
Sebenarnya hati Andri merasa berat untuk membawa Arinda meeting, namun karena Ayu percaya Arinda bisa, maka tak ada pilihan lain bagi dirinya.
Ia pun menjinjing tas laptopnya, lalu keluar dari dalam ruangan.
Ceklek!!!
Arinda yang duduk di kursinya menoleh ke Andri yang membuka pintu.
“Pagi pak,” sapa Arinda.
“Pagi, oh iya, Yeni mana?” tanya Andri, karena ia hanya melihat Arinda seorang.
“Yeni tadi ikut dengan pak Arman,” terang Arinda.
“Oh ya?”
“Iya pak, apa ada yang bisa saya bantu pak?” ucap Arinda seraya berdiri dari duduknya.
“Iya, hari ini kau ikut meeting dengan ku, Ayu sudah memberitahu mu kan? Tentang apa yang harus kau kerjakan nanti?”
“Oh iya, sudah pak,”
“Kalau begitu, segera berkemas, karena kita akan berangkat sekarang,” ujar Andri.
“Yes! Akhirnya aku bisa berdekatan dengan mas Andri,” batin Arinda.
Ia pun segera mengemasi berkas-berkas dan flashdisk yang akan di gunakan sebagai bahan presentasi pada klien nanti.
Setelah itu, Arinda dan Andri pun berangkat ke perusahaan KM.
Sesampainya di lobby utama, Ali yang sudah sigap menunggu di depan mobil langsung membukakan pintu untuk majikannya dan juga Arinda.
Arinda dan Andri duduk bersebelahan di kursi belakang supir.
Deg deg deg deg!
Jantung Arinda berdebar-debar, sebab itu ketiga kalinya jarak terdekat antara ia dan Andri, bau parfum Andri pun seolah memenuhi mobil yang membuat Arinda semakin deg degan.
“Mobilnya bagus banget, dan.... semakin lama mas Andri makin tampan, ya Tuhan tolong aku!!!” Arinda berkecamuk dalam hatinya.
“Kita kemana pak?” tanya Ali.
“Ke perusahaan KM,” jawab Andri.
Ali yang sudah hapal jalan pun langsung melajukan mobil, dan selama perjalanan Andri dan Arinda bungkam, tak membuka mulut seinci pun.
Sesekali Arinda melirik Andri dari sudut ekor matanya, dan wajah tampan Andri membuat Arinda malu, ia yang maniac drama Korea pun mulai berkhayal kalau mereka berdua adalah sepasang kekasih.
__ADS_1
“Andaikan mas Andri masih jomblo, pasti akan ku pepet sampai lengket,” batinnya.
Tak lama mereka pun sampai ke tujuan, Ali pun kembali turun membukakan pintu untuk majikannya dan juga Arinda.
Andri yang berjalan terlebih dahulu, di susul oleh Arinda di belakangnya.
Lagi-lagi, Arinda terpesona akan punggung bidang Andri yang terlihat gagah dan tampan.
“Hah...., bisa gila aku lama-lama dekat dengan mu mas, apa aku berdosa bila mencintai mu dalam diam?” Arinda terus berucap kagum dan berandai-andai dalam hatinya tentang ia dan Andri.
Sesampainya mereka di ruang meeting yang telah di lengkapi proyektor dan lainnya, Andri pun mempersilahkan Arinda untuk mempresentasikan produk parfum dan sabun varian terbaru dari perusahaan ISF Group pada beberapa klien mereka di ruangan itu.
Arinda yang ingin mendapatkan kedudukan di kantor pun memanfaatkan kesempatan itu dengan baik.
“Aku harus melakukan yang terbaik, agar posisi sekretaris jatuh ke tangan ku, dan mana tahu kalau aku bisa memenangkan tender ini, mas Andri juga jatuh ke pelukan ku,” batin Arinda.
Dengan semangat 45, Arinda pun memulai presentasinya, ia yang lihai dalam pengolahan kata dan bahasa yang baik pun dengan mudah menyampaikan apa-apa saja komposisi dan keunggulan dari produk yang mereka tawarkan, serta tak lupa ia juga menjabarkan secara terperinci keuntungan yang di dapat dengan bekerja sama dengan perusahaan mereka.
