
Selanjutnya Andri dan Beeve photo berdua, dengan Andri merangkul bahu Beeve.
Setelah itu Emir berkata pada Andri, “Gantian dong, aku juga mau photo dengan Beeve," pinta Emir.
“Silahkan.” Andri pun melepas rangkulannya dari Beeve.
Emir yang berdiri di sebelah Beeve pun melingkarkan tangan kirinya di pinggang Beeve, dan tangannya yang jenjang dapat menyentuh perut Beeve.
“1,2,3.” Winda memberi aba-aba, cekrek!!
Andri yang melihat tindakan Emir pun merasa agak janggal dalam hatinya, namun ia tak terlalu memikirkannya, karena menurutnya Emir seperti semua orang, yang turut berbahagia dan sayang pada Beeve.
Namun beda hal nya dengan Jane, “Apa Emir menyukai Beeve?” batinnya.
Seusai sesi photo selesai, para keluarga memutuskan untuk pulang, sebab esok hari mereka masih sibuk dengan aktivitas masing-masing.
“Ibu pulang dulu ya nak.” ucap Rahma seraya memeluk dan mencium kening Beeve.
“Iya bu, hati-hati di jalan,” sahut Beeve.
“Iya sayang, jaga cucu ibu ya,”
“Iya bu," Beeve melempar senyum manis pada sang mertua.
Satu persatu keluarga melakukan hal yang sama pada Beeve, yaitu memeluk dan menciumnya.
Orang-orang yang telah berpamitan pada Andri dan Beeve pun beranjak terlebih dahulu ke dalam mobil, karena Beeve tengah berbadan dua, ia tak di izinkan untuk mengantar sampai pintu utama.
Alhasil Andri sendiri yang mengantarkan semua orang, hingga menyisakan Emir dan Beeve di ruang tamu.
Emir yang ingin pulang juga berpamitan pada Beeve.
“Aku pulang ya, jaga bayinya.” ucap Emir, seraya memeluk dan mencium lekat pipi Beeve, sontak Beeve merasa canggung atas sikap Emir yang begitu transparan padanya.
“I-ya mas,” jawabnya kikuk.
Selanjutnya Emir melepas pelukannya, dan mengusap puncak kepala Beeve, setelah itu Emir pergi meninggalkannya sendiri di ruang tamu.
“Apa-apaan dia, kenapa enggak sopan begitu pada ku? Atau memang di keluarganya biasa melakukannya? Tapi.... kenapa aura Emir berbeda dari yang lain saat melakukannya?” Beeve bertanya-tanya dalam hatinya.
Hati Beeve jadi tak karuan, terlebih Emir adalah adik iparnya.
“Aku harus jaga jarak dengannya,” gumam Beeve.
Andri yang baru tiba ke ruang tamu, melihat ekspresi resah wajah istrinya.
“Kau kenapa sayang? Apa ada yang sakit?” tanya Andri memastikan kondisi Beeve.
“Aku enggak apa-apa mas, hanya lelah saja,” jawab Beeve.
“Kalau begitu kita ke kamar sekarang, aku juga lelah, ingin istirahat,” ujar Andri.
Keduanya pun menuju kamar mereka untuk beristirahat.
____________________________________________
__ADS_1
Keesokan harinya, tepat pada pukul 08:00 pagi, Andri yang telah berpakaian rapi pamit pada istrinya untuk berangkat ke kantor.
“Sayang, aku berangkat ya, jaga diri di rumah istirihat yang cukup, jangan mengerjakan apapun, kalau lapar kau bisa menelpon Winda atau Siska untuk membawakan mu makanan ke dalam kama.,” terang Andri yang khawatir kalau istrinya akan lelah.
“Ya ampun mas, enggak perlu seperti itu, masa iya aku hanya berdiam diri di kamar.” ucap Beeve dengan tersenyum.
“Aku hanya ingin kau sehat dan bugar sayang, intinya jangan cape, oke!” Andri mengedipkan matanya, lalu mencium kening dan bibir istri tercintanya serta tak lupa mengelus perutnya juga.
“Hati-hati di jalan mas,” ucap Beeve.
“Iya sayang.” Andri pun masuk ke dalam mobil, kemudian melaju keluar gerbang menuju jalan raya.
Beeve menyentuh bekas ciuman suaminya pada bibirnya.
“Manis,” gumam Beeve.
“Ternyata begini rasanya di cintai oleh orang yang tepat, di perlakukan bagai ratu,” ucap Beeve pada dirinya sendiri.
“Semoga selamanya aku bisa mendapatkan perlakuan manis ini,” batin Beeve.
Beeve yang akan masuk kembali ke dalam rumah tanpa sengaja melihat kedua Art nya di bawah pohon cemara, yang ada di dekat gerbang, satu duduk di bangku, satunya lagi duduk di atas rumput hijau.
