
“Aku harus pastikan, dia Yezi atau Arinda!” gumam Beeve, yang memiliki firasat kuat jika itu adalah mantan madunya.
Tak perlu menunggu lama, ia pun melakukan panggilan video call pada nomor wanita yang mengaku sebagai teman alumni SMA nya dulu.
Beeve mengatur panggilan dengan kamera belakang.
Yezi yang baru saja selesai mandi melihat handphonenya berdering.
“Nomor baru? Siapa ya?” Yezi merasa curiga, sebab yang tahu kontaknya hanya Helena seorang.
“Apa ini Helena?” Yezi meragu antara terima panggilan tersebut atau tidak.
_______________________________________
“Kok enggak di angkat sih?!” Beeve makin penasaran, karena panggilan yang berkali-kali ia lakukan tak di angkat oleh Yezi.
Lalu ia pun berinisiatif mengirim pesan singkat pada Yezi.
Ini aku, Helena, kenapa enggak di angkat? ✉️ Beeve.
_______________________________________
“Helena? Kenapa orang sibuk sepertinya bisa ganti-ganti nomor?” Yezi tak percaya begitu saja dengan pancingan Beeve.
Ia yang ingin memastikan, mendial kontak Helena terlebih dahulu, sebelum membalas pesan dari nomor yang ia tak ketahui siapa pemiliknya.
Helena, ketemuan yuk! Aku lagi senggang, enggak ada agenda apapun hari ini, ✉️ Yezi.
________________________________________
Helena yang menerima pesan dari Yezi merasa geram.
Kebetulan banget setan yang satu ini mengirim pesan, awas saja kau! Akan ku buat perhitungan pada mu! Karena telah membuat kekacauan dalam hidup ku, andai kau tak cerita semua pasti masih baik-baik saja! batin Helena.
Helena yang ingin memberi perhitungan pada Yezi memutuskan untuk bertemu hari itu saja.
Oke, siang ini ya, aku juga ingin mengatakan sesuatu pada mu, di kafe @saya_muchu, jam 14:00, ✉️ Helena.
__________________________________________
“Benarkan dugaan ku, nomor barusan bukan milik Helena, enggak mungkin dari pihak kepolisan kan? Akan ku tanyakan langsung padanya, mana tahu dia memberikan nomor ku pada orang lain,” gumam Yezi.
Ia yang ingin bertemu dengan Helena pun bergegas menuju kafe yang telah di janjikan.
Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, akhirnya Yezi tiba di tujuan.
Ia pun bergegas masuk ke dalam kafe. Helena yang sudah sampai terlebih dahulu melihat kehadiran Yezi.
__ADS_1
“Hei, apa kabar, lama enggak bertemu.” ucap Yezi seraya duduk di hadapan Helena.
Namun Helena yang terlanjur geram menampilkan wajah jutek pada Yezi.
“Ada apa kau memanggil ku kemari??” tanya Helena tak berbasa-basi lagi.
“Aku rindu mengobrol dengan mu, apa kau sudah pesan makan?”
“Sudah, ku pikir ada yang penting makanya minta ketemu,” ucap Helena.
“Sebenarnya sih aku mau tanya pada mu, apa kau mengenal nomor ini?” Yezi menunjukkan kontak Beeve pada Helena. Helena yang tak mengenali nomor Beeve menggelengkan kepalanya.
“Enggak, lagi pula kenapa tanya aku? Itukan ponsel mu!” nada tinggi Helena membuat Yezi tersentak.
“Oh, ku pikir kau tahu, maaf kalau begitu, kau sendiri mau mengatakan apa pada ku?” tanya Yezi.
“Kenapa kau mengatakan cerita bohong padaku, tentang hubungan Emir dan Beeve!”
“Maksudnya bagaimana? Apa kau kenal dengan Beeve?” ucap Yezi berpura-pura tak tahu siapa Helena sebenarnya.
“Kau sudah lupa? Tentang cerita karangan yang kau buat kemarin? Karena mu, aku jadi bertengkar dengan keluarga suami ku, ya, Beeve adalah kakak ipar ku, siapa kau sebenarnya? Kenapa kau niat sekali mengatakan aib Beeve pada ku?” tanya Helena dengan penuh selidik.
“Aku kan sudah bilang, aku adalah teman alumni Beeve! Dan yang aku katakan, semuanya itu nyata,” terang Yezi.
“Apa kau yakin?”
“Kalau begitu, ayo bertemu dengan Beeve, kalau memang yang kau ceritakan itu benar!”
Astaga! Aku belum siap kalau sekarang, batin Yezi.
“Kenapa kau diam saja? Apa kau takut?” ucap Helena dengan tersenyum getir.
