
Beeve pun melirik tajam ke arah piring suaminya.
Perempuan lapuk dan cabe rawit sekarang enggak ada malu, adab dan juga rasa segan, bisa-bisanya dia berbuat begitu di hadapan ku, batin Beeve
“Terimaksih banyak ya Lea.” Lalu Andri memotong kue itu dengan pisau pemotong makanan, selanjutnya ia pun menyendoknya dengan garpu.
“Kata Lea enak, coba dulu sayang mana tahu kau suka,” ucap Andri.
Lalu Beeve dengan senyum getirnya membuka mulutnya lebar-lebar, memakan lahap roti pemberian Lea.
“Enak mas?! Aku suka!” Beeve sangat antusias dengan rasa kue bakar yang kafe itu sajikan.
“Ya sudah, kalau begitu semua untuk mu saja, enggak apa-apakan Lea?” tanya Andri seraya menoleh ke Lea yang ada di sebelahnya.
“Ah, iya enggak apa-apa, kau masih mau Bee?” ucap Lea dengan perasaan cemburu.
“Boleh bu,” ujar Beeve.
Lea pun memutar mata malas, ia benar-benar makin marah dan penasaran pada mantannya yang kini sangat hangat pada wanita, pada hal sebelumnya tidak.
Pukul 22:00 malam, Andri dan Beeve pun memutuskan untuk pulang terlebih dahulu.
“Kita duluan ya, acaranya sangat menyenangkan, untuk itu, sebagai rasa syukur atas kehamilan istri ku, maka acara reunian malam ini, aku yang akan membayar semuanya, kalian kalau masih ingin sesuatu katakan saja, aku yang traktir, kebetulan pemilik kafe ini adalah kenalan ku,” terang Andri.
Semua bersorak gembira akan kemurahan hati Andri, sedangkan Lea makin hilang harga diri, karena lagi-lagi ia merasa tersingkirkan 3 kali dalam satu malam.
Sesampainya ke dalam mobil, Andri melihat senyum lepas di bibir istrinya.
“Pasti puas banget ya,” ucap Andri seraya memasang sabuk pengamannya.
“Apa sih mas?” Beeve melirik Andri dengan mengangkat sebelah alisnya.
“Sudahlah, enggak usah di bahas lagi, kau senang saja, itu sudah cukup.” selanjutnya Andri pun menyalakan mesin mobil meluncur menuju kediaman orang tuanya.
Keesokan harinya, Helena yang sedang bekerja di ruang poli gigi kedatangan pasien wanita cantik dan juga seksi.
“Selamat siang kak Yezi, silahkan tiduran di ranjang.” ucap Helena pada pasiennya yang baru datang.
“Terimakasih dokter Helena,” sahut Yezi.
Helena dan asistennya pun mulai membersihkan setiap sela-sela dan sudut gigi Yezi sampai bersih dengan cepat.
“Kak Yezi, bersihkan karang giginya cukup 2 kali setahun saja ya.” ucap Helena, karena gigi Yezi hanya kotor karena sisa makanan saja.
“Iya saya tahu, tapi saya sudah 4 tahun enggak periksa karang gigi,” ujar Yezi.
“Oh, benarkah? berarti kakak rajin sikat gigi ya, bagus banget sih kalau begitu.” Helena senang, karena ada pasien yang begitu peduli akan kesehatan gigi dan mulutnya.
“Tentu dok, ngomong-ngomong, wajah dokter cantik banget, pakai skin care apa dok? Bagi resep dong?” punya Yezi.
“Apa?” Helena menyentuh wajahnya.
“Iya, saya pertama kali lihat wajah dokter langsung takjub.” Yezi terus memuji Helena.
__ADS_1
“Aku selalu rutin perawatan kulit wajah dan seluruh tubuh ke klinik Ina, langganan ku sejak masih gadis,” Helena memberitahu klinik tempat ia memanjakan diri.
“Itu dimana dok?” tanya Yezi.
“Di jalan Tuan Gibran no 05,” jawab Helena.
“Aku ingin sekali kesana, tapi enggak tahu jalan, maklumlah, aku baru kembali dari luar negeri, kalau dokter bersedia dan berkenan, apa boleh aku ikut kesana, sekali saja bersama dokter, sesuaikan jadwal dokter saja kapan bisanya.”
Helena agak risih dengan Yezi yang sok akrab dengannya pada hal baru pertama kali bertemu, namun karena tak enak, ia pun berkata.
“Baiklah, Sabtu depan aku mau kesana jam 13:00 siang, kalau kau mau, kita ketemu disana saja, akan ku share lokasinya,” ujar Helena.
“Mau dok, kalau begitu, aku minta kontak pribadi dokter ya, agar lebih mudah untuk berkomunikasi,” pinta Yezi.
