Babysitter Milik Sang Duda

Babysitter Milik Sang Duda
Masalah Lagi


__ADS_3

Andre menarik tangan Nadia dengan kasar sambil berjalan sangat cepat sehingga gadis itu melangkahkan kakinya terseok-seok akibat mengikuti langkah besar kaki kekasihnya. Namun Nadia hanya terdiam dan tak protes sama sekali karena takut dengan Andre yang sedang diliputi kemarahan.


Andre mendorong tubuh Nadia untuk segera masuk ke dalam mobil kemudian menutup pintunya dengan kasar.


Brakkk...


Pintu mobil tertutup dengan kerasnya membuat Nadia hanya bisa mengelus dadanya sabar. Sedangkan Andre segera masuk dan duduk di bagian kemudi. Tanpa mengucapkan apa-apa dan menampilkan raut datarnya, Andre mengegas mobilnya dengan kecepatan tinggi. Nadia yang berada disamping kursi kemudi hanya memejamkan matanya sambil terus membaca do'a dalam hatinya. Ia hanya berharap agar selamat sampai rumahnya tanpa lecet sedikitpun.


Setelah beberapa menit berkendara, sampailah Nadia dan Andre didekat sebuah rumah kontrakan Nadia. Andre sengaja tak memberhentikan mobilnya tepat didepan kontrakan kekasihnya itu karena ingin berbicara dulu dengan Nadia.


Andre menghentikan mobilnya kemudian menatap Nadia dengan tajam. Melihat hal itu, Nadia segera menundukkan wajahnya karena takut. Nadia yang biasanya cuek dan pemberani kini seperti tikus kecebur got yang hanya diam menundukkan kepalanya didepan Andre.


Andre mendekatkan wajahnya ke wajah kekasihnya kemudian mengangkat dagu Nadia dengan jari telunjuknya. Kedua netra terpaut dengan Andre memancarkan aura kemarahannya sedangkan Nadia dengan aura sendu.


"Aku adalah seorang laki-laki pencemburu terhadap apa yang sudah menjadi milikku. Walaupun Parno itu bukan sainganku bahkan jika dibandingkan denganku sangat jauh berbeda, namun aku tak suka jika kekasihku dekat dengan laki-laki manapun kecuali saudaranya sendiri" ucap Andre dengan mata menatap tajam.


"Aku pernah mengalami peristiwa diselingkuhi dibelakangku saat aku menjadi seorang suami, hal itu sangat merendahkan martabatku sebagai seorang pemimpin keluarga. Hal itu membuatku sedikit trauma dengan hubungan percintaan karena aku berpikir bahwa aku tak becus memberikan kasih sayang dan cinta kepada pasanganku sehingga dia mencari cinta di luar sana" lanjutnya.


Sorot mata Andre saat bercerita tentang kisah masa lalunya terlihat sangat sendu, dia seperti direndahkan harga dirinya dan merasa menjadi laki-laki tak berguna untuk istrinya. Nadia yang melihat Andre seperti itu merasa bersalah dengan kejadian hari ini.


"Maaf... Maafkan aku, sudah membuatmu teringat kembali tentang kejadian di masa lalu. Aku berjanji akan berusaha sekuat tenaga untuk menjauhi Parno walaupun laki-laki itu terus mendekat kearahku. Percaya sama aku, kalau aku takkan pernah mengkhianatimu" ucap Nadia dengan sungguh-sungguh.


Andre tak menanggapi ucapan Nadia kemudian dia menarik kekasihnya itu kedalam pelukannya. Andre memeluk erat tubuh Nadia tanpa mengucapkan apa-apa, sedangkan gadis itu hanya membalas pelukan kekasihnya dengan mengusap punggung Andre dengan lembut. Keduanya mencoba untuk saling memberi kenyamanan pada pelukan itu.

__ADS_1


"Aku minta maaf sudah membentakmu tadi. Aku cemburu dan takut akan kehilangan seseorang yang sudah aku cintai" ucap Andre lirih.


Nadia menganggukkan kepalanya, dia paham dengan apa yang dirasakan oleh Andre. Ini juga salahnya karena setiap bertemu Parno selalu tak bisa menghindari laki-laki itu.


"Jangan melakukan kekerasan dengan mencekik orang seperti itu lagi. Aku takut kamu menjadi pembunuh lalu di penjara sangat lama. Bisa-bisa aku jadi perawan tua karena nungguin kamu" canda Nadia.


