Babysitter Milik Sang Duda

Babysitter Milik Sang Duda
Alpukat


__ADS_3

Andre bernafas lega saat melihat melalui spion mobilnya kalau para warga tak mengejar mereka. Sedangkan Bayu kini tengah was-was karena pasti dirinya akan terancam pindah dan didepak dari lingkungan rumahnya oleh ketua RT itu. Warga sekitar pun sebenarnya sudah memaklumi jika ada teriakan maling yang berasal dari ketua RT hanya karena mengambil buah-buahan itu jadi takkan memperpanjang masalah itu.


"Masa iya udah ijin ngambil sama istrinya kita diteriaki maling. Tapi anehnya kenapa tuh warga yang keluar pada nggak ngejar kita ya?" tanya Andre heran.


"Para warga disini udah nggak heran lagi sama kelakuan tuh Pak RT. Jadi mereka cuma keluar lihat situasi saja, apalagi tadi juga kenal sama aku mana mungkin mengira kita adalah maling" ucap Bayu sambil menetralkan nafasnya yang masih ngos-ngosan.


Andre hanya geleng-geleng kepala saja mendengar cerita dari Bayu. Andre sampai tak habis pikir ada seorang pemimpin warga yang bersikap seperti itu kepada masyarakat sekitarnya. Kini Andre yakin kalau perbedaan sifat antara suami dan istri itu memang sangat berbeda.


***


Andre menurunkan Bayu didepan perusahaannya kemudian ia segera melajukan mobilnya menuju ke rumah. Dalam perjalanan, Andre masih berpikir tentang hasil dari ia memanjat pohon kedondong tadi. Apakah buah kedondong itu termasuk hasil mencuri atau tidak karena hanya diberikan ijin dari Ibu RT saja?.


Tak berapa lama, mobil yang dikendarai oleh Andre sampai di halaman rumahnya. Dengan terburu-buru, Andre segera turun dari mobil kemudian berjalan cepat masuk kedalam rumah.


"Nadia... Sayang..." panggil Andre dengan langkah riangnya sambil membawa satu kantong kresek berisi buah kedondong.


"Di ruang keluarga" seru Nadia menjawab panggilan dari suaminya.


Andre bergegas berjalan menuju kearah ruang keluarga yang ternyata istrinya dan ketiga anaknya berada disana. Andre segera saja menyerahkan hasil petikannya itu di sofa samping Nadia duduk setelah mencium dahi anak juga istrinya secara bergantian. Bahkan rasa gatal yang ada di tubuhnya tak ia rasakan karena terlalu semangat dalam menunjukkan hasil yang ia dapatkan untuk istrinya itu.


Nadia segera membuka kantong kresek berwarna hitam itu dengan semangat. Saat kantong plastik itu dibuka, Nadia mengeluarkan satu buah yang ada didamanya. Dahinya mengernyit heran saat melihat buah yang ada ditangannya tak sesuai dengan apa yang dilihatnya tadi di aplikasi media sosial.


"Kok beda ya?" gumam Nadia pelan.

__ADS_1


Gumaman pelan itu masih terdengar oleh Andre yang telah duduk disamping istrinya itu. Andre juga ikut bingung dengan apa yang dimaksud oleh Nadia.


"Apanya yang beda?" tanya Andre penasaran.


"Ini buahnya. Bukan ini yang aku maksud" ucap Nadia merasa bersalah pada Andre.


"Memangnya buah yang seperti apa?" tanya Andre lagi yang tengah menahan kesalnya.


Nadia pun mengambil ponselnya kemudian menjelajahi media sosialnya dan langsung menunjukkannya kepada Andre. Sontak saja Andre membelalakkan matanya saat melihat buah yang ada di sebuah video pada akun media sosial istrinya.


"Ya Allah... Itu bukan kedondong, tapi alpukat" gemas Andre.


Rasanya Andre ingin mencubit dan memarahi Nadia, namun karena melihat wajah istrinya yang merasa tak bersalah itu membuatnya gemas bukan main. Andre langsung saja memeluk istrinya itu dengan gemas bahkan menciumi dahi Nadia berulangkali. Nadia yang mendengar ucapan suaminya pun hanya menatap polos kearah Andre dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Andre hanya menganggukkan kepalanya pasrah mendengar ucapan dari istrinya. Ternyata istrinya itu ngidam karena melihat sesuatu dari sebuah media sosial miliknya.


