
Andre dan Bayu pergi menuju rumah ketua RT yang berada di area tempat tinggal laki-laki itu. Dengan Andre yang menyetir mobil sedangkan Bayu tengah berpikir keras bagaimana mengungkapkan kegelisahannya pada atasannya itu.
"Pak, sebenarnya saya mau bilang tentang kedondong itu" ucap Bayu hati-hati.
"Kenapa dengan kedondongnya, Bay? Kok kaya cemas gitu kamu" tanya Andre dengan melirik sekilas kearah asistennya.
"Hmm... Gini pak, ketua RT yang punya pohon kedondong itu galak banget kalau dimintai sesuatu. Jadi mau nggak mau kita harus diam-diam ngambilnya" ucap Bayu tak enak hati.
Mendengar ucapan Bayu langsung saja Andre menghentikan mobilnya mendadak. Hal ini membuat Bayu langsung mengaduh kesakitan akibat dahinya yang terkena dashboard mobil. Andre langsung menatap tajam kearah Bayu yang masih mengusap dahinya itu.
"Maksud kamu kita harus maling gitu? Aku nggak mau ya istri dan anakku makan sesuatu hasil maling" ketus Andre.
Bayu menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena dia juga bingung harus bagaimana. Pasalnya ketua RT itu sangat susah diajak negosiasi walaupun dibayar sekalipun. Bukan hanya ceramah panjang lebar yang mungkin saja mereka dapatkan, namun juga bisa dapat acungan golok.
"Kita bayar berapapun yang dia minta" lanjutnya.
"Maaf pak, tetapi beliau itu orangnya susah kalau sudah menyangkut barang miliknya walaupun itu kita bayar sekalipun. Satu-satunya cara adalah ngambil diam-diam" ucap Bayu dengan sedikit tak enak hati.
Andre terdiam sejenak mendengar ucapan Bayu namun dirinya juga bingung dimana harus mencari pohon buah kedondong lagi. Ia juga tak tega jika harus mengambil barang curian demi memberi keluarganya.
"Kita kesana dulu minta ijin. Kalau memang tak mau dibayar, ya sudah mau gimana lagi" putus Andre.
Bayu menganggukkan kepalanya menuruti apa yang diputuskan oleh atasannya. Dia hanya bisa berharap kalau ketua RT nya saat ini sedang berbaik hati untuk memberikan buah itu kepada atasannya. Andre kembali menyalakan mobilnya kemudian melajukannya menuju tempat ketua RT itu sesuai dengan arahan Bayu.
__ADS_1
***
Tak berapa lama, mobil yang dikendarai oleh Andre sampai juga didekat rumah ketua RT itu. Tak jauh dari mobil Andre, terlihat sebuah rumah sederhana dengan pekarangan yang sangat luas. Di pekarangan itu tumbuh banyak pohon pisang dan buah kedondong. Andre dan Bayu turun dari mobil kemudian berjalan kearah rumah itu.
Tok... Tok... Tok...
"Permisi..." seru Bayu sambil mengetuk pintu rumah itu.
Tak lama mereka menunggu, akhirnya ada seorang penghuni rumah yang keluar dari rumah itu. Ternyata itu adalah istri dari ketua RT. Wanita berjilbab besar yang menutupi dadanya dengan menggunakan gamis panjang. Sorot matanya begitu teduh bahkan lembut membuat Andre tak percaya kalau ketua RT nya pelit.
"Permisi, bu. Saya kesini mau meminta 1 buah kedondong untuk atasan saya di kantor. Saat ini istrinya tengah hamil dan sedang ngidam makan buah kedondong yang langsung dipetik dari pohonnya" ucap Bayu dengan sopan.
"Oh alah... Boleh, ambil saja" ucap Ibu RT itu dengan ramah mempersilahkan.
Andre yang mendengarkan hal itu tentunya langsung menatap antusias kearah pohon buah kedondong yang sedari tadi ia perhatikan. Andre kemudian menyikut lengan Bayu karena merasa dibohongi oleh asistennya itu yang katanya sangat susah mendapatkannya. Bahkan kini matanya menatap tajam kearah Bayu.
Andre menganggukkan kepalanya kemudian Bayu mengajaknya untuk segera memetik buah kedondong sebelum Ketua RT nya datang. Mereka berdua segera menuju kearah pohon buah kedondong yang tinggi itu membuat Andre ragu-ragu untuk menaikinya. Pasalnya disana tak ada kayu panjang atau tongkat yang bisa ia gunakan untuk mengambil buah itu.
