Jangan Salahkan Takdir

Jangan Salahkan Takdir
Bab 40 (Keketusan Emir)


__ADS_3

Mendengar pengakuan dari mulut Andri membuat seluruh keluarga bahagia.


“Loh, kalian enggak bawa baju?” tanya Jane pada putri dan anak menantunya.


“Bawa bu, tapi hanya baju Beeve saja,” ujar Andri.


“Mana?” tanya Jane.


Lalu Andri meletakkan tas istrinya yang ia pegang di atas meja.


“Disini bu,” ujar Andri.


“Oh... mereka berencana pulang cepat ternyata,” ujar Rahma.


“Menginap Lah 2 atau 3 hari disini nak,” pinta Yudi sang ayah.


“Enggak bisa yah,”


“Ih ayah, kau tak mengerti saja, pengantin baru maunya berduaan terus,” ucap Rahma pada Yudi suaminya.


“Ya sudah kalau begitu, ayo sekarang kita ke meja makan! Perut ku sudah lapar sedari tadi.” seru Yudi, dan seluruh anggota keluarga pun berpindah ke meja makan.


Beeve yang masih pengantin baru mengambil hati keluarga suaminya, dengan melayani mereka semua di meja makan, menaruh nasi ke piring masing-masing anggota keluarga.


Setelah selesai, ia pun duduk di sebelah Andri.


“Sebelum makan, baca do'a semuanya,” ujar Erdogan sebagai orang yang paling tua.


Mereka pun berdo'a sejenak, selepas itu baru makan.


Andri yang begitu perhatian pada istrinya, menaruh banyak lauk di piring wanita cantik itu, hingga terlihat seperti tumpukan gunung.


Lalu keluarga Andri yang melihat di buat tercengang.


“Bee, kau habis makan sebanyak itu?” tanya Rahma.


Lalu keluarga Beeve yang teridiri dari ayah, ibu dan juga abangnya di buat panik, sebab mereka takut ketahuan jika Beeve hamil.


“I-iya bu,” jawab Beeve malu.


“Aku juga heran bu, nafsu makan istri kecil ku begitu besar,” ujar Andri.


“Tapi kau enggak bengkak ya Bee,” ucap Yudi.


“Paling sebentar lagi sudah seperti ibu-ibu yang melahirkan anak 5, kalau dia masih terus makan seperti sapi begitu.” ucap ketus Emir yang membuat semua mata tertuju padanya.

__ADS_1


“Anak ini kalau bicara enggak kira-kira,” batin Rahma.


“Awas kau anak nakal, nanti bagian mu,” batin Yudi.


Sementara keluarga Beeve makin di buat resah, akan pernyataan Emir.


“Harus segera menyusun rencana,” batin Erdogan.


“Ya biar dia gendut, ku tetap cinta,” terang Andri, yang membuat semua orang tersedak.


Pasalnya Andri tak pernah berterus terang seperti itu di depan keluarga mengenai isi hatinya, atau sekedar mengatakan apa yang ia sukai.


Uhuk uhuk uhuk! Semua menjadi batuk-batuk karena Andri, termasuk Beeve sendiri.


“Kau enggak apa-apa sayang?” Andri menepuk-nepuk punggung istrinya dan memberikan minum.


Setelah semua telah kondusif, Emir si pengacau suasana pun berkata.


“Kita lihat saja, kalau bobotnya sudah mirip badak, apa kau masih bilang cinta,”


“Emir!” Rahma dan Yudi membentak anak bungsunya itu, karena mereka merasa tak enak pada keluarga Beeve.


Sementara keluarga Beeve sudah wanti-wanti untuk ke depannya.


Setelah acara makan malam selesai, mereka semua beranjak ke ruang tamu kembali, karena malam itu masih jam 20:05, dua keluarga menyempatkan diri untuk mengobrol, karena untuk bertemu saja mereka susah, sebab di sibukkan oleh kegiatan masing-masing.


“Apa kalian sudah punya rencana punya anak?” tanya Rahma.


“Sudah bu,” jawab Beeve.


“Ya ampun Bee, ibu enggak menyangka, kalau kau ingin segera punya anak,” ujar Rahma.


“Ya, kalau Andri sih, terserah Beeve bu,” ucap Andri seraya memegang tangan istrinya.


