Jangan Salahkan Takdir

Jangan Salahkan Takdir
Bab 167 (Kencan)


__ADS_3

📲 “Mas, jangan mengada-ngada ya, dasar gila!” Beeve.


📲 “Ya sudah, kalau begitu aku enggak akan kasih pinjam,” Emir.


📲 “Dasar pelit!” Beeve.


📲 “Kau pikirkan saja dulu, kalau setuju hubungi aku, hanya untuk besok, kalau kau enggak mau, siap-siap jadi warga gelap di negara ini,” Emir.


Benar-benar ya mas Emir, bikin kesel, batin Beeve.


📲 “Ya sudah kalau begitu, aku cari orang lain saja,” Beeve.


📲 “Oke,” Emir.


Setelah sambungan telepon terputus, Emir tertawa terbahak-bahak.


“Hahaha... pada hal dosa, tapi tetap ku lakukan, biarlah, toh hanya satu hari, setelah kembali, aku enggak akan menggangunya lagi, ya Tuhan, izinkan aku menjadi kekasihnya, walau satu hari saja.” pinta Emir pada yang maha kuasa.


_______________________________________


“Aku harus pinjam uang kemana ya? Hem... enggak mungkin aku munta uang ke karyawan atau ambil modal restoran untuk ongkos pulang, dan lagi masa iya aku enggak bawa oleh-oleh??” Beeve benar-benar kewalahan, sebab kalau ia mengikuti wacana liburannya, ia baru kembali 3 minggu lagi.


Pukul 00:00 dini hari, Beeve yang tak punya jalan keluar pun akhirnya mengirim pesan pada Emir.


Aku setuju mas jadi pacar satu harimu, dengan syarat jangan minta yang aneh-aneh, ✉️ Beeve.


Emir yang menerima pesan tersebut merasa senang bukan main.


“Alhamdulillah, akhirnya kami pacaran juga!!”


Tenang saja, kita hanya pacaran biasa kok, ✉️ Emir.


Baiklah kalau begitu, sampai besok, ✉️ Beeve.


Oke, besok aku jemput jam 12:00, kita kencan ke Naman Seoul Tower, ✉️ Emir.


Baik mas, ✉️ Beeve.


“Ya Tuhan terimakasih atas karunia mu, akhirnya! Akhirnya aku kencan juga dengan Beeve, setelah sekian tahun aku menunggu!!!!” Emir yang bak anak-anak pun berjoget ria di dalam kamar hotelnya.


Emir yang ingin kencan tepat waktu dengan Beeve mengerjakan urusan kantornya terlebih dahulu sampai beres.


Keesokan harinya, setelah selesai meeting dengan klien, Emir buru-buru mengganti pakaiannya dengan setelan white printed T-shirt di padukan dengan mantel dan celana panjang abu-abu, agar lebih terlihat tampan Emir menggunakan sepatu boots khusus salju berwarna putih sebagai alas kakinya.


Setelah merasa pas, kepercayaan diri Emir pun meningkat 100%.


Ini adalah kencan pertama ku, harus sukses! batin Emir.


Sebelum Emir menaiki taksi, ia melihat ada penjual bunga keliling yang menggunakan sepeda.


Emir pun memanggil wanita penjual bunga tersebut, lalu membeli seikat rangkaian bunga mawar merah untuk calon kekasihnya. Selanjutnya, ia berangkat menuju kosan Beeve.


Setelah beberapa saat dalam perjalanan, akhirnya Emir tiba di tujuan.

__ADS_1


Saat Emir baru sampai, ia telah melihat Beeve dengan outfit mantel pastel dan rok berwarna lilac di bawah lutut lengkap dengan stoking, yang tak terduga adalah, Beeve mengenakan sepatu boots warna senada dengan dirinya.


Melihat banyak kesamaan warna pada pakaian mereka berdua, Emir jadi senyum-senyum sendiri.


Lalu Emir membuka kaca taksi untuk memanggil Beeve.


“Hei!”


Beeve pun menengok ke arah Emir, kemudian ia masuk ke dalam taksi juga.


“Aku enggak terlambat kan?” tanya Emir dengan senyum sumringah.


“Lebih cepat 5 menit mas,” jawab Beeve.


Emir yang bagai ABG (anak baru gede) puber melempar senyum tak jelas pada Beeve yang membuat Beeve jadi malu.


“Ayo pak, kita berangkat,” ucap Emir pada sang supir.


Setelah mobil melaju menuju Naman Seoul Tower, Emir pun memberikan oleh-olehnya pada Beeve.


“Untuk mu.” Beeve menerima bunga pemberian Emir dengan senyuman.


“Terimakasih mas,” ucap Beeve.


