Babysitter Milik Sang Duda

Babysitter Milik Sang Duda
Kembalinya Andre


__ADS_3

Andre dan Mama Anisa berjalan di tengah keramaian suasana Bandara siang hari itu. Setengah jam yang lalu, keduanya telah selamat mendarat di negara tempat kelahiran mereka. Dengan memakai setelah casual ala anak muda dan kacamata hitam yang melekat dikedua mata mereka, keduanya berjalan dengan santai dan senyum antusias karena telah berhasil dengan selamat menginjakkan kakinya di Indonesia.


Beberapa perempuan yang melihat kearah keduanya terutama pada Andre ada yang bisik-bisik karena mengagumi ketampanan laki-laki itu. Pasalnya walaupun melakukan operasi bedah plastik beberapa tahapan, namun hanya beberapa hari saja wajahnya itu terdapat merah-merah dan membiru. Saat ini, wajahnya sudah kembali normal bahkan sangat mirip dengan sebelahnya. Andre pun merasa ini sebuah keajaiban dari Tuhan yang diberikan kepadanya.


"Nggak usah senyum dan tebar pesona sama cewek-cewek. Aku bilangin ke Nadia baru tahu rasa" bisik Mama Anisa.


"Dih... Mama mah tukang ngadu. Lagian aku senyum itu karena bahagia mau ketemu anak dan pacarku. Hati Andre sudah mentok sama Nadia seorang, nggak akan pernah lirik-lirik cewek lain walaupun dia bahenol atau seksi sekalipun" ucap Andre dengan bangganya.


"Lagi pula itu mereka yang ngeliatin Andre duluan" lanjutnya tak terima.


Mama Anisa hanya memutar bola matanya malas saat tahu bahwa anaknya itu kini sudah menjadi bucinnya Nadia. Mama Anisa berharap kalau cinta keduanya akan selamanya dan segera bersatu dalam ikatan pernikahan tanpa adanya halangan lagi.


Mama Anisa dan Anisa segera memasuki taksi online yang sudah dipesannya setelah koper-koper yang mereka bawa telah dimasukkan kedalam bagasi. Selama dalam perjalanan, keduanya sedang memikirkan beberapa rencana untuk memberikan kejutan kepada orang-orang tersayangnya.


***


Setelah beberapa menit berada didalam perjalanan, akhirnya taksi yang membawa keduanya sampai juga di depan rumah mewah keluarga Farda. Rumah mewah itu sangat sepi karena memang tak ada penghuninya kecuali satpam yang berjaga di pos, sedangkan Mbok Imah hanya datang untuk membersihkan rumah kemudian pulang.


"Papa belum pulang ya berarti kalau masih jam segini" tanya Andre sambil melihat kearah jam tangannya.


"Iya, kita masuk dulu. Lalu istirahat sebentar" ucap Mama Anisa.


Keduanya segera masuk ke dalam rumah mewah itu setelah menyapa satpam yang berjaga. Satpam itu pun sangat terkejut melihat kehadiran dua majikannya yang sudah satu bulan lebih tidak kelihatan. Ia juga bersyukur karena ternyata majikannya sudah bisa berjalan dan wajahnya kembali seperti semula.


Keduanya segera saja memasuki kamar masing-masing dan istirahat sebentar untuk merilekskan tubuh yang sudah kaku-kaku.

__ADS_1


***


Menjelang sore hari tiba, rumah mewah keluarga Farda terlihat sangat ramai dengan tibanya Papa Reza yang baru saja pulang dari kerja bersamaan dengan Nadia dan ketiga anak Andre. Nadia dan ketiga bocah kecil itu pulang ke rumah mewah Keluarga Farda karena akan mengambil beberapa baju untuk anak-anak Andre. Semuanya benar-benar diluar predikisi Andre dan Mama Anisa.


Bahkan keduanya baru saja terbangun dari tidurnya menjelang sore. Mama Anisa pun berteriak karena mendengar  suara pintu kamarnya yang terbuka karena Papa Reza masuk kedalam. Mama Anisa saking terkejutnya sampai berteriak membuat Papa Reza pun sama.


Teriakan itu ternyata terdengar oleh Nadia, Andre, dan ketiga cucunya membuat semuanya segera saja berlari dan masuk kedalam kamar itu. Alangkah terkejutnya Nadia dan ketiga anak Andre saat mengetahui keberadaan Mama Anisa yang sudah ada di rumah.


