
Mama Anisa berencana ke perusahaan anaknya untuk mengantarkan makan siang, mengingat Andre itu kalau tidak diperhatikan seperti itu sering lupa. Mama Anisa menggunakan taksi online untuk menuju ke perusahaan Andre karena suaminya tengah melaksanakan meeting sampai sore hari. Setelah beberapa menit menaiki taksi online, sampailah Mama Anisa di perusahaan anaknya itu. Setelah membayar tarif jasa taksi online, ia segera turun dari kendaraan itu kemudian masuk kedalam perusahaan.
Saat sampai di perusahaan, tepat sekali kalau ini adalah jam istirahat makan siang. Banyaknya karyawan yang hendak keluar istirahat dan berpapasan dengannya di lobby, membuat mereka menundukkan sedikit kepalanya sebagai ucapan selamat datang bagi ibu dari pemilik perusahaan ini. Mama Anisa hanya membalas sapaan itu dengan tersenyum tipis, kemudian ia terus berjalan dan memasuki lift menuju ruangan anaknya.
Ting...
Pintu lift terbuka menampilkan seluruh ruangan yang ada di lantai paling atas perusahaan itu. Di lantai itu hanya ada 5 ruangan saja yaitu ruangan CEO, sekretaris, asisten pribadi, kamar mandi, dan gudang. Mama Anisa berjalan masuk kedalam ruangan CEO milik anaknya. Sama seperti Andre, Mama Anisa bertanya-tanya kemana sekretaris dari anaknya ini mengingat jam segini seharusnya ia masih harus berada ditempatnya. Ia segera membuka pintu ruangan CEO tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
Ceklek...
Mata Mama Anisa melotot tak percaya saat melihat adegan yang menurutnya sangat intim antara anaknya dengan mantan menantunya. Mama Anisa geleng-geleng kepala melihat hal itu, dirinya kesal bukan main jika anaknya ternyata berbuat nakal dibelakang Nadia.
"Andre..." sentak Mama Anisa.
Andre segera saja bangkit dari pelukan Aneta kemudian mendorong tubuh perempuan itu hingga terjungkal bersama kursinya. Mama Anisa yang melihat itu tertawa terpingkal-pingkal bahkan dahi Aneta terkantuk pinggiran meja.
Awwwwww...
Hahahaha...
"Rasakan, makanya jadi cewek jangan genit. Udah punya suami juga masih ganggu laki-laki lain diluaran. Mana yang diganggu adalah mantan suaminya lagi" ledek Mama Anisa.
__ADS_1
Aneta segera menegakkan tubuhnya kemudian bangkit dan berdiri sambil mengusap dahinya yang memerah. Ia masih menggosok-gosok dahinya yang terasa nyeri sambil menggerutu kesal akibat kejadian ini. Aneta menatap permusuhan kearah Mama Anisa karena gara-gara wanita paruh baya ini membuat rencananya gagal. Padahal sebentar lagi kemungkinan dirinya akan berhasil merayu Andre.
"Apa? Kau mau menantangku?" seru Mama Anisa.
Mama Anisa segera mendekat kearah Andre kemudian meletakkan tas dan paper bag berisi makanan diatas meja kerja anaknya itu. Ia segera menaikkan kemeja lengan panjangnya sampai diatas sikunya. Dengan berkacak pinggang, Mama Anisa menarik Andre untuk menyingkir dari hadapannya kemudian menatap tajam kearah Aneta.
Tak mau kalah dengan Mama Anisa, Aneta juga berkacak pinggang seperti menantang wanita paruh baya itu. Aneta seperti tak ingat dan kapok kalau dirinya pernah menjadi korban keganasan dari mantan mertuanya itu. Sedangkan Andre yang melihat itu seketika saja menepuk dahinya pelan karena dia tengah memikirkan ruang kerjanya yang akan segera berubah menjadi kapal pecah.
"Kejadian pertama memang aku kalah karena kami lengah namun kali ini akan Aneta pastikan kalau akan menang" ucap Aneta dengan menyombongkan diri.
