
Julian benar-benar tak dapat menegakkan kepala di hadapan iparnya. Dan dengan perasaan terpaksa ia duduk di sebelah Andri.
Lalu Andri yang belum memberitahu orang tuanya, mengambil handphonenya dari dalam sakunya.
📲 “Assalamu'alaikum bu,” Andri.
📲 “Wa'alaikum salam, ada apa nak? Tumben kau telpon malam-malam begini?” Rahma.
📲 “Ibu dan ayah segera datang ke rumah orang tua Beeve sekarang,” Andri.
📲 “Kenapa? Semua baik-baik saja kan nak?” Rahma.
📲 “Datang dulu, baru Andri jelaskan,” Andri.
📲 “Baiklah kalau begitu, tapi ini enggak aneh-aneh kan nak?” Rahma.
📲 “Disini akan ku jelaskan semuanya, jadi bergegaslah bu,” Andri.
📲 “Ya sudah kalau begitu, Assalamu'alaikum,” Rahma.
📲 “Wa'alaikum salam salam bu,” Andri.
Atas desakan putranya, Rahma pun memberitahukan pada sang suami.
“Yah, Andri meminta kita untuk datang ke rumah mas Erdogan,” ucap Rahma.
“Malam-malam begini?”
“Iya yah, ayo kita bergegas.” ujar Rahma seraya bangkit dari ranjang.
“Anak itu enggak tau waktu banget, ada apa lagi sih ini!” ucap Yudi dengan perasaan dongkol.
“Aku juga enggak tahu yah, Andri enggak menjelaskan sama sekali pada ku.” terang Rahma pada suaminya.
“Awas saja kalau sampai dia buat ulah lagi, ku pecahkan kepalanya.” pekik Yudi yang masih menyimpan kesal pada Andri dan menantu keduanya.
“Mudah-mudahan saja bukan masalah yang ingin dia katakan pada kita nanti,” ucap Rahma.
Setelah selesai bersiap-siap, Rahma dan Yudi pun berangkat menuju Rumah Erdogan.
Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya Rahma dan Yudi tiba di rumah orang tua Beeve.
“Assalamu'alaikum,” ucap Rahma dan Yudi.
“Wa'alaikum salam,” jawab Andri.
Julian yang teramat malu hanya menundukkan kepala, ketika om dam tantenya datang.
“Ada apa sih Ndri, malam-malam minta kita datang kesini?” tanya Rahma.
__ADS_1
“Ibu dan ayah silahkan duduk dulu, pasti cape kan?” ujar Andri.
“Heh! Jangan kebanyakan intro kau anak nakal.” pekik Rahma, lalu Rahma melirik ke sana kemari.
“Beeve mana?” tanya Rahma.
“Dia ku tinggalkan di rumah mantan pacarnya.” jawab Andri, yang membuat Rahma dan Yudi melihat satu sama lain.
“Apa maksud mu Ndri?!” tanya Yudi yang tak paham sama sekali akan ucapan anaknya.
“Dia ku kembalikan ke tempat seharusnya ia berada,” terang Andri.
“Anak ini bicara apa sih! Julian, mas Erdogan dan mbak Jane ada dimana?” tanya Rahma pada keponakannya.
Julian dengan memainkan tangannya menjawab, “Belum pulang tan, kami juga dari tadi sedang menunggu.” keringat dingin Julian mengucur menahan malu.
“Entahlah, ayah dan ibu mertua ku ada dimana, dari tadi enggak sampai-sampai,” ucap Andri.
“Anak ini, coba jelaskan apa yang kau bicarakan tadi!” pekik Rahma.
“Aku, mengumpulkan kalian di rumah ini, untuk memulangkan Beeve dengan cara baik-baik," terang Andri tanpa ragu.
“Apa?!!” mata Rahma dan Yudi membelalak, mereka syok setengah pingsan akan pengakuan Andri.
Rahma yang tak terima menantu kesayangan sekaligus keponakannya di pulangkan dengan tiba-tiba menampar wajah anaknya.
“Biadap! Teganya kau melakukan itu pada Beeve! Apa ini karena perempuan itu?! Hah!” pekik Rahma.
Perempuan itu? batin Julian.
“Tenang bu.” Yudi memeluk istrinya yang gemetaran, “Jadi ini kau lakukan demi dia? Perempuan murahan yang sudah merusak rumah tangga mu?” tanya Yudi.
“Perempuan? Maksudnya bagaiman om?” Julian penasaran akan sosok yang keluarga Andri bicarakan.
“Sebelumnya om dan tante memohon maaf atas kegagalan kami dalam mendidik anak ini, dengan sangat menyesal om akan jujur pada mu Jul, kalau Andri sudah menikah siri bersama wanita bernama Arinda.” terang Yudi dengan rasa tak enak.
