
Setelah itu, Beeve pun melepas pelukannya, dan menerima black cart pemberian sang suami.
Kemudian Beeve keluar dari dalam mobil, “Hati-hati mas,” Beeve melambaikan tangannya pada sang suami.
Lalu sebelum melaju, Andri menekan klakson mobil 2 kali.
Tin tin!
“Sampai bertemu di rumah sayang ku,” setelah mobil Andri luput dari pandangannya, Beeve mulai memasuki area kampus.
“Bagus juga kampusnya,” batin Beeve.
Beeve sangat terpanah melihat area kampus yang begitu asri, meski bernuansa modern, tapi masih banyak pohon-pohon menjulang tinggi dan juga taman rumput hijau mengelilingi kampus tersebut.
“Hah... karena daftarnya dadakan, aku jadi enggak tahu mau ambil jurusan apa,” gumam Beeve.
Ia yang lelah pun segera menuju sebuah kursi berbahan besi, tepatnya di bawah pohon rindang yang ada di taman kampus.
“Hah...,” Beeve menghirup dalam-dalam udara pagi yang begitu menyegarkan, dan suara kicauan burung gereja juga terdengar dimana-mana membuat hatinya sangat tentram.
“Persis seperti di desa,” gumam Beeve.
krekk.....
Tiba-tiba terdengar bunyi suara kaki yang menginjak ranting.
Sontak Beeve melihat ke sumber suara, “Kau!” alangkah terkejutnya Beeve saat melihat pria yang sudah membuangnya berdiri tepat di belakang ia duduk.
“Harusnya kau bilang hai, apa kabar, bukan kau,” ucap Cristian seraya tersenyum getir.
Perasaan bahagia dan tenang Beeve seketika menjadi sirna, saat Cristian menampakkan diri di hadapannya, terlebih pria bejat itu mulai berjalan mendekatinya.
“Mau apa lagi kau!” pekik Beeve.
“Harusnya aku yang berkata begitu, apa mau mu!” Pekik Cristian kembali.
“Mau ku?” Beeve mengernyit.
“Iya, apa kau membuntuti ku selama ini? Atau kau mencari tahu tentang ku?” ucap Cristian.
“Kau ngomong apa sih?” Beeve tersenyum geli melihat kepercayaan diri Cristian.
“Sudahlah Bee, kau mengaku saja, kalau kau enggak bisa melupakan ku, pada hal sudah ku katakan pada mu satu bulan yang lalu, jangan menampakkan diri di hadapan ku lagi, dan jangan ganggu hidup ku!” Cristian yang dendam pada Beeve memberi tatapan mata tajam.
“Bukannya kau yang menampakkan diri di hadapan ku?! Aku juga enggak mau bertemu kau lagi! Aku jijik! Aku benci pada mu! Laki-laki banci enggak bertanggung jawab, pergi sana! Jangan ganggu hidup ku lagi!” Hardik Beeve.
__ADS_1
“Ahahahaha, siapa yang mengganggu hidup mu?! aku juga jijik melihat wanita murahan seperti mu,” ucap Cristian.
“Kalau kau memang jijik, pergilah dari hadapan ku sekarang juga, anggap kita enggak saling kenal, karena aku sudah lama membuang mu dari hidup ku,” ujar Beeve.
“Apa?” Cristian tak menyangka kalau Beeve melupakannya dengan begitu mudah.
Lalu Beeve berdiri dari duduknya, “Iya, aku sudah melupakan mu, sejak kau memutuskan hubungan dengan ku, dan jangan khawatir kalau aku akan mengganggu mu, karena itu enggak akan pernah terjadi, karena apa? Karena aku sudah mendapatkan seseorang yang menerima ku apa adanya, menjadikan ku istri, dan menutup aib ku, bukan seperti mu! Setelah menodai ku, malah menghina ku, sudah lah, kalau kau enggak pergi, aku saja yang pergi, lama-lama aku mau muntah melihat wajah mu!” hardik Beeve.
Cristian yang mendapat respon tak terduga dari sang mantan pun menjadi gusar, ia tak terima bila Beeve akhirnya bahagia.
Saat Beeve ingin melewatinya, Cristian mencengkram lengan Beeve dengan kuat.
“Apa dia juga menerima anak haram mu itu?” tanya Cristian dengan raut wajah kesal.
