
“Baiklah bu, Beeve akan ikut rencana ibu,” ucap Beeve.
Sementara di kantor, Andri yang baru saja datang dari kantin, melihat seorang wanita yang tengah berdiri menghadap pintu ruangannya.
“Untuk apa dia kemari?” batin Andri.
Dengan senyum sumringan, Andri mendekat ke wanita yang tengah berdiri itu dan langsung melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping wanita tersebut.
“Untuk apa kau kesini sayang?” ucap Andri seraya mengecup rambut wanita tersebut.
Sontak wanita itu memutar tubuhnya menghadap Andri, seketika Andri terperanjat.
“Bapak siapa? Kenapa melakukan ini pada saya?”
“Ah! Maaf saya enggak sengaja!” pasalnya wanita itu bukanlah istrinya, melainkan Arinda, calon sekretarisnya.
“Enggak apa-apa pak, kalau memang enggak sengaja,” ucap Arinda tersenyum tipis.
“Mmmm, maafkan saya, tadi saya pikir kalau kau adalah istri ku, sebab pakaian dan gaya rambut mu semua persis seperti istri ku,” terang Andri dengan sangat canggung.
“Iya pak, saya juga minta maaf kalau sudah terlihat persis seperti istri bapak,” ucapjar Arinda.
Karena tak ingin larut dalam kecanggungan, Andri mempersilahkan Arinda masuk ke dalam ruangannya.
“Ayo ke ruangan ku,”
Mereka berdua pun masuk ke dalam ruangan Andri, kemudian Andri duduk kursi kerjanya, dan Arinda duduk di hadapannya yang di depan keduanya adalah sebuah meja yang di atasnya di penuhi berkas-berkas penting.
“Pagi Arinda,”
“Selamat pagi juga pak,”
“Mulai hari ini kau akan masuk kerja, tapi masih dalam tahap training ya, nanti kau dan Yeni akan sama-sama di bimbing oleh Ayu, jadi bekerja keraslah, kalau kau ingin bertahan di perusahaan ini,” terang Andri.
“Baik pak, saya akan berusaha sebaik mungkin,”
“Baiklah, kau boleh keluar, dan tunggu Ayu dan Yeni,” titah Andri.
“Baik pak, terimakasih banyak.” saat Arinda mengulurkan tangannya untuk menjabat Andri, Andri menolak dengan sopan.
“Tidak usah,”
“Baik pak, saya permisi,” ucap Arinda seraya keluar dari dalam ruangan Andri.
Ketika ia sudah berada di depan pintu masuk ruangan Andri, ternyata Ayu dan Yenni sudah ada disana.
Dan kebetulan ruang kerja untuk sekretaris yang di khususkan untuk presiden direktur dan CEO, di tempatkan luar ruang mereka, bertujuan jika ada orang yang datang, harus melapor kepada sektretaris terlebih dahulu.
Dan meja kerja Arinda di sisi kanan pintu berhadapan dengan Yeni dan ayu yang ada di sisi kiri.
“Kau sudah datang?” tanya Ayu sebagai senior.
“Iya kak mohon bantuannya,” ucap Arinda.
Sedang Andri di dalam ruangan di buat tak tenang akan peristiwa konyol yang baru saja ia alami.
__ADS_1
“Kenapa bisa sama persis seperti Beeve? Tapi...., mereka memang sahabat sih, kalau perempuan kan seperti itu, suka bergaya sama dengan sahabatnya, tapi masa iya baju yang ia kenakan mirip dengan baju yang di belikan Emir untuk Beeve? Bukankah baju itu barang limited edition?” Andri terus di buat berpikir.
“Dasar Emir, tukang bohong, beraninya dia mengerjai ku,” Andri yang merasa jengkel langsung mendial nomor Emir.
📲 “Halo, Mir!” Andri.
📲 “Ada apa? Kenapa suara mu keras begitu?” Emir.
📲 “Aku mau tanya, baju yang kemarin kau belikan untuk Beeve, apa benar limited edition?” Andri.
📲 “Benarlah, baju itu hanya ada 10, dan satu-satunya orang Indonesia yang memiliki baju itu ya Beeve,” Emir.
📲 “Benarkah?” Andri.
“Apa mungkin yang Arinda pakai barang KW?” batin Andri.
📲 “Apa kau salah mengenal wanita karena baju itu? Atau mungkin salah peluk?” Emir.
📲 “Kau tahu darimana? Akhh.. ya sudahlah kalau begitu, mungkin yang wanita itu pakai hanya tiruannya,” Andri.