“Sedang apa mereka?” batin Beeve.
Karena merasa penasaran, Beeve menghampiri kedua Art nya.
“Kalian sedang apa mbak?” tanya Beeve.
Siska yang duduk membelakangi Winda pun segera menguncir rambutnya.
“Pagi-pagi begini sedang apa duduk di bawah pohon?”
“I-ini nyah, saya sedang mencari kutu Siska," ujar Winda.
“Kau punya kutu mbak Sis?” tanya Beeve tak percaya.
Dengan rasa malu Siska pun menjawab. “I-iya nyonya, rasanya kepala ku gatal sekali, kebetulan sisir kutu ku tinggal di yayasan, makanya aku meminta tolong mbak Winda untuk mencarikan kutu ku,” terang Siska.
“Oh ya? Memangnya kutunya banyak mbak Win?" tanya Beeve dengan wajah antusias.
“Lumayan banyak nyonya, setiap helai rambut Siska penuh dengan telor kutu,”
“Benarkah?” Beeve yang penasaran pun, duduk di sebelah Winda, dan mulai menyibak rambu Siska.
“Iiihhh.” seketika Beeve merinding, melihat banyak induk kutu sehitam arang berlarian.
“Banyakkan nyah,” ucap Winda.
“Benar, biar ku pesan sampoo kutu untuk mu mbak Sis.” Beeve pun mengambil handphonenya dari dalam saku bajunya.
Jemari lihainya pun dengan sigap memesan barang yang di perlukan.
“Beres mbak, aku pesan ekspres, yang langsung sampai hari ini juga,” ujar Beeve.
“Terimakasih nyonya,” ucap Siska.
__ADS_1
Beeve yang kasihan pada Winda berinisiatif untuk membantu Winda dalam melakukan perburuan kutu.
“Mbak Win, aku di sebelah kiri, kau kanan,” titah Beeve membagi area kepala Siska.
“Nyonya mau ikut mencari kutu?” tanya Winda.
“Iya, kasihan kau, nanti terlalu lama menunduk malah sakit leher lagi.” jawab Beeve, seraya menyibak kembali rambut Siska.
Berulang kali bulu kuduknya merinding, melihat kawanan kutu berlarian ke dalam lebatnya rambut Siska.
“Nyonya lebih baik istirahat, nanti malah sakit kalau menunduk terlalu lama,” ujar Siska.
“Enggak apa-apa mbak, lagi pula aku bosan mencium bau kamar terus.” ucap Beeve seraya menangkap kutu Siska satu persatu.
“Lama-lama seru juga,” batin Beeve.
Ia yang bersemangat mencari kutu tidak sadar, kalau rambutnya yang terurai sering menempel ke rambut panjang Siska.
1 Jam kemudian, Beeve yang merasa pegal pun menyerah, kemudian ia berpamitan pada Art nya untuk kembali ke dalam rumah.
“Mbak, aku ke dalam duluan ya, kalau kurirnya sudah datang langsung ambil saja barangnya, karena aku sudah bayar tadi,” ujar Beeve.
“Baik nyonya, terimakasih banyak,” ucap Winda dan Siska.
Setelah itu Beeve kembali ke dalam rumah ia yang merasa gerah, menyeka keringat yang ada di keningnya, selanjutnya ia mengikat rambut hitam panjangnya tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
________________________________________________
Andri yang ada di kantor mendapat telepon dari Ayu sekretarisnya.
📲 “Assalamu'alaikum pak,” Ayu.
📲 “Wa'alaikum salam Yu, kenapa kau belum sampai kantor?” Andri.
📲 “Mohon maaf pak, ibu ku mendadak masuk rumah sakit, karena serangan jantung, maaf baru mengabari sekarang,” Ayu
📲 “Bagaimana kondisi ibu mu sekarang?" Andri.
📲 “Masih dalam penanganan dokter, untuk itu saya mohon izin libur hari ini pak, kalau soal bahan meeting, saya sudah serahkan ke Arinda, kemarin kami juga mengerjakannya bersama, dan ku lihat dia bisa untuk mendampingi bapak untuk rapat meeting nanti siang,” Ayu.
📲 “Begitu ya? Hmm... baiklah, jangan khawatir, rawat saja ibu mu dengan baik, Assalamu'alaikum,” Andri.
📲 “Terimaksih pak, Wa'alaikum salam,” Ayu.
...Bersambung......
...HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, KARENA 1 KONTRIBUSI DARI MU ADALAH PENYEMANGAT BESAR UNTUK AUTHOR, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️...
...Instagram :@Kissky_muchu...
...Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya....
__ADS_1