudah berbeda.


Walaupun Alice terkenal sangat baik di mata keluarganya, namun Papa Reza akan menyelidiki tentang alasan sebenarnya mengapa gadis itu kembali kesini. Apalagi kini Andre sudah menikah dengan Nadia, ia tak ingin rumah tangga anaknya terganggu oleh kehadiran Alice. Namun dilihat dai kecanggungan Alice, sepertinya dia belum tahu tentang Andre yang sudah berpisah dengan Aneta dan menikah lagi.

__ADS_1


Akhirnya Papa Reza dan Andre melakukan sesi wawancara dengan profesional. Walaupun Alice adalah teman kecil Andre dan sudah dekat dengan keluarganya, namun perusahaannya tak mengenal kata kerabat. Mereka harus waspada karena biasanya orang yang dekat dengan kitalah yang justru menghancurkan kita dengan perlahan.


***


Wawancara telah selesai, Alice langsung saja pulang ke rumahnya. Rumah sederhana yang dibelinya dari uang hasil tabungannya selama ini. Beruntungnya sedari kecil Alice suka menabung sehingga mempunyai dana darurat saat kedua orangtuanya habis-habisan. Jantungnya berdetak lebih kencang saat akan kembali ke rumah karena takut jika hasil wawancara nanti tak sesuai dengan keinginannya.


Namun saat di jalan sekitar taman, Alice melihat ada seseorang yang tengah dikenalnya sedang berada di taman itu. Segeralah ia menghentikan taksi yang dinaikinya kemudian turun dan berjalan menuju kearah taman.


"Tante Anisa..." panggil Alice sambil tersenyum.


Mama Anisa yang sore itu berada di taman bersama anak dan cucunya pun seketika saja mengalihkan pandangannya kearah seseorang yang memanggilnya. Mama Anisa seketika bingung saat melihat wajah perempuan yang memanggilnya, pasalnya dia seperti familiar namun lupa dengan identitasnya. Alice langsung saja berjalan mendekat kearah Mama Anisa yang kebingungan begitu pula dengan Nadia disampingnya.


"Tante, ini Alice. Anaknya Papa Dion yang dulunya tinggal disamping rumah dan yang selalu bantuin tante masak" ucap Alice dengan antusias saat melihat Mama Anisa bingung.


Mama Anisa segera memeluk Alice dengan erat bahkan menciumi pipi gadis itu dengan antusias. Ada sedikit rasa iri yang masuk dalam hati Nadia saat melihat keakraban mertuanya dengan gadis didepannya itu, namun ia segera menepisnya jauh-jauh. Apalagi tadi saat mendengar ucapan gadis itu kalau dulunya mereka tetanggaan jadi pastinya akan akrab.


"Alice pulang kesini satu minggu yang lalu, tante. Tadi juga aku bertemu dengan Andre dan Om Reza saat Alice wawancara kerja di perusahaan kalian" ucap Alice dengan ceria setelah melepaskan pelukannya dari Mama Anisa.


"Wah benarkah? Semoga saja kamu diterima disana ya, namun tante minta maaf kalau nggak bisa bantu kamu buat diterima disana. Pasalnya perusahaan sejak dulu tak mengenal kata kenalan jadi ketika akan bekerja disana benar-benar harus diseleksi dengan ketat" ucap Mama Anisa dengan tak enak hati.

__ADS_1


"Tak apa, tante. Memang harusnya begitu, tak ada kenal saudara atau teman dalam dunia bisnis karena bisa saja mereka itu adalah lawan yang sebenarnya" ucap Alice dengan tersenyum.


"Oh ya... Itu yang disamping tante siapa?" lanjutnya bertanya.


Mama Anisa seketika menoleh kemudian menepuk dahinya pelan. Ia meringis tak enak hati pada menantunya karena melupakan keberadaannya ketika terlalu asyik bercerita dengan Alice. Mama Anisa segera saja menarik tangan Nadia untuk lebih mendekat kepadanya.


"Kenalin ini Nadia, istri Andre" ucap Mama Anisa memperkenalkan menantunya kepada Alice.


Tentunya Alice terkejut dengan ucapan Mama Anisa. Pasalnya yang ia tahu kalau Aneta lah yang merupakan istri dari Andre. Bahkan terakhir bertemu, Aneta menghalanginya untuk berpamitan dengan keluarga Andre dan malah menjambak rambutnya. Bahkan Alice dimaki habis-habisan oleh Aneta waktu itu.


"Maaf tante, bukannya istrinya Andre itu mbak Aneta?" tanya Alice bingung.


"Andre dan Aneta sudah bercerai sejak 3 tahun yang lalu. Sekarang ia menikah dengan Nadia ini" ucap Mama Anisa dengan antusias.


Alice menganggukkan kepalanya mengerti. Ia segera berkenalan dengan Nadia sambil tersenyum manis. Ketiganya pun akhirnya memutuskan untuk duduk dan tak lagi membahas tentang Aneta. Sambil berbincang seru ah lebih tepatnya hanya Mama Anisa dan Alice saja, mereka juga mengawasi ketiga anak Andre yang masih bermain. Tak berapa lama, ketiga bocah kecil yang tampak sudah kelelahan itu akhirnya memilih untuk mendatangi nenek dan bundanya.


"Bunda, nenek... Kami capek, ayo pulang" seru Anara sambil mengusap dahinya yang keringatan.


Nadia pun langsung tersenyum kemudian mengelap keringat ketiga anaknya itu dengan tisue yang dibawanya. Sedangkan Abel menatap tak suka kearah gadis yang berada di samping neneknya itu. Arnold mempunyai firasat jelek pada gadis itu.

__ADS_1


"Enek, angan ekat-ekat olang ndak enal. Ental ena elet" ucap Arnold dengan menatap sinis kearah Alice.


Beruntungnya Alice tak mengetahui apa maksud dari ucapan Arnold. Sedangkan Mama Anisa hanya meringis tak enak hati pada Alice walaupun gadis itu juga tak paham dengan maksud Arnold. Alice dikenal anak yang baik sedari dulu membuat Mama Anisa dan keluarga menerima gadis itu seperti tetangga yang lainnya.


__ADS_2