
Jangan buang aku mas, aku enggak mau di campakkan untuk yang kedua kalinya, batin Beeve.
Beeve menagis cukup lama, trauma akan di tinggalkan orang terkasih masih menghantui dirinya.
Andri terus memeluk Beeve seraya mengusap punggungnya.
Rapuh sekali hati mu Bee, baru begitu saja kau sudah menangis, batin Andri.
Cukup lama Beeve menangis dalam pelukan suaminya, hingga Andri yang merasa pegal di bahunya berniat mengajak sang istri untuk tidur.
“Sayang, ayo kita istirahat.” Andri yang tak mendapat sahutan dari sang istri pun melepas pelukannya, yang ternyata Beeve telah tertidur pulas.
Dengan perlahan Andri merebahkan tubuh Beeve ke ranjang, lalu ia menatap dengan lekat wajah cantik istrinya.
“Kenapa setelah menangis kau malah tidur lelap Bee?” gumam Andri.
Andri yang ingin istirahat pun terlebih dahulu mengecup kening istrinya.
Keesokan harinya, Andri dan Beeve sarapan roti panggang bersama.
Tak lupa di atas meja, telah di sediakan segelas susu ibu hamil.
“Yang rajin minum susunya, agar dedenya sehat dan cepat besar sayang,” ujar Andri.
“Iya mas, aku selalu minum susu tepat waktu kok,” ucap Beeve.
“Oh iya, bukannya perkuliahan kalian di mulai Agustus?” tanya Andri.
“Iya mas, mulainya tanggal 1 Agustus,” jawab Beeve
“Kau sanggup kan sayang? Atau kau mau tunda dulu?”
“Aku sanggup kok mas, tenang saja,” ujar Beeve.
Aku harus kuliah bagaimana pun caranya, aku ingin menyeimbangkan pendidikan ku dengan mas Andri, batin Beeve.
“Ya, terserah kau sih sayang, kalau aku hanya mendukung setiap keputusan mu,” terang Andri.
“Iya mas, aku bisa kok, terimakasih sudah memberi dukung untuk ku,” ucap Beeve pada suaminya.
Setelah keduanya selesai sarapan, Andri pun siap-siap untuk berangkat bekerja.
“Aku berangkat ya sayang.”
__ADS_1
“Aku antar ke depan mas.”
“Enggak usah sayang, ke teras itu lumayan jauh, kasihan kalau kau kelelahan," terang Andri.
“Tapi mas...” Andri mengecup bibir Beeve yang belum selesai berbicara.
“Menurutlah pada suami sayang, nanti aku akan pulang cepat, mandi yang bersih ya, karena nanti malam, aku ingin menebus apa yang sudah kita lewatkan.” wajah Beeve memerah mendengar perkataan suaminya.
“Mas, bicaranya pelan-pelan, nanti ada yang dengar.” ucap Beeve yang tak bisa menahan senyumnya.
“Biarkan saja, toh kita pasangan resmi.” Andri mengecup pipi istrinya, kemudian menyingkap baju atasan Beeve dan mengecup pelan perut Beeve.
“Papa berangkat kerja ya nak, do'akan segala urusan papa berjalan dengan lancar, jagain mama mu yang ceroboh ini, dan hibur mama kalau lagi sedih,” ucap Andi ke perut istrinya.
“Bukannya kebalik ya mas?”
“Enggak, itu sudah benar, karena anak ku ini lebih kuat darimu sayang, jadi dia harus menjaga mu.” terang Andri yang membuat Beeve tertawa.
“Ya sudah aku berangkat, kau habiskan susu mu.” setelah berpamitan pada Beeve, Andri pun berangkat kerja.
Beeve yang di tinggal di meja makan mengelus perutnya yang mulai buncit.
“Jangan ambil hati perkataan papa ya nak, masa kau yang masih kecil di kasih tanggung jawab besar, hehehe.” tawa bahagia tersirat di bibir Beeve yang manis.
“Memangnya bayi 6 minggu sudah bisa mendengar?” tanya Emir seraya meletakkan tas belanja berwarna hijau di atas meja makan.
“Apa sih mas, ganggu orang lain saja,” ucap Beeve.
“Aku kan hanya bertanya,” ucap Emir.
“Ya meski pun belum, tapi dia dapat merasakan kasih sayang orang tuanya,” ujar Beeve.
