
Jantung Andri semakin berdebar kencang mendengar suara lembut nan manja istrinya.
“Ya sudah kalau begitu, ayo kita bergegas, ke kamar,” ucap Andri.
“Hah? Bukannya kita mau ke rumah orang tua mas?” ujar Beeve.
“Berangkatnya nanti saja, setelah kita bercinta,” bisik Andri ke telinga Beeve.
“Haduh...., mas Andri kok tenaganya hidup terus, pada hal milik ku masih sakit,” batin Beeve.
“Baiklah mas, tapi nanti mainnya pelan-pelan ya mas,” ujar Beeve.
“Kenapa sayang? Apa kau kesakitan?” tanya Andri.
“Iya mas, rasanya punya ku mau robek,” jawab Beeve.
“Apa itu artinya punya ku terlalu besar untuknya?” batin Andri, ia pun menjadi bangga atas apa yang ia miliki selama ini.
“Oke sayang, nanti kita akan mode slow motion,” ujar Andri.
Andri yang sudah tak sabar pun menarik tangan istrinya menuju ke kamar, namun saat mereka baru sampai di ruang tamu, Emir sudah berdiri tegap, dengan memegang handphonenya.
“Lama sekali kalian,” ucap Emir.
“Sebentar, kami mengemas pakaian dulu, tunggulah disini,” ujar Andri mencari alasan, agar Emir tak mengganggu rencananya.
“Jangan lama, karena ayah dan ibu sudah menunggu, nasi dan lauk juga sudah matang, katanya jangan sampai makanan itu dingin sebelum kita tiba disana,” terang Emir.
“Kalau dinginkan masih bisa di panaskan,” balas Andri.
Beeve yang tak ingin kena semprot Emir pun memilih diam.
“Yang lebih penting, keluarga Beeve juga sudah menunggu di rumah, kau enggak di kasih tahu ya?” sontak Beeve dan Andri melihat satu sama lain.
“Kau pikir aku tak tahu isi kepala mu Ndri?” batin Emir yang ternyata melihat milik Andri yang menegang dari balik jeansnya.
Andri pun menghela nafas panjang. “Baiklah, kau bawel sekali.” dengan perasaan kecewa, misi penyatuan yang Andri rencanakan pun gagal total.
Sebab mertuanya sudah menunggu di rumah orang tuanya. Ia dan Beeve pun masuk ke dalam kamar. “Mas, kau baik-baik saja?” tanya Beeve.
“Kurang sayang, kau lihat sendiri, dia masih hidup,” ucap Andri.
“Apa mau ku tiup saja?” ujar Beeve memberi solusi.
“Engga usah sayang, nanti malah harus mandi wajib lagi, kau tahu kan, Emir itu akan tambah cerewet kalau harus menunggu lebih lama lagi,” terang Andri.
“Ya sudah mas, aku kemas baju kita sekarang ya,”
“Kemasi baju mu saja sayang, kalau aku punya baju banyak kok di rumah,”
__ADS_1
“Ya sudah mas, kalau begitu,”
“Oh ya sayang, kau bawa 1 baju saja, agar kita punya alasan untuk cepat pulang, tapi c*d mu bawa banyak juga boleh,” terang Andri.
“Ba-baik mas ” Beeve pun mengambil satu setel baju, dan tentunya dalaman yang banyak sesuai instruksi suaminya.
Setelah selesai berkemas, Andri dan Beeve keluar dari dalam kamar.
“Ayo berangkat,” ujar Andri seraya membawa tas istrinya.
“Apa kalian berencana kembali malam ini?” tanya Emir, karena ia tak melihat tas besar atau koper di tangan keduanya.
“Brisik kau!” pekik Andri kesal pada adiknya.
“Ck,” balas Emir.
Sebelum bepergian, Andri dan Beeve menitipkan rumah pada para Art mereka, selanjutnya mereka bergegas ke garasi, sesampainya dalam garasi, Beeve terlebih dahulu duduk di kursi belakang kemudi.
“Kau yang menyetir,” pinta Andri pada Emir.
“Kenapa harus aku?” ucap Emir.
“Karena aku akan duduk di belakang bersama istri ku.” terang Andri, Beeve yang sudah dalam mobil hanya menyaksikan kekonyolan kakak beradik yang ada di hadapannya.
“Oh...., kau pikir aku supir mu?!” wajah Emir berubah menjadi masam mendengar pernyataan Andri.
“Kau masih lajang, sedang aku sudah menikah, enggak mungkin ku biarkan istri ku duduk sendirian di belakang,” ujar Andri.
