
Andri yang melihat kehadiran Emir tak jauh darinya pun menyapa.
“Kau sudah turun Mir?”
“Iya,” jawab Emir singkat.
“Ya sudah kami ke kamar dulu ya, kau jangan lupa sholat magrib,” ujar Andri.
“Iya,” ucap Emir seraya menuju tempat sholat.
“Oh iya mas, aku juga mau sholat, lagi pula tadi sudah adzan,” ucap Beeve.
“Ya sudah sayang, sholat lah, kau pakai lebih dulu kamar mandinya untuk wudhu,”
“Enggak usah mas, aku wudhu di kamar mandi yang ada di dapur saja, biar mas bisa kejar waktu sholat juga,” ujar Beeve.
“Baiklah,” Andri pun masuk ke dalam kamar, sedang Beeve beranjak ke kamar mandi dapur.
Setelah Beeve selesai mengambil wudhu, ia pun bergegas ke tempat sholat, yang letaknya ada di dekat kolam berenang.
Di sana sudah ada Emir yang tengah sholat, Beeve pun memakai mukenanya, dan mengambil posisi tempat di belakang Emir.
“Allahu Akbar,” Beeve dengan khusuk melaksanakan sholatnya, ia pun dengan fasih melafalkan setiap bacaan di setiap rakaatnya.
Emir yang telah selesai berdo'a melihat Beeve yang memakai mukena sedang duduk di antara dua sujud di rakaat ke 2 sholatnya.
Emir memandang lekat wajah Beeve untuk beberapa detik, sebelum ia beranjak dari sana.
Saat Emir hendak kembali ke ruang tamu, ia berpapasan dengan Andri.
“Sudah selesai sholatnya?” tanya Andri pada adiknya.
“Sudah,” jawab Emir dengan wajah sedikit masam, Andri di buat bingung akan ekspresi sang adik, namun Andri tak banyak pikir, karena ia harus mengejar waktu.
“Ya sudah, kalau begitu aku ke mushollah dulu ya," ucap Andri, dengan melangkah cepat.
Sesampainya ia ke mushollah, ia melihat istrinya sedang berdo'a, lalu Andri pun mengambil posisi di sebelah Beeve.
“Allahu Akbar!” dan ia memulai sholatnya dengan khusus, tanpa pikiran kemana-mana.
Sedang Beeve menadahkan tangan dan meminta pada yang maha kuasa dalam hatinya.
“Ya Allah, tolong bantu hamba menghadapi cobaan yang engkau beri, maafkan hamba karena sudah membohongi suami hamba, tolong ya Allah, bantu aku dalam melakukan rencana tentang kehamilan ku, agar mas Andri enggak tahu, kalau ini bukan anaknya, tolong ya Allah, dan apabila rencana yang telah ku susun tak berhasil, tolong luluh kan hati suami ku, agar memaafkan ku ya Robbi, aamiin aamiin ya Robbal Alamin,” Beeve mengusap wajahnya dengan kedua tangannya, selanjutnya ia membaca Al-Qur'an untuk menenangkan hatinya.
__ADS_1
Andri yang mendengar lantunan Al-Qur'an sang istri di rakaat ketiga shalatnya merasakan ketenangan batin, ia pun ingin segera menyelesaikan sholatnya, sebab ingin mencium kening sang istri sholeha nya.
“Assalamu'alaikum Warohmatulloh.” Andri menghadap sebelah kanan seraya membuka telapak tangan kanannya yang berada di atas lututnya.
“Assalamu'alaikum Warohmatulloh.” selanjutnya ia menghadap sebelah kiri, tanpa membuka telapak tangan kirinya, setelah itu ia mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
Sejenak ia melirik ke istri cantiknya, sebelum melanjutkan Zikir dan do'a, dan dalam do'a Andri meminta pada Allah.
“Ya Allah, jadikanlah pernikahan ku ini menjadi pernikahan yang sakinah mawadah warohmah, ya Allah, maafkan atas kesalahan hamba selama ini, karena telah menyakiti istri hamba, pada hal dia adalah wanita pilihan ku sendiri dari engkau meniupkan ruh pada ku dalam kandungan, dan kau pun telah merestuinya, tapi aku malah menyiksanya, hanya karena dia tak utuh pada ku, maafkan aku Ya Allah, dan kuatkan batin dan iman ku, agar selalu ada di sisi istri ku, dan berikanlah kami segera keturunan yang sholeh dan sholeha, yang hidup di jalan mu, dan berbakti kepada kedua orang tua, serta berguna bagi Nusa dan bangsa, aamiin aamiin ya Robbal Alamin,” setelah selesai berdo'a Andri mengusap kembali wajahnya dengan kedua tangannya.