"Ini gimana ngambilnya, Bay?" tanya Andre bingung sambil melihat kearah sekitar kebun untuk mencari sesuatu yang bisa ia gunakan.
"Manjat, pak" jawab Bayu dengan polosnya.
Andre hanya menganga tak percaya mendengar usulan dari Bayu. Dirinya yang masih memakai jas dan celana bahan untuk kerja memanjat pohon setinggi itu. Terlebih ia melihat adanya beberapa ulat bulu yang ada di pohon itu membuatnya bergidik ngeri.
__ADS_1
"Cara lain kek. Cari kayu panjang atau tongkat gitu, Bay" suruh Andre gemas dengan ucapan Bayu.
"Mana ada kayu panjang disini, pak. Lihat aja di sekeliling kebun ini cuma ada pohon pisang yang nggak ada kayunya sama sekali" ucap Bayu yang sedari tadi juga sudah memindai semua tempat.
"Ya udah kalau gitu, kamu yang manjat aja" suruh Andre dengan tanpa bersalahnya.
"Waduh... Ogahlah saya, pak. Ini kan istri bapak yang hamil jadi harus anda sendiri yang ambil. Nanti kalau yang ambil orang lain, bisa-bisa anaknya kalau lahir ngecesan lho" ucap Bayu.
Andre yang mendengar ucapan Bayu tentunya mengernyitkan dahinya heran. Sepertinya dia tak pernah mendengar hal itu, pasalnya Andre hanya diberitahu jika keinginannya tak terpenuhi saja makanya bayinya ngecesan. Tetapi ini kan terpenuhi hanya saja yang mengambil buahnya bukan dirinya.
"Mana ada begitu, Bay. Saya naikkan gaji kamu bulan ini 2 kali lipat kalau membantu saya ambil buah itu" kesal Andre.
Sebenarnya Bayu tergiur dengan upah yang diberikan oleh Andre, namun dirinya takut dengan ketinggian terlebih ulat bulu. Jadi daripada dirinya pingsan diatas pohon lebih baik mengikhlaskan uang gaji yang akan bertambah 2 kali lipat itu.
"Enggak mau saya pak. Kecuali kalau istri anda itu mau jadi milik saya" ucap Bayu dengan bercanda.
Mendengar ucapan Bayu itu sontak saja Andre langsung melotot tak terima. Sedangkan Bayu yang diperlakukan seperti itu hanya cengengesan saja. Akhirnya dengan terpaksa Andre memanjat pohon buah kedondong itu dengan menatap geli ulat bulu yang ada disana. Setelah perjuangan panjang hingga sampai diatas pohon, akhirnya Andre berhasil mengumpulkan beberapa buah kedondong yang ia lemparkan dari atas kemudian ditangkap oleh Bayu.
Andre pun langsung saja segera turun setelah mendapatkan apa yang diinginkan oleh istrinya walaupun kini badannya gatal-gatal karena terkena serangan ulat bulu. Awalnya mereka hanya minta satu saja, namun setelah sampai diatas Andre malah memetik lumayan banyak. Beruntungnya Ibu RT itu tak mengawasi mereka saat memetiknya.
Saat mereka akan pergi dari area kebun dan mengucapkan terima kasih ke Ibu RT yang ada didalam rumah, tiba-tiba saja keduanya diteriaki oleh seseorang. Seorang pria paruh baya yang tak lain adalah Bapak RT yang sepertinya baru pulang dari acara di kelurahan setempat.
"Woyyyy... Maling... Maling..." seru Bapak RT itu.
__ADS_1
Sontak saja Andre dan Bayu panik kemudian berlari terbirit-birit dengan membawa buah kedondong yang telah dipetik. Walaupun sudah berlari, Bapak RT terus mengejar dengan menyerukan kata maling hingga ada beberapa warga yang keluar dari rumah. Namun sebelum tertangkap, keduanya berhasil masuk kedalam mobil kemudian Andre melajukannya dengan kecepatan tinggi. Beruntung kunci mobil itu masih tergantung di tempatnya sehingga langsung bisa menyalakan kendaraan itu.
"Habis ini gue dipecat jadi warga sini kayanya" gumam Bayu pelan sambil menepuk dahinya membuat Andre tertawa melihat nasib asistennya itu.