Jangan Salahkan Takdir

Jangan Salahkan Takdir
Bab 32 (Angkat Kaki)


__ADS_3

“Jangan memancing emosi ku Bee,” ucap Andri.


“Aku enggak pernah memancing emosi mu mas, tapi memang akulah yang selalu salah di mata mu,” ucap Beeve.


“Ya sudah kalau kau enggak senang dengan sikap ku, angkat kaki sekarang dari rumah ini!” pekik Andri.


Beeve yang merasa sudah muak, bangkit dari duduknya.


“Baik, aku akan pergi mas.” Dengan menahan air mata, Beeve menarik kopernya yang ada di sebelah lemari bajunya, ia pun mengambil gaun yang ia kenakan pada saat mereka honeymoon, sebab hanya baju itu dan kopernya saja barang yang ia bawa dari rumahnya.


Beeve memakai gaunnya tanpa membuka piyama yang masih ia kenakan.


Andri yang masih berdiri di depan pintu tak menyangka, jika istrinya akan benar-benar pergi.


Setelah selesai berkemas, Beeve menarik kopernya.


“Terimakasih telah mengizinkan aku untuk tinggal di rumah mu beberapa hari ini mas, maaf kalau aku telah menyusahkan mu, nanti akan ku transfer biaya ku selama tinggal disini.” terang Beeve yang membuat Andri tersentak.


Kemudian Beeve berjalan melewati Andri, Ya Allah, aku harus kemana? Apa aku harus mengejar Cristian kembali? Atau bagaimana? Pulang ke rumah, keluarga ku akan sedih, ya Allah tolong aku, aku enggak tahu harus bagaimana lagi ya Allah, hati Beeve menangis meratapi nasibnya.


Ketika Beeve akan menekan tombol lift, tiba-tiba Andri berteriak.


“Berhenti!”


Beeve yang sudah lelah tak mendengarkan Andri, ia kemudian menekan tombol lift.


“Kata ku berhenti!!!” suara Andri makin meninggi, hingga kedua Art nya yang ada di lantai satu mendengarnya.


Andri yang gusar karena Beeve tak menggubrisnya, melangkah cepat ke arah wanita cantik itu berdiri.


Ting! Pintu lift pun terbuka, Andri menarik tangan Beeve yang akan masuk ke dalam lift.


“Kau tuli?” tanya Andri dengan wajah tegang.


“Bukannya kau sendiri yang meminta ku untuk angkat kaki mas?” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.


“Jadi kalau aku bilang angkat kaki kau akan pergi?”


“Terus aku harus bagaimana mas? Aku selalu salah di mata mu, kau pun enggak bahagia dengan pernikahan ini, apa bedanya satu bulan lagi dengan hari ini? Toh kau enggak akan mempertahankan ku, hiks....” Beeve yang malang kembali menitihkan air mata.


“Cepat kembali ke kamar mu!” pekik Andri.


“Aku enggak mau! Biarkan aku pergi mas, agar kau bahagia, aku enggak mau lagi membebani mu, semua memang salah ku, dan kau enggak salah sedikit pun.” ucap Beeve seraya mencoba melepaskan tangannya.

__ADS_1


“Kau mau pulang ke rumah orang tua mu? Kau mau membuat aku malu?!”


“Kemana pun aku pergi, itu bukan urusan mu, kalau kau memang mau menceraikan ku, enggak usah pusing akan pandangan keluarga ku, toh bukan kau yang akan di salahkan orang lain, tapi aku, si wanita murahan ini, hiks....,”


“Enggak bisa, aku enggak mengizinkan mu meninggalkan kamar mu!” Andri menarik paksa tangan Beeve untuk kembali ke kamar.


“Lepaskan aku mas!” karena Beeve terus menolak, Andri pun menggendongnya ala bridal style menuju kamar Beeve.


Bruk! Andri melempar tubuh Beeve ke atas ranjang.


“Ingat! Tanpa izin dari ku, kau enggak boleh pergi dari rumah ini, paham!” ucap Andri seraya berkacak pinggang.


“Kau aneh mas, pada hal kau membenci ku, ingin aku pergi dari hidup mu, setelah aku akan pergi, kau malah mencegah ku, mas... biarkan aku pergi,” pinta Beeve, karena ia benar-benar tak kuasa akan sikap Andri lagi.


Ketika Beeve akan turun dari ranjang, dengan cepat Andri mendorong tubuhnya hingga roboh ke ranjang.


Lalu Andri naik ke atas ranjang, dan memegang kedua bahu Beeve.