"Hah... Kau ini hanya bisa belanja dan berdandan saja, mana bisa kau melawanku? Kalau kau bertanding belanja dan berdandan kau pasti menang tapi kalau yang lainnya? Aku tak yakin" ucap Mama Anisa dengan tatapan menilai Aneta dari atas kebawah.
Aneta yang merasa diremehkan pun tak terima dan dia seketika berpikir bagaimana cara untuk mengalahkan Mama Anisa. Sesaat setelah berpikir akhirnya ia mendapatkan ide yang sungguh cemerlang.
Hari ini Andre benar-benar dibuat depresi karena orang-orang disekitarnya menyelesaikan masalah dengan sebuah pertandingan. Tadi ia menghadapi Parno dengan bertanding lompat tali, lalu apa lagi yang harus dia lihat hari ini? Andre lelah, dia datang ke perusahaan hanya untuk bekerja dan beristirahat tetapi malah dihadapkan dengan dua orang wanita yang sama-sama keras kepala dan tinggi gengsi.
"Oke, silahkan kau sendiri yang pilih mau bertanding apa karena aku yakin kalau yang menang adalah Anisa Farda" ucap Mama Anisa dengan penuh percaya diri.
"Kita bertanding petak umpet. Deal?" ucap Aneta sembari mengulurkan tangannya agar Mama Anisa mau menjabatnya.
Mama Anisa pun membalas jabatan tangan Aneta dengan sedikit erat membuat wanita itu meringis pelan. Sedangkan Andre yang mendengar itu hanya menatap tak percaya kemudian duduk di kursi kerjanya sambil melihat kedua wanita itu.
__ADS_1
Mereka berdua terlihat sedang suit yang akhirnya hal itu dimenangkan oleh Aneta yang berarti Mama Anisa yang akan berjaga dengan menutup matanya. Sedangkan Aneta yang akan bersembunyi sampai dirinya ditemukan oleh Mama Anisa.
Mama Anisa pun menghadap kearah Andre kemudian menutup matanya, sedangkan Aneta segera mencari tempat paling aman untuk bersembunyi. Jangan sampai dirinya ditemukan oleh Mama Anisa karena bisa dipastikan dirinya akan kalah.
"Udah belum?" seru Mama Anisa.
"Sudah..." jawab Aneta.
Aneta kini berada didepan pintu ruangan Andre, entah apa yang dilakukannya karena dia sama sekali tak bersembunyi. Mama Anisa segera membuka matanya kemudian membalikkan badannya dan dia menatap heran kearah Aneta yang berdiri didepan pintu.
"Kabur...." seru Aneta.
"Hahahaha Mau-maunya dikibulin. Mana bisa aku main petak umpet diruangan seperti ini" lanjutnya meledek Mama Anisa.
Aneta segera saja berlari keluar dari ruangan Andre saat Mama Anisa sudah melihatnya. Ternyata oh ternyata... Aneta menggunakan permainan ini sebagai taktik agar dirinya bisa kabur dari bogeman Mama Anisa. Mama Anisa menggeram marah karena dirinya tak sempat mengejar Aneta. Jarak antara depan meja Andre dengan pintu itu memang lumayan jauh membuatnya tak mungkin dapat mengejar Aneta.
"Sialan..." umpatnya.
"Ini semua gara-gara kamu, Ndre. Harusnya kamu bisa mencegah si Aneta keluar dari sini. Senang kamu mama dikibulin sama mantan istri kamu itu" omelnya pada Andre.
"Kenapa jadi Andre yang disalahin sih, ma? Ini kan karena kecerobohan mama sendiri yang percaya saja dengan ucapan Aneta. Tahu sendiri kan kalau Aneta itu licik, lagi pula dirinya kan tak tahu tentang permainan anak-anak seperti itu. Kok bisa-bisanya mama percaya" ucap Andre tak terima.
__ADS_1
"Nggak, pokoknya ini salah kamu titik" ucap Mama Aneta.
Mama Aneta segera saja mengambil tasnya kemudian pergi berlalu dari ruangan Andre tanpa berpamitan kepada sanng pemilik ruangan itu. Sedangkan Andre hanya bisa mengelus dadanya sabar melihat tingkah mamanya yang sama sekali tak mau disalahkan.