Jangan Salahkan Takdir

Jangan Salahkan Takdir
Bab 22 (Kenapa Begitu Mudah?)


__ADS_3

Beeve yang ingin menunaikan kewajibannya menuruti kemauan suaminya, ia pun melakukan tugasnya dengan baik.


Andri yang hampir tuntas pun menyuruh istrinya berhenti, kemudian ia membuka jalan dan mulai menerobos tanggul istrinya.


Namun jantungnya di buat berdegup kencang, dan aliran darahnya seakan pecah.


“Kenapa masuknya mudah sekali?” batinnya.


Beeve pun melihat reaksi aneh wajah sang suami, yang nampak berubah jadi datar.


“Bagaimana ini? Apa dia akan menghentikannya? Apa dia akan marah pada ku?” Batin Beeve.


Tak dapat di pungkiri, Beeve amat takut akan reaksi wajah sang suami, terlebih pria tampan itu tak kunjung melanjutkan hentakannya.


“Dia sudah tak suci? Ku pikir dia polos, kenapa tak menjaganya untuk ku Bee!” batin Andri.


Beeve saat itu sudah ingin menangis, melihat sang suami yang mematung, sedang milik mereka masih bersatu.


Ketika Andri ingin menarik miliknya, Beeve menahan lutut suaminya.


“Hiks....mas....,” ia yang sudah tak tahan menahan tekanan yang ia simpan dalam hati pun mulai menangis.


“Kenapa mas? Apa kau kecewa pada ku? Hiks....,” air mata Beeve mulai bercucuran.


Andri tak menjawab, namun matanya berubah menjadi merah, seakan menyiratkan rasa kecewa mendalam.


“Jawab mas, apa kau akan meninggalkan ku? Atau mungkin akan menalak ku karena aku sudah tak suci lagi?” bibir Beeve bergetar, ia juga tak sanggup menahan rasa malu dan takutnya.


“Bee, aku....,” saat Andri ingin beranjak, lagi-lagi Beeve menahannya.


“Katanya kau mencintai ku mas, apa cinta mu sekarang hilang karena aku tak suci untuk mu? Apa kau marah? Maafkan aku mas, karena tak bisa menjaga mahkota ku untuk mu, hiks....,” air mata Beeve semakin mengucur deras.


“Sudahlah, ini sudah berakhir,” batin Beeve, ia melihat sang suami menelan saliva seraya menahan air mata.


“Maafkan aku, seharusnya aku tak menuruti rencana ayah dan ibu ku,” batinnya.


Karena Andri masih mematung, Beeve pun mengalah.


“Baiklah mas, hiks...., ayo kita berhenti, maafkan aku yang kotor ini, maafkan aku, hiks...,” Ketika Beeve ingin menarik keluar miliknya dari penyatuannya dengan sang suami, tiba-tiba Andri menghentakkan dengan kuat miliknya kembali ke dalam goa istrinya.


“Akhh!!!” Beeve berteriak sekencang-kencangnya, menahan tekanan yang menyentuh dinding rahimnya.

__ADS_1


“Sakit!!!!” Beeve menangis histeris seraya menutup mata, karena hentakan yang ia terima mengguncang kandungannya yang masih sangat muda.


Ia terus menangis kesakitan, namun Andri tak perduli, Andri terus saja melakukan hentakan demi hentakan.


Beeve yang menutup mata, merasa ada air yang menetes ke keningnya, ia pikir itu keringat suaminya, ketika ia membuka mata, ternyata itu adalah air mata Andri.


Ia tak menyangka, kalau suaminya juga ikut menangis.


Hatinya semakin hancur, karena ia telah menyakiti hati orang yang selama ini mencintainya.


“Maafkan aku, jika ku tahu kau adalah jodoh ku mas, mungkin aku takkan menyia-nyiakan diriku untuk orang yang tak mencintai ku,” batinnya.


Kurang lebih 2 jam penyatuan itu berlangsung, barulah Andri melakukan pelepasan yang di susul oleh Beeve.


Beeve yang terkulai lemas seraya menahan rasa sakit dalam perutnya, terus memejamkan mata karena tak sanggup melihat raut wajah suaminya.


Andri yang telah selesai, beranjak meninggalkannya untuk membersihkan diri.


Setelah sang suami menutup pintu kamar mandi, barulah Beeve membuka mata.


“Hiks....,” ia menangis kembali, mengingat kebodohan yang ia lakukan selama ini.


“Andai aku jujur, andai aku bisa menjaga milik ku sendiri, pasti semua takkan sakit begini, baru sehari jadi suami istri, aku sudah membuat suami ku menangis,” batin Beeve.


Andri yang berada dalam kamar mandi pun mendengar tangisan dari istrinya.


Ia yang emosi meninju dinding resort yang terbuat dari papan kayu tersebut.


“Kenapa kau tak jujur dari awal Bee, kenapa kau harus berbohong pada ku? Aku terlalu berharap besar, dengan siapa kau melakukannya sebelum aku Bee!” gumam Andri dengan meneteskan air mata.


Cukup lama Andri menghabiskan waktu di dalam kamar mandi. Kemudian Ia yang telah selesai membersihkan diri pun keluar. Dan ia melihat Beeve masih terus menangis di dalam selimut.


Andri yang masih di balut rasa kecewa, keluar dari dalam resort meninggalkan istrinya sendirian, ia pun berjalan-jalan melihat pemandangan pantai pulau yang begitu indah.


Air matanya sesekali menetes, ia merasa sangat di khianati oleh Beeve yang ia cintai.


Sedangkan Beeve yang merasa lelah dan sakit di sekujur tubuhnya keluar dari dalam selimut, kemudian ia menuju kamar mandi, untuk membersihkan diri.


“Nak, kau baik-baik saja kan di dalam? Maaf kalau ayah mu sedikit kasar, ku harap kau sehat dan panjang umur nak,” ucapnya seraya mengelus perutnya.


Ia yang berada dalam kamar mandi berpikir banyak, tentang apa yang harus ia lalukan selanjutnya.

__ADS_1


“Kalau dia menceraikan ku setelah ini, ayah dan ibu akan malu, dan akan di gunjing oleh orang-orang, pastinya hubungan ayah dan tante akan renggang juga, bagaimana pula kalau mas Andri tahu, kalau aku tak hanya membohonginya sampai disitu?” Beeve merasa stres dengan keadaannya saat itu.


Pukul 20:00, hari sudah malam, namun sang suami belum kembali juga, Beeve yang pesimis pun merasa kalau Andri sudah meninggalkannya disana sendiri.


Tapi ia masih melihat koper suaminya di sebelah lemari.


Beeve yang sudah menghidangkan makanan di atas meja tak bisa menahan laparnya lagi, bagaimana pun ia harus makan, untuk memberi nutrisi pada bayinya.


Ketika ia memegang sendok, tiba-tiba Andri datang, ceklek!! Ia pun membuka pintu resort.


Beeve yang melihat suaminya kembali sontak bangkit dari duduknya, dengan suara terbata ia menyapa. “Ma-mas, da da dari mana saja mas?”


Namun Andri tak menjawabnya. “Mas, ayo kita makan dulu, aku sudah siapkan makanan,” ucap Beeve.


Namun Andri diam tak bersuara, Beeve yang sudah menahan lapar sedari siang mulai mengeluarkan suara perut keroncongan, yang di dengar oleh Andri.


“Kau makan duluan kalau sudah lapar,” ujar Andri.


Beeve yang memang sangat lapar tak menunggunya lagi.


Saat makan, Beeve terus saja curi-curi pandang pada suaminya, yang seperti memikirkan sesuatu.


“Aku yakin, dia pasti akan menceraikan ku,” batinnya.


Beeve yang baru selesai makan, di hampiri oleh Andri. lalu Andri pun berkata. “Bee, ayo kita ber....,” belum sempat ia melanjutkan barisan katanya, Beeve sigap untuk menghentikannya.


“Stop mas! Jangan katakan hal terlarang itu,”


“Bee, aku....,”


“Mas, aku baru sehari menjadi istri mu, jangan kau katakan hal yang satu itu secepat ini, ku tahu kalau aku memang wanita kotor dan licik, tak jujur pada mu sebelumnya, tapi aku baru jadi seorang istri, apa tidak ada maaf untuk ku mas?” ucap Beeve seraya menitihkan air mata.


“Bee, aku enggak bisa,”


“Mas, maafkan atas masa lalu ku, apa aku enggak boleh menjadi istri mu lebih lama lagi?”


Bersambung...


HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️


Instagram :@Kissky_muchu

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya.



__ADS_2