Jangan Salahkan Takdir

Jangan Salahkan Takdir
Bab 155 (Demi Sang Buah Hati)


__ADS_3

Beeve pun berangkat dengan menaiki transportasi ojek online.


Sekarang aku harus kemana? Uang ku saja belum cukup, batin Beeve.


Ia yang termenung di atas ojek pun teringat akan Emir.


Ya ampun, bodoh sekali aku, kenapa aku enggak kepikiran mas Emir sih, batin Beeve.


“Pak, pak pak, berhenti sebentar,” pinta Beeve pada sang sopir.


“Baik neng,” sahut sang sopir.


“Pak, saya boleh pake handphone bapak sebentar enggak?” tanya Beeve pada samg sopir ojek onlinenya.


“Boleh neng.” ucap sang supir seraya menyerahkan handphonenya.


“Terimaksih pak.” Beeve yang tak hapal nomor kontak Emir pun memutuskan untuk melakukan video call melalui Insta*ram, namun sayangnya Emir mensetting akunnya hanya bisa di telepon oleh orang yang saling mengikuti dengannya.


Karena tak berhasil, Beeve pun mengirim pesan teks pada akun Insta*ram Emir, serta spam komen di photo endorse terbaru Emir yang bertuliskan.


Ini Beeve, tolong buka kotak masuk mu mas.


Emir yang saat itu sedang ada sesi pemotretan iklan pun menitipkan handphonenya pada sang manager, sejurus dengan itu komentar yang Beeve kirim di timpa oleh ribuan komentar dari penggemar Emir lainnya, begitu pula dengan pesan yang Beeve kirim.


“Neng, handphonenya masih lama enggak? Bapak mau pakai nih, dan neng mau sampai disini saja, atau di antar sampai tujuan?”


“Ah, iya pak?” Beeve baru sadar kalau ia telah menyita waktu sang supir terlalu lama.


“Maaf ya neng, bukannya bapak pelit, atau enggak mau menolong, tapikan bapak harus narik lagi neng,” ucap sang supir.


“Ah, iya maaf pak, kalau begitu antar saya ke toko ponsel terdekat saja,” pinta Beeve. Setelah sepakat, mereka pun berangkat kembali. Usai menempuh perjalanan sejauh 500 meter, akhirnya Beeve sampai ke toko ponsel.


Ia pun membeli handphone yang paling murah di toko itu.


Kemudian ia login ke akun insta*ramnya, dengan harapan Emir akan menghubunginya.


Beeve juga kembali mendial akun inst*ram Emir, namun tak kunjung di jawab.


“Mas, kau lagi apa sih?” gumam Beeve dalam kesendiriannya di sebuah halte bis yang sepi.


Hingga malam menjelang, Emir tak kunjung merespon Beeve, yang membuat wanita malang itu ketar ketir.


Karena malam semakin larut, Beeve yang tak punya tempat pulang pun memilih menginap kos-kosan yang bisa sewa harian, sebisanya ia menghemat uang pemberian dari Julian.


Beruntung saat itu ia menemukan kosan murah, perharinya di bandrol dengan harga 80.000 rb.

__ADS_1


“Alhamdulillah, ada hal baik juga yang terjadi hari ini.” gumam Beeve yang telah berada dalam kamar kos.


Ia yang lelah pun beristirahat di atas kasur lantai yang telah tersedia. Meski perutnya terasa lapar, ia pun menahannya, agar uangnya tak terpecah lebih banyak lagi.


“Bertahan ya nak, mama akan segera menjemput mu, Ya Allah, lindungi anak ku, bantu aku ya Allah, agar mendapat jalan keluar atas masalah yang sedang aku hadapi saat ini.” Beeve berdo'a pada yang maha kuasa, ia juga berharap hari esok lebih baik dari hari ini.


Kukkuruyuk... suara ayam berkokok, menandakan pagi hari telah tiba.


Beeve yang baru selesai mandi memeriksa handphonenya, namun tak ada notifikasi dari Emir sama sekali.


“Ya Allah, bagaimana ini?” Beeve semakin resah, namun ia tak hentinya mengirim pesan pada Emir.


Mas, kalau kau baca pesan ini, tolong hubungi aku ke nomor 08xxxxxxx, aku mohon mas, mas tolong pinjamkan aku uang sebanyak 300.000 juta, aku tunggu mas, ✉️ Beeve.


Beeve meminta lebih, karena setelah ia mendapatkan putrinya, ia berencana akan pergi jauh dari kehidupan Arinda dan Andri.