“Apa kau suka?”


“Tentu saja, bunganya sangat indah,” ungkap Beeve.


“Iya, tapi masih kalah indah darimu.” terang Emir yang membuat Beeve tertawa kecil.


“Tentu saja.” selama dalam perjalanan Emir tak berhenti memberi pujian pada wanita pujaannya itu. Namun Beeve yang sudah kenyang akan dunia percintaan pun hanya menganggapnya angin lalu semata.


Sesampainya mereka ke tujuan, Emir membuka pintu taksi untuk Beeve, kemudian Beeve dan Emir berjalan di bawah pepohonan yang di penuhi salju menuju tower yang menjadi salah satu icon di Korea Selatan tersebut.


“Mas.”


“Iya??”


“Habis ini kita mau ngapain?” tanya Beeve.


“Baru juga jalan sebentar.”


“Oh iya, kau benar juga.” sebelum mereka sampai di bawah tower, Emir mengeluarkan sebuah cincin dari sakunya.


“Bee.”


“Iya mas?”


“Maukah kau jadi pacar ku?”


“Loh, bukannya kita sudah pacaran mulai tadi malam mas?” ujar Beeve.


“Emang iya?” Emir jadi bingung, sebab ia merasa belum menyatakan cinta secara resmi pada Beeve.

__ADS_1


“Iya, kan aku sudah bilang setuju mas.”


“Kalau begitu,lm” Emir meraih tangan kanan Beeve. “Ku berikan cincin ini pada mu, sebagai tanda aku adalah kekasih mu hari ini.” Emir menyematkan cincin berlian mewah nan elegan di jari manis Beeve.


“Mas, kita hanya pacaran 1 hari, enggak usah berlebihan begini,” ucap Beeve.


“Satu hari yang berharga dalam hidup ku, layak di apresiasi,” terang Emir.


Lalu Beeve menatap lekat wajah Emir, tanpa ia sadari timbul rasa iba dalam hatinya terhadap adik iparnya tersebut.


“Baiklah mas.” Beeve pun menerima cincin pemberian Emir tersebut.


Apa benar perasaan mu enggak pernah berubah pada ku selama ini mas? batin Beeve.


Kemudian Emir menggenggam tangan Beeve, “Hei, kita naik kereta gantung yuk?” ajak Emir yang ingin melihat pemandangan kota Seoul dari atas gondola bersama Beeve.


“Ayo mas.” keduanya pun berjalan menuju stasiun kreta gantung dengan melempar senyum satu sama lain.


Saat mereka berada dalanlm kreta, Emir dan Beeve banyak mengambil photo bersama sebagai kenang-kenangan.


Setelah sampai ke puncak gunung Namsan, keduanya pun turun, kemudian melanjutkan dengan berjalan kaki tanpa arah yang jelas, yang penting bagi Emir, ia dapat memegang tangan Beeve tanpa lepas sepanjang waktu.


Ketika senja merah menyelimuti langit Korea, keduanya pun mencari makan ke Sweet Bar.


Beeve yang sudah keroncongan sedari siang jadi gemetaran. Sedangkan Emir tak sadar kalau kekasihnya kelaparan karena sibuk dengan perasaannya.


“Kau mau apa Bee?” tanya Emir.


“Ayam goreng dan sup ayam pedas saja mas," jawab Beeve.


Lalu Emir pun memanggil pramusaji, untuk menyediakan pesanan mereka.


“Kita pesan menu yang sama saja ya,” ucap Emir.


“Terserah kau saja mas.”


Setelah menunggu beberapa saat, pesanan keduanya pun telah tiba. Beeve yang merasa lapar tanpa menunggu Emir langsung menyantapnya.


“Hum... enak banget mas, rasanya badan ku jadi hangat!” seru Beeve yang mirip orang tak makan 3 hari.


Emir tersenyum melihat tingkah kekasihnya. Ia juga ikut mengisi perutnya yang kosong.


Setelah selesai makan, Beeve yang tak memperhatikan penampilannya tanpa sadar meninggalkan sebiji nasi di sudut bibirnya.


Emir yang melihat hal tersebut, langsung memungutnya.


“Ada apa mas?” tanya Beeve.


“Ada nasi.” jawab Emir seraya memakan sisa nasi yang ia ambil dari bibir manis kekasihnya.


“Oh, hahaha.” Beeve yang malu pun mengeluarkan kaca minimalis dari tasnya, lalu memperhatikan bibir dan tiap sudut giginya, ia takut kalau harus malu untuk yang kedua kalinya.


Mas Emir kok enggak ada jijiknya, pada hal itukan sisa nasi yang ku makan, batin Beeve.

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2