Namun tiba-tiba pandangan Nadia jatuh pada leher suaminya yang bentol-bentol kemerahan. Segera saja ia menyibakkan sedikit rambut dan jas kantor yang dipakai suaminya itu kemudian mengusapnya sedikit. Hal ini membuat Andre langsung teringat mengenai kulitnya yang gatal-gatal karena ulat bulu tadi.


"Ini kenapa?" tanya Nadia dengan raut wajah khawatir.


Anara, Abel, dan Arnold yang melihat bundanya khawatir dengan papanya pun langsung berdiri dari duduknya kemudian mendekat kearah mereka berdua. Mereka melihat adanya bentol-bentol kemarahan yang lumayan banyak di sekitar leher papanya.


"Coba buka dulu ini jasnya" titah Nadia sambil membantu suaminya membuka jas kantornya.

__ADS_1


Bahkan Nadia juga meminta suaminya itu untuk membuka sedikit kancing kemejanya agar ia bisa memeriksa bagian punggungnya. Andre pun menuruti perintah dari istrinya itu kemudian dilihatlah bagian punggungnya oleh Nadia. Betapa terkejutnya Nadia saat melihat punggung suaminya juga bentol-bentol kemerahan sama pada bagian lehernya.


"Sebenarnya ini kenapa sih, pa?" tanya Nadia.


"Tadi waktu aku petik kedondong kayanya kena ulat bulu deh, bund" jawab Andre yang kemudian mencoba menggaruk bagian yang gatal.


"Astaga... Maafkan bunda ya, pa. Ini semua gara-gara bunda yang ingin buah dari pohonnya langsung. Papa, jangan digaruk nanti nyebar" ucap Nadia merasa bersalah.


"Sebentar ya, sayang. Bunda ke kamar dulu mau ngobatin gatal-gatal ditubuh papa" lanjutnya meminta ijin kepada ketiga anaknya yang sedari tadi menatap kearah keduanya.


Ketiga bocah kecil itu menganggukkan kepalanya setuju sedangkan Nadia dan Andre langsung saja berlalu pergi ke kamar. Sesampainya di kamar, Andre segera membuka kemejanya kemudian Nadia mengusap punggung Andre dengan rambut panjangnya. Konon katanya orang dulu jika terkena ulat maka cara membersihkan bulunya itu dengan menggosokkan rambut ke area yang gatal.


Setelahnya Nadia mengoleskan minyak kelapa untuk mengurangi gatal dan pembengkakan pada area yang terkena bulu. Beruntungnya setelah dilakukan beberapa pengobatan, gatal yang dialami oleh Andre sedikit berkurang.


"Maafkan aku, mas. Ini semua gara-gara aku" ucap Nadia setelah selesai mengobati suaminya.


"Tak apa, jangan pikirkan hal itu. Lagi pula aku masih sehat bugar begini kok, yang penting keinginanmu dan dedek bayi terpenuhi. Ya walaupun sebenarnya buahnya salah sih" ucap Andre dengan tersenyum.


"Aku juga sih ini, main langsung minta dan hubungi kamu saat lihat buah itu. Jadi malah salah deh mintanya" ucap Nadia sedikit kesal dengan kecerobohannya.


"Nggak papa, aku malah senang kalau misalkan kamu banyak permintaan. Selama ini kamu selalu nurut bahkan jarang meminta sesuatu padaku, jangan terlalu mandiri sayangku. Aku merasa jadi tak berguna disisimu" ucap Andre.


Andre segera saja memeluk istrinya yang merasa bersalah pada suaminya itu. Memang selama ini dia tak banyak menuntut sesuatu pada Andre karena ia sadar kalau suaminya itu sudah terlalu lelah mengurus perusahaan. Sebisa mungkin ia akan melakukan segala sesuatunya sendiri jika ia mampu. Terlebih jika urusan rumah, dia hanya akan berdiskusi dengan Mama Anisa saja.

__ADS_1


__ADS_2