Jangan Salahkan Takdir

Jangan Salahkan Takdir
Bab 239 (Waspada)


__ADS_3

Emir menatap lekat wajah istrinya yang sedang marah-marah.


“Receh banget sih pembahasan mu, begitu saja kau sudah perpanjang.”


“Jelas saja ku perpanjang, harusnya abang itu mengangkat harga diriku di depan keluarga, jangan seperti tadi, aku ini bukan wanita super yang bisa adu otot seperti si pembunuh itu, apa itu memang mau mu, aku mati terus abang bisa nikah lagi? Benar bang? Abang ingin cepat-cepat duda?” sifat berlebihan Helena membuat Emir sakit kepala.


“Umur mu berapa sih sebenarnya? Kenapa kau kekanak-kanakan banget? Coba kau pikir, mana mungkin aku membiarkan mu dalam bahaya, jika hal buruk itu menghampiri mu? Kalau itu memang terjadi, maka aku yang terdepan akan melindungi mu, kau itu selalu saja cari perkara, bertanya hal yang tidak penting dan lainnya, kau itu lulusan universitas ternama, sesuaikan dong, jangan malah bertingkah konyol dek!” Emir menasehati istrinya agar lebih bermartabat dan elegan.


Sontak Helena terdiam mendengar kata-kata suaminya.


“Makanya Allah mungkin belum kasih kita keturunan, karena kau sendiri sifatnya belum dewasa, sudah ya, jangan ulangi lagi tingkah mu yang kocak itu.” Helena hanya mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


Emir sendiri melihat istrinya membisu bukannya senang, malah jadi serba salah. Lalu ia pun mendekati Helena dan memberi sebuah pelukan hangat.


“Maafkan abang dek, kalau sudah menyakiti hati ade, jangan masukkan ke hati ya,” ucap Emir seraya mencium kening Helena.


“Maafkan ade juga bang, yang selalu buat abang malu.” sahut Helena dan membalas pelukan Emir.


Walau pun Helena agak aneh, tapi dia bukan tipe orang yang susah untuk di bujuk, setidaknya itu kelebihannya, batin Emir.


“Tapi bang...”


“Iya dek?”


“Jangan seperti bang Andri ya, kalau sampai abang ketahuan selingkuh dan sampai poligami juga, ku potong harta berharga mu, lalu ku jadikan makanan ayam!” Helena memberi ancaman pada Emir, agar sang suami tak macam-macam.


“Astaga dek, mana mungkin abang mendu'akan mu, 1 saja sudah bikin abang repot, apa lagi dua,” terang Emir.


“Awas saja, aku enggak main-main loh bang!” pekik Helena.


“Jadi, kalau kau yang ketahuan selingkuh, aku harus menghukum mu seperti apa?” tanya Emir.


“Kalau aku sudah jelas bang, enggak akan selingkuh, setia ku itu sampai ke surga bang!”


“Asalkan saja, karena kalau kau ketahuan selingkuh! Ujung bukit kembar mu, akan ku potong, dan ku buat jadi makanan anjing!” ucap Emir, yang membuat Helena tersentak.


“Kau serius bang?” Helena tak percaya jika suaminya akan berbuat demikian.


“Tentu saja, memangnya hanya kau yang bisa membuat ancaman konyol?!” ujar Emir.


“Ya sudah kalau begitu, kita sepakat ya bang, kalau sama-sama melanggar.”


“Oke!” setelah penuh drama, akhirnya keduanya memutuskan untuk tidur.


Andri dan Beeve yang berada di atas ranjang berpelukan satu sama lain.

__ADS_1


“Ini semua karena ku, maaf ya sayang, lag-lagi kau kesusahan karena ku,” ucap Andri seraya mengelus puncak kepala istrinya.


“Sudahlah mas, semua kan sudah terjadi, enggak perlu di bahas lagi.” Beeve yang telah memaafkan suaminya tak ingin bila sang suami terus merasa bersalah.


“Aku janji, akan melindungi mu dari Arinda,” terang Andri.


“Iya mas, aku percaya, ayo kita tidur, besok kau harus kerja.” ujar Beeve menyudahi percakapan canggung malam itu.


“Baiklah sayang.” keduanya pun tidur dengan saling berpelukan hingga pagi hari menjelang.


Pukul 06:00, Andri yang telah selesai mandi membangunkan istrinya yang masih tidur.


“Sayang... Hei, bangun...” Andri mengelus lembut rambut pirang istrinya.


“Eh, mas Andri, sudah selesai mandi ternyata,” ucao Beeve seraya bangkit dari tidurnya.


“Sudah, kau tidur saja lagi, ku lihat kau masih ngantuk,” ucap Andri.


