Jangan Salahkan Takdir

Jangan Salahkan Takdir
Bab 275 (Masa Tua)


__ADS_3

“A-apa kau serius? Aku boleh melakukan itu?” tanya Emir dengan suara bergetar.


“Iya mas.” mendadak sekujur tubuh Emir menjadi sedingin es.


Ia amat deg degan, dan juga tahu harus mencium Beeve dari mana.


Perlahan Emir membelai rambut indah Beeve yang telah sah jadi istrinya.


Apa begini rasanya? Saat melakukan dengan orang yang benar-benar kita cintai, rasanya sangat sulit untuk di percaya, batin Emir.


Beeve yang telah menunggu terlalu lama, menyambar bibir seksi Emir terlebih dahulu.


Deg! Jantung Emir berdetak hebat, nafasnya memburu, saat ia menerima serangan mendadak dari istrinya.


Meski itu hanya ciuman, namun Emir merasa bagai terbang ke surga.


Setelah mereka selesai beradu cumbu, Emir memeluk tubuh istrinya. Dan Beeve, istri tersayang Emir Han dapat merasakan, getaran dada suaminya yang tak mau diam.


Untung mas Emir enggak punya penyakit jantung, batin Beeve.


Ia pun memeluk tubuh Emir, Rasanya nyaman, meski tak sehangat dekapan mas Andri, batin Beeve.


Sejak malam itu, hubungan Emir dan Beeve semakin dekat dan intim, layaknya suami istri pada umumnya.


Emir juga semakin hari, semakin menyayangi Beeve dan ke empat anak tirinya. Meski ia hanya ayah sambung, namun perannya begitu penting di keluarga kecil mereka. Ia juga tak pernah berani menyakiti hati Beeve. Karena baginya, wanita itu lebih berharga dari apapun.


4 tahun kemudian, Rahma yang belum sembuh dari penyakit mentalnya bermain bersama ke 3 cucunya di halaman utama rumah mereka.


Ia yang masih menganggap ketiga cucunya adalah Andri, tak mau bila dirinya di panggil nenek.


“Mama, hari ini kita main apa?” tanya Nuh pada Rahma.


“Bagaimana kalau kita main lomba lari sayang? selain seru, bisa juga menyehatkan tubuh kita, bagaimana? Andri 1, 2 dan 3?” tanyanya dengan semangat.


“Ayo ma!” jawab serempak ketiganya.


Kissky yang akan berangkat kerja pun memanggil ketiga anak-anaknya.


“Nuh! Ibrahim! Saleh!”


“Iya ma?” jawab si kembar tiga.


“Sini, salam mama dulu, mama mau pergi kerja nak,” ucapnya.


Lalu 3 bocah yang bak pinang di belah dua dengan Andri itu pun berlarian menuju Beeve.


“Jangan nakal sama mama besar , jaga mama besar ya Saleh.”


“Aku Ibrahim ma, bukan Saleh.” ucap Saleh, karena ketiganya sangat identik, Beeve sering kali salah menyebutkan nama.


Dan tiga jagoan mendiang Andri itu juga sering kali mengerjai orang lain dengan cara bertukar nama dan gelang, yang telah di berikan Beeve untuk mereka bertiga.


“Oh, iya mama salah, pokoknya begitu, mama berangkat dulu.”


“Papa enggak ikut ma?” tanya Saleh.


“Itu ada di belakang.” setelah memberi ciuman pada ketiga putranya, ia pun masuk terlebih dahulu ke dalam mobil.


Emir yang telah menyusul, melakukan hal yang sama pada ketiga anak sambungnya.


Ia yang baru masuk ke dalam mobil, di desak oleh Beeve untuk segera berangkat.


“Ayo mas, kasihan karyawan di restoran, mereka kewalahan banget,” ucap Beeve.


“Memangnya kalau kau datang akan banyak membantu?” Emir yang merasa tenaga Beeve tak seberapa malah berpikir kedatangannya hanya sia-sia saja.


“Pokoknya, aku melakukan apa yang ku bisa, Cepatlah mas!” Beeve mendesak suaminya.


“Kalau begitu, aku perlu isi bensin dulu, biar laju kita kencang sampai ke restoran.” Beeve yang mengerti maksudnya pun, segera memberi apa yang di inginkan suaminya.


“Ummmuacchh!” Beeve mencium lekat pipi, kening dan bibir Emir.

