Jangan Salahkan Takdir

Jangan Salahkan Takdir
Bab 209 (Gagal)


__ADS_3

“Biasa saja Helena.” ucap Emir singkat.


Kalau memang dia jodoh ku, mau bagaimana pun takkan bisa menghindar, dan alasan ku tak marah pada mu, karena mengingat Beeve, yang nasibnya sama dengan mu, batin Emir.


Tak terasa mereka pun telah sampai di rumah Helena, “Bang, turun dulu yuk, akan ku buat kopi 1 teko untuk mu,” ucap Helena.


“Lain kali saja, lagi pula ini sudah larut malam.” ujar Emir.


“Baiklah, aku masuk ya bang, abang hati-hati di jalan, jaga mata jaga hati, karena aku telah ada disini,” terang Helena dengan senyum cerianya.


“Iya, masuklah!”


Setelah memberi gombalan terakhir sebelum berpisah, Helena pun masuk ke dalam rumahnya.


“Kau baru pulang Helen?” sapa Gurun.


“Iya pa, maaf kalau terlalu larut, hehehe,” Helena tertawa lebar.


“Kau jangan sering-sering begini, apa lagi kau akan menikah, nanti calon suami mu jadi ilfeel melihat mu,” terang Gurun


“Aku barusan keluar dengan bang Emir kok pa,” ucap Helena.


“Biar pun dengannya, kau tetap harus menjaga harga dirimu, jangan kelihatan liar.” Gurun menasehati putri semata wayangnya.


“Oke pa.” setelah sedikit berbincang dengan Gurun, Helena kembali ke kamarnya dengan hati berbunga-bunga.


Enggak ku sangka, bang Emir berjiwa besar, dia mau menerima ku apa adanya, batin Helena.


“Ternyata kesabaran ku berbuah manis, dan penilaian mama enggak salah dia, ternyata lelaki cuek itu lebih berkelas dari pada yang ramah tamah di luar,” gumam Helena.


Helena yang pernah jadi korban di tinggal nikah setelah di rusak oleh sang kekasih pun membuat ia lebih selektif dalam memilih pasangan.


Rahma sendiri rupanya sudah memperkenalkan Emir pada dirinya dari 6 bulan yang lalu, sebelum pertemuan pertama mereka terjadi.


Setelah tahu Emir tak memiliki mantan dan juga dingin terhadap wanita, membuat seorang Helena tertarik dan bertekad menjadikannya suami.


“Terimakasih bang Emir, aku janji, akan membayar kebaikan mu, dengan kesetiaan tiada batas dariku.” Helena yang bahagia membuka poto sang calon suami dari media sosialnya.


“Ya Allah, tampan sekali ciptaan mu yang satu ini!” Helena pun mengecup photo Emir yang teramat tampan dari layar handphonenya berulang kali.


__________________________________________


Beeve yang baru selesai mandi telah di tunggu oleh Andri di atas ranjang.


“Mas, kenapa kau enggak pakai baju?” tanya Beeve pura-pura lupa dengan rencana mereka.


“Gimana sih yang? Malam inikan kitakan mau reunian, setelah 4 tahun tak berjumpa satu sama lain,” ujar Andri.


“Pffff... lucu deh!” ucap Beeve seraya mengenakan piyamanya.


“Enggak usah pakai bajulah yang.” Andri pun merentangkan kedua tangannya lebar-lebar.


“Cepat kemari, biar aku gigit!” Andri yang nakal mengedipkan sebelah matanya pada istrinya yang cantik dan menggoda.

__ADS_1


Lalu Beeve dengan malu-malu kucing menuju sang suami yang bergaya seksi di atas ranjang.


“Tapi gigitnya pelan-pelan ya mas.” Beeve pun memeluk tubuh suaminya dengan erat.


“Siap sayang!” selanjutnya Andri mengecup lembut bibir merah merona wanita yang ia cintai itu, Beeve juga tak mau kalah, ia pun membalas setiap sapuan hangat yang suaminya lalukan dalam indera pengecapnya.


“Sudah lama ya,” ucap Andri.


“Lama banget mas,” sahut Beeve.


Lalu Andri pun melucuti piyama yang membalut tubuh istrinya. Setelah semua terlepas, Andri baru melihat dengan jelas lekuk indah tubuh sang primadona ranjang yang ia rindukan.


“Tak ada yang berubah.” gumam Andri seraya mengecup perut kencang dan berotot milik istrinya.


Beeve pun memejamkan mata, menikmati sensasi mendebarkan di setiap sentuhan hangat suaminya.


“Katakan sesuatu sayang.” ucap Andri seraya mengecup kening mulus Beeve.


“Apa mas?”


“Apa pun.”


“Lakukan seperti dulu.” suara Beeve yang lembut membuat Andri bergairah.


Ia pun kembali bergerilya di tubuh gemulai istri cantiknya, tak lupa ia memberi menggelitik buncis sensasional milik istrinya, yang membuat wanita cantik itu mabuk akan kenikmatan.


Saat Andri bersiap ingin menerobos masuk ke dalam pengadukan mixer cinta, tiba-tiba larva hangat keluar dari terowongan semut Beeve.