“Baiklah, aku sih oke-oke saja, tapi enggak sekarang, karena aku juga banyak kesibukan," ucap Yezi sebagai alasan.
“Kapan kau libur?” tanya Helena.
“Minggu depan,” jawab Yezi.
“Baiklah, atur jadwal mu! Kau harus mempertanggung jawabkan omongan mu! Awas saja kalau kabur tiba-tiba, ku cari kau sampai ke lubang semut sekali pun! Paham!” Helena memberi gertakan pada Yezi, yang membuat wanita itu cukup panik.
“Jangan khawatir, karena aku bukan tipe orang lempar batu sembunyi tangan,” ucap Yezi.
“Bagus kalau begitu, sampai ketemu Minggu depan.” Helena yang tak ingin berlama-lama dengan Yezi, memilih untuk beranjak terlebih dahulu.
“Sialan! Aku harus buat rencana bagus sebelum bertemu dengannya!” Yezi mulai memikirkan, hal apa yang akan ia lakukan saat bertemu Beeve kembali, terlebih semua takkan baik-baik saja, karena Beeve sudah jelas akan mengenalinya.
__________________________________
__ADS_1
Keesokan harinya, Yezi datang ke rumah sakit tempat Helena bekerja, ia yang telah mengenali mobil dokter cantik tersebut, langsung mengerjainya
Bagus, enggak ada cctv di bagian mobilnya parkir. batin Yezi.
Cisss... Yezi mengempeskan ban mobil Helena, serta menggores body mulus mobil mewah Helena.
Setelah selesai merusak kendaraan Helena, Yezi pun pergi.
“Akan ku teror hidup mu, karena berani melawan ku,” gumamnya.
Otak Yezi yang telah miring membuatnya memilih melakukan hal-hal aneh, dari pada melarikan diri dari orang-orang yang akan mengembalikannya ke penjara, jika sampai ketahuan.
Helena yang baru pulang kerja pun menuju parkiran.
Hah!!
Netranya membulat sempurna, saat melihat mobilnya banyak baret, dan ban depannya bocor.
“Orang iseng mana yang berani melakukan ini pada ku?” Helena yang marah mendatangi satpam penjaga parkiran depan.
Helena pun bertanya tentang siapa pelaku yang merusak mobilnya, namun sang satpam tak tahu apapun, sebab orang yang keluar masuk parkiran jumlahnya tak terhitung.
Karena tak dapat jawaban yang memuaskan, Helena memutuskan untuk pergi ke bengkel memperbaiki mobilnya dengan memanggil mobil derek.
Akhirnya Helena pulang dengan menaiki taksi, sesampainya ia ke rumah, dirinya di sambut oleh Beeve yang baru selesai meminum susu ibu hamil.
“Tumben pulang telat hari ini, apa banyak pasien?” ucap Beeve.
“Iya kak.” sahut Helena dengan memutar mata malas.
“Helena, apa nomor Yezi yang kau berikan tadi pagi itu benar? Sebab ku telepon tak kunjung di angkat.” perkataan Beeve yang seolah menuduhnya berbohong membuat emosinya lepas kendali.
“Hanya itu nomornya! lagi pula untuk apa aku kasih kontak yang salah pada mu!” pekik Helena, ia yang lagi kurang bersemangat karena mobilnya, meluapkan marahnya pada Beeve.
“Maaf kalau aku salah, sebab ia tak mengangkat telepon ku,” ucap Beeve.
“Aku di angkat tuh! Apa mungkin dia jijik pada mu kak, karena kau pernah hamil di luar nikah?” kata-kata Helena membuat Beeve tersinggung.
“Apa cerita itu kau dapat dari Yezi juga? Apa dia yang menceritakan semua masa lalu ku?” tanya Beeve penuh selidik.
“Ya, semua darinya, untuk itu kau harus menjauh dari ku dan juga suami ku kak, karena mu kami sering bertengkar, tolong hargai aku sebagai istrinya.” ucap Helena dengan percaya diri, selain benci pada Beeve karena perasaan Emir pada iparnya tersebut, Helena juga diam-diam iri pada Beeve yang berasal dari keluarga konglomerat.
“Salah ku apa sih pada mu? Kenapa kau masih membenci ku? Pada hal kemarin kau telah minta maaf pada ku, apa karena aku diam saja, makanya kau seenaknya pada ku?! Ku pikir setelah kita bersalaman semua telah selesai, tapi ternyata tidak, kau malah makin menjadi-jadi, secara langsung kau menghina diriku lagi?” Beeve yang tak terima dirinya di perlakukan demikian oleh Helena langsung menyemprotnya dengan perkataan pedas.
...Bersambung......
__ADS_1