Jangan Salahkan Takdir

Jangan Salahkan Takdir
Bab 166 (Bersama Selalu)


__ADS_3

“Bee, kalau aku gendut tanggung jawab ya temani aku gym dan olah raga.” ucap Emir. Beeve pun tersenyum atas permintaan sang adik ipar.


“Kau mau pesan apa mas?”


“Tteokbokki saja,” ucap Emir.


“Jauh-jauh kesini hanya untuk makan itu? Payah!” Beeve meledek Emir.


“Berisik!”


Setelah membuat list makanan selesai, Beeve pun menyerahkannya pada si penjual yang berdiri di hadapan makanan yang telah matang.


Tak seberapa lama pesanan mereka pun datang, Beeve yang lupa memesan minuman pun meminta pada Bibi penjual untuk memberikan mereka 2 botol soju.


“Hei, bukannya soju memiliki alkohol?”


“Iya, memangnya kenapa?” tanya Beeve.


“Kau enggak boleh minum itu, sejak kapan kau jadi ibu-ibu liar.” Emir tak mengizinkan Beeve meminum soju, ia pun meminta teh manis panas pada sang penjual.


“Di cuaca bersalju begini cocoknya minum soju, agar badan jadi hangat,” terang Beeve.


“Kau bisa minum air mendidih sebagai penggantinya, ku pikir setelah 4 tahun menghilang dari peredaran kau akan jadi manusia yang beriman, nyatanya makin parah.”


“Maksud mu apa mas?” Beeve merasa tersinggung akan kata-kata Emir, mengingat ia di masa lalu sangat nakal.


“Sudahlah, makan saja,” ujar Emir.


Keduanya pun makan menggunakan sumpit, Beeve yang ingin mencicipi semua makanan yang ia pesan pun hanya memasukkan satu suap permakanan yang ia pesan ke mulutnya. Setelah itu, ia pun bangkit dari duduknya.


“Kau mau kemana?” tanya Emir seraya mendongak.


“Ke si bibi, aku mau tanya semua resep makanan ini,” ucap Beeve.


“Kau kan belum habiskan makanan mu?”


“Itu tugas mu mas.”


“Apa?” mata Emir membelalak tak percaya.


“Kalau kau enggak mau menghabiskannya, aku enggak akan mengizinkan mu ikut dengan ku setelah dari sini,” ucap Beeve.


Emir yang masih ingin bersama Beeve pun terpaksa menurut.


Pada hal dia bisa lihat google untuk membuat semua masakan ini, dasar! Rajin banget bikin diri sendiri repot, awas saja kau Bee, akan ku balas perbuatan mu ini, batin Emir.


Setelah Beeve selesai menulis resep rahasia si bibi, ia pun kembali pada Emir.


“Wah! Cepat juga kau makannya mas.” ucap Beeve, karena Emir hampir berhasil menghabiskan semua makanan sisa Beeve.


Dengan mulut penuh Jajangmyeon Emir menjawab, “Nanti kau meninggalkan ku kalau aku enggak buru-buru.”


Beeve pun tertawa kecil melihat Emir yang seperti anak kecil di matanya.


Kemudian ia pun duduk kembali di hadapan Emir menunggunya sampai selesai makan.


Setelah selesai, Emir bangkit dari duduknya dengan perut yang begah akibat terlalu kenyang.


“Kau baik-baik saja mas?” tanya Beeve, karena ia melihat Emir memegang perutnya.

__ADS_1


“Mana mungkin aku baik-baik saja setelah makan segitu banyak.”


“Salah sendiri kenapa memaksakan diri.”


“Kita itu enggak boleh buang-buang makanan Bee, berdosa, dan mubasir.” terang Emir seraya menuju kasir untuk membayar.


“Berapa Bi?”


“30.000 won,” ucap si penjual.


“Eh, biar aku saja mas.” Beeve mengeluarkan uang dari dompetnya.


“Biar aku saja.” Emir pun memberikan uangnya pada si kasir.


Setelah selesai membayar mereka berdua pun beranjak dari kedai itu.


“Sekarang kita kemana lagi?” tanya Emir.


“Aku mau belanja bahan-bahan yang barusan kita makan.” ungkap Beeve.


“Kau mau langsung praktek?”


“Iya dong mas, kata si bibi di pasar ini banyak penjual bahan mentahnya.” Emir geleng-geleng kepala, namun walau pun begitu ia tetap mengikuti Beeve untuk berbelanja, tentunya dengan Emir yang membayar segalanya.


Setelah itu mereka pulang bersama ke kosan Beeve.