"Tante"


"Nenek"


Seruan Nadia dan ketiga anak Andre menyadarkan Mama Anisa dan Papa Reza dari keterkejutannya. Papa Reza segera saja mendekat kearah Mama Anisa yang hanya bisa tersenyum kikuk karena ternyata kejutan yang ia rencanakan gagal total.


"Kejutan" seru Mama Anisa dengan canggung.


Bahkan Nadia dan ketiga bocah kecil itu belum menyadari kehadiran seseorang yang tak lain adalah Andre itu yang berada dibelakang mereka. Mendengar seseorang yang berucap dibelakang tubuh mereka, keempatnya segera membalikkan badan secara bersamaan. Alangkah terkejutnya mereka saat melihat Andre tengah tersenyum manis kearah semuanya sambil merentangkan kedua tangannya.


"Papa..." seru Anara dan Abel bersamaan.


Kedua gadis cilik itu seketika saja berlari kearah papanya kemudian masuk kedalam pelukan hangat itu. Andre langsung saja memeluk keduanya erat sambil mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan anak-anaknya itu. Ketiganya saling berpelukan erat seakan-akan moment ini takkan pernah terulang lagi di kemudian hari.


"Papa, jangan pergi lagi ya. Jangan sakit-sakit lagi" ucap Abel sambil terus terisak dipelukan papanya.


Andre hanya menganggukkan kepalanya dan menciumi pucuk kepala kedua gadis kecil yang ada dipelukannya itu. Sedangkan Arnold yang ditinggal hanya menatap datar moment pelukan itu bersama Nadia yang berada disampingnya. Papa Reza hanya bisa tersenyum saat melihat Andre kini sudah bisa berjalan dan wajahnya kembali seperti semula lagi sambil memeluk istri yang sangat ia rindukan itu.

__ADS_1


"Terimakasih sudah menemani anak kita disana sampai sembuh seperti ini" bisik Papa Reza tepat ditelinga istrinya.


Mama Anisa hanya menganggukkan kepala kemudian menatap lembut kearah suaminya dengan mata berkaca-kaca. Papa Reza segera mencium kedua kelopak mata Mama Anisa dengan lembutnya sebagai ungkapan rasa terimakasih dan bahagianya hari ini.


Ehemmmm...


"Tolong kalau mau romantis-romantisan jangan didepan anak kecil" tegur Andre saat melihat moment keromantisan kedua orangtuanya itu.


Bahkan kini Nadia dan Andre sudah menutup mata ketiga anak kecil yang berada didekat mereka itu agar tak terkontaminasi dengan adegan itu. Sedangkan Papa Reza dan Mama Anisa hanya tersenyum kikuk karena ketahuan menampilkan adegan romantis didepan anak dan cucu mereka.


"Hey... Gembul, kamu nggak ingin peluk nenekmu yang cantik ini?" tanya Mama Anisa mengalihkan perhatian.


"No... Anol ukan embul, ndak da eluk-eluk. Nak aki nak cuka dieluk" ucap Arnold dengan gaya dewasanya.


"Ugh... Kalau kaya gini kan nenek jadi kangen dan pengen meluk kamu" seru Mama Anisa.


Mama Anisa segera saja mendekat kearah Arnold kemudian dengan tiba-tiba memeluk dan mencium Arnold dengan brutalnya membuat sang empu memberontak. Papa Reza hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya itu yang selalu gemas dengan cucu laki-lakinya itu.


"Epas enek... Anol ndak cuka" seru Arnold memberontak.


"Biarin... Salah siapa gemesin" ucap Mama Anisa acuh tak acuh.


Hahaha...


Melihat Arnold kewalahan malah membuat semua orang yang ada disana tertawa dengan lepas. Andre dan kedua anak gadisnya segera mendekat kearah Nadia yang tengah tertawa itu.

__ADS_1


"Terimakasih sudah menjaga ketiga anakku dengan baik. Terimakasih juga sudah mau menungguku kembali. Aku mencintaimu" bisik Andre tepat ditelinga Nadia.


Mendengar bisikan dari Andre sontak saja membuat kedua pipi Nadia merona memerah. Dirinya begitu tersanjung dengan ucapan kekasihnya yang sangat menghargai dirinya walaupun hanya ucapan terimakasih saja.


__ADS_2