
“Bagaimana ini? Aku harus bagaimana ya Tuhan?!” mata Beeve membulat sempurna, sekujur tubuhnya menjadi basah karena keringat dingin.
Deg deg deg deg!!!
Jantungnya semakin kuat bergenderang, ketika sang suami dan dokter semakin mendekat padanya.
“Sayang...” Andri menyapanya dengan senyum hangat.
Namun telinga Beeve seolah tuli, tak dapat mendengar apa yang suaminya katakan.
Hingga Andri menyeka wajah Beeve karena keringat yang mengucur dari pangkal rambutnya.
“Ternyata benar kata Emir, kau sakit,” ucap Andri.
Sontak Beeve menoleh ke arah Emir yang baru datang dari dapur.
“Dasar Emir! Terlalu ikut campur pada urusan rumah tangga ku!” batin Beeve.
“Ma-mas, ke-kenapa bawa dokter?” tanya Beeve gelagapan.
“Tentu saja untuk memeriksa mu, ayo kita ke kamar.” ujar Andri, seraya merangkul bahu Beeve.
Beeve yang ketakutan setengah pingsan pun ingin menangis.
“Habislah aku, kali ini aku enggak bisa berbohong lagi,” batin Beeve.
“Sesampainya di ranjang, Andri membantu Beeve untuk merebahkan diri.
“Lihat dok, istri ku sampai berkeringat banyak, tolong berikan obat yang paling bagus,” pinta Andri pada dokter Wildan.
“Bapak tenang saja, percayakan pada saya,” sahut sang dokter.
Lalu sang dokter memakai stetoskopnya “Maaf ya bu.” kemudian dokter Wildan menyingkap baju bagian bawah Beeve untuk di periksa.
“Ya Tuhan tolong aku, ya Tuhan apa aku melarikan diri saja dari rumah ini, akhhh!!!!” seketika Beeve merasa prustasi, hatinya terus saja memohon pada yang kuasa, agar membantunya.
Tak perlu waktu lama, dokter Wildan pun menyudahi pemeriksaannya.
“Bagaimana dok, istri ku sakit apa?” tanya Andri penasaran.
Dengan tersenyum dokter Wildan berkata, “Selamat ya pak, istri bapak sedang mengandung,”
“Akhhh....., habis sudah nasib ku,” batin Beeve.
“Mengandung?” wajah Andri nampak tak percaya.
Emir yang mendengar percakapan dari depan pintu kamar pun merasa kecewa.
“Iya, dan sebentar lagi, pak Andri akan menjadi seorang ayah.” terang dokter Wildan seraya menuliskan resep obat yang harus di beli.
“Tapi dok, kami baru jalan 2 minggu menikah, jadi bagaimana bisa istri ku sudah hamil?” Andri yang tak percaya pun meminta kejelasan.
__ADS_1
Beeve yang sudah pasrah hanya bisa diam, matanya pun mulai berkaca-kaca.
“Tentu saja bisa,”
“Oh iya bu, kapan hari pertama terakhir ibu haid?” tanya dokter Wildan.
“Itu, tanggal 17 Mei kemarin pak,” jawab Beeve.
“Oh..., sekarang sudah tanggal 31 Juni, berarti sudah masuk 6 minggu ya bu,” terang sang dokter.
“Apa dok? 6 minggu?” Andri menoleh ke Beeve yang berbaring di atas ranjang.
“Iya pak, karena usia kandungan itu, di hitung dari tanggal hari pertama terakhir perempuan datang bulan, jadi semua normal kok, ini adalah resep yang harus di tebus ke apotik, jaga kesehatan ya bu,” terang dokter Wildan.
Andri pun menerima resep itu dengan pikiran melayang-layang.
“Saya permisi pak,” ucap sang dokter.
Setelah di kamar hanya ada Beeve dan Andri, Andri pun naik ke atas ranjang dan duduk di sebelah Beeve.
Beeve yang merasa aib nya telah terbongkar, menangis dalam diamnya.
“Bee...” ucap Andri seraya meletakkan tangannya di atas perut Beeve.
“Hiks..., mas.... aku...”
“Ssst....” mata Andri mulai memerah.
“Bee, terimakasih telah mengandung anak ku.” ucap Andri menangis haru, Andri pun memeluk Beeve.
Beeve di buat tak percaya, akan kenyataan yang ada.