“Aku masih suami mu, jadi selama itu kau harus patuh akan semua kata-kata ku.” ucap Andri yang jarak wajahnya hanya sejengkal dari wajah Beeve.


“Aku bukan istri mu mas, cara mu memperlakukan ku lebih buruk dari sampah, aku hanya objek balas dendam untuk mu, karena kekecewaan yang kau terima atas kebohongan ku,” terang Beeve.


“Apa?” Andri tak menyangka kalau Beeve bisa berkata kalau ia bukan istrinya lagi.


Andri terdiam, karena yang di katakan Beeve adalah kenyataan.


“Jadi, biarkan aku pergi mas, agar kau pun bahagia, carilah wanita seperti yang kau inginkan, yang baik hati dan juga bisa menjaga kehormatannya.” kini hati Beeve telah ikhlas bila pernikahannya berakhir saat itu juga, karena bertahan pun hanya akan menyebabkan banyak luka.


Ia pun mencoba mendorong tubuh Andri yang sedang menindih tubuhnya.


“Kau enggak boleh pergi Bee.”


“Kenapa enggak boleh? Apa karena kau belum puas menyiksa....” Andri mengecup bibir Beeve yang masih mengoceh padanya.


Sontak Beeve terkejut, ia pun berusaha melepaskan ciuman itu, namun Andri semakin liar, dan menguasai ruang gerak Beeve.


“Humppp!” Beeve yang tak memiliki persiapan pun menjadi sesak nafas, terlebih Andri lumayan lama bermain-main di bibir manisnya, setelah merasa cukup, Andri pun melepaskan kecupannya yang membuat Beeve terengah-engah.


“Haahh.. hahhh, apa arti semua ini mas?” tanya Beeve.


“Apa semua hal harus ada artinya?”


“Setidaknya beri aku kejelasan, kenapa kau melakukan itu pada ku?”

__ADS_1


“Enggak ada yang perlu di jelaskan,” ucap dingin Andri.


“Kalau kau enggak mengatakan apapun, aku bisa salah faham mas.” terang Beeve, yang tak ingin tertipu kebaikan Andri kedua kalinya.


“Sudahlah, kau jangan pergi, hanya itu yang ku minta.” saat Andri akan beranjak dari atas tubuh Beeve, Beeve melingkarkan kedua tangannya di leher Andri.


“Baik, kalau kau tetap enggak mau menjelaskan, jangan menyentuh ku sembarangan lagi mas, hargai aku yang bukan selera mu ini.” ucap Beeve, lalu ia pun melepaskan kedua tangannya dari leher suaminya.


Andri terdiam, lalu ia pun bangkit dari tubuh Beeve, “Aku akan menyuruh Winda mengantar makanan dan obat untuk mu,” ujar Andri.


“Enggak perlu mas, aku enggak lapar,” ucap Beeve seraya bangkit dari rebahan nya.


Perlahan ia melepas dress-nya, hingga menanggalkan piyama yang ia pakai.


Deg deg deg deg!! Jantung Andri berdetak kencang, saat ia melihat kembali kemolekan tubuh istrinya, tanpa sadar


Andri tak mengalihkan pandangan kagumnya pada tubuh Beeve.


“Kau pikir hanya kau yang bisa bermain-main mas?” batin Beeve.


Beeve yang masih duduk di atas ranjang membuka piyamanya, ia yang tak mengenakan Br*a membuat tubuh Andri panas dingin, tak lupa Beeve membuka dalam*annya hingga akhirnya seluruh tubuhnya polos tak di balut sehelai benang pun.


Deg deg deg deg..... Andri merasa jantung akan meledak ia yang masih normal pun merasa bergairah melihat keindahan tiada dua di depan matanya, selanjutnya Beeve turun dari atas ranjang dan berdiri tepat di hadapan suaminya.


“Keluarlah, aku ingin mandi mas,” ucap Beeve.


Ketika Beeve akan berjalan menuju kamar mandi, Andri dengan sigap memeluk tubuh Beeve dari belakang.


Kena kau mas! batin Beeve.


“Apa kau sengaja?” bisik Andri di telinga Beeve.


“Apa maksud mu mas? Ini adalah kamar ku, dan ini adalah tubuh ku, aku bebas melakukan apapun pada apa yang menjadi privasi ku,” ucap Beeve.


“Aku tahu apa yang ada di hati mu Bee, walau begitu ku ucapkan selamat, karena misi mu berhasil,” ucap Andri seraya mengecup daun telinga Beeve yang putih bersih.


Bersambung...


HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️


Instagram :@Kissky_muchu


Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya.

__ADS_1



__ADS_2