“Hah?! Apa?!” Julian mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
“Arinda?” rasa kecewa Julian begitu mendalam, tapi ia tak tahu harus menyalahkan siapa.
“Betul, om benar-benar minta maaf Jul, om dan tante bersalah, karena telah menyaksikan pernikahan mereka,” terang Yudi.
“Ayah dan ibu enggak perlu merasa terbebani akan masalah ku,” ucap Andri.
“Andri!!! Dimana nurani mu! Ayah dan ibu enggak pernah mengajari mu untuk tak sopan dan bertingkah buruk begini!” hardik Yudi.
“Ayah! Kalian pikir aku ingin menceraikan Beeve karena Arinda? Salah... salah besar, bukan karena itu.”
“Stop berucap kata terlarang itu Ndri!!! Lalu apa?! Jangan berkilah lagi! Sekali salah ya tetap salah kau!” Yudi benar-benar terbakar emosi karena Andri.
__ADS_1
“Andri ingin menceraikan Beeve, karena anak yang dia kandung, bukan anak Andri! Dia menikah dengan ku sudah dalam keadaan mengandung ayah, ibu!!” akhirnya Andri mengatakan kebenaran yang Beeve simpan selama ini.
Rahma dan Yudi terperangah, berita ini sungguh mengejutkan mereka secara lahir dan batin.
“Drama apa lagi yang kau mainkan nak?” tanya Rahma dengan mata berkaca-kaca.
“Keji sekali kau, memfitnah Beeve hanya karena ingin bersama pelakor itu.” ucap Yudi yang tak percaya akan perkataan Andri sama sekali.
“Aku enggak fitnah!” lalu Andri melempar hasil USG Beeve ke atas meja.
“Coba kalian lihat hasil USG ini! Seharusnya dia baru mengandung 13 minggu saat ini, kalau itu memang anak ku, tapi! Dokter mengatakan usia kandungannl Beeve sudah 23 minggu! Bahkan jalan 24 minggu! Bagaimana bisa? Aku enggak asal bicara, dia juga sudah mengakuinya. Yang aku enggak habis pikir, seluruh keluarganya ikut serta dalam menyembunyikan kehamilannya! Karena mantan pacarnya enggak mau tanggung jawab, karena itu mereka semua menjebak ku! Apa ibu dan ayah enggak curiga, saat Beeve di jodohkan secara dadakan pada ku?! Mengecewakannya lagi, aku mengetahuinya dari Arinda! Akhh!! Astaga!” Andri menggila mengingat kebohongan Beeve.
Rahma yang tak dapat menerima kenyataan yang ada seketika jadi lemas.
“Yah, kenapa ini bisa terjadi?” Rahma memeluk erat suaminya.
Yudi yang mendengar pun tak luput dari rasa kecewa, atas tindakan keluarga Beeve.
“Jul, kau jawab dengan jujur, apa benar yang di katakan Andri barusan? Tolong, jangan ada dusta,” ucap Yudi.
Julian yang tak ingin menanggung dosa lebih besar lagi, menganggukkan kepalanya.
“Be-benar om.”
Rahma menangis sesungukan, ia yang begitu menyayangi Beeve sedari kecil tak mengira, bahwa ia akan di tipu secara mentah-mentah.
“Ya Allah, kenapa kalian begitu tega membohongi kami Jul? Hiks...” perasaan Rahma begitu campur aduk, belum sembuh luka hatinya karena Andri menikah lagi, kini datang masalah Beeve yang hamil anak orang lain.
“Maafkan kami om, kami salah.” hanya kata itu yang dapat Julian ucapkan.
Ketika ketegangan itu masih berlangsung tiba-tiba Julian mendapatkan panggilan telepon dari nomor yang tak di kenal.
📲 “Halo?” Julian.
📲 “Halo, apa benar ini dengan keluarganya pak Erdogan?” tanya seorang wanita dari balik telepon.
📲 “Iya betul, saya bicara dengan siapa ya sekarang?” Julian.
📲 “Saya Pinkan, dari pihak kepolisian ingin memberitahukan pak Julian, bahwasanya telah terjadi kecelakaan tunggal yang di alami oleh pak Erdogan dan bu Jane di tol XX, karena menabrak pembatas jalan,” Pinkan.
📲 “Apa? Bagaimana keadaan mereka sekarang bu?” Julian.
📲 “Mohon maaf, dengan sangat menyesal saya beritahukan, pak Erdogan menghembuskan nafas terakhirnya di tempat, sedangkan bu Jane, setalah memberikan nomor telepon bapak, langsung tak sadarkan diri, sekarang keduanya telah di bawa oleh ambulance menuju rumah sakit SM, mohon kiranya untuk segera menyusul, terimaksih banyak pak,” Pinkan.
“Ya Robbi!!!” Julian berteriak kencang.
...Bersambung......
...HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️...
__ADS_1