“Mas....”
“Kau juga sama bahagianya dengan ku kan sayang, makanya kau menangis?” Andri mencium perut Beeve berulang kali.
“I-iya mas, aku juga bahagia,” ucap Beeve.
Lalu Andri yang merasa senang pun, menciumi wajah Beeve di setiap incinya.
“Aku akan memberitahu seluruh keluarga mengenai kabar kehamilan mu sayang,”
“I-iya mas,” jawab Beeve.
“Ya Allah terimakasih atas pertolongan mu,” ucap Beeve dalam hati.
Sedang Andri di atas ranjang, menelpon kedua orang tuanya.
📲 “Halo bu, yah!! Ada kabar bahagia, Beeve istri ku hamil!!! Sebentar lagi kalian akan punya cucu hahahaha!!!”
Andri tak hentinya tertawa seraya menitihkan air mata, setelah menelepon orang tuanya, ia pun menelepon keluarga Beeve, dan semua orang yang mendengar kabar suka cita itu ikut bahagia.
__ADS_1
“Maafkan aku mas, maafkan aku.” Beeve merasa bersalah pada Andri, karena Andri berbahagia atas hal yang bukan tanggung jawabnya. Selesai menelepon Andri turun dari ranjang.
“Aku mau mandi dulu sayang, setelah itu mau sholat Isya dan syukur pada Allah, apa kau sudah makan sayang ku?” tanya Andri lembut yang berdiri di depan ranjang.
“Sudah mas,” jawab Beeve.
“Ya sudah, kalau begitu, kau tidurlah sayang jangan begadang,” ujar Andri.
Kemudian Andri masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
“Ya Allah, ku pikir akan lega kalau kebohongan ku tertutup rapat, nyatanya aku malah makin tersiksa karena rasa bersalah,” batin Beeve.
Setelah beberapa saat Andri pun keluar dari kamar mandi, ia yang telah berwudhu memakai baju sholatnya, sebelum ia pergi ke mushola, Andri menatap istrinya yang telah tertidur.
“Maafkan aku sayang, karena selama ini sudah menyakiti mu.” ucap Andri, kemudian ia pun keluar dari dalam kamar.
Beeve yang ternyata hanya pura-pura tidur pun membuka matanya.
“Mafkan aku mas.” sedang Andri dalam do'a nya meminta pada yang kuasa.
“Ya Allah, sehatkan anak dan istri ku, maafkan atas segala dosa-dosa ku, yang telah menyakiti istri ku, panjangkan umur ku, Beeve dan juga calon buah hati kami, agar kami dapat berkumpul di suasana yang berbahagia, dan jadikanlah Beeve istri ku satu-satunya dunia akhirat ya Robbi, kelak permudah lah Beeve melahirkan bayi kami ke dunia, sebagai mana engkau mempermudah Maryam melahirkan Nabi Isya ke dunia, dan berikanlah paras yang indah pada anak ku, seperti engkau memberi paras pada Nabi Yusuf, yang indahnya bagai bulan purnama, aamiin, aamiin ya Robbal Alamin.” Andri pun mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
Setelah itu ia membaca surah Yusuf dalam al-qur'annya.
Usai mengaji, ia kembali ke dalam kamar, dan disana ia melihat istrinya yang telah terlelap.
Andri pun berbaring di sebelah Beeve, lalu memeluknya.
“Aku mencintai mu sayang.” ucap Andri lalu mencium kening Beeve.
Pukul 07:00 pagi, Andri yang telah sedia dengan setelan baju formalnya berpamitan pada Beeve untuk pergi bekerja.
“Mas berangkat ya sayang ” seperti biasa, ritual cium pipi kiri kanan serta bibir Andri lakukan, tak lupa, ia menyingkap baju atas yang Beeve kenakan.
“Ummuuacchh, ayah berangkat ya nak, dede baik-baik di rumah dengan ibu ya,” ucap Andri.
Beeve tersenyum kecil, karena ia merasa lucu pada sikap Andri.
“Hati-hati di jalan mas,” ucap Beeve.
“Iya sayang, sampai nanti,” ujar Andri.
...Bersambung......
...HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, KARENA 1 KONTRIBUSI DARI MU ADALAH PENYEMANGAT BESAR UNTUK AUTHOR, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️...
...Instagram :@Kissky_muchu...
...Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya....
__ADS_1