“Nanti yang duduk di sebelahnya setan,” ujar Andri yang ngotot ingin duduk di sebelah Beeve.
“Apa mereka sudah gila?” batin Beeve.
“Enggak bisa, kita berdua saja yang di depan," ujar Emir.
“Kalau begitu, kau saja yang duduk di belakang, Beeve yang duduk di depan bersama ku,” ucap Andri.
“Kau pikir aku joki mobil?” ucap Emir.
Beeve yang merasa perdebatan keduanya hanya menghabiskan waktu, memutuskan untuk melerai keduanya.
“Bagaimana kalau aku saja yang menyetir, kalian berdua yang duduk di belakang?”
Sontak keduanya melihat ke arah Beeve, dan karena keduanya tak ada yang mau mengalah, Beeve pun turun dari dalam mobil.
“Mas Andri dan Emir, masuklah ke dalam mobil, biar aku saja yang menyetir, lagi pula kita sudah memakan waktu banyak hanya dengan perdebatan kalian,”
“Memangnya kau punya sim sayang?” tanya Andri.
“Belum mas, tapi tenang saja, malah hari kan enggak ada polisi?” karena istrinya yang meminta sendiri, Andri terpaksa ikhlas kalau harus duduk bersebelahan dengan adiknya di kursi belakang.
__ADS_1
Kemudian Beeve duduk di kursi kemudi, dan kedua pria besar itu pun masuk ke dalam mobil.
Selanjutnya Beeve menyalakan mesin mobil dan berangkat dengan mulus membelah jalan raya.
Selama dalam perjalanan, Emir dan Andri tak saling bertegur sapa. Hingga mereka ketujuan.
Setelah mobil telah terparkir dengan baik di dalam garasi, Emir buru-buru keluar dari dalam mobil, meninggalkan pasangan pengantin baru yang sedang di mabuk cinta itu.
Sementara Beeve yang baru keluar, di rangkul oleh Andri.
“Ayo sayang, kita masuk ke dalam rumah," ujar Andri.
“Mmm... mas,”
“Kenapa sayang?”
“Tolong, jangan ceritakan masalah di antara kita pada keluarga ya.” pinta Beeve, ia takut kalau suaminya akan kelepasan saat berbincang nanti.
“Kenapa aku harus mengatakan hal itu? sudahlah sayang tenang saja, itu adalah rahasia di antara kita berdua, yang perlu keluarga tahu hanya kabar baik dan bahagia kita saja,” terang Andri.
Setelah merasa tenang, Beeve dan Andri pun masuk ke dalam rumah, dan di ruang tamu yang luas itu, telah berkumpul keluarga Beeve dan Andri, semuanya sedang duduk di atas sofa yang berjajar rapi dan mewah.
“Assalamu'alaikum,” ucap keduanya.
“Wa'alaikum salam.” jawab oleh seluruh anggota keluarga, lalu Rahma mertua dari Beeve pun bangkit dari duduknya, dan memeluk Beeve.
“Ya Allah nak, kau cantik sekali, bagaimana kehidupan rumah tangga kalian dalam seminggu ini?”
“Sejahtera bu.” jawab Beeve dengan malu, sebab semua mata tertuju padanya dan Andri.
Mendengar kata sejahtera dari bibir gadis itu, semua tertawa bahagia, terlebih Erdogan dan Jane, ke khawatiran mereka pun berkurang, walau hanya sedikit.
“Berarti Andri tak mempermasalahkan kekurangan Beeve,” batin Erdogan.
“Alhamdulillah, semoga rencana kehamilannya juga berjalan dengan lancar,” batin Jane.
“Berarti Andri memperlakukan mu dengan baik dong nak,” ucap Rahma.
“Sangat baik bu, Beeve bahagia dan beruntung bisa jadi istrinya mas Andri.” mendengar menantunya memuji anaknya, Rahma menjadi terharu.
“Ya ampun Bee, ku pikir akan sulit bagi kalian, karena pernikahan yang kalian lakukan atas dasar perjodohan.” ucap Rahma.
“Enggak kok bu, justru Beeve melayani Andri dengan baik, kita seperti sudah pernah pacaran lama sebelumnya, saking nyamannya satu sama lain,” terang Andri.
...Bersambung......
...HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, KARENA 1 KONTRIBUSI DARI MU ADALAH NYAWA UNTUK NOVEL INI, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️...
...Instagram :@Kissky_muchu...
__ADS_1
...Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya....