Jangan Salahkan Takdir

Jangan Salahkan Takdir
Bab 56 (ART Baru)


__ADS_3

Andri yang begitu mengkhawatirkan Beeve langsung menggiring tangannya masuk ke dalam rumah.


“Oh iya, sayang ini roti buaya yang kau minta.” ujaucapr Andri seraya menyodorkan pada Beeve.


“Terimakasih banyak ya mas,” ucap Beeve dengan senyum sumbringan.


“Apa kau sudah sholat sayang?” tanya Andri seraya mengusap puncak kepala Beeve.


“Sudah mas, mas sendiri bagaimana?”


“Sudah dong.” sesampainya mereka ke kamar Andri melepas pakaiannya.


“Aku akan mandi, kau makanlah rotinya pelan-pelan,” ucap Andri.


“Aku bawa ke dapur ya mas,”


“Enggak usah, kau makan di situ saja.” Andri menunjuk ke arah sofa yang ada dalam kamar, yang kebetulan di sebelahnya ada sebuah meja kecil.


“Oke mas.” Beeve pun beranjak ke sofa untuk duduk. Sedang Andri masuk ke dalam kamar mandi.


10 menit kemudian, Andri yang telah selesai keluar dari kamar mandi.


“Eh, kau mau kemana?” tanyanya pada Beeve yang ingin keluar kamar.


“Mau ke dapur ambil minum,” jawab Beeve.


“Jangan kemana-mana, nanti kau kelelahan, telepon saja Winda atau Siska untuk mengambilkan minum,” ujar Andri.


“Mas, kalau hanya ke dapur aku masih bisa, dan itu enggak akan membuat aku lelah, lagi pula kasihan mereka, untuk hal sekecil ini harus di suruh-suruh,” terang Beeve.


“Loh, itu kan memang tugas mereka,” ujar Andri yang masih sibuk memakai bajunya.


“Tetap saja lo mas aku enggak tega, di rumah yang sebesar ini, mereka hanya kerja berdua, dari subuh hingga malam, aku sih udah bilang kalau pekerjaan mereka sudah selesai bisa langsung istirahat, nah sekarang jam kerja mereka sudah usai, jadi aku juga enggak boleh mengganggu mereka lagi,” terang Beeve.


Andri yang telah selesai memakai piyama birunya pun mendekat pada istrinya yang berada di dekat pintu.


“Iya bawel,” Andri mencium bibir istrinya.


“Mas! Aku lagi bicara serius loh,” ucap Beeve dengan perasaan jengkel.


“Aku mendengarkan sayang, sudah kau tenang saja, karena mas sudah dapat Art tambahan, mereka akan datang besok pagi, bagaimana?” ucap Andri dengan mencubit pipi istrinya.


“Ya benar mas?”


“Iya, mereka juga masih muda, dan ku sediakan 1 teman curhat untuk mu,” ujar Andri yang membuat Beeve tertawa.


“Hahaha, mas! Kau benar-benar ingin mengurung ku dalam rumah ya? Sampai-sampai teman curhat pun kau sediakan,” ucap Beeve.

__ADS_1


“Bukan begitu sayang, biar yang lainnya fokus pada tugasnya masing-masing, nah yang satu ini jadikan sebagai asisten mu, khusus mengurus mu dari bangun tidur sampai tidur lagi,” terang Andri.


“Ya Allah, mas Andri baik banget sih.” ucap Beeve dalam hatinya, perlahan Beeve mulai jatuh hati pada suaminya.


“Besok yang mau datang berapa orang mas?”


“Empat orang, kau bagi saja tugas mereka masing-masing, pokoknya rumah ini ku serahkan pada mu, urus lah dengan benar, karena ini milik mu,” terang Andri.


Beeve yang terharu akan kebaikan Andri pun memeluknya.


“Terimakasih mas, sudah menyayangi ku dengan begitu tulus, pada hal aku hanya wanita....”


“Ssstt...., jangan kau ungkit lagi yang telah lalu, yang penting ke depan, kau harus lebih baik, jujur dan juga mencintai keluarga kita,” ucap Andri membalas pelukan Beeve.


“Terimakasih mas,” ucap Beeve kembali.


“Iya sayang, ya sudah mas ambilkan minum untuk mu dulu ya.” Andri pun melepas pelukannya, kemudian bergegas ke dapur.


“Aku harus beli dispenser besok,” gumam Andri.