Namun hingga pukul 11:00 siang, Beeve tak mendapatkan kabar dari Emir. Air matanya pun pecah, ia yang takut putrinya di jual pada orang lain dengan sangat terpaksa menghubungi sang mantan kembali.


📲 “Crist, kau dimana?” Beeve.


📲 “Di kampus,” Cristian.


📲 “Aku terima tawaran mu yang kemarin, kita bertemu dimana?” Beeve.


📲 “Baik, aku kesana sekarang, tunggu aku di lobby utama,” Beeve.


Demi keselamatan sang buah hati , Beeve menurunkan egonya.


“Kelak, jika sejarah hidup mama sampai ke telinga mu, tolong jangan benci mama ya nak, mama ikhlas melakukannya demi keselamatan mu, mama tak punya apapun untuk menebus mu, kecuali menjual harga diri mama.” Beeve menangis membayangkan betapa kelam perjalanan hidupnya.


Setelah menguatkan hati, ia pun bergegas menuju hotel tempatnya akan bertemu dengan Cristian.


Hanya butuh waktu 15 untuk sampai ke hotel RMK, Cristian yang telah menunggu di lobby utama pun melihat kehadiran Beeve.


“Hai, akhirnya kau datang juga.” ucap Cristian seraya mengusap puncak kepala Beeve seperti di masa lalu.


“Maaf kalau menunggu lama.”


“Kau sangat cepat kali ini.” Cristian merangkul bahu Beeve, kemudian mereka pun menuju resepsionis, setelah check in, Beeve dan Cristian menuju ke kamar 2022.


Krieett... Cristian membuka pintu kamar hotel, “Masuklah,” ucap Cristian. Beeve pun masuk terlebih dahulu, yang di susul oleh Cristian.


Beeve meletakkan tasnya di atas meja, kemudian Cristian datang mendekat dan memeluk Beeve.


“Sudah lama ya, kalau boleh jujur aku sangat merindukan masa-masa bersama mu.” ungkap Cristian dengan jantung berdebar-debar.

__ADS_1


Beeve hanya mendengarkan curahan hati Cristian, sebab ia tak merasakan getaran yang sama.


“Bee aku tahu, sebenarnya kau enggak punya hutang pada rentenir, ku yakin uang itu untuk biaya hidup mu, sebab kau dan suami mu sudah berpisah kan?”


“Kau salah, bukan karena itu.”


“Lalu?”


“Aku sudah katakan kemarin, jadi jangan tanya lagi.” lalu Beeve yang buru-buru ingin mendapatkan uangnya pun melingkarkan kedua tangannya di leher Cristian, kemudian memberi sebuah kecupan mesra.


“Kau sudah tak sabar ternyata.” Cristian tersenyum nakal pada Beeve yang jatuh ke pelukannya untuk yang kedua kalinya.


“Aku ingin segera mendapatkan uang ku, kau benar-benar akan membayar ku kan?” tanya Beeve memastikan.


“Mana mungkin aku berbohong.” lalu Cristian membuka handphonenya, memperlihatkan saldo yang ada dalam mobile banking nya.


“Angka 0 nya ada sembilan, jadi apa yang kau ragukan?” ucap Cristian.


“Baiklah, aku enggak punya banyak waktu, ayo kita lakukan.” Beeve yang ingin mendapatkan bayaran sesuai pun, sangat agresif melakukan peraduan mulut dengan Cristian.


Hingga birahii sang mantan pun memuncak, “Kau tak berubah, dari dulu selalu membuat ku berdenyut,” Cristian memuji aksi Beeve.


Keduanya pun mulai menyatu dalam panasnya ranjang hotel siang itu.


Beeve yang ahli memberikan servis pamungkas pada sang mantan.


Aku harus bisa membuat dia puas, semoga nanti Cristian mau memberikan aku uang tambahan, batin Beeve.


Cristian berulang kali melakukan pelepasan dalam rongga pengecap sang mantan.


“Sudah! Sekarang aku ingin menerobos mu.” Cristian mengecup mesra bahu Beeve, seraya merebahkan tubuh wanita itu ke ranjang.


Jantung Cristian makin bergetar hebat melihat lekuk tubuh gemulai Beeve.


“Kau memang hebat, pada hal baru saja melahirkan, tapi tubuh mu tak memiliki lemak sedikit pun,” ungkap Cristian.


Lemak ku telah hilang karena kurang makan selama dua minggu, batin Beeve.


Bersambung...


Nih! Author mau kasih rekomendasi novel bucin untuk kalian semua, semoga suka.



__ADS_1


__ADS_2