
Arinda menelan Saliva nya, dan tak bisa berkata apapun.
“Pulanglah ke rumah mu, jangan pernah mengulangi kesalahan yang sama,” ucap Yudi.
“Baik yah.” Arinda bangkit dari duduknya, kemudian ia keluar dari ruangan mertuanya.
Setelah ia berada di lobby utama perusahaan, ia pun baru sadar.
“Astaga!! Aku sampai lupa mengatakan aib Beeve, akhh! Gara-gara aura si tua bangka itu menakutkan, aku sampai lupa tujuan ku,” gumam Arinda.
Ia sangat ingin kembali masuk, namun mengingat perkataan Yudi, Arinda mengurungkan niatnya. Hasil yang ia dapat hari itu hanyalah rasa lelah dan malu semata.
______________________________________________
Beeve yang duduk di sebuah bangku, yang berada di taman kampus sibuk bermain handphone.
“Aduh, enaknya gimana ya?” Beeve yang membuka halaman insta*ram Emir bingung harus mengirim pesan apa pada sang adik ipar.
“Yang salahkan dia, kenapa aku enggak percaya diri buat kirim pesan duluan?” Beeve menggigit ujung kukunya.
Ia yang tak memiliki teman curhat, sangat membutuhkan Emir saat itu.
“Andaikan saat itu aku enggak menyuruh dia pergi.” tersirat rasa penyesalan di hati Beeve karena telah menyuruh Emir pergi jauh.
Saat ia masih fokus pada handphonenya, tiba-tiba Cristian datang bersama seorang wanita, kemudian duduk di bangku yang ada di sebelahnya.
“Nanti malam kau mau kemana Fris?” ucap Cristian pada gadis yang kebetulan satu jurusan dengan mereka.
“Enggak kemana-mana, apa kau ingin mengajak ku jalan-jalan?” tanya Friska.
“Kalau kau enggak menolak, aku sih mau banget,” jawab Cristian.
“Oke, kebetulan orang tua ku enggak di rumah malam ini, jadi kita bisa pulang agak larut,” ujar Friska.
“Janganlah Fris, aku enggak mau membawa mu keluar lebih dari jam 10 malam,” ucap Cristian.
“Kenapa?”
“Karena wanita polos seperti mu, enggak cocok dengan itu,” ungkap Cristian.
Beeve yang mendengar gombalan receh Cristian merasa ingin muntah.
“Ya ampun, jujur baru kau yang berkata begitu pada ku, kalau laki-laki lain pasti setuju-setuju saja, keluar samapai selarut apapun.” ungkap Friska yang makin terpesona pada Cristian.
Sayang banget kalau Friska sampai jatuh ke pelukan Cristian, batin Beeve.
Namun ia yang tak ingin ikut campur pun memilih meninggalkan sang mantan pacar dengan calon korban barunya di taman itu.
__ADS_1
Kepergian Beeve di perhatikan oleh Cristian, Apa dia cemburu? Batin Cristian.
Ia yang masih menaruh rasa pada Beeve sebenarnya ingin sekali mengajaknya untuk kembali bersama.
Andaikan dulu aku mau menikahi mu Bee, aku menyesal telah melepas mu, ucap Cristian dalam hatinya.
Beeve yang telah sampai ke kelas merasa prustasi. Kemudian ia melihat kembali halaman insta*gram Emir.
“Apa?” Beeve terkejut, ternyata Emir baru saja mengunggah photo dengan produk pencuci muka bermerek.
“Coba aku kirim pesan padanya.” ketika Beeve ingin menulis pesan singkat pada Emir tiba-tiba dosennya datang. Yang membuat ia menundanya.
Pukul 17:00 sore, setelah kelas usai, Beeve keluar ruangan, ia yang ingat akan Emir pun buru-buru mengetik pesan pada sang ipar.
Mas Emir, apa kabar? ✉️ Beeve.
Dengan mengumpulkan keberanian penuh, Beeve mengirim pesan tersebut pada Emir.
Namun Emir tak kunjung membalas pesannya, Beeve yang telah menunggu 1 bulan penuh pun menyimpulkan, bahwa adik dari suaminya telah membencinya.
____________________________________________
Andri yang berada di kantor, tiba-tiba kepikiran dengan Arinda yang tak pernah lagi menghubungi dirinya selama satu bulan ini.
“Apa yang terjadi?” gumam Andri.
“Tapi bagus sih dia enggak menggangu, karena cukup aku kirim uang saja padanya,” gumam Andri.
Ia yang telah menyelesaikan pekerjaannya memutuskan untuk pulang.
