Babysitter Milik Sang Duda

Babysitter Milik Sang Duda
Kecelakaan


__ADS_3

Sudah satu bulan lamanya Andre berada di luar kota dan selama itu pula komunikasi diantara dia dengan keluarganya sangat minim. Semua terkendala signal yang memang sangat susah didaerah itu. Pembangunan tower untuk memperkuat jaringan signal pun akhirnya digalakkan dengan bantuan warga sekitar, namun sampai saat ini masih terkendala dengan jumlah biaya yang membengkak. Awalnya semua berjalan lancar, namun karena penambahan pembangunan tower membuat para investor harus mengucurkan dana tambahan.


Akhirnya diputuskan jika pembangunan tower itu akan dilakukan secara bertahap sambil para investor mengumpulkan dana tambahan dan menyisihkan dana dari pendapatan tarif wisata. Sedangkan pembangunan villa dan renovasi area wisata kini sudah rampung, bahkan dua hari yang lalu adalah peresmian untuk dibuka secara umum. Baru dua hari dibuka, namun pengunjung sudah membludak sampai para petugas harus membatasi jumlah pengunjung harian agar semuanya bisa menikmati keindahan wisata.


Hari ini pula, Andre akan pulang ke rumahnya. Ini mereupakan hari yang ia tunggu-tunggu karena sudah terlalu rindu dengan keluarga dan juga kekasihnya. Semua pengusaha berbondong-bondong pulang bersamaan dengan menggunakan mobil. Perjalanan menggunakan mobil itu diperkirakan akan menghabiskan waktu selama sehari sehingga mereka akan bergantian dalam mengemudi. Satu mobil berisikan enam orang dan kini yang mendapatkan jatah mengemudi adalah Andre.


"Lebih baik kita istirahat dulu di rest area sambil makan malam karena perjalanan kita masih jauh" ucap salah satu pengusaha.


"Baiklah, lebih baik kita kabari yang lainnya agar tak ada yang terselip" ucap Andre.


Akhirnya salah satu dari mereka mengabari di grup dan mendapatkan respons setuju dari semuanya. Setelah melihat adanya rest area, mereka semua memberhentikan mobilnya kemudian turun bersamaan. Semuanya akahirnya makan malam bersama dan istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan.


***


Kini Andre dan lainnya tengah melajukan kendaraannya di jalan tol menuju ke kota tempat tinggal mereka. Diperkirakan mereka akan sampai kota tujuan sekitar 6 jam lagi dan Andre sudah bergantian dengan temannya untuk mengemudi. Saat semua kendaraan berjalan dengan kecepatan yang tinggi tiba-tiba dari arah berlawanan terdapat mobil yang melewati pembatas jalan sampai mobil itu berputar-putar di jalan sampingnya. Karena semua mobil mengemudikan dengan kecepatan tinggi, alhasil tabrakan beruntun tak terelakkan.


Brukkk.... Brukk... Brukkk... Brukkk... Brukkk.... Brukkk....


Duarr....


Tolong... Tolong...

__ADS_1


Bunyi tabrakan beruntun sepuluh mobil dengan satu mobil yang menjadi penyebabnya meledak hingga menimbulkan kobaran api membuat malam yang begitu sunyi itu begitu memekakkan telinga. Salah satu mobil yang menjadi korban adalah milik Andre.


Seketika saja warga yang tinggal berada dibawah tol berlarian untuk melihat apa yang terjadi dan segera menghubungi pihak kepolisian. Para warga yang melihat adanya kecelakaan segera saja mendekat dan membantu beberapa korban yang masih terjebak didalam mobil.


Namun saat mendekat, banyak dari mereka yang berteriak histeris karena kondisi korban yang sangat mengenaskan dengan darah yang mengucur deras di kepala dan dadanya bahkan ada yang sudah tak berbentuk. Akhirnya semua memutuskan untuk menjauh sedikit sambil menunggu polisi dan ambulance.


"Dimohon untuk menyingkir terlebih dahulu agar kami bisa dengan cepat menyelamatkan korban. Jangan mendekat kearah mobil-mobil korban" seru salah satu polisi dari jarak jauh.