Pukul 08:00 pagi, para Art yang akan bekerja di rumah Beeve dan Andri pun telah tiba.


“Silahkan duduk.” ucap Beeve kepada ke empat Art barunya.


“Boleh perkenalkan diri kalian masing-masing, cukup katakan umur dan usia saja” titah Beeve.


“Selamat pagi nyonya, nama saya Ima, usia 19 tahun,”


“Kalau saya Mirna nyonya usia 19 tahun,”


“Saya Hera nyonya usia 17 tahun,”


“Saya Sinta nyonya, usia 19 tahun,”


Beeve menatap lekat satu persatu Art barunya, untuk yang usia 18 ke atas dia tidak masalah, namun pada Hera, Beeve menaruh sedikit khawatir, sebab Hera adalah yang paling cantik di antara ke tiganya.


“Aduh, mas Andri kok pilihnya yang muda-muda begini sih? Yang paling meresahkan adalah Hera, selain cantik body nya juga bagus, apa lagi bagian depan belakangnya lebih besar dariku,” batin Beeve.


“Nyonya, kemarin pak Andri bilang pada yayasan, kalau saya di khususkan untuk menjadi asisten nyonya.” terang Hera dengan suara lembut nan manja layaknya Syahrini.


“Kau?” Beeve memberi tatapan mata sinis.


“Iya nyonya,” timpal Hera.


“Oh... begitu ya.” ucap Beeve, lalu Andri yang baru selesai mandi keluar dari dalam kamar.


“Oh, kalian sudah datang?” ucap Andri seraya menuju sofa.

__ADS_1


Lalu ke empat Art pun bangkit dari duduknya dan menjabat Andri satu persatu.


“Kenapa mas Andri di jabat? Pada hal tadi mereka enggak berjabatan dengan ku,” mendadak perasaan Beeve menjadi sensitif.


Terlebih saat ia melihat Hera senyum-senyum pada suaminya.


“Genit,” batin Beeve.


“Bagaimana sayang, apa kau sudah membagi tugas mereka?” tanya Andri.


“Belum mas,” ujar Beeve.


“Ya sudah kau bagi sekarang saja, agar mereka dapat segera bekerja,” ujar Andri.


Lalu Beeve yang kesal pada Hera pun memutuskan dengan cepat dimana art nya itu harus bekerja.


“Hera, kau mengurus kebun bagian belakang.” Hera yang mendengar keputusan Beeve pun menyanggahnya.


“Tapi nyah, saya kan di tugaskan tuan untuk mengurus nyonya,” ucap Hera dengan wajah sedih.


“Enggak bisa, ku lihat jemari mu lentik, pasti kau berbakat dalam bercocok tanam,” ujar Beeve.


“Sayang, Hera benar,”


Lalu Beeve menaikkan alisnya, “Mas, rumah adalah urusan ku ” Andri yang melihat ekspresi wajah istrinya pun menjadi tertegun.


“Dia kenapa?” batin Andri.


“Resti bagian dapur sekaligus memasak, Sinta khusus membersihkan area lantai satu, Ima mengurus area halaman rumah depa, Mirna mengurus halaman belakang rumah,” Beeve membagi tugas Art nya dengan sangat cepat.


“Terus yang jadi asisten mu siapa sayang?” tanya Andri.


“Mbak Winda, karena dia jauh lebih dewasa, jadi kalau aku curhat, masukan dia sepertinya lebih masuk akal, karena dia yang paling tua disini mas, dan untuk lantai 2, mbak Siska,” ucap Beeve.


Lalu Hera yang merasa perjanjian kontrak kerjanya tidak sesuai pun meminta tolong pada Andri dengan suara manjanya.


“Tuan, saya jangan mengurus kebun ya, karena saya enggak ada pengalaman di bagian itu.” Beeve yang merasa geli dengan tindakan Hera pun mulai mengantispasi sejak dini.


Ia pun merapatkan duduknya pada Andri seraya menggenggam tangan suaminya.


“Kalau enggak di kerjakan maka tidak ada pengalaman, kalau kau enggak suka, kau boleh mengundurkan diri, nanti setengah gaji mu akan ku transfer.” terang Beeve yang membuat semua orang terperanjat.


...Bersambung......


...HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, KARENA 1 KONTRIBUSI DARI MU ADALAH PENYEMANGAT BESAR UNTUK AUTHOR, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️...


...Instagram :@Kissky_muchu...

__ADS_1


...Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya....


__ADS_2