Andri mengernyit, karena sejalan dengan cairan larva yang keluar ada paduan warna merah pekat bercampur gumpalan kecil yang kini menempel di sprei biru muda ranjang hangat mereka.


“Ada apa mas? Jangan kebanyakan intro akh! Lagi enak-enaknya nih!” Beeve merasa kesal karena lagi-lagi Andri menggantungnya.


“Ini yang merah-merah apa yang? Kau enggak lagi datang bulan kan?” Beeve yang penasaran pun bangkit dari tidurnya.


“Mana mas?”


“Ini.” Andri menunjukkan bekas merah yang ada pada sprei.


Lalu Beeve menepuk keningnya, “Astaga mas!”


“Ada apa sayang?” tanya Andri dengan wajah bingung.


“Aku haid.” jawab Beeve dengan wajah sedih bercampur cemberut.


“Ya ampun, berarti kita enggak bisa tanam benih sekarang dong sayang??” Andri yang juga menunggu momen indah itu sejak lama malah lemas.


“Sudah jelaskan mas, ini salah mu sih! Kemarin-kemarin pas aku lagi lenggang, mas malah main-main, php! Ih bikin emosi!” Beeve yang sudah lama menahan hasratnya jadi marah-marah tak jelas pada suaminya.


Melihat suasana hati istrinya yang buruk karena gagal bercinta membuat Andri tertawa cekikikan.


“Hahaha... sabar sayang, masih bisa setelah kau bersih kan? Bukannya itu lebih bagus? Karena kita akan lakukan di masa subur mu,” terang Andri.


Beeve pun mengelus dadanya, “Iya mas, maafkan aku ya, karena sudah memarahi mu.” Beeve memeluk Andri yang akhir-akhir ini sering kena amukannya.

__ADS_1


“Iya sayang, maafkan aku juga ya, enggak bisa menuntaskan hajat kita.” Andri pun memberi satu kecupan di puncak kepala istrinya.


“Iya mas, kalau begitu aku bersih-bersih ya mas.” ketika Beeve akan turun dari ranjang, Andri menahan tangannya.


“Yang datang bulan kau, bukan aku.”


“Ha? Maksudnya mas?”


“Ayo, nyanyian 12 lagu, baru kita sama-sama ke kamar mandi.” ujar Andri yang ingin mendapat pijatan hangat dari Beeve.


“Ih? Mas Andri genit!!!” Andri yang tak sabaran menuntun tangan istrinya pada si Joni yang telah siap siaga.


“Genit pada istri sendiri itu pahala sayang!!” ucap Andri.


Pagi harinya, Andri yang akan berangkat ke kantor di antar oleh Beeve sampai ke pintu.


“Hati-hati ya mas.” ucap Beeve kemudian ia mencium punggung tangan suaminya.


“Iya sayang, jangan lupa jemput Bia ya, aku sangat rindu, lagi pula kau kan sudah sembuh sayang.” lalu Andri mengecup kening dan bibir istrinya.


“Iya mas, nanti akan ku jemput, lagi pula hari ini dia sekolah,” ujar Beeve.


“Baiklah sayang, aku pamit, assalamu'alaikum.”


“Walaikumsalam mas.” Beeve melambaikan tangannya pada sang suami tercinta.


Setelah mobil Andri pergi jauh, Beeve kembali ke dalam rumah, selanjutnya bersiap-siap menuju PAUD untuk menjemput putrinya pulang sekolah.


Ia pun berangkat dengan mengendarai mobil pribadinya. Sesampainya Beeve ke PAUD, ternyata pembelajaran di kelas Bia telah selesai.


Bia yang melihat kehadiran ibunya pun langsung berlari menghampiri.


“Mama!!!”


“Eh sayang.” Beeve berjongkok, lalu memeluk putrinya.


“Papa mana ma?” tanya Bia yang ternyata juga rindu Andri.


“Papa kerja sayang.” ucap Beeve kemudian menggenggam tangan putrinya menuju mobil.


“Oh, malam ini kita tidur di rumah nenek dong ma.” kebaikan keluarga Andri membuat Bia nyaman berada di rumah nenek sambungnya.


“Lain kali saja sayang, lagi pula besok Bia masih sekolah, kalau berangkat dari rumah nenek itu kejauhan, nanti Bia bisa terlambat ke sekolah, kasihan nenek dan kakek juga kalau harus mengantar Bia dengan jarak yang jauh,” terang Beeve.


“Ya sudah ma, berarti kita ke rumah nenek di hari minggu saja ya ma.” pinta Bia dengan semangat.


“Iya sayang, Insya Allah ya nak.” Beeve dan Bia yang telah berada dalam mobil segera meluncur membelah jalan raya menuju restoran.


Sesampainya mereka di tujuan, Beeve melihat perkembangan pembangunan restorannya telah mencapai 95%, ia juga merasa puas dengan hasil bangunannya.


“Wah! Ide mas Andri benar-benar keren, restoran ku berubah jadi luar biasa,” gumam Beeve.


“Bukannya ini restoran Bia ma?” ucap si kecil yang ingat jika Beeve mengatakan itu miliknya.

__ADS_1


“Iya sayang, ini milik mu, milik kita bersama.” ujar Beeve, kemudian ibu dan anak keluar dari dalam mobil, untuk memantau lebih dekat.


...Bersambung......


__ADS_2