“Oh ya? Kalau begitu, aku juga boleh dong mencurahkan kasih sayang ku padanya, secara aku inikan om kandungnya,” terang Emir.
“Enggak perlu mas,” Beeve menolak tawaran Emir.
Namun Emir yang berdiri di hadapan Beeve langsung meletakkan tangannya di perut Beeve.
“Dede, mama mu kok sensitif sekali ya, om juga ingin ngobrol dengan mu de, dede cepat gede ya, kalau mau makan apa saja bilang sama mama, nanti om belikan apapun yang dede mau, karena om sayang dede.” di kata sayang yang Emir ucapkan, ia menatap lekat mata Beeve, selanjutnya Emir mengelus lembut perut Beeve, yang membuat Beeve merasa kalau Emir menaruh perasaan padanya.
Apa hanya perasaan ku saja ya? batin Beeve.
“Bee, kau enggak boleh terlalu sensitif saat hamil, karena itu bisa mempengaruhi janin mu, apa lagi saat ini kau sedang hamil muda, dan jangan sering menangis dan juga memikirkan hal-hal yang tidak perlu kau pikirkan, kasihan bayi mu, kalau kau sedih bayi mu juga akan ikut sedih, tenangkan hati mu, hamil muda rentan keguguran, fokuslah padanya, yang lain abaikan saja.” terang Emir yang tahu kalau Beeve tak baik-baik saja.
__ADS_1
“Kau tahu dari mana mas kalau aku sedang sedih?” tanya Beeve
“Lalat pun bisa melihat dengan jelas, mata mu yang bengkak seperti di gigit tawon,” jawab Emir.
Seketika Beeve menjadi malu, karena ia ketahuan menangis.
Sepertinya hari ini aku harus pakai kaca mata hitam, batin Beeve.
“Aku bawakan buah kurma asli dan terbaik untuk mu, serta kurma madu juga, ku lihat di google ini baik untuk ibu hamil, campurkan kurma madunya dengan air hangat, karena selain nutrisi dan vitaminnya bagus, bisa juga mengurangi mual dan masuk angin untuk ibu hamil.” terang Emir yang bagai dokter, lalu Beeve mengeluarkan isi tas belanjaan Emir.
“Wah! Banyak banget mas, enggak salah nih?” tanya Beeve, sebab Emir membawa 10 kotak buah kurma yang perkotak nya berisi 1 kg, dan 10 botol kurma madu yang berat bersih perbotol 500 gr.
“Biar kau makannya lebih puas, lagi pula aku membawa itu untuk keponakan ku, agar dia kuat, enggak seperti mamanya yang cengeng,” ucap Emir seraya menyiratkan senyuman di bibirnya.
“Apa sih mas, tapi terimakasih banyak ya, pasti harganya mahal,” ucap Beeve.
“Tenang saja, itu barang endorse kok,” sahut Emir menahan tawa.
“Enggak apa-apa mas, yang jelas niat mu tulus ingin anak ku sehat,” ucap Beeve tersenyum manis.
Beeve yang melihat kehadiran Resti di dapur pun menyuruhnya untuk menata buah tangan yang di bawa oleh Emir, dan menyisakan satu kotak kurma di meja.
Beeve pun mencoba kurma yang Emir bawa,“Hemmm, enak bangat mas! Dagingnya lembut dan juga tebal, aku suka banget.” melihat ekspresi wajah Beeve, Emir jadi bahagia.
“Habiskan saja semua kalau kau suka, nanti aku beli lagi kalau habis.” ujar Emir.
“Beli? Katanya tadi barang endorse?”
“Iya, kan enggak mungkin dapat gratis 2 kali, nanti aku belikan pokoknya kalau habis,” terang Emir bersemangat.
“Enggak usah mas, kau beritahu aku saja nama tokonya, nanti aku yang beli sendiri, atau mas Andri yang ku minta belikan.” terang Beeve yang membuat Emir cemberut.
...Bersambung.......
...Mari berlomba-lomba menjadi readers yang budiman, dengan kasih rate 5, like, komen, hadiah, vote serta tekan favorit pada novel ini, biar author makin semangat....
Nama. : Emir Han
usia : 18 Tahun
Tinggi : 185 Cm
Pasangan : Masih Misteri
__ADS_1