“Oke.” Helena pun memberikan nomornya pada Yezi begitu saja.
“Terimakasih banyak ya dok, sampai ketemu lagi, semoga pekerjaan dokter lancar!”
“Terimakasih banyak kak Yezi,” ujar Helena.
Setelah Yezi pergi, Angel sang asisten pun mencolek bahu Helena.
“Dok, kok mudah banget kasih nomor sendiri pada orang yang baru pertama kali kenal? Sudah begitu janjian mau ke klinik lagi, hati-hati loh dok, banyak manusia modus sekarang, pura-pura baik, nyatanya ada maksud tertentu.” Angel mengingatkan bahaya baru mengenal orang baru pada Helena.
“Iya juga sih, tapi enggak apa-apalah, toh sesama wanita juga, sepertinya dia juga baik, kalau memang orang jahat, tinggal di jauhi,” terang Helena.
“Ya memang harus begitu, hati-hati saja ya dok.”
________________________________________
“Aku akan balas dendam melalui Helena, tak bisa ku biarkan orang-orang yang menyakiti ku bahagia begitu saja,” gumam Yezi.
___________________________________________
Sore harinya, Andri yang masih berada di kantor mendapat panggilan telepon dari Lea.
“Mau bilang apa ya dia?” gumam Andri. Karena takut itu soal pekerjaan, Andri pun mengangkatnya.
📲 “Halo Lea, ada perlu apa menelepon?” Andri.
📲 “Ya ampun Ndri, aku belum sempat basa-basi kau sudah pada intinya,” Lea.
📲 “Maaf ya, karena aku sangat sibuk,” Andri.
📲 “Oh, begitu... begini Ndri maksud ku menelepon mu untuk mengundang mu makan malam dengan rekan yang lain, sebab penjualan product di hari pertama kita melebihi target di pasaran,” Lea.
📲 “Oh ya?” Andri.
📲 “Iya, kau bekuk lihat laporannya?” Lea.
📲 “Belum, karena aku mengerjakan laporan penting tadi,” Andri.
📲 “Jadi bagaimana? Kau bisa ikutkan? Masa kau mau absen? Inikan keberhasilan kita bersama,” Lea.
__ADS_1
Karena urusan pekerjaan akhirnya Andri pun menyetujui permintaan Lea.
“Oke, enggak masalah, kapan?” Andri.
📲 “Malam ini jam 19:00, di kafe @saya_muchu ya, kami tunggu,” Lea.
📲 “Baiklah, sampai nanti,” Andri.
Hem, kalau aku mengajak Beeve, bisa terlambat ke kafenya, lagi pula Beeve lagi hamil, di bawa sering-sering keluar rumahkan enggak baik, tapi nanti dia marah enggak ya? Lagi pula inikan soal pekerjaan, enggak apa-apalah, batin Andri.
Ia yang masih di lema antara membawa istrinya atau tidak tiba-tiba di kejutkan oleh kedatangan Arman.
Krieeett!!
“Andri! ini laporan penjualan parfum dengan Jst hari ini,” ucap Arman.
“Astaga Man! Kau kebiasaan banget, datang enggak ketuk pintu atau salam sama sekali!” pekik Andri.
“Astaga, begitu doang sudah heboh!”
“Masalahnya kau sering bikin aku jantungan,” ujar Andri.
“Kenapa harus jantungan pada ku? Memangnya ada rahasia apa? Hah?”
“Ya Tuhan kau ini, sini laporannya, dan segera keluar dari ruangan ku!” pekik Andri.
“Nih!” Arman menyerahkan beberapa file yang telah di print out pada Andri.
“Lumayan juga ya omsetnya, beruntung juga kita kerja sama dengan mereka.” ujar Andri dengan senyum sumringah.
“Iya, itu berkat SPG yang di pilih langsung oleh Lea, oh ya, aku pulang dulu kalau begitu!” ucap Arman.
“Eh, tunggu dulu!” Andri menghentikan langkah Arman.
“Apa lagi? Kau banyak mau banget, ngomong-ngomong rencana liburan ku juga sudah kau tunda selama 3 bulan, kapan aku berangkat ke Swiss?!” Arman menagih janji pada Andri.
“Minggu besok.” jawab Andri.
“Lalu kau mau bilang apa lagi? Aku mau pulang cepat nih!”
“Temani aku makan malam bersama perwakilan perusahaan JST,” ujar Andri
“Kenapa aku harus ikut?”
“Enggak mungkin aku berangkat sendiri, aku juga enggak enak menolak, katanya ini untuk merayakan penjualan yang melewati target,” terang Andri.
“Huh! Banyak banget mau mu! Ya sudah, tapi jangan lama-lama ya disana, bisa-bisa istri ku ngamuk di rumah,” terang Arman.
“Oke, siap monyet!” jawab Andri.
...Bersambung......
__ADS_1