
Andri mengusap wajahnya karena merasa bersalah pada sang istri dan keluarganya.
“Ya Allah, karena emosi ku, aku jadi lupa soal pendaftaran kuliah Beeve,” gumam Andri.
________________________________________________
Di rumah, Beeve yang tak ada kegiatan pun memutuskan untuk menyiram tanaman yang ada di halaman belakang rumah.
Ia terlebih dahulu menyiram bunga-bunga dengan selang panjang yang di satukan ke kran air.
Zaarrrr.... air mengalir membasahi berbagai jenis bunga yang ada disana.
“Pasti bunga-bunga ini kehausan,” ucapnya pada diri sendiri.
Sedang Emir yang ada di kamarnya, melihat kegiatan yang di lakukan oleh Beeve.
“Pada hal ada pembantu, sok kerajinan banget dia,” gumam Emir.
Saat itu sudah pukul 12:30 siang, Emir yang merasa lapar memutuskan untuk turun ke lantai.
Ia pun berjalan keluar dari kamarnya, menuju lift.
Ting! Pintu Lift terbuka, Emir langsung masuk ke dalam lift dan menakan tombol nomor 1.
Ting! Dengan waktu singkat, ia telah sampai ke lantai satu, ia yang berjalan melewati ruang tamu berpapasan dengan kakak iparnya.
“Hoeg, hoeg!” Beeve yang ingin muntah di saksikan oleh Emir.
Sedang Beeve yang merasa isi perutnya akan keluar tak menyapa Emir yang ada di hadapannya, ia langsung berlari ke dalam kamarnya, untuk menuju toilet.
Begitu juga dengan Emir, ia tak memikirkan tentang kondisi Beeve yang baru saja ia saksikan.
Sesampainya ia ke dapur, Emir mengambil piring dari lemari piring yang ada di sebelah wastafel.
Tanpa sengaja ia melihat di bagian belakang salah satu piring ada tulisan nama Beeve, sontak Emir tersenyum seraya menggelengkan kepala.
Setelah itu, ia menuangkan nasi dan lauk ke atas piring yang ada nama Beeve, selanjutnya ia mengambil gelas putih polos yang ada dalam lemari piring yang sama.
Dan di antara susunan gelas yang motifnya serupa itu, ia melihat kembali, 1 gelas yang di tulis dengan nama Beeve.
“Dasar, pada hal sudah menikah, tapi sifatnya masih ke kanak-kanakan, apa dia alergi kalau memakai barang yang sama dengan orang lain?” ucap Emir dalam hati.
Emir mengambil gelas Beeve untuk tempat air minumnya.
Setelah persiapan makan telah selesai, Emir mulai menyantap isi makanan yang ada di piringnya
Ting tong ting tong!
Suara bel rumah berbunyi di saat ia sedang asyik makan.
Beeve yang mendengar bunyi bel tersebut bergegas keluar kamar menuju pintu utama.
Ceklek!
Saat ia membuka pintu kamar, Beeve melihat Winda sudah membuka pintu untuk tamu yang datang.
Beeve mendekat ke Winda dan ternyata yang datang adalah Arinda.
__ADS_1
“Arinda?” ucap Beeve.
“Beeve!! Apa kabar? Aku rindu sekali pada mu!” serunya seraya memeluk sahabatnya.
“Aku baik, kau sendiri apa kabar? tanya Beeve.
“Aku juga baik,” lalu keduanya pun beranjak ke ruang tamu.
“Mmm, ada apa kau kemari Nda?” tanya Beeve, seraya mempersilahkan Arinda duduk di atas sofa.
“Aku rindu kau, eh Bee, aku tadi bertemu suami mu,” ujar Arinda.
“Mas Andri?”
“Iya!”
“Kau bertemu dimana dia?'
“Di perusahaannya, di kantor ISF,” terang Arinda.
“Untuk apa kau kesana Nda?” tanya Beeve.
“Aku melamar kerja, kebetulan beberapa hari yang lalu aku lihat info lokernya di Instagram, tapi aku enggak nyangka, kalau akan di interview oleh suami mu,” ujar Arinda.
“Oh...., tapi kau kan sedang kuliah, apa jadwal mu enggak akan terbentur?”
“Aku ambil kelas ekstensi, tenang saja, lagi pula aku lagi butuh uang, keluarga ku sedang kesulitan ekonomi Bee saat ini,” terang Arinda.
“Ya ampun Nda, aku turut prihatin atas kondisi mu,” ungkap Beeve merasa iba.