“Iya nih mas, maaf ya, semalaman aku bangun terus karena gerah dan kepanasan,”


terang Beeve.


“Ya Tuhan, kenapa kau enggak bangunkan aku sayang?”


“Mana mungkin aku menggangu tidur mu mas, sementara paginya kau harus berangkat kerja,” ujar Beeve.


“Ih bau!” Andri meledek Beeve.


“Siapa suruh cium orang yang belum cuci muka!” pekik Beeve.


“Sejak hamil perubahan mu besar sekali sayang, apa karena mengandung anak kembar ya?” ucap Andri, sebab Beeve kini jadi lebih gemuk, dan lehernya mulai berlipat, kakinya juga bengkak.


“Iya ya mas, aku hampir mirip badak mas, lihatlah!” Beeve mengangkat tangannya ke atas, “Ketiak ku juga jadi hitam, pada hal dulu enggak begini, lipatan leher ku juga gelap,” Beeve menjadi sedih atas kondisi tubuhnya yang bongsor, pada hal kandungannya baru jalan 3 bulan.


“Enggak apa-apa sayang, penampilan mu yang sekarang jadi lebih seksi.”


“Jangan bohong mas!” Beeve tahu jika suaminya berdusta.


“Betul loh, dulu kalau memeluk mu rasanya kenyal, tapi kalau sekarang empuk, intinya... seperti apapun dirimu, ku tetap cinta sayang.” Andri mencoba membangkitkan kepercayaan diri Beeve.


“Yang benar mas? Kau enggak bohong kan?”


“Tentu saja enggak, untuk apa aku berbohong? Kau adalah wanita tercantik di muka bumi ini, lagi pula kalau soal langsing kembali itu mudah, kalau dede kembar kita sudah berhenti minum asi, sayang ku bisa minum pil pelangsing, pergi gym, atau kalau enggak mau repot, kita operasi saja, cantik itu relatif sayang, jadi jangan takut ya, dan... jangan coba-coba mengurangi porsi makan mu, yang harus kau kasih makan itu 4 orang, dirimu dan juga anak-anak kita, mengerti?” Andri memeluk tubuh bengkak istrinya yang kini berbobot 65 kilogram.


Sebelum turun ke lantai satu, Beeve terlebih dahulu membasuh wajah dan juga menggosok giginya.

__ADS_1


Setelah itu mereka menuju meja makan untuk sarapan pagi.


________________________________________


Andri yang telah tiba di kantor bertemu dengan Arman.


“Ndri, kau bisa kan gantikan aku meeting dengan perusahaan JST Inc? Karena aku dan istri ku ingin ke rumah sakit,” ucap Arman.


“Ya ampun Man, kan sore juga bisa,” ujar Andri.


“Tapi dokternya bisa siang ini, setelah itu aku kembali lagi kok ke kantor.”


“Baiklah, sekalian saja ambil cuti hari ini, urus dulu istri mu,” terang Andri.


“Oke, terimakasih banyak ya pak Andri yang baik hati,” ucap Arman.


“Iya, iya...”


“Ya sudah, aku pergi dulu.” setelah Arman berabjak, Andri pun mempersiapkan file untuk meeting.


Selanjutnya ia menuju ruang meeting, sesampainya Andri, ia terkejut bukan main melihat salah satu dari ke tiga klien yang duduk di susunan kursi yang melingkar dalam ruangan itu.


Andri pun berjalan perlahan masuk ke dalam ruangan.


Lea? batin Andri.


Ketiga kliennya pun menoleh ke arah Andri dan juga 2 rekan kerjanya yang lain yang ikuti meeting di pukul 10.00 pagi itu.


Sebelum meeting di mulai, mereka bersalaman terlebih dahulu. Wajah Lea nampak senang saat melihat Andri.


“Apa kabar pak Andri?” sapa Lea.


“Kabar baik bu Lea,” sahut Andri.


Usai berjabat tangan, mereka pun memulai agenda rapat mengenai kerja sama brand baru dari ISF Corp, yang akan bekerja sama dengan JST Inc.


Setelah 2 jam berlangsung, meeting selesai dengan hasil yang memuaskan, JST Inc akhirnya menandatangani kontrak kerja sama dengan ISF Corp.


“Kalian duluan saja, aku masih ingin mengobrol dengan pak Andri,” titah Lea pada kedua bawahannya.


“Baik bu.” sahut keduanya kemudian keluar dari ruang meeting.


“Aku baru tahu, kalau kau berkerja di JST,” ucap Andri.


“Iya, aku sudah 7 tahun bekerja disana, tapi baru kali ini di utus untuk kemari, apa kabar Ndri? Apa kau masih lajang sekarang?” tanya Lea.

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2