Babysitter Milik Sang Duda

Babysitter Milik Sang Duda
Lamaran


__ADS_3

Satu minggu berlalu sejak Andre dan Nadia meminta restu kepada ketiga bocah kecil beserta kedua orangtua mereka. Hari ini keduanya akan menggelar acara lamaran yang akan dihadiri beberapa warga sekitar dan keluarga saja. Beberapa buah tangan telah dipersiapkan Andre untuk diberikan kepada keluarga calon istrinya.


Sejak pagi, rumah mewah keluarga Farda sudah heboh dengan teriakan sang nyonya besar yang tak lain adalah Mama Anisa. Mama Anisa sangat antusias mempersiapkan segala hal tentang lamaran Andre dan Nadia karena dulunya saat anak satu-satunya itu menikah, dirinya tidak dilibatkan. Semua diurus oleh wedding organizer yang ditunjuk oleh Aneta dan keluarganya.


"Anara, Abel, Arnold... Ayo mandi" seru Mama Anisa dari luar kamar ketiga cucunya.


Padahal jam masih menunjukkan pukul 5 pagi dan acara akan dimulai pukul 10, namun Mama Anisa sudah membangunkan semua orang di pagi buta seperti ini.


"Mama, ini masih jam 5. Acaranya juga masih jam 10, mending sini tidur lagi. Papa kelonin" tegur Papa Reza.


"Kelonin aja sana boneka teddy bearnya Nara sama Abel" ketus Mama Anisa.


Mama Anisa segera berlalu dari hadapan Papa Reza yang ada didepan pintu kamarnya dengan sang istri. Sedangkan Papa Reza hanya bisa geleng-geleng kepala sambil mengelus dadanya sabar menghadapi istrinya itu.


"Kelonin Andre aja sini, pa" goda Andre sambil mengerlingkan sebelah matanya.


"Amit-amit" seru Papa Reza dengan bergidik ngeri.


Brakkk...


Setelah mendapat godaan dari Andre, langsung saja Papa Reza masuk kedalam kamarnya dengan terbirit-birit bahkan sampai membanting pintu dengan keras. Sedangkan Andre hanya bisa tertawa dan geleng-geleng kepala didepan kamarnya.

__ADS_1


Hahahaha...


"Papa ila" ucap Arnold yang melihat papanya tertawa keras.


Saat Arnold, Anara, dan Abel keluar karena teriakan membahana dari sang nenek, keduanya bukan melihat adanya Mama Anisa namun yang terlihat disana adalah papanya yang tertawa sendirian. Andre melihat kearah seseorang yang mengucapkan kalau dirinya tidak waras dan terlihatlah ketiga anaknya yang sedang menatap polos kearahnya.


"Apa kamu bilang? Papa masih sehat ya" ucap Andre.


Andre segera berkacak pinggang didepan ketiga anaknya kemudian tanpa aba-aba menggendong Arnold dan mengangkatnya tinggi-tinggi membuat bocah laki-laki itu tertawa lepas. Sedangkan Anara dan Abel yang melihat itu juga ikut tertawa. Tanpa mereka sadari, Mama Anisa dan Papa Reza melihat semua kejadian itu. Keduanya tersenyum bahagia melihat anak dan cucu mereka bisa tertawa lepas seperti ini bahkan hanya karena hal yang sederhana. Mereka berdua berharap kalau anak dan cucunya bisa bahagia selamanya.


***


Setelah adegan keseruan tadi pagi, akhirnya kini tepat pukul 9 pagi keenam anggota keluarga Farda telah siap dengan setelan pakaian formalnya. Mama Anisa dengan setelan kebaya dan kain jarik, sedangkan para laki-laki menggunakan setelan jas formal. Bahkan Arnold pun mengenakan jas formal dengan dasi kupu-kupu membuatnya seperti CEO cilik apalagi didukung dengan wajah tanpa senyumnya itu. Untuk Anara dan Abel menggunakan gaun babydoll dengan rok mengembang, keduanya tampak cantik dan imut secara bersamaan.


Setelah beberapa menit dalam perjalanan, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Andre memasuki sebuah halaman rumah yang sudah ramai dengan beberapa tamu. Semuanya keluar dengan beberapa warga langsung saja mendekat untuk membantu membawakan buah tangan yang dibawa oleh Keluarga Farda.