“Baguslah, kalau kalian sudah punya rencana memiliki momongan,” ucap Erdogan.


“Iya, biar rumah ramai dan Beeve enggak kesepian,” timpal Jane.


“Tapi, bukannya Beeve masih mau kuliah mas?” tanya Rahma pada Erdogan.


“Ya, kalau mas terserah mereka saja, toh yang menjalani mereka Rahma,” jawab Erdogan.


“Beeve memang ingin segera punya anak bu, karena di rumah besar yang kita tempati sepi sekali, apa lagi tanpa mas Andri,” Terang Beeve, mertuanya pun mengangguk.


Lalu Emir yang selalu ingin mencela pasangan pengantin baru itu pun berkata.

__ADS_1


“Menurut ku tunda dulu, kau masih 17 tahun, badan mu saja yang besar, ku yakin mengurus Andri saja kau belum becus, apa lagi mengurus anak, nanti yang ada anak mu menangis kau juga ikut menangis, dan kau itu sebenarnya masih ingin bermain-main, tapi aku enggak habis pikir kenapa kau mau menikah dengan Andri, pada hal kau dari segi mana pun enggak ada keharusan untuk buru-buru menikah.” mendengar perkataan Emir yang begitu pedas dan menusuk ginjal keluarga Beeve membuat Julian yang ada di seberang Emir kelepasan, ia pun sontak melempar kepala Emir dengan sebuah bantal sofa.


Pluk! Bantal itu pun mendarat sangat mulus di kepala Emir, yang membuat Emir memutar mata malas, sedangkan Beeve hanya terdiam, sebab yang di katakan Emir memang benar.


Lalu Rahma yang tak ingin ada kecanggungan pun ikut melempar kepala Emir dengan bantal.


“Dasar anak kurang ajar! Ini nih kalau sudah lupa ajaran rumah, sebaiknya kau lanjutkan kuliah disini saja, agar otak mu beres,” ujar Rahma.


“Enggak tahu tuh bu, sejak dia sekolah di London, isi kepalanya berubah enggak jelas, lagi pula ini urusan kami, apa jangan-jangan kau iri, karena aku mendapat istri cantik seperti Beeve,” ucap Andri, dengan masih menggenggam tangan istrinya.


Sejenak Emir terdiam, lalu ia pun berkata, “Mungkin, tapi apa kata ibu benar, aku sudah memutuskan kalau aku akan melanjutkan kuliah disini.” Rahma yang sebelumnya gusar seketika menjadi luluh, sebab putra kesayangannya mau melanjutkan kuliah di Indonesia.


Sedang Erdogan mulai memperhatikan Emir, yang sempat mengatakan kata mungkin, namun yang lainnya tak terlalu memikirkan apa yang terucap dari bibir tajam Emir.


“Kalau begitu kau dan Beeve kuliah di Universitas yang sama saja,” ujar Andri.


Alih-alih akan di tolak oleh Emir, ternyata jawabannya di luar dugaan.


“Boleh.” Beeve yang tahu ia akan satu Universitas dengan adik iparnya pun menjadi cemas, karena ia merasa malas, harus bertemu si cerewet Emir setiap hari, yang kalau bicara membuat orang mati kamus.


Namun Beeve tak mungkin menolak, ia takut di katakan ipar sinis atau lainnya.


Karena jam sudah menunjukkan pukul 21:00, Andri pun berencana izin untuk ke kamar pada keluarganya.


“Semuanya, kami masuk kamar terlebih dahulu ya, bu ayah,” ucap Andri meminta izin.


“Ini baru jam 21:00, ibu masih ingin mengobrol dengan menantu ibu,” ujar Rahma.


“Tak apalah Rahma, Andri pasti lelah,” ujar Jane membela menantunya.


“Ya kalau dia mau tidur, pergi saja sendiri ke kamarnya,”


“Andri enggak bisa tidur nyenyak tanpa Beeve bu,”


Beeve yang berada di posisi serba salah pun menjadi malu, seketika wajah memerah.


“Mas Andri kok terus terang bangat sih, bikin aku malu saja,” batin Beeve.


...Bersambung......


...HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, KARENA 1 KONTRIBUSI DARI MU ADALAH PENYEMANGAT BESAR UNTUK AUTHOR, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️...


...Instagram :@Kissky_muchu...


...Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya....

__ADS_1



__ADS_2