Beeve yang telah selesai mengaji pun menutup Al-Qur'an yang ada di atas lehar (tempat Al-Qur'an dari kayu)
“Alhamdulilahi Robbil Alamin,” Beeve kembali meletakkan Al-Qur'an ke rak mini yang ada di sebelahnya.
“Kau baca surah apa sayang?” tanya Andri yang duduk bersila di hadapannya.
“Surah Yusuf mas,” jawab Beeve.
“Kalau begitu kita harus lebih sering tempur nih,”
“Hmmm? Apa hubungannya mas?”
Lalu Andri mengecup kening dan Bibir merah muda istrinya.
“Agar kau cepat isi, kelak kalau kau mengandung anak ku, perbanyak membaca surah itu sayang, agar wajahnya rupawan bagai bulan purnama,” ujar Andri, seraya mengecup bibir istrinya kembali.
“Ah, maaf sayang,” ucap Andri seraya mengulurkan tangannya pada Beeve, lalu Beeve pun menjabat tangan suaminya, dan mencium telapak tangannya.
“Kau cantik pakai mukena,” puji Andri yang tak henti memberi sorot mata kagum pada Beeve.
Beeve yang mendapat tatapan seperti itu menjadi grogi.
“Sudah ah mas, jangan melihat ku seperti itu,” Beeve yang malu segera membuka mukenanya.
“Kenapa harus malu, kitakan sudah suami istri, wajar saja kalau aku memperlihatkan isi hati ku pada mu.”
“Tapi kalau sejelas itu, aku kan jadi malu mas,” ucap Beeve dengan suara lembut, yang membuat Andri semakin jatuh cinta.
Setelah Beeve selesai merapikan seperangkat alat sholatnya, ia pun kembali duduk di hadapan suaminya.
“Mas,”
“Iya sayang?”
__ADS_1
“Kau masih ingat dengan sahabat ku yang datang di pernikahan kita?”
“Maksud mu Arinda?”
“Iya, kau masih ingat ya mas,” ucap Beeve.
“Masih, karena tadi pagi dia datang interview ke kantor,” ujar Andri.
“Nah, dia memberitahu ku mas, kalau dia lagi butuh pekerjaan, tolonglah mas, masukkan dia kerja, kasihan dia, sepertinya Arinda sedang butuh uang,” Beeve pun membujuk suaminya demi sahabatnya.
“Gimana ya sayang, kandidat yang satunya juga bagus, pengalamannya juga banyak dan lulusan S2, sedangkan Arinda hanya SMA, dan sekarang sedang kuliah,” terang Andri.
“Tapi mas, dia itu orangnya cerdas loh, bisa masalah administrasi pembukuan dan lainnya, ayolah mas, dia itu sahabat ku dari SMP, teman berbagi suka duka ku,”
“Hummmm....,” Andri menghela nafas, seraya menimbang permintaan istrinya.
“Maaass...,” Beeve memegang tangan Andri yang berada di atas lututnya
Suara manja Beeve meruntuhkan pendirian Andri, ia pun mencoba memberi kesempatan untuk Arinda.
“Baiklah sayang, ini karena kau, aku akan menerima kedua kandidat untuk di training selama 3 bulan, kalau memang Arinda dapat mengerjakan setiap pekerjaan yang di beri untuknya, walau yang satunya lebih unggul, aku akan menerimanya, tapi kalau tidak, aku enggak akan meng-improve dia, bagaimana? Kau setuju?” ucap Andri.
“Hehehe, aku setuju mas, terimakasih banyak ya mas!” seru Beeve dengan tawa bahagia.
“Tapi aku enggak mau gratis loh,”
“Maksud mas, Arinda harus bayar administrasi dulu baru di kasih kerja? Ih mas, dia itu mau kerja, bukan di kerjain, dia enggak boleh bayar 1 perak pun, karena yang namanya orang kerja ya dapat duit, bukan ngasih duit, mas kok jadi mirip calo sih?” Beeve agak jengkel pada suaminya.
“Bukan gitu sayang, kau ini belum mendengar penjelasan ku, maksud ku ini enggak gratis, karena aku ingin kau membayarnya dengan melayani ku lebih agresif di ranjang,” ucap Andri menggoda Beeve.
“Ah, mas ini, kalau masalah itu sih, sudah kewajiban ku, apapun yang kau mau mas, akan ku lakukan, karena aku adalah milik mu seutuhnya,” ujar Beeve.
Dan kerelaan Beeve membuat hati Andri semakin meleleh.
Aku harus segera mengikat dia dengan anak, agar ia tak bisa pergi kemana pun lagi, batin Andri.
Bersambung..
...HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️...
...Instagram :@Kissky_muchu...
...Jangan lupa mampir ke karya author keren di bawah ini ya....
__ADS_1