"Mari silahkan masuk" sambut Ibu Ratmi dengan senyum ramah.


Ibu Ratmi dan Ayah Deno menyambut kedatangan Andre dan keluarganya diluar, sedangkan Nadia dan Nenek Darmi masih didalam. Semuanya pun mengikuti Andre yang sudah berjalan lebih dahulu bersama ketiga anaknya untuk masuk ke dalam rumah milik Nenek Darmi. Acara lamaran kali ini memang diadakan di rumah Nenek Darmi, hal ini atas permintaan wanita tua itu.


Andre, kedua orangtuanya, dan ketiga anaknya duduk di seberang kursi milik Nadia, Ayah Deno, Ibu Ratmi, dan Nenek Darmi. Andre duduk dengan gelisahnya karena Nadia sampai saat ini belum dihadirkan. Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya MC yang membawakan acara tersebut memulai acaranya.

__ADS_1


"Selamat pagi menjelang siang semua... Disini saya akan membawakan acara ini dengan gaya santai atas permintaan dari pemilik acara ini. Jadi mohon maaf apabila pemilihan kata yang saya gunakan kurang berkenan bagi semuanya. Saya sebagai wakil dari tuan rumah mengucapkan terimakasih atas kehadiran semua tamu-tamu undangan yang berkenan hadir di acara ini" sambutnya.


"Karena sepertinya pihak laki-laki sudah tak sabar untuk bertemu dengan calon istrinya, mari kita panggilkan Nadia Yeristia" seru MC tersebut.


Nadia masuk kedalam tempat acara dengan berjalan anggun, ia menggunakan kebaya warna biru laut dan juga kain jarik yang senada dengan milik Ibu Ratmi, Mama Anisa, dan Nenek Darmi. Nadia bisa sampai berjalan dengan anggun begini karena selama satu minggu ini dia rutin belajar dari Mama Anisa.


Andre begitu terpana dengan kecantikan calon istrinya yang kini tampil berbeda yaitu lebih feminim dengan riasan makeup tipisnya.


"Bunda..." seru Anara dan Abel saat melihat Nadia mendekat kearah mereka.


Nadia hanya bisa tersenyum manis menatap kedua gaadis cilik itu. Hari ini dia begitu bahagia karena sebentar lagi akan menjadi seorang istri dan ibu secara bersamaan.


"Wah... Neng Nadia mah geulis pisan, pantas saja Den Andre terpesona" seloroh MC tersebut membuat semua tertawa.


"Silahkan Neng Nadia duduk ditengah-tengah kedua orangtuanya" lanjutnya.


Nadia pun duduk ditengah-tengah kedua orangtuanya kemudian tersenyum menatap semua keluarga Andre. Terlebih Anara dan Abel yang langsung saja mendekat kearah Nadia meminta untuk dipangku. Selama satu minggu ini ketiga anak Andre begitu manja pada Nadia bahkan sudah tak sungkan lagi memanggil gadis itu dengan panggilan Bunda.


Andre yang melihat kedua anaknya meminta pangku kepada Nadia hanya meringis pelan, terlebih semua tamu tertawa karena tingkah kedua gadis cilik itu. Akhirnya Anara dipangku oleh Ayah Deno dan Nenek Darmi karena Nadia dan ibunya nanti akan berdiri kedepan untuk prosesi lamaran.


"Baiklah karena dirasa semua sudah siap, silahkan kepada Nadia dan Andre untuk maju kedepan diikuti oleh Ibu Anisa yang akan memasangkan kalung kepada Nadia" ucap MC tersebut.

__ADS_1


Nadia pun maju kedepan dengan Andre diikuti oleh Mama Anisa dan Ibu Ratmi. Andre dipasangkan sebuah cincin oleh Ibu Ratmi, sedangkan Nadia dipasangkan oleh Mama Anisa. Setelahnya Mama Anisa memberikan sebuah kalung sebagai tanda bahwa dia telah diterima dengan terbuka di keluarga Farda.


Semuanya bertepuk tangan setelah terjadinya proses tukar cincin dan pemasangan kalung itu. Setelahnya adalah acara istirahat dan pembahasan tentang tanggal pernikahan.


__ADS_2