__ADS_1


“Wah! Langsung segar nih!” ucapnya dengan senyum sumringah.


Selanjutnya mereka meluncur ke restoran Kishi Bia dengan kecepatan penuh.


Setelah 4 tahun terkahir, restoran yang di kelola oleh Beeve sukses besar, bahkan kini telah memiliki 5 cabang, di penjuru kota.


Emir sendiri juga sukses dalam karirnya, baik di ISF, dan juga di dunia entertainment, ia juga rajin mengunggah kebersamaannya dengan Beeve ke media sosialnya. Netizen yang dulu membenci Beeve, perlahan menerimanya.


Sedang Helena, yang masih mencintai Emir hingga saat ini pun, masih suka mengikuti aktivitas mantan suaminya itu.


Ia yang tak dapat melupakan Emir, memutuskan untuk menjanda selamanya, baginya, merasakan cinta itu adalah sebuah dosa besar, karena menurutnya keserakahan akan timbul, setelah kita memiliki ikatan dengan orang tersebut.


Emir yang telah menjadi suami Beeve selama 4 tahun, tak pernah memaksa untuk memilik anak, meski Beeve bersedia, ia selalu menolak, sebab, ia kasihan pada Beeve, kalau harus memiliki banyak anak, dan ia juga tak tega, bila perut Beeve harus bersentuhan kembali dengan pisau bedah para dokter.


Baginya, anak sambungnya sekarang sudah cukup, ia juga ingin Beeve merasakan kebebasan untuk melakukan apapun yang di sukainya.


Menurut Emir, pernikahan itu bukan semata-mata karena ingin mendapat keturunan saja.


Aku ingin Beeve bahagia, aku mencintainya, dari dulu hingga sekarang, dan rasa itu makin bertambah, batin Emir.


Meski kini rambut ku dan dia telah memutih, namun di mata ku, Beeve yang telah keriput Karen usia, tetap cantik.


Cekrek!!


Emir mengambil potret Beeve yang baru selesai mengenakan hijabnya.


“Kek, kau selalu begitu, suka memotret ku diam-diam.” ucap Beeve.


“Aku ingin memperbaharui layar ponsel ku.” Terang Emir.


Hingga mereka berusia 80 tahun, Emir selalu membuat photo Beeve sebagai latar belakang ponselnya.


Sementara di media sosial, ia gunakan pernikahan mereka dulu. Tak pernah di ganti, meski telah 58 tahun lamanya.


Karena usianya dan Beeve telah sepuh, maka Emir yang ingin menghabiskan masa tuanya dengan tenang bersama sang istri tercinta, memutuskan untuk menyerahkan kepemimpinannya sebagai CEO kepada putra sulungnya, yaitu Nuh.


“Mama dan papa akan menetap di New Zeland, jadi, kalian urus baik-baik perusahaan, dulu almarhum papa mu dan nenek kalian begitu keras menjaga perusahaan agar tetap berjaya, kalian juga harus begitu anak-anak ku, satu lagi, jangan manjakan cucu-cucu ku, bila itu ke jalan yang tidak benar.” Emir menasehati ketiga putranya.


“Bia, ajari anak-anak mu dalam mengelola restoran juga, bisnis keluarga kita jangan sampai hancur, jaga warisan yang kami bangun, demi masa depan keturunan kita nanti,” ucap Beeve.


“Iya ma.” jawab Bia, yang juga telah menjadi seorang nenek.


Setelah itu, Beeve dan Emir berangkat menuju negara impian mereka, untuk menghabiskan sisa umur mereka yang telah senja.


Dalam pesawat kedua lansia itu pun mengobrol.


“Nek...”


“Iya kek?” sahut Beeve, menoleh ke suaminya.


“Kau masih ingat, saat kau katakan ingin menikah dengan ku?”


“Ingat, saat itu kita sedang liburan kan?” ucap Beeve dengan tersenyum manis.


“Iya, sejak hari itu, kau selalu cantik di mata ku,” ujar Emir.


“Iya, itu dulu, tapi sekarang aku sudah tua kek.”


“Wajah mu tetap sama di mata ku, nek.” Emir membelai pipi istrinya yang telah kendur.


Pukul 20:00, Beeve yang terlelap, bermimpi ada di rumah lamanya, sewaktu pertama kali menikah dengan Andri.


