Jangan Salahkan Takdir

Jangan Salahkan Takdir
Bab 57 (Beeve Cemburu)


__ADS_3

Terutama Andri sang suami, ia yang mengenal Beeve sebagai gadis lemah lembut sejak belia, tak menyangka, jika istrinya dapat bertindak setegas itu pada orang lain.


“Harusnya kau meminta tolong pada ku, bukan suami ku, cara mu barusan sama dengan tidak menghargai posisi ku sebagai istri pemilik rumah,” batin Beeve.


Ia yang telah mendapat wejangan dari sang ibu dan adik iparnya pun menjadi lebih waspada.


“Ya sudah Hera, kau kerjakan saja apa yang sudah di perintahkan istri ku, kalau memang kurang berkenan saya mohon maaf, dan kalau kau ingin resign, gaji mu akan ku transfer sekarang,” terang Andri.


Hera yang memang sangat butuh pekerjaan tentu tak ingin resign saat itu juga.


“Baik tuan, saya akan mengerjakan apa yang telah nyonya perintahkan.” ucapnya dengan terpaksa.


Dan dari arah dapur Winda datang membawakan kopi dan susu ibu hamil untuk kedua majikannya.


“Silahkan tuan.” Winda meletakkan susu dan kopi yang ia bawa di atas meja.


“Terimakasih Wind," ucap Andri.


“Oh ya mbak, tolong tunjukkan kamar untuk para Art baru kita, dan Hera jadikan teman sekamar mu ya mbak,” titah Beeve.


“Baik nyonya, mari ikut saya.” meski Winda tak nyaman tidur bersama orang lain, namun ia tak dapat menolak keinginan majikannya tersebut.


Setelah semua Art telah meninggalkan ruang tamu Andri yang penasaran akan sikap judes Beeve pun bertanya.


“Sayang, kenapa sikap mu jadi tiba-tiba galak begitu? Pada hal setahu ku kau orangnya ramah dan pemalu ” ujar Andri seraya membelai rambut istrinya yang terurai.


Beeve yang gengsi untuk mengakui ketakutannya pun mulai membuat alasan.


“Agar terlihat tegas saja mas, biar mereka menghargai ku,” ucapnya.


“Apa enggak salah? Pada Winda dan Siska kau malah biasa saja bahkan kau sangat menghargai mereka, menyuruhnya di luar jam kerja saja kau enggak berani,” terang Andri.


“I-itu karena mereka jauh lebih tua dari ku.” ucap Beeve seraya meminum susunya.


“Yang benar? Atau kau takut aku akan melirik salah satu dari mereka?” Andri yang gemes akan tingkah istrinya pun mencubit pipi Beeve.


“Mas...., sakit!!” ucap Beeve.


“Biar saja, habis kau sangat lucu kalau cemburu.” ujar Andris seraya membersihkan sisa susu yang ada di sudut bibir istrinya dengan indera pengecap nya.


“Mas....,” Beeve memelototi Andri.


“Ada sisa susu sayang,”


“Iya, tapi pilih-pilih tempat dong, kalau ada yang lihat kan enggak enak mas,” ucap Beeve.


“Kalau begitu kita pindah ke kamar saja sekarang? Lagi pula sudah lama kita enggak melakukannya,” ujar Andri.


“Ayo mas.” ucap Beeve, dan keduanya pun bergegas masuk ke dalam kamar.


Sesampainya di kamar Andri menutup pintu rapat-rapat.


“Sayang, tadi saat kau sedang mandi aku minum puding,” ujar Andri.

__ADS_1


“Terus?” tanya Beeve.


“Berarti hari ini akan lebih lama dari biasanya,” jawab Andri.


“Semau mu saja mas, yang penting lakukan dengan lembut, karena anak kita masih sensitif akan guncangan,” terang Beeve.


“Siap sayang.p” Andri pun mulai mengerjai istrinya dengan penuh cinta.


Di tengah ritual mantap-mantap yang mereka lakukan, Beeve sering kali menggaruk kepalanya, dan itu sangat merusak suasana bagi Andri, karena Beeve tak fokus lagi padanya.


3 jam kemudian keduanya pun melakukan pelepasan, Andri yang berbaring di sebelah Beeve pun bertanya.


“Sayang, kenapa kau terus menggaruk kepala mu?”


“Itu karena kepala ku gatal banget mas,” ucap Beeve.


“Mungkin ketombe mu lagi banyak sayang, coba kau ganti sampoo mu,” ujar Andri.