“Untuk itu, tolong aku dong Bee, katakan pada mas Andri untuk menerima ku, karena aku punya saingan yang sangat hebat, lulusan S2 lagi, please Bee!” Arinda menyatukan sepuluh jarinya, memohon pada Beeve.
“Baiklah, aku akan coba bicara dengan mas Andri, tapi aku enggak janji ya, kalau kau akan di terima,” terang Beeve.
“Aahhhh, terimakasih banyak Bee!” Arinda memeluk kembali sahabatnya dengan erat.
“Apa kau sudah makan?” tanya Beeve.
“Belum,” jawab Arinda.
“Ayo kita ke dapur untuk makan,” ujar Beeve.
“Oke Bee!” keduanya pun menuju dapur, dan sesampainya mereka, Arinda terkejut karena ada sosok pria tampan yang sedang makan di meja makan.
“Hah! Bukankah dia Emir? Selebgram dengan 5 juga followers? dan 2 juta subscriber di youtube?” batin Arinda.
Emir yang melihat kehadiran dua wanita di dapur itu pun hanya cuek, tak ada keramahan yang ia tunjukkan untuk keduanya.
Arinda yang ternyata follower dari Emir pun menyapa.
“Halo, saya Arinda dengan Emir kan?”
Beeve yang melihat sahabatnya begitu ramah menjadi khawatir jika Emir akan melontarkan kata-kata yang tak enak di telinga pada Arinda.
Emir pun melirik dengan wajah datar, lalu Arinda lanjut bicara lagi.
“Saya pengikut mu, dari kau masih 50.000 followers Mir,” Arinda yabg sudah merasa dekat via online pada Emir pun mengulurkan tangannya.
__ADS_1
Emir yang telah selesai makan, merogoh hand senitizer mini dari saku celananya.
Lalu ia menyemprot tangan Arinda, sett sett! Arinda tentu di buat aneh dengan perlakuan Emir.
Selanjutnya, Emir juga menyemprot tangan kiri dan kanannya, setelah itu Emir menjabat tangan Arinda.
“Terimakasih telah menjadi pengikut setia ku, tapi lain kali, jangan ajak bicara orang yang sedang makan,” ujar Emir.
Jleb!! Seketika Arinda di buat malu oleh Emir.
“Benarkan firasat ku, dasar Emir, pada followers sendiri juga bersikap angkuh, pada hal tanpa netizen dia hanyalah kumpulan daki,” batin Beeve.
“Maaf atas ketidak sopanan saya Mir,” ucap Arinda.
Lalu Emir melepas jabatan tangannya dari Arinda, dan ia mengangkat piringnya menuju wastafel, tak lupa ia juga mencuci tangannya dengan sabun.
Jleb!! kali ini Arinda merasa hatinya bagai di sayat sembilu.
“Apa tangan ku sekotor itu?” batinnya.
Namun Arinda yang mengidolakan Emir pun tak jera sampai disitu.
“Mir, apa aku boleh berphoto dengan mu?”
“Ya ampun Arinda! Otak mu sehat atau gimana sih?” batin Beeve.
Beeve yang tak ingin di semprot juga memilih menyibukkan diri, ia pun mengambil piring di dalam lemari untuk mereka berdua.
“Baiklah,” ucap Emir.
Lalu Arinda yang senang pun mengambil handphone nya dari dalam sakunya.
Cekrek! Cekrek! Cekrek!
“Wah semua photonya bagus, aku suka! Kau juga terlihat tampan Mir,” ucap Arinda dengan sangat antusias.
“Itu sudah jelas, tapi senyuman mu sangat jelek di photo ini,” ujar Emir, yang membuat Arinda ingin pingsan seketika.
Emir yang sudah selesai di dapur, memutuskan untuk kembali ke kamarnya, karena ia harus mengunggah photo endorse sabun wajah di feed instagramnya.
Setelah Emir telah pergi jauh, Beeve tertawa terbahak-bahak.
“Hahahahahaha, gimana? Enak enggak?” Beeve mengejek sahabatnya sendiri.
“Apa kau! Dasar, bukannya kau prihatin malah tertawa,”
“Makanya, kalau mengidolakan seseorang jangan hanya lihat rupanya, kalau aku sih enggak follow dia,” terang Beeve.
“Iya, kata-kata yang keluar dari mulutnya batu semua,” ucap Arinda.
“Itu sebabnya aku enggan untuk bicara pada Emir,” ungkap Beeve.
Bersambung...
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️
Instagram :@Kissky_muchu
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya.