Babysitter Milik Sang Duda

Babysitter Milik Sang Duda
(Bukan) Malam Pertama


__ADS_3

Andre memutuskan untuk pulang ke rumahnya bersama Nadia dan ketiga anaknya. Awalnya dia sudah memesan satu kamar hotel untuk dirinya dan Nadia menikmati malam pengantin dengan romantis, namun semua itu gagal karena ketiga anaknya sama sekali tak mau jauh dari bundanya. Bahkan kini Nadia sudah di monopoli oleh ketiga anaknya, sedangkan dirinya hanya bisa melihat saja.


Nadia berjalan didepan Andre dengan diapit oleh kedua anak gadisnya, sedangkan Arnold berada didepan sambil mengomando semuanya. Dia sudah seperti tour guide yang tengah berceloteh menjelaskan semua tempat yang ada di sekelilingnya.


"Gembul, mending diam deh. Suara kamu itu udah kaya kaleng rombeng, berisik" tegur Andre yang masih kesal karena tak jadi menginap di hotel bersama istrinya.


"Ulut tu ulut Anol, adi angan ngatul ya. Agian papa bica utup elinga alo ndak mau dengal cuala Anol" ucap Arnold acuh tak acuh.


Mulut pedas Arnold sudah mulai menggema dan terkesan berani pada papanya, sifat ini memang benar-benar mirip Andre yang memang kalau bicara suka nylekit. Andre hanya bisa mengelus dadanya sabar menghadapi anaknya yang seperti copyan dirinya waktu kecil itu.


Akhirnya setelah berjalan cukup jauh, semuanya memasuki mobil yang telah disiapkan didepan hotel atas perintahnya. Andre segera duduk dibagian kemudi dengan Nadia disampingnya, sedangkan ketiga anaknya berada dibagian kursi penumpang.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan ibu kota yang sore itu terlihat sangat ramai. Tak ada suara didalam mobil milik Andre karena ketiga bocah keccil itu sudah kelelahan karena acara yang berlangsung dari pagi sampai siang tadi.


***


Kini Nadia sudah berada di kamar Andre untuk menyusun semua pakaian miliknya yang sudah dikirim oleh orangtuanya tadi. Sedangkan Andre tengah berada di kamar mandi untuk membersihkan diri, untuk ketiga anaknya sudah terlelap tidur di kamarnya.


Ceklek...


Tak berapa lama, Andre keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit dibawah perutnya sampai bagian paha. Tetesan air yang menetes dari rambut laki-laki itu membuatnya terlihat lebih seksi dan menawan. Nadia pun segera mengalihkan perhatiannya kearah tumpukan baju miliknya tanpa mau melihat Andre yang begitu menggoda itu. Andre yang melihat istrinya malu-malu pun mendekat kearah Nadia untuk menggoda gadis itu.

__ADS_1


Andre langsung saja memeluk tubuh Nadia sehingga badan gadis itu ikut basah karena terkena air yang belum kering darinya. Nadia pun yang dipeluk dari belakang seketika saja menegang, apalagi disini dirinya hanya berdua dengan Andre. Ia belum terbiasa melakukan kontak fisik dengan seorang laki-laki kecuali ayah kandungnya sendiri.


"Rileks sayang" bisik Andre tepat pada telinga Nadia.


Suara Andre yang serak dan seksi itu seketika membuat tubuh Nadia merinding. Baru kali ini Andre memperlakukan dengan mesra dirinya karena saat pacaran, dia selalu mengelak dan menolak perlakuan itu. Kalau sekarang dirinya tak bisa lagi menolak karena Andre sudah sah menjadi suaminya.


"Mas, jangan begini. Aku kok jadi merinding, bisikan kamu itu lho kaya bisikan setan" ucap Nadia asal.


Ucapan Nadia itu benar-benar membuat suasana yang tadinya tegang sekaligus romantis menjadi buyar seketika. Andre mendengus kesal karena Nadia merusak moment yang ia coba untuk bangun. Pasalnya ini adalah moment yang sangat ia tunggu-tunggu karena tak ada yang mengganggu dia dan istrinya itu.


Segera saja Andre menegakkan tubuhnya kemudian berjalan kearah kasur yang diatasnya sudah ada baju yang disiapkan oleh Nadia. Nadia terkekeh geli melihat Andre masuk kedalam kamar mandi dengan menghentak-hentakkan kakinya seperti anak kecil.


***


"Kok nggak jadi nginap di hotel, Ndre? Bukannya kamu sudah memesan satu kamar" tanya Papa Reza heran.


Sedari kepulangan kedua pengantin baru dan ketiga cucunya tadi, Papa Reza dan Mama Anisa sangat penasaran dengan apa yang terjadi. Pasalnya Andre sejak semalam sudah pamit pada mereka untuk menginap di hotel bersama dengan istrinya.


"Papa ini ngeledek apa gimana? Dah tahu ada tiga tuyul yang gelendotan di tangan istriku, mana bisa aku menginap di hotel yang sudah ku hias untuk malam pengantin kalau ada mereka" ceplos Andre kesal.


Papa Reza dan Mama Anisa seketika saja tertawa mendengar ucapan Andre. Mereka berdua baru sadar kalau ketiga cucunya tadi tak mau sama sekali ikut pulang dengan keduanya. Sedangkan Nadia wajahnya sudah memerah malu karena ucapan asal dari suaminya itu.

__ADS_1


"Aiklah ita uyulna akak Bel dan Nala, itu papa uyul" ucap Arnold menyahut apa yang diucapkan papanya sambil menunjuk kearah Andre.


Ternyata diam-diam, ketiga bocah kecil itu mendengar ucapan dari papanya. Papa Reza dan Mama Anisa menatap julid kearah anaknya yang bilang dia papa tuyul. Dalam batin mereka meledek Andre yang dengan seenaknya mengumpati anaknya yang kelewat pintar itu.


"Udah... Udah... Ayo kita tidur, udah malam lho" ajak Nadia.


"Yo unda, ita obok. Papa uyul ndak ucah ajak" ucap Arnold yang kemudian bangkit dari duduknya diikuti oleh dua kakaknya.


Arnold segera mendekat kearah Nadia kemudian menarik tangan gadis itu agar segera masuk kedalam kamar. Andre yang melihat Nadia dibawa oleh ketiga anaknya ke kamar pun hanya bisa menganga tak percaya, berbeda dengan kedua orangtuanya yang sudah tertawa terbahak-bahak.


"Ya Allah, Ndre. Kasian otongmu nggak jadi buka puasa" ledek Papa Reza sambil tertawa setelah melihat Nadia dan ketiga cucunya sudah menaiki tangga menuju lantai dua.


"Mungkin ntar buka puasanya sama sabun, pa" tambah Mama Anisa juga ikut-ikutan meledek anaknya.


Tanpa membalas ledekan kedua orangtuanya, Andre memberengut kesal kemudian pergi dari ruang keluarga dan segera mengikuti anaknya yang membawa istrinya itu. Kedua orangtua Andre masih menertawakan nasib Andre yang mengenaskan di malam pengantinnya.


"Ndre, kalau butuh sabun mama masih simpan banyak didekat dapur" seru Mama Anisa.


Mendengar seruan mamanya itu membuat Andre semakin kesal bahkan dengan sengaja menghentak-hentakkan kakinya di tangga. Andre segera saja menuju kamar ketiga anaknya yang telah menculik istrinya itu. Sesampainya didepan pintu kamar anaknya, Andre segera saja akan menyelonong masuk kedalam.


Klek... Klek... Klek...

__ADS_1


Berulang kali Andre mencoba untuk membuka pintu kamar anaknya itu, namun sama sekali tak bisa dibuka. Ternyata pintu kamar itu dikunci dari dalam oleh ketiga anaknya agar ia tak bisa masuk dan membawa Nadia ke kamarnya.


"Ya Allah... Nasib gini amat sih, punya anak kok kelakuannya kaya begini" keluh Andre sambil menatap pintu kamar yang terkunci itu dengan tatapan memelas.


__ADS_2