
“Sayang, kenapa melamun?” tanya Andri.
“Enggak apa-apa mas, aku hanya menikmati pemandangan laut yang indah ini,”
“Iya kau benar, ini sangat inda, dan laut memang membuat pikiran kita jadi fresh,” ujar sang suami.
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 1 jam, mereka mulai melihat banyak terbentang pepohonan mangrove di pesisir pantai, serta private resort yang di bangun di atas perairan laut yang tenang.
“Indahnya ciptaan mu Tuhan,” batin Andri.
Selang beberapa menit akhirnya mereka pun sampai , Andri turun terlebih dahulu, dan membawa koper satu persatu keluar dari dalam kapal.
Ketika istrinya hendak turun dari speed boat tanpa sengaja kakinya tersandung.
“Ah!” untung saja Andri sigap menangkap tubuh sang istri.
“Kau baik-baik saja sayang?” tanya Andri memastikan keadaan Beeve.
“Aku baik-baik saja mas, maaf ya kalau aku ceroboh,” Beeve yang berada di pelukan Andri pun tersenyum kaku, kemudian Andri melepas pelukannya.
“Inikah private resort yang kau booking sayang?”
“Iya mas, bagaimana, apa kau suka mas?” tanya Beeve.
“Tentu saja aku suka, enggak ku sangka ada tempat seindah ini di kota metropolitan yang berpolusi dan panas setiap harinya,” terang Andri.
“Makanya mas, main itu jangan keluar negeri terus, yang dalam negeri juga banyak yang indah dan bagus dan perlu di jelajahi,” ujar Beeve.
“Kau benar sayang, lain waktu, kita akan keliling Indonesia berdua, Ayo cepat sayang kita ke resepsionis sekarang,” ucap Andri.
Kemudian Andri mendorong kedua koper mereka, melewati jembatan kayu sebagai tapak kaki menuju ruang resepsionis yang berjarak 200 meter dari tempat mereka berpijak.
Sesampainya mereka di meja resepsionis, Beeve menunjukkan bukti pembayaran online yang ia lalukan pada sang karyawan.
Lalu Beeve pun di berikan sebuah kunci resort, dan mereka di tuntun oleh room section menuju private resort mereka, yang letaknya paling ujung berdekatan dengan pohon Mangrove.
Setelah sampai ke tujuan, sang room section pun mempersilahkan mereka masuk,
“Silahkan pak, bu,” ucap room section dengan sopan.
“Terimakasih banyak,” ucap Beeve dan Andri.
Beeve yang sudah lelah, bergegas membuka pintu.
Ceklek!
Saat pintu terbuka, keduanya di buat terkagum-kagum, sebab di dalam ruangan resort itu begitu bersih wangi dan juga nyaman, belum lagi dari jendela kaca ranjang, langsung di suguhkan pemandangan air laut biru dan juga pohon Magrove.
__ADS_1
Beeve pun membuka pintu yang ada di sebelah ranjang.
Wusss....!!!
Seketika angin laut menyapu wajah cantiknya, lalu ia perlahan keluar dan duduk di pinggir balkon, ketika ia duduk kakinya dapat mencapai air yang berada di bawah kolong private resort mereka.
Beeve pun mengayun-ayunkan kakinya bermain dalam air asin biru tersebut.
Andri sang suami tak mau ketinggalan, ia menyusul dan duduk tepat di sebelah istrinya.
“Kau pintar sekali memilih tempat menenangkan untuk bulan madu kita Bee,” ucapnya, seraya merangkul bahu istrinya.
“Karena aku suka tempat yang asri dan hening begini mas,” ujar Beeve.
“Kebetulan sekali kalau begitu, rumah yang mas beli untuk kita tinggali nanti juga pekarangannya luas, tidak terlalu dekat dengan para tetangga, ku harap kau suka sayang,” Andri mengecup kening Beeve.
“Terimakasih mas,” ucap Beeve.
Karena cuaca masih terik, Andri mengajak Beeve untuk masuk ke dalam resort.
“Ayo, panas sekali, nanti sore kita duduk lagi disini,” Andri pun menarik tangan Beeve untuk masuk.
Lalu Andri yang haus membuka kulkas yang ada dalam dapur resort, dan ternyata banyak sekali varian minuman disana.
Andri pun mengambil air mineral untuk melegakan dahaganya.
Beeve yang haus juga mengambil air mineral untuknya.
“Sayang, kita istirahat ke ranjang yuk,” bisik Andri, Beeve pun mengangguk.