Beeve dengan tenang menjawab, “Tentu saja, katanya, meski pun aku hamil, itu takkan mengubah rasa cintanya pada ku, karena yang ia cintai itu hati ku, bukan tubuh ku! Itulah bedanya kau dengannya.” setelah mengatakan hal itu, Beeve mencoba melepaskan cengkraman Cristian, naum Cristian tak mau melepaskannya.
“Benarkah?” Cristian yang di bakar api cemburu, mendekap tubuh Beeve.
“Lepaskan aku brengse*k!” Beeve meronta-rontakan tubuhnya dari dekapan Cristian, namun tenaga sang mantan lebih unggul darinya.
“Diam kau!” ucap Cristian mengunci pergerakan Beeve, selanjutnya ia mengecup bibir Beeve yang sedari tadi berkata pedas padanya.
“Akh!! Ja-jangan! Hupp!!” Cristian yang hatinya di kuasai oleh setan pun tak memberi celah untuk Beeve bernafas, suasana taman kampus yang begitu sepi membuat Cristian leluasa meneruskan perbuatan tercelanya.
“Ya Tuhan tolong aku!!! Baru saja aku berjanji setia pada suami ku, kalau ada yang melihat kami begini bagaimana?” Beeve yang ketakutan pun menangis dalam pelukan Cristian.
Melihat air mata Beeve Cristian seakan puas, lalu ia menghentikan penyesapa* yang ia lakukan di bibir Beeve.
“Nah, begitu dong, ini baru dirimu,” ucap Cristian tersenyum sinis.
“Biadap! Lepaskan aku!” hardik Beeve.
“Oke oke, aku akan melepaskan mu, lagi pula aku mencium mu hanya ingin membuat mu menangis dan menderita, bukan karena aku masih mencintai mu! Hahaha!” Cristian yang berhati iblis pun melepaskan Beeve dari pelukannya.
“Dasar brengse*k! Laki-laki enggak berguna!”
“Kenapa? Kau marah? Ya sudah, laporkan saja pada suami mu, atau pada polisi, katakan kalau aku melecehkan mu! Hahaha, tapi aku yakin kau enggak akan melakukannya,”
Beeve yang sudah muak pun, memutuskan beranjak dari hadapan Cristian.
“Cowok sinting cuih!” Beeve meludah di hadapan Cristian.
“Halah, ck, dasar pelacu*,” ucap Cristian.
Beeve yang tak ingin membuat urusan panjang dengan Cristian pun berjalan cepat menuju gedung kampus.
__ADS_1
“Kau enggak boleh semudah itu Bee melupakan ku, dan jangan harap kau bisa bahagia di bawah penderitaan ku, nyawa ayah ku, harus di tukar dengan kebahagiaan mu!” gumam Cristian dalam hatinya.
Sementara Beeve yang berjalan setengah berlari hampir terjatuh ketika mendekati gedung kampus.
“Hiks...., sial banget sih hidup ku,” gumam Beeve.
Ia yang masih berderai air mata, mengambil kaca dan tisu dari dalam tasnya, lalu ia menyeka air matanya.
Ia juga merapikan rambutnya yang berantakan dengan sisir.
Setelah itu, ia menyimpan kembali barang-barangnya ke dalam tas.
Lalu ia berjalan mencari keramaian, saat ia tengah menyusuri sebuah koridor, tiba-tiba handphonenya yang ada dalam tas berdering.
Saat di periksa, ternyata itu panggilan dari Emir.
📲 “Assalamu'alaikum, halo Mir?” Beeve.
📲 “Wa'alaikumsalam, kau dimana Bee?” Emir.
📲 “ Aku ada di koridor,” Beeve.
📲 “Sharelok, aku kan kesana,” Emir.
📲 “Baiklah,” Beeve.
Setelah mematikan sambungan telepon, Beeve mengirim lokasinya berada pada Emir lewat pesan WhatsApp.
Dan setelah menunggu selama 15 menit, akhirnya Emir sampai juga ke tempat Beeve berada.
“Bee,” ucap Emir.
Lalu Beeve yang melihat-lihat lukisan yang tergantung di dinding pun menoleh pada Emir.
“Kau sudah sampai Mir?” ucap Beeve tersenyum kecil.
...Bersambung......
...HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, KARENA 1 KONTRIBUSI DARI MU ADALAH PENYEMANGAT BESAR UNTUK AUTHOR, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️...
...Instagram :@Kissky_muchu...
...Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya....
__ADS_1