“Masa sih mas, pada hal aku enggak pernah punya ketombe lo.” ucap Beeve seraya menggaruk kepalanya dan melihat kukunya, apa ada sisa ketombe.


“Tuh lihat, bersihkan,” Beeve menunjukkan kukunya pada Andri.


“Mungkin ketombenya halus sayang,”


“Enggak mungkin mas, coba saja mas periksa sendiri kepala ku,” ucap Beeve.


“Ya sudah, ayo ke jendela, biar terlihat terang.” Andri dan Beeve yang masih belum mengenakan baju berjalan menuju jendela.


“Coba ku lihat, Andri pun menyibak rambut indah Beeve.


“Kenapa mas? Ada apa di kepala ku?” tanya Beeve penasaran.


“Ada kerbaunya,”


“Kerbau?” Beeve mendongak pada Andri.


“Iya, dan juga telur ayam,”


“Mas!” Beeve kesal kesal karena Andri mengejeknya.


“Maksud ku, ada kutu dan telurnya di kepala mu,” terang Andri.


“Hah! Serius mas?!” ucap Beeve tak percaya.


“Serius, kau dapat dari mana semua ini?”


“Mm... , sebenarnya kemarin aku ikut mencari kutu mbak Siska,” terang Beeve.


“Ya ampun, kau ini! Seperti enggak ada kegiatan lain saja.” Andri pun melepaskan tangannya dari kepala Beeve.


“Aku memang enggak ada kerjaan mas, kau juga sibuk, enggak pernah membawa ku jalan-jalan.” seketika Andri merasa tak enak hati, sebab tak pernah memanjakan istrinya.


“Maaf sayang, kalau aku enggak pernah mengajak mu keluar rumah setelah kita menikah,” ucap Andri.

__ADS_1


“Enggak apa-apa mas, aku faham kondisi mu sekarang, tapi yang terpenting, kenapa mas enggak menangkap kutunya, pada hal sudah lihat,” Beeve memancungkan bibirnya.


“Ya, kutunya langsung lari,” ujar Andri.


“Benar-benar gatal loh mas,” ucap Beeve seraya menggaruk-garuk kepalanya.


“Kalau begitu kita mandi sekarang, habis itu baru aku cari kutu mu.” ujar Andri, yang membuat Beeve tersenyum kembali.


Keduanya pun masuk ke dalam kamar mandi, Andri yang baik hati, menyuruh istrinya duduk di atas kursi, lalu ia menyiram rambut Beeve dengan shower, setelah itu menaruh sampoo sebanyak mungkin ke kepala Beeve, ia yang berpengalaman mencuci rambut ibunya pun dengan telaten melakukan pada istrinya.


“Mas, apa sampoo nya enggak terlalu banyak?” tanya Beeve karena busanya begitu melimpah ke wajah Beeve.


“Justru bagus, agar kutunya mati di tempat,” terang Andri.


“Begitu ya mas,”


“Tentu saja, kalau punya kutu harus rajin mencuci rambut,” terang Andri.


“Hehehe, mas tahu banyak ternyata.” Beeve semakin jatuh cinta pada Andri yang punya banyak wawasan.


“Ibu yang mengatakan itu,” timpal Andri.


Setelah 1 jam, keduanya pun keluar dari kamar mandi, lalu Andri mengeringkan rambut Beeve dengan hair dryer, selanjutnya mereka berpakaian, kemudian bergegas menuju kolam berenang.


Andri dan Beeve duduk di kursi santai yang terbuat dari jati tepat di pinggir kolam.


“Ayo, kau berbaring,” titah Andri.


“Mau ngapain mas?”


“Sudah berbaring saja,” ujar Andri.


Lalu Beeve berbaring di sebelah suaminya, Andri pun meletakkan kepala Beeve di pangkuannya yang tengah berbaring miring.


“Mas, malu tahu kalau ada yang lihat,”


“Biarkan saja.” kemudian Andri mengambil korek kuping dari saku celananya.


Beeve yang merasakan ada benda masuk ke dalam telinganya pun berniat ingin bangkit.


“Diam sebentar,” titah Andri.


“Mas, masa kau mau membersikan telinga ku?”


...Bersambung......


...HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, KARENA 1 KONTRIBUSI DARI MU ADALAH PENYEMANGAT BESAR UNTUK AUTHOR, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️...


...Instagram :@Kissky_muchu...


...Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya....


__ADS_1



__ADS_2