
Kemudian Andri mulai menyuap istrinya, Beeve pun tak menolaknya lagi.
“Dulu, ku pikir dunia pacaran itu rumit, ternyata sedikit pun tak ada apa-apanya dengan rumah tangga.” ucap Andri seraya terus menyuap Beeve.
“Memangnya kau punya mantan mas?” tanya Beeve.
“Tentu saja,” jawab Andri.
“Berapa orang?” tanya Beeve penasaran.
“5 orang,” jawab Andri. Beeve menyunggingkan bibirnya karena Andri punya banyak kekasih.
“Cantikan mana, mereka atau aku mas?” Andri menatap lekat wajah Beeve yang mengajukan pertanyaan lucu menurutnya.
“Sebelas dua belas lah.” ucap Andri menggoda Beeve.
“Huh! Katanya kau menyukai ku sejak aku SD, bagaimana bisa kau pacaran dengan orang lain?” pertanyaan Beeve membuat Andri terperanjat.
“Ya, itukan beda yang.”
“Bedanya dimana mas? Bukannya kalau kita menyukai seseorang, kita harus setia padanya?” ujar Beeve.
“Mana mungkin aku menambatkan hati ku pada saat kau masih SD, cinta banget sih benar, namun aku yang 8 tahun lebih awal hidup darimu, masa enggak boleh pacaran dengan orang lain? Saat itukan aku enggak tahu kalau kau akan jadi istri ku, lagi pula aku enggak berani mengajak mu pacaran saat kau masih bocah,” terang Andri.
“Alah, alasan, berarti yang kau ceritakan saat itu hanya gombal semata ya mas.” Beeve mencoba menyudutkan suaminya yang dulu pernah berkata hanya ia seorang di hati Andri.
“Aku enggak bohong sayang, gombal hanya untuk orang yang tak memiliki status halal, buktinya aku menikahi mu, keseriusan ku ya menjadikan kau istri ku, benarkan?”
“Berarti, kau juga mencintai Arinda dong mas?” ucap Beeve.
Andri yang tak suka pembicaraan mereka menyebut nama Arinda pun berdecak.
“Ck, bisa enggak yang, saat kita bersama, jangan bawa-bawa orang lain?” ucap Andri dengan wajah serius.
“Aku kan mengatakan hal yang sebenarnya mas,” ungkap Beeve.
“Kata sebenarnya yang kau sebut itu tidak mengartikan segalanya, jangan memancing keributan sayang, aku lelah,” ujar Andri.
Setelah Beeve selesai makan, Andri membantu Beeve untuk minum, selanjutnya ia menyusun 2 piring kotor yang ada dalam kamar tersebut.
“Sudah malam mas,” ucap Beeve
“Kucing juga tahu itu,” ujar Andri.
“Pergilah, istri kedua mu membutuhkan mu mas, nanti dia mencoba bunuh diri lagi,” Beeve meledek Andri yang akhir-alhir ini perhatian pada Arinda.
“Kau mengusir ku?” tanya Andri.
“Kau yang bilang kalau dia membutuhkan mu kan mas?”
“Aku tanya pada mu sayang, apa kau rela, kalau aku tidur dengannya malam ini?”
Ya enggaklah mas, batin Beeve.
“Itu keputusan mu, lalukan sesuka mu mas,” ucap Beeve.
__ADS_1
Andri menelan salivanya, lalu berkata, “Baiklah, mungkin kau memang sudah berdamai dengan keadaan.” kemudian Andri bangkit dari duduknya.
Kau benar akan tidur dengannya mas? batin Beeve.
“Aku pergi, tidurlah yang nyenyak.” ketika Andri ingin mengecup bibir istrinya, Beeve menahan tubuh Andri.
“Sekarang kau semakin pintar menolak ya sayang.” Andri menaikkan kedua alisnya, “Baiklah, semoga mimpi indah, maaf pintunya aku kunci kembali.” setelah mengatakan itu Andri keluar dari dalam kamar.
Retek!!
“Dasar suami bodoh! Awas ya! Aku enggak akan mau dekat-dekat dengan mu lagi!” pekik Beeve.
Ia yang merasa kesal, cemburu, marah pada Andri pun segera beranjak menuju ranjang.
“Bodoh, bodoh! Mas Andri bodoh!!! Enggak peka!” Beeve menggigit sudut sarung bantalnya karena emosi.
“Pada hal aku mau kau disini, ya Tuhan aku kenapa sih? Pada hal aku sudah di poligami, di bohongi berkali-kali, tapi kenapa, aku enggak bisa melupakan mas Andri atau setidaknya, marahnya itu lebih lama padanya? Apa aku secinta itu? Dengan Cristian aku pacaran hampir 3 tahun, tapi beberapa saat saja aku sudah bisa melupakannya.” Beeve yang gundah merana karena Andri menyandarkan tubuhnya di punggung ranjang.