📲 “Yang wanita itu pakai barang asli, dan istri bodoh mu itu yang memberinya sendiri,” Emir.
📲 “Bagaimana bisa?” Andri.
📲 “Kau tanya sendiri istri mu,” Emir.
Tanpa berbasa-basi Emir memutus sambungan telepon dari Andri.
“Anak ini, pada hal aku belum selesai bicara,” gumam Andri.
Pukul 17:15, Arinda dan Yeni sebagai karyawan training pun di persilahkan untuk pulang terlebih dahulu oleh Ayu.
“Kalian boleh pulang sekarang, karena pekerjaan kalian sudah selesai,” titah Ayu
“Baik kak, terimakasih banyak,” ucap Arinda dan Yeni.
Keduanya pun keluar dari ruang kerja mereka, menuju parkiran basemen 1.
“Aku duluan ya Arinda,” ucap Yeni.
“Oke, hati-hati di jalan," ujar Arinda.
Arinda yang ingin pulang ke rumahnya pun teringat akan Beeve.
“Oh iya, aku mampir ke rumahnya saja, lagi pula kan arah rumahnya searah dengan rumah ku, lagi pula aku harus berterimakasih banyak padanya,” batin Arinda.
Arinda pun buru-buru naik ke atas motornya, kemudian melaju keluar parkiran membelah jalan raya.
Di tengah jalan, Arinda singgah sejenak ke warung kaki 5, untuk membelikan Beeve martabak keju, sebab Beeve sangat suka makanan itu, setelahnya baru Arinda meluncur kembali ke rumah Beeve.
_______________________________________________
Saat Beeve dan Jane tengah mengobrol di ruang tamu, Jane memberikan Beeve 2 kotak susu ibu hamil, “Ini untuk mu.”
“Bu, nanti kalau ketahuan bagaimana?”
__ADS_1
“Makanya simpan yang benar, biar enggak ketahuan,” ucap Jane.
“Iya bu,”
“Kau itu butuh susu, untuk perkembangan bayi mu Bee, makan yang banyak, ngemil pakai buah, jangan makanan yang mengandung pengawet,” terang Jane pada Beeve.
“Iya bu, ngomong-ngomong apa ibu mau menginap?” tanya Beeve.
“Enggak, sebentar lagi ibu akan pulang, tunggu Andri datang,” ujar Jane.
“Tapi mas Andri kadang-kadang pulang larut bu,”
Saat mereka sedang asyik mengobrol tiba-tiba handphone Beeve yang ada di atas meja berdering, ketika di periksa ternyata itu panggilan dari Arinda.
“Sebentar ya bu,” ucap Beeve.
📲 “Assalamu'alaikum, halo Nda, ada apa?” Beeve.
📲 “Wa'alaikumussalam, Halo Beeve, ini aku sedang menuju rumah mu,” Arinda.
📲 “Oh ya? Mau apa kau kesini?” Beeve.
📲 “Mau balas budi, karena aku sudah di terima kerja, meski pun masih tahap training,” Arinda.
📲 “Oh ya? Baguslah kalau begitu, ya sudah aku tunggu,” Beeve.
📲 “Oke, Assalamu'alaikum,” Arinda.
📲 “Wa'alaikumussalam,” Beeve.
“Arinda mau kesini?” tanya Jane.
“Iya bu, katanya mau balas budi, karena Sudah di terima kerja di perusahaan mas Andri,” ucap Beeve.
“Apa dia sering datang datang kemari?”
“Ini yang ketiga kalinya bu,” Mendengar pernyataan putrinya, Jane jadi was-was.
“Bee, kau jangan izinkan Arinda sering datang kesuni,”
“Loh kenapa bu?”
“Itu enggak baik nak, akan mengundang sesuatu yang enggak di inginkan,” Beeve yang polos tak mengerti maksud ibunya
“Maksudnya bagaimana sih bu?”
“Ck, Bee, sangat di pantang kan kau membawa wanita lain ke rumah mu, nanti suami mu tertarik, walau kau lebih cantik dari Arinda, tapi dia juga termasuk cantik, takutnya kalau dia sering datang kesini, dan bertemu Andri, keduanya malah ada kecocokan, walau pun kalian sudah bersahabat lama, tidak menutup kemungkinan untuk ia jadi lawan mu,” terang Jane.
...Bersambung......
...HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, KARENA 1 KONTRIBUSI DARI MU ADALAH PENYEMANGAT BESAR UNTUK AUTHOR, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️...
...Instagram :@Kissky_muchu...
...Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya....
__ADS_1