Andri menggendong tubuh istrinya menuju ranjang.
Lalu perlahan, ia menurunkan tubuh Beeve yang ramping ke atas ranjang empuk nan lembut.
Kemudian Andri merebahkan tubuhnya di sebelah istrinya dan menaruh kepala Beeve ke atas lengannya.
“Sayang, apa mas boleh mencium mu?”
“Kenapa harus izin mas? Aku sekarang sudah menjadi milik mu,” ucap Beeve dengan suara lembut.
Mendapat lampu hijau dari sang istri, Andri mulai mengecup lembut wajah mulus istrinya dengan penuh kasih sayang.
Dari kening lanjut ke pipi kiri dan kanan, kemudian turun ke bibir merah muda Beeve.
Andri pun mengecup bibir manis istrinya, Beeve yang ingat akan wejangan sang ibu membalas kecupan suaminya.
Andri yang mendapat lampu hijau dari sang istri menjadi bersemangat, ia pun melanjutkan kecupannya di bibir sang istri, hingga nafas mereka berdua menggebu-gebu.
Meski Beeve belum memiliki perasaan pada Andri, namun secara batiniah sentuhan tersebut membangkitkan nalurinya.
__ADS_1
Selanjutnya Andri menyingkap rambut panjang sang istri, dan terlihatlah leher jenjang yang begitu indah, Andri pun menarik tubuh Beeve untuk duduk, kemudian ia mengecup lekat leher indah milik istrinya di setiap incinya, hingga Beeve merasa tak kuasa.
“Enggak ku sangka, ternyata mas Andri yang terlihat hangat dan humoris seagresif ini,” batin Beeve.
Setelah meninggalkan banyak bekas ruam merah di sekujur leher Beeve, Andri pun bertanya.
“Apa kau siap melayani ku sekarang sayang?” tanyanya.
“Lakukan mas,” jawab Beeve.
Andri yang memang sudah menunggu momen indah tersebut, melulusi pakaiannya dan sang istri, sedang Beeve mengalihkan pandangannya, karena masih merasa canggung akan keadaan mereka sekarang.
Andri yang melihat tubuh indah sang istri di buat makin berdebar-debar, terlebih saat netra nya beralih kedua bukit kembar istrinya, Andri pun mulai mengenyam puncak bukit milik istrinya.
“Sstt, astaga, kenapa rasanya perih? Pada hal sebelumnya enggak begini,” batin Beeve.
“Kenapa sayang? Apa rasanya sakit?” tanya Andri.
“Umm, enggak mas,” Beeve yang tak ingin mengacau rasa bahagia sang suami, harus menahan perih, meski rasanya ia ingin menangis, ketika suaminya melakukannya lagi.
“Ya Tuhan, rasanya milik ku mau putus, sakit sekali,” batinnya.
Cukup lama ia menahan rasa sakit itu sebelum akhirnya dia merasakan sesuatu menjalari tubuhnya dan berhenti di sebuah tempat yang paling berharga. Tempat yang sebelumnya dia bersihkan untuk ritual ini.
“Kau membersihkannya?” tanya Andri.
Beeve menatap Andri penuh keraguan “I-iya mas, apa kau enggak suka?” Beeve balik bertanya.
Andri tersenyum tipis. “Tidak masalah, asalkan itu milikmu, aku pasti akan selalu menyukainya,” ucap Andri seraya mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda sang istri.
Andri kembali melanjutkan aksinya. Tangannya mulai merajalela dan menari-nari di ngarai yang menyimpan magnet yang maha dahsyat. Cairan bening nan hangat mulai ia rasakan keluar dari Gua ngarai nan indah.
Beeve kembali merebahkan tubuhnya sebab ia merasa kelelahan akan pengerjaan suaminya, Andri yang melihat Beeve tak berdaya, malah tersenyum nakal.
“Mas, masukan saja, aku sudah tak tahan,” ucapnya.
Mendengar permintaan sang istri, hati Andri merasa janggal, namun ia tak terlalu memikirkannya.
“Tahan sebentar, Sayang,” ucap Andri yang masih ingin bermain-main dengan istrinya. Dia kemudian duduk di sebelah Beeve.
“Sayang, bermainlah di sini!” perintahnya seraya dagunya menunjuk ke arah perkutut yang telah berdiri dengan jemawanya.
Bersambung...
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA FOLLOW, KASIH RATE 5, LIKE, KOMEN, HADIAH, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK. ❤️
Instagram :@Saya_muchu
Jangan lupa mampir ke karya author di bawah ini ya.
__ADS_1