Andre melepaskan pelukannya dari Nadia dan hanya menanggapi candaan Nadia itu dengan terkekeh pelan. Keduanya saling menatap kemudian tertawa bersama karena merasa lucu dengan kejadian yang sudah terjadi hari ini. Mereka seperti sepasang remaja yang sedang jatuh cinta.


Tok... Tok... Tok...


Saat keduanya tengah tertawa bersama, Nadia dan Andre seketika saja dikagetkan dengan suara ketukan di jendela mobil. Keduanya segera saja melihat kearah suara itu dan terlihatlah beberapa warga sedang berdiri diluar mobil. Nadia dan Andre saling menatap dengan tatapan herannya saat melihat adanya banyak orang sedang mengerumuni mobil yang mereka tumpangi.


Andre dan Nadia segera saja membuka pintu mobil dan turun dari sana. Mereka menatap bingung kearah semua orang yang berkerumun tak terkecuali dengan orang yang dikenalnya yaitu kedua orangtua Nadia dan Nenek Darmi.


Semua orang menatap kearah Nenek Darmi yang tampak terkejut itu. Kemudian Ketua RT setempat maju dan berbicara dengan kedua sejoli yang baru saja keluar dari mobil itu.


"Apa yang kalian lakukan didalam mobil dari sehabis maghrib sampai lepas isya' seperti ini? Mana ini ditempat gelap pula" tanya Ketua RT.


"Pasti berbuat mesum itu, pak"


"Benar, pak. Langsung bawa ke balai desa saja"


"Nikahin aja mereka, pak. Biar nggak berbuat mesum disini"

__ADS_1


Beberapa orang disana terus memojokkan kedua sejoli yang sedari tadi bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi. Sedangkan kedua orangtuanya hanya menatap Nadia dengan tatapan sedikit kecewa begitu pula dengan Nenek Darmi.


"Kalian pasti berbuat mesum kan didalam mobil?" tanya Ketua RT lagi.


"Mohon maaf, pak. Kami didalam mobil hanya bercerita tentang keluarga bukan berbuat mesum" jawab Andre.


Andre sekarang paham dengan maksud dari orang-orang yang kini berkerumun disini. Ternyata mereka menduga kalau ada pasangan yang sedang berbuat mesum didalam mobil.


"Kami tidak percaya" seru salah seorang warga.


"Coba lihat pakaian kami, kalau berbuat mesum sudah pasti pakaian kami akan berantakan. Namun apa yang kalian lihat? Pakaian kami masih rapi. Kalau kalian masih tak percaya juga, Nadia bisa menjalani visum" seru Andre tak terima.


Sebenarnya sih Andre mau-mau saja dipaksa menikahi Nadia malam ini, namun dia tak ingin menikah dengan gadis pujaan hatinya itu dengan cara seperti ini. Dia ingin Nadia mempunyai moment indah untuk pernikahannya kelak. Lagi pula permasalahan antara dirinya dan Aneta saja belum selesai begitu pula dengan Nadia dan Parno. Belum lagi dengan masalah mental Abel yang belum siap menerima orang baru menjadi ibunya.


"Baiklah kalau begitu, saya percaya dengan Den Andre. Lagi pula saya juga mengenal Andre dan keluarganya yang baik-baik jadi tidak mungkin kalau mereka didalam mobil melakukan kegiatan mesum. Disini masih ada yang tidak percaya? Kita bisa melakukan visum terhadap Nak Nadia" ucap Ketua RT.


Ketua RT itu melihat kearah semua warganya yang terlihat berdiskusi, sedangkan Andre sedikit bernafas lega. Pasalnya Ketua RT disana memang sudah mengenal baik keluarga Andre karena sering berkunjung di rumah Nenek Darmi. Nadia yang melihat itu sedari terdiam sambil berdo'a agar semua warga itu percaya.


"Baiklah kami percaya, tetapi jangan sampai kejadian ini terulang kembali karena itu bisa membuat nama desa ini tercemar" ucap salah satu warga.


Semua warga menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan salah satu warga itu. Mendengar hal itu Nadia dan Andre menghela nafasnya lega, kemudian semua warga membubarkan diri kecuali kedua orangtua Nadia dan Nenek Darmi.


"Kita bicarakan ini dirumah" ajak Nenek Darmi.

__ADS_1


Semua menyetujui ucapan Nenek Darmi, kemudian Nadia, Ayah Deno, dan Ibu Ratmi berjalan mengikuti wanita tua itu sedangkan Andre masuk kedalam mobil. Andre menjalankan mobilnya menuju kerumah Nenek Darmi.


__ADS_2