Selang beberapa menit, pihak kepolisian dan beberapa mobil ambulance berdatangan. Para warga segera menyingkir agar semua polisi dan petugas ambulance dengan mudah mengevakuasi para korban. Bunyi sirine ambulance yang mengangkut beberapa korban benar-benar membuat suasana di malam itu begitu mencekam. Terlebih darah yang masih berceceran di aspal dan mobil-mobil yang keadaannya remuk. Belum dapat dipastikan berapa banyak korban dalam tragedi kecelakaan beruntun tersebut.


***


Keesokan harinya...


Sesampainya di rumah mewah itu, Nadia seketika masuk namun sepertinya ada yang berbeda karena hawa di sekitar kediaman itu terasa dingin tak seperti biasanya. Nadia hanya mengelus tengkuk kepalanya dengan tangan untuk menetralisir hal itu.


Saat memasuki rumah, Mama Anisa dan Papa Reza tengah duduk di ruang keluarga sambil melihat tentang berita kecelakaan beruntun. Namun yang Nadia herankan adalah Mama Anisa yang terlihat khawatir dan panik.


"Tante kenapa kok kaya panik gitu?" tanya Nadia tiba-tiba.


"Astaga... Nadia" seru Mama Anisa.

__ADS_1


Mama Anisa yang melihat Nadia segera saja berseru histeris bahkan langsung berdiri dan berlari kearah gadis itu. Ia memeluk Nadia dengan eratnya sambil menangis. Sedangkan Nadia yang dipeluk seperti itu jelas kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi.


"Andre, Nad. Itu mobil Andre terlibat kecelakaan beruntun saat pulang ke kota kita" ucap Mama Anisa lirih.


Nadia yang mendengar ucapan Mama Anisa langsung saja merasa kakinya lemas tak bertulang. Bahkan kini otaknya sudah kosong tak bisa lagi memikirkan apa-apa dengan pandangan mata yang menerawang kepada ketiga anak Andre.


"Ayo duduk dulu sini" ajak Papa Reza kepada kedua wanita berbeda usia itu.


Papa Reza segera membantu keduanya untuk berjalan dan duduk di ruang keluarga sambil melihat perkembangan berita kecelakaan itu. Belum ada pihak kepolisian dan rumah sakit yang menghubungi pihak keluarga membuat Papa Reza dan Mama Anisa bingung harus menyusul Andre kemana.


Berita kecelakaan beruntun di jalan tol itu memang menjadi topik hangat pagi itu, terlebih para polisi belum ada yang bisa dimintai keterangan. Gambar-gambar mengenai foto korban dan kondisi mobil para pengendara seketika bertebaran di media TV sekaligus media sosial. Hal itu juga yang membuat Papa Reza dan Mama Anisa tahu kalau Andre menjadi salah satu korbannya karena melihat plat mobil milik anaknya.


"Kita hubungi kepolisian yang ada disekitar area itu" saran Nadia.


"Sudah, kita disuruh untuk menunggu kabar selanjutnya" ucap Mama Anisa lirih.


"Papa putuskan untuk menyusul Andre ke rumah sakit yang ada didekat area itu. Kalau kita hanya berdiam disini, kita akan semakin lama mendapatkan informasi. Papa nggak mau penanganannya lamban apalagi ini menyangkut Andre" putus Papa Reza.


"Mama ikut pa" ucap Mama Anisa dengan penuh permohonan.


"Huft... Baiklah. Nadia, kamu disini saja ya untuk jaga anak-anak. Kalau anak-anak tanya tentang keberadaan kakek dan neneknya, bilang saja kami sedang ada pekerjaan di luar kota. Kamu bantu do'a ya, semoga Andre dalam keadaan baik-baik saja" ucap Papa Reza.

__ADS_1


Sebenarnya Nadia ingin ikut mereka, namun bagaimana dengan ketiga bocah kecil yang harus dijaganya itu. Lagi pula jaraknya begitu jauh dan mungkin akan membutuhkan waktu berhari-hari. Akhirnya Nadia menganggukkan kepalanya dan akan terus berdo'a untuk keselamatan calon suaminya.


Mama Anisa dan Papa Reza bergegas ke kamar untuk mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa, sedangkan Nadia segera ke kamar ketiga bocah kecil itu untuk menjaga mereka agar tak keluar dari kamarnya.


__ADS_2