Matanya mulai berkaca-kaca, saat ia kan menangis, tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Sontak Beeve menyeka bersih air matanya.
Mas Andri? batin Beeve.
Andri pun masuk dan mengunci pintu kembali, karena ia takut Beeve pergi saat ia tertidur lelap, Andri menaruh kunci kamar ke atas lemari yang tingginya hampir 2 meter.
“Mas, enggak salah tuh?” ucap Beeve.
“Awas saja kalau kau kabur.” ujar Andri. Kemudian Andri naik ke atas ranjang.
“Kenapa kau kembali mas?” tanya Beeve.
“Ih, aneh!” Beeve menyunggingkan bibirnya.
“Kau bilang suami mu aneh?” Andri menarik wajah Beeve menghadapnya.
“Iyakan?”
Andri yang sudah tak sabar menggigit bibir merah muda Beeve.
“Mas!”
“Diam, sekarang kita main peran istri sholeha yang patuh pada suami saja ya, aku lelah yang bersitegang terus.” ucap Andri seraya melucuti pakaiannya.
“Kau mau apa mas?” tanya Beeve.
“Sudah lama enggak melihat satu sama lain,” ujar Andri.
“Mas, kitakan enggak boleh begituan,” ungkap Beeve.
“Iya kau tahu, tapi aku mau tidur tanpa busana malam ini,” ucap Andri.
“Gila, aku enggak mau!” Beeve pun masuk ke dalam selimut.
“Buka mandiri, atau di bantu?” tanya Andri serata menggelitik kaki Beeve.
“A.. ah! Enggak mau mas!” jawab Beeve seraya tertawa karena geli di kakinya.
__ADS_1
“Ya sudah, kalau enggak bisa dengan cara baik-baik, terpaksa main kasar!” Andri pun menarik selimut putih selembut sutra yang menutupi tubuh istrinya.
“Mas, jangan mas! Nanti kita kelepasan!” Beeve terus menolak, namun Andri tak perduli, ia pun membuka baju Beeve, hinggap tak menyisakan satu helai benangpun di tubuhnya.
Andri terdiam saat mereka berdua tak mengenakan apapun, begitu pula dengan Beeve.
“Sekarang apa?” tanya Beeve.
Andri pun mulai merebahkan tubuhnya di sebelah istrinya, lalu menarik selimut hingga ke dada mereka.
Kemudian Andri meletakkan kepala Beeve di atas lengannya.
“Aku rindu sayang.” ungkap Andri. Tubuh Andri yang menempel ke punggung Beeve yang tidur dengan posisi miring pun dapat merasakan, detak jantung Andri yang tak beraturan.
“Aku juga mas.” sahut Beeve. Kemudian Andri mengecup leher Beeve.
“Jangan mas, dosa yang kemarin saja sudah banyak.” ucap Beeve mengingatkan.
“Aku mengerti sayang, aku akan bersabar,” ujar Andri. Setelah itu Andri dan Beeve pun memejamkan mata.
Aku enggak tahu kenapa Tuhan menguji pernikahan kami sampai seperti ini, tapi ku harap, apapun yang terjadi, ada hikmah yang membawa keberkahan untuk ku dan mas Andri, batin Beeve.
Tak lama, keduanya terlelap dengan saling berpelukan.
___________________________________________
Pagi harinya, Andri yang telah sampai di kantor, segera menuju ruangan Yudi.
Tok tok tok! Meski Yudi adalah ayahnya, tapi di tempat kerja mereka adalah atasan dan bawahan.
“Masuk!” ucap Yudi. Lalu Andri pun membuka pintu ruang kerja Yudi.
“Oh, kau sudah datang Ndri?” ucap Yudi dengan tersenyum.
“Iya yah,” sahut Andri.
“Baguslah, ayah senang kau disini.” Yudi dan Andri pun saling berjabatan tangan.
“Aku kan enggak ada pilihan yah,” ujar Andri.
“Pilihan satu-satunya juga kan membawa keuntungan besar pada mu,” terang Yudi.
“Iya, ayah benar.”
“Duduklah.” ucap Yudi, setelah Andri duduk di hadapannya, Yudi pun mulai membuka pembicaraan.
“Bagaimana? Kau sudah siap ke Mexico?” tanya Yudi.
“Siap yah, memangnya aku berangkatnya kapan?” tanya Andri.
“Besok,” jawab Yudi.
...Bersambung......
...HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️...
__ADS_1