Andri yang ikut dalam rapat memperhatikan Arinda dengan sangat cermat.
“Hmm... kalau dia berhasil membuat klien tanda tangan kontrak hari ini juga, mungkin aku akan memilih dia sebagai pengganti Ayu, Yeni bisa ku berikan pada Arman kalau memang ia butuh,” batin Andri.
Setelah dua jam, akhirnya presentasi Arinda pun selesai.
“Semoga mereka mau tanda tangan,” batin Arinda.
“Bagaimana pak? Apa masih ada yang belum di mengerti, atau masih merass kekurangan dalam masalah komposisi dari produk kami?” tanya Andri.
Karena CEO CS group adalah yang paling berpengaruh di antara ke enam klien lainnya, maka otomatis banyak yang terpengaruh, dan memutuskan untuk tanda tangan kontrak kerja sama juga dengan perusahaan Andri.
Arinda yang memenangkan tender itu pun tentu sangat bahagia, pasalnya ia yang baru lulus SMA, di tambah non pengalaman pun dapat menaklukkan 6 perusahaan raksasa.
Setelah semua beres, Andri dan Arinda pun keluar dari dalam perusahaan KM, raut bahagia jelas tersirat di wajah Arinda.
Andri sebagai atasan yang baik pun berniat memberikan Arinda hadiah, untuk mengapresiasi kemenangan calon sekretarisnya tersebut.
Mereka yang telah sampai di depan lobby utama perusahaan KM telah di tunggu oleh Ali.
“Silahkan tuan.” Ali membukakan pintu untuk Andri, selanjutnya untuk Arinda.
Dan di dalam perjalanan menuju kantor Andri pun membuka obrolan.
“Karena kau sudah berhasil memenangkan tender ini, maka saya akan memberikan mu bonus, yaitu 3 kali lipat gaji mu, ku harap di lain kesempatan kinerja mu semakin bagus,” ujar Andri.
“Yang benar pak? Aduh terimakasih banyak pak!!” seru Arinda seraya menggenggam tangan Andri yang sedang memegang handphone.
“Tentu saja benar dan saya sudah menghubungi bagian HRD, paling sebentar lagi akan masuk ke akun bank mu.” terang Andri seraya melepas tangannya dari genggaman Arinda.
__ADS_1
“Sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak pak,” ucap Arinda.
Andri mengangguk, seraya menggeser bokongnya menjauh dari Arinda.
“Bagus, aku sekarang sudah maju selangkah untuk mendapatkan mau ku,” batin Arinda.
Andri yang membuka aplikasi WhatsApp pun melihat status istrinya yang berisi. “Pengen buaya bakar!”
Andri tertegun membaca status istrinya. “Apa dia tahu kalau aku bersama wanita lain?” batin Andri, lalu Andri membalas status istrinya.
✉️ “Kau ngidam sayang?” Andri.
Beberapa saat kemudian Beeve pun membalas.
✉️ “Iya mas, aku tiba-tiba ingin makan roti buaya panggang,” Beeve.
“Huuff....” Andri menghela nafas panjang, karena ternyata Beeve ngidam buaya sungguhan.
“Ku pikir dia menyindir ku,” batin Andri.
Arinda yang merasa penasaran akan yang bukan urusannya pun bertanya.
“Kenapa pak? Apa bapak sakit?”
“Bisakah kau diam?” ucap Andri, yang membuat hati Arinda tersentak.
“Baik pak.” Arinda pun kembali duduk manis di tempatnya.
“Mengganggu saja!” pekik Andri dalam hatinya.
Pukul 19:00 malam, Andri yang baru pulang kerja di sambut oleh Beeve di depan pintu.
“Assalamu'alaikum sayang.” ucap Andri seraya mengecup pipi dan mengelus perut Beeve.
“Wa'alaikum salam mas,” sahut Beeve.
“Mulai besok, kalau mau menunggu ku, jangan di depan pintu sayang, nanti kau masuk angin, tunggu aku di ruang tamu saja ya sayang,” ujar Andri.
...Bersambung......
...HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, KARENA 1 KONTRIBUSI DARI MU ADALAH PENYEMANGAT BESAR UNTUK AUTHOR, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️...
...Instagram :@Kissky_muchu...
...Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya.
__ADS_1
...