”Inikan?” ia pun menyusuri rumah lamanya tersebut.


Ia yang melihat kamar lamanya bersama mendiang suaminya pun tak dapat menahan air matanya.


Ceklek!! Krieet... perlahan ia membuka pintu kamar sejuta kenangan itu.


Tek!


Beeve menyalakan lampu, agar dapat melihat isi kamar itu.

__ADS_1


”Silau, matikan lampunya!” pinta Andri pada Beeve.


“Mas, kau???” Beeve melihat Andri yang berusia 25 tahun di atas ranjang sedang berbaring.


“Sayang, darimana saja?” tanya Andri dengan sorot mata sedih.


“A-aku baru dari...” ia bingung harus menjawab apa pada Andri.


“Kemarilah!” Andri menepuk-nepuk ranjang, agar Beeve mendekat.


Beeve tanpa ragu,berjalan menuju ranjang, lalu duduk di sebelah Andri yang berbaring.


Bruk!! Andri menarik tubuh Beeve, hingga terjatuh ke ranjang.


Kemudian, suami yang ia rindukan selama puluhan tahun itu mengecup bibirnya, sama seperti di masa lalu.


”Jangan.” Beeve menolak ciuman kedua dari Andri, sebab ia tak percaya diri.


“Kenapa?” tanya Andri.


”Akukan sudah nenek-nenek, sedangkan kau masih muda mas?” terang Beeve.


“Apa?” lalu Andri pun menuntun Beeve ke kaca rias.


Beeve tersentak, netranya membulat, saat ia melihat, wajahnya kembali pada saat ia berusia 17 tahun.


“Mas!” ia yang bersemangat memeluk tubuh Andri.


Aku tahu ini tak nyata, tapi aku tak perduli, yang penting, mas Andri ada di sisi ku. Sejak aku menikah dengan mas Emir, Mas Andri tak pernah lagi datang ke mimpi ku. Kini dia menunjukkan diri, dengan wajah masa mudanya, aku sangat bahagia, batin Beeve.


“Bee...”


“Iya mas?” sahut Beeve, yang masih nyaman di pelukan suaminya.


“Apa kau mau, tinggal bersama ku di Madinah?” Beeve tanpa berpikir dua kali pun menyetujuinya.


“Ya, aku mau!!”


Keduanya pun berpelukan semakin erat, seolah tak mau berpisah satu sama lain, untuk yang kedua kalinya.


___________________________________________


Aku, mencintai mu Bee...


Air mata Emir mengalir deras, saat menghantar sang istri tercinta ke peristirahatan terakhirnya.


Cita-cita menua di New Zeland pun pupus, saat tulang rusuk lebih dulu meninggalkannya menghadap sang khalik, Beeve menghembuskan nafas terakhirnya dalam pesawat.


Kini, Emir yang berada dalam liang lahat istrinya, enggan untuk keluar.


Ia yang hampir hilang kewarasannya, ingin merebahkan tubuhnya di sebelah jasad Beeve.


Aku akan menemani mu, agar kau tak sendiri di dalam gelapnya rumah terakhir dari Ilahi ini, Bee, kekasih ku.


Karena Emir terus menolak untuk keluar, terpaksa, anak dan cucunya mengangkat tubuh kurus keringnya dari liang kubur Beeve.


“Papa ingin menemani mama kalian, lepaskan papa, Nuh! Biarkan papa dan mama bersama selamanya!” Emir menangis histeris, saat tubuhnya telah berada di permukaan.


“Istri ku... istri ku...” Isak tangis yang tak terbendung pecah, para penggemar yang datang melayat pun ikut menitihkan air mata.


Pasalnya mereka tahu betul, perjalanan cinta 2 insan tersebut.


Setelah selesai mengebumikan Beeve, Emir memeluk nisan, yang bertulisan nama Beeve An Mahveen.


Ya Tuhan, pertemukan aku kembali dengan istri ku di surga mu, batin Emir.


1 Minggu kemudian, Emir yang rindu pada istrinya, membuka kembali video yang pernah ia unggah ke yutub.


Bibirnya bergetar, netranya memerah, hatinya hancur, saat mendengar suara lembut dan manja sang istri tercinta.


Aku rindu kau Bee, Sampai jumpa di surga Ilahi Robbi.

__ADS_1


Selesai.


__ADS_2