“Kenapa kau harus ikut sih mas?”


“Nanti yang menilai masakan mu enak atau tidak siapa?”


“Iya-iya deh,” ucap Beeve.


Selanjutnya Beeve mulai membuat masakan Korea yang telah mereka beli bahan-bahannya.


Karena Beeve sibuk memasak, Emir jadi menganggur, ia yang merasa bosan pun menyusul ke dapur.


“Aku bantu ya,” ucap Emir.


“Enggak usah mas, kau tunggu di sofa saja, atau kau tidur juga enggak apa-apa, pasti kau cape kan?”


“Aku enggak cape kok, justru aku sangat bersemangat sekarang!” seru Emir yang mulai menggulung tangan bajunya.


“Ya sudah kalau kau memaksa.” Beeve dan Emir pun mulai bekerja sama di dapur.


Keduanya juga banyak mengobrol seputar aktivitas mereka selama ini. Sejak saat itu, hubungan Beeve dan Emir pun semakin dekat.


Keduanya juga sering jalan bersama, menghabiskan waktu hingga malam tiba.


Pada saat turun dari taksi, Beeve mengucap salam perpisahan pada Emir.


“Hati-hati di jalan mas.”


“Iya Bee, kau juga hati-hati, kunci pintunya rapat-rapat,” terang Emir.


“Siap mas!” setelah Beeve masuk ke dalam kosannya, Emir pun pulang ke hotel.


Sesampainya Emir di lobby utama hotel, ia yang ingin turun tanpa sengaja melihat dompet Beeve yang tertinggal.


Inikan punya Beeve. batin Emir.

__ADS_1


Ia pun memungutnya, setelah itu ia bawa ke kamarnya.


“Pasti dia khawatir banget kalau tahu dompetnya enggak ada.” Emir yang ingin memberitahu Beeve pun tiba-tiba mendapat sebuah ide jahil.


“Coba aky kerjai dia, pasti seru,” gumam Emir.


__________________________________________


Beeve yang membuka tasnya di kejutkan dengan dompetnya yang tak ada disana.


“Dompet ku? Dimana dompet ku?” Beeve sibuk mencari dompetnya, ia berulang kali mengeledah tasnya, namun tak menemukannya juga.


“Tinggal dimana ya kira-kira? Aduh, enggak lucu banget kalau sampai hilang, tapi tadi aku bawa dompet enggak ya saat keluar rumah?” Beeve di buat bingung, karena sepanjang ia keluar dengan Emir, yang membayar segalanya adalah sang adik ipar.


Karena tak ingat dengan pasti ia membawa dompet atau tidak, Beeve pun mencari ke setiap sudut kamar kosnya. Namun tetap ia tak berhasil menemukannya.


Ya Tuhan, ktp, atm semua ada disitu, tapi beruntung sih, paspor enggak ikut hilang juga, batin Beeve.


“Aduh, bagaimana ya sekarang? Aku malah enggak punya uang lagi, haaahh!!! Aku harus bagaimana?”


Apa aku minta tolong mas Emir saja ya? batin Beeve.


Karena tak ada pilihan lain, Beeve akhirnya mendial nomor Emir.


📲 “Halo,” Emir.


📲 “Halo mas, aku mau tanya, tadi kau ada lihat dompet ku enggak?” Beeve.


Emir dengan menahan tawanya pun menjawab.


📲 “Enggak tuh, apa dompet mu hilang?” Emir.


📲 “Iya mas, pada hal uang kes dan atm ku disitu semua,” Beeve.


📲 “Wah! Repot banget dong kalau begitu,” Emir.


📲 “Maka dari itu mas, kalau dompet ku enggak ketemu juga, apa boleh aku meminjam uang mu? Nanti akan ku ganti setelah di Indonesia,” Beeve.


📲 “Hem, gimana ya?” Emir.


📲 “Mas, tolong aku dong, aku enggak punya uang lagi loh,” Beeve.


📲 “Baiklah, tapi enggak gratis ya,” Emir.


📲 “Tentu saja mas, lagi pula kan aku mimjam, pasti ku bayar,” Beeve.


📲 “Aku enggak butuh uang sebagai bayarannya,” Emir.


📲 “Hah? Jadi kau mau apa mas?” Beeve.


📲 “Lusa aku akan kembali ke Indonesia, jadilah pacar ku, sehari saja,” Emir.


...Bersambung......


Cerita mendebarkan, penuh intrik dan pastinya bikin penasaran, jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini yak!



__ADS_1



__ADS_2