Ketika ia telah berada di parkiran basement, tiba-tiba ia di kejutkan dengan kehadiran Arinda yang telah menunggu di depan mobilnya.
“Sedang apa kau disini?!” tanya Andri.
Lalu Arinda dengan mata bengkak seperti telah menangis lamapun menjawab.
“Menunggu mu.”
Karena di basement tak memungkinkan untuk mengobrol, maka Andri mengajak Arinda masuk ke dalam mobilnya.
“Masuklah, kita bicara di tempat lain.” ucap Andri. Arinda pun mengangguk, lalu mereka berangkat menuju sebuah private restoran.
Sesampainya mereka di tujuan, Andri memesan makanan untuk mereka berdua.
“Bagaimana kabar mu?” tanya Andri yang sudah lama tak berkomunikasi dengan tatap muka dengan Arinda.
“Menurut mu bagaimana mas?” tanya Arinda kembali. Andri mengangkat bahunya, karena ia tak enak untuk mengatakan apapun.
__ADS_1
“Aku, enggak baik-baik saja, apa kau tak bisa melihat bagaimana kondisi ku? Aku sakit mas! Selama sebulan kau tak menjenguk ku,” terang Arinda.
“Karena itu kau melukai wajah mu?” ucap Andri yang melihat masih ada bekas goresan pada wajah Arinda.
“Diam dulu mas, aku belum selesai bicara, kenapa kau dengan teganaya memblokir kontak ku dan semua media sosial ku.” ungkap Arinda yang membuat Andri mengernyit.
“Apa?” ucap Andri yang merasa tak melakukan semua itu.
“Iya! Pada hal aku juga istri mu, dan terkait bekas luka di wajah ku, ini adalah ulah istri pertama mu!” pekik Arinda.
Deg deg deg deg!!! Jantung Andri berdetak dengan kencang.
Kenapa selama ini Beeve diam, pada hal dia sudah tahu kalau aku telah mengkhianatinya, batin Andri.
“Kenapa wajah mu pucat begitu mas? Apa kau enggak tahu kalau Beeve sudah mengetahui perselingkuhan kita? Hum??”
Keringat dingin Andri pun mengucur deras mendengar pernyataan Arinda. “Kapan Beeve melakukannya dan kapan ia tahu kalau kita telah menikah siri?” tanya Andri.
“Setelah aku pulang dari rumah kalian, malamnya dia datang ke rumah ku, dan menyerang ku dengan brutal, layaknya preman jalanan, hah! Dan saat itulah aku mengatakan kalau aku juga adalah istri mu!” terang Arinda.
“Kenapa kau mengatakannya?!” pekik Andri yang mulai emosi.
“Karena alu juga butuh pembelaan! Dia hampir saja membunuh ku, lagi pula dia sudah tahu sebelum datang ke rumah ku,” ucap Arinda.
“Akhh!! Sial!” Andri tak tahu harus bagaimana lagi, ia yang merasa kacau bangkit dari duduknya.
“Mau kemana mas?” tanya Arinda.
“Bukan urusan mu,” jawab Andri.
“Jadi kau akan meninggalkan ku hanya karena wanita kotor itu? Pada hal sebulan kita enggak bertemu, setelah bersua pun menyapa anak mu sendiri kau enggak kepikiran? Okelah kalau untuk ku, tapi pada anak yang ada dalam perut ku ini, apa aku enggak iba? Kau adalah ayah kandungnya, ini adalah mu anak satu-satunya!”
“Lain kali, aku pasti ke rumah mu, aku janji ” ucap Andri yang terburu-buru ingin bertemu Beeve.
“Masih lain kali? Apa dia sepenting itu? Di bandingkan kami keluarga asli mu mas?”
“Arinda! Ku mohon jangan memancing emosi ku, please!” pekik Andri.
“Ya sudah! Kalau mau emosi luapkan saja pada ku sekarang! Apa! Mau pukul? Membunuh ku? Silahkan!” Arinda mengambil pisau makan yang ada di hadapannya.
“Nih!! Lakukan sekarang juga!” Arinda menyerahkan pisau itu pada Andri.
“Jangan buat aku tambah pusing, bersabarlah, aku akan menemui ku secepatnya,” ucap Andri, yang jantungnya mau meledak.
“Kau adalah seorang ayah yang jahat dan jahanam! Dimana perhatian dan kasih sayang mu pada kami?, Mas! Kau enggak boleh pergi lagi!” Andri yang sudah tak tahan mengangkat tangannya, bersiap ingin menampar Arinda.
...HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️...
__ADS_1