Jangan Salahkan Takdir

Jangan Salahkan Takdir
Bab 212 (Marah)


__ADS_3

“Hahahaha, kau benar-benar takut aku mendua?”


“Bukannya kita sudah punya pengalaman?” ucapan Beeve membuat suasana hati Andri jadi buruk. Ia pun melepas pelukannya dari Beeve dengan merapatkan kedua bibirnya.


Beeve yang sadar ia salah bicara malah ikut bungkam, dengan perlahan ia turun dari ranjang menuju meja riasnya.


Ia yang sibuk mengoles cream kecantikan di seluruh wajahnya sesekali melirik Andri yang wajahnya tanpa ekspresi.


Kenapa aku harus salah bicara sih, kalau begini kan urusannya jadi ribet, batin Beeve.


Setelah selesai Beeve pun kembali ke ranjang, Andri yang lelah, merebahkan tubuhnya, begitu pula dengan Beeve.


Kok jadi canggung sih? batin Beeve.


Ia yang tak ingin bersitegang dengan suaminya lama-lama pun memiliki ide.


“Akh... Aduh aduh... sakit...” Beeve meringis seraya menutup mata kanannya dengan tangannya.


“Kau kenapa sayang?” Andri yang khawatir menoleh pada Beeve seraya bangkit dari tidurnya.


“Ma-mata ku mas.”


“Mata mu kenapa?” Andri pun membantu Beeve bangkit dari tidurnya.


“Ada yang masuk.” ucap Beeve.


“Sini biar ku periksa.” lalu Beeve membuka mata kanannya, kemudian Andri pun sibuk mencek apa gerangan yang masuk ke mata istrinya.


“Mata mu bersih kok, apa debu yang masuk begitu halus?” gumam Andri.


Jarak wajah mereka yang sangat dekat, memudahkan Beeve untuk memberi satu kecupan di bibir seksi suaminya.


“Yang masuk itu dirimu mas, dari mata jatuh ke hati ku.” Andri mendengus karena Beeve mengerjainya.


“Enggak lucu!”


“Apa yang kau lakukan barusan lucu? Diam dengan wajah masam, mirip anak ABG yang lagi putus cinta, dan kau juga membohongi ku soal kerutan, huh! Dasar egois!” Beeve memancungkan bibirnya seraya bersedekap.


“Iya deh, aku yang salah, maafkan aku sayang.” ucap Andri dengan senyum kaku.


“Apa itu? Minta maaf harus dengan ikhlas dong mas, cium tangan, pipi dan bibir istri, masa begitu saja mas enggak paham sih?”


Kok jadi aku yang paling salah ya? batin Andri.


“Baiklah sayang, maafkan aku.” Andri pun melakukan sesuai perkataan Beeve, setelah itu Beeve memeluk erat tubuh suaminya.


“Aku cinta kau mas.” Beeve membalas kecupan Andri yang baru saja mendarat di bibirnya.

__ADS_1


“Aduh yang, jangan mulai lagi deh, kau lagi datang bulan.” Andri menutup matanya, agar tak termakan godaan Beeve yang eksotis.


Beeve dengan tawa lepas pun merebahkan tubuhnya kembali ke atas ranjang.


“Kalau begitu, ayo kita tidur mas,” ucap Beeve.


Lalu Andri dengan jantung berdebar merebahkan tubuhnya di selah Beeve dengan posisi miring membelakangi wanita penggoda yang membuat jantungnya hampir copot.


Beeve begitu bahagia bisa menghabiskan malam yang indah penuh sensasi bersama suaminya.


Kehidupan Andri dan Beeve kian hari makin lengket, keduanya juga sudah tulus memaafkan satu sama lain terkait masalah di masa lalu.


Suatu hari, Andri yang libur kerja menemani putrinya di rumah, sedangkan Beeve bekerja di restoran.


“Kemarin kau belajar apa nak?” tanya Andri pada Bia.


“Belajar mengenal huruf pa,” jawab Bia.


“Oh ya, apa kau sudah bisa sayang?”


“Sudah, tapi Bia belum hapal betul semuanya,” ungkap Bia.


Lalu Andri yang baik hati pun membuka buku pelajaran putrinya.


“Kalau yang ini huruf apa nak?” Andri menunjuk huruf A.


“Kalau yang itu A pa.”


“B.” jawab Bia, dari A sampai J Bia masih dapat mengenali hurufnya, untuk selanjutnya ia sudah mulai lupa, lalu Andri pun memberitahu nama huruf itu satu persatu pada putrinya.


Meski telah berulang-ulang Andri ajarkan, ternyata Bia susah menangkap, ia yang kehabisan kesabaran pun akhirnya mengeluarkan handphonenya.


Mencari pembelajaran yang mudah di yutub untuk putrinya.


“Kalau untuk pelajaran, pasti Beeve enggak marah.” gumam Andri. Kemudian ia pun menemukan metode pembelajaran dasar anak dengan bernyanyi.


“Ini nak.” Andri pun meletakkan handphonenya di meja belajar duduk Bia.


“Bukannya enggak boleh main handphone pa?” ucap Bia, mengingat perkataan ibunya.


“Kalau untuk pelajaran boleh sayang, tapi... jangan bilang-bilang sama mama ya, ini rahasia kita.” Bia pun menganggukkan kepalanya.


“Oke pa.” kemudian Andri memainkan video belajar sambil bermain yang ada di yutub.


Perlahan Bia pun mengikuti lagu A-Z yang ia tonton seraya menari.


Andri pun mengulang-ulang video tersebut, hingga Bia hapal dengan lagunya.

__ADS_1


Andri yang merasa jenuh dan lelah merebahkan tubuhnya di sofa, dan tanpa sadar pun ia tertidur.


Pengaturan pemutaran video di yutubnya ternyata otomatis berpindah ke video lain, hingga Bia yang tadinya belajar, kini menonton video petualangan hewan, Andri yang makin terlelap pun tak tahu jika putrinya telah menonton berbagai macam konten di handphonenya.


Pukul 17:00 sore, Beeve yang telah kembali masuk ke dalam rumah, ia yang telah berada di ruang tamu melihat suaminya tidur di atas sofa, sedang anaknya asyik menonton video.


Saat Beeve mendekat, ia pun di buat terkejut, karena Bia sedang asyik menonton film Tarzan yang para tokohnya memakai pakaian dengan bahan yang kurang lengkap.


Kemudian Beeve dengan sigap mematikan handphone suaminya.


“Apa Bia sudah belajar?” tanya Beeve.


“Sudah ma.” jawab Bia dengan sedikit takut.


“Ayo mandi, sudah sore sayang.” Beeve pun meletakkan handphone Andri di atas meja kaca, kemudian ia menuntun putrinya menuju kamar mandi yang ada di kamar Bia.


Setelah selesai, Beeve pun membawa Bia kembali ke ruang tamu, lalu menyalakan televisi dengan acara film kartun.


“Hei mas, bangun!” Beeve mencolek pipi suaminya.


“Humm... apa sih... masih ngantuk tahu!” ucap Andri dengan masih menutup mata.


“Ayo bangun.” Beeve pun menjewer telinga suaminya, hingga mata Andri terbuka segar.


“Sayang, kenapa membangunkan ku dengan kasar sih?!”


“Kalau dengan kelembutan mas Andri enggak mau bangun.” ucap Beeve.


“Iya deh.” lalu Andri pun bangkit dari duduknya menuju kamar.


Dan saat keduanya telah berada di dalam kamar, Beeve pun menunjukkan pada Andri apa saja yang putri mereka tonton.


Mata Andri pun membelalak tak percaya, sebab selain film Tarzan, putri kecil mereka juga menonton Belly Dance.


Ehm, tamat riwayat ku, pasti bakalan dapat amukan nih dari Beeve, batin Andri.


“Maafkan aku sayang, aku lengah.” Andri yang merasa bersalah sigap meminta maaf pada Beeve.


“Apa ku bilang, jangan di kasih main handphone, banyak tampilan enggak baik, dan Bia sudah nonton film Tarzannya selama 30 menit lebih, sudah pasti dia lihat adegan-adegan dewasa, gimana sih mas, enggak nurut banget di bilangin!” pekik Beeve.


“Maaf sayang, tadi aku hanya memutar video pengenalan huruf, tak ku sangka malah jadi begini.”


“Iya, niat mu bagus mas, tapi di awasi dong, mas kan tahu, pengaturan next video di handphone mu itu otomatis! Ih enggak ngerti banget sih ke khawatiran ku! Mas, walau pun Bia masih kecil, tapi penyimpanan otaknya itu kuat, apa yang ia lihat, itu akan ia contoh, dia belum tahu mana yang boleh dan enggak, aku enggak mau dia seperti ku, atau yang ada di berita-berita, masih kecil tapi sudah pacaran, bahkan nekat berbuat senonoh!”


“I-iya sayang, ini yang terakhir, aku enggak akan memberi Bia handphone lagi, tanpa seizin mu, tolong jangan marah lagi yang, aku mengaku salah.” ucap Andri seraya menggenggam tangan istrinya.


“Ya sudah kalau begitu, sana mandi dulu! Sudah mau Magrib nih!” Andri yang tak ingin dapat amukan bagian kedua pun bergegas menuju kamar mandi.

__ADS_1


Gila, Beeve seram banget kalau lagi marah, batin